FF “Breathing For You” [Chapter 4]

Title : Breathing For You [Chapter 4]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Kim Hyung Jun (SS501)
  • Shin Hye Ah
  • Park Jung Min (SS501)
  • Kim Ji Ra
  • Kim Kyu Jong (SS501)
  • Kang Young Ae
  • Heo Young Saeng (SS501)
  • Go Tae Hee (Gi)

Genre : School life, Humor, Friendship, Angst, Romance

Rating : PG-13+

PS :  Tetep lanjut ya, nikmati aja di setiap bagian gaje-nya XD

Happy Reading ^^

***

Sudah sampai 1 jam lamanya Hyung Jun hanya berdiri di depan pintu itu untuk menunggu Hyun Joong. Di sekitar itu ada seorang perempuan berseragam lain yg sedang kebingungan. Saat perempuan itu lewat di depan Hyung Jun, ia menegurnya.

“maaf, aku baru melihatmu. Sedang apa di sini?” tanya Hyung Jun

“aku mencari eonni ku yg di rawat di sini. Katanya ada terjadi kecelakaan kecil padanya.” Jawab perempuan itu

“hmm, Kang Rae Yoo?”

“benar! Kau temannya?”

“ne, aku teman sekelasnya. Kami berteman akrab. Chonun Kim Hyung Jun imnida” Hyung Jun sekaligus memperkenalkan dirinya

“chonun Kang Young Ae imnida. Oh iya sunbae, eonni ku sekarang dimana?”

Saat Hyung Jun membalikkan badannya ke arah pintu, pintu itu terbuka dan keluarlah Hyun Joong.

“Hyun Joong sunbae!” kata Young Ae

“Young Ae, akhirnya kau datang juga. Masuklah ..” Hyun Joong mempersilahkannya

Ketika Hyun Joong akan menutup pintu, datanglah Hye Ah, JiRa, Jung Min dan Kyu Jong. Hanya Hye Ah dan JiRa yg masuk juga ke kamar itu. Di luar tinggallah ke4 laki-laki itu.

“Hyung Jun, kenapa tadi kau menghilang begitu saja saat Rae Yoo pingsan? Akhirnya aku sendiri yg mengangkatnya, tak ada yg ikut menolongnya.” Umpat Hyun Joong dgn sangat kesal

“mianhae, tadi aku dipanggil oleh guru olahraga kita.”

“arrgghh,, lalu kau, Jung Min, Kyu Jong? Kalian ada di sana juga kan?” tanya Hyun Joong dgn tegas

“ta.. tadi kami…. panik!” jawab Jung Min dan Kyu Jong serentak

“teman macam apa kalian? Rae Yoo teman kita! Saat ia seperti itu kalian tak ikut menolongnya? Haaah!” Hyun Joong memarahi teman-temannya

“mianhaeyo, kami janji tak akan seperti ini lagi. Kau jangan marah lagi yaa..” Kyu Jong yg berani berbicara duluan

“baiklah. Aku benar2 kesal pada sikap kalian tadi. Jgn ulangi lagi!” Hyun Joong masih dgn nada tingginya

Sejenak hanya diam, akhirnya Hyung Jun yg memulai lagi pembicaraan.

“Hyun Joong-ah, apa kau sangat mengenali adik Rae Yoo itu?”

“aku hanya kenal. Tak lebih.” Jawab Hyun Joong singkat

“menurutku, ia sangat menarik.” Ucap Hyung Jun sambil mengintip kaca pintu itu

“jangan katakan kau mulai suka adiknya!” sanggah Jung Min

“ne, benar. Dia begitu menarik. Ia mungkin akan menjadi pandangan pertamaku. Untung saja aku sempat berkenalan padanya.” Hyung Jun tersenyum lebar

“jjinjayo?” Hyun Joong kaget mendengar pernyataan Hyung Jun

“apa aku salah?”

“ya sudahlah terserah kau.” Hyun Joong memalingkan wajahnya

Tak lama kemudian Rae Yoo keluar ditemani adik dan kedua temannya.

“gomawoyo. Kalian memang teman2 eonni ku yg sangat baik. Untung saja Hyun Joong sunbae menghubungiku. Aku sangat khawatir karena Rae Yoo eonni pernah bocor kepalanya saat masih kecil.” Terang Young Ae

“sebaiknya jangan kau katakan hal ini. Itu benar2 kejadian terburukku.” Gumam Rae Yoo

“lain kali kau harus berhati-hati saat masuk lapangan, bola yg terkena kepalamu itu aku yg lempar. Jeongmal mianhae, aku tak sengaja.” Jung Min mengakui kesalahannya

“ternyata kau yg lempar??!” tanya Hyun Joong dengan nada tingginya lagi

“Hyun Joong-ah! Sudahlah. Jung Min sudah minta maaf langsung.” Kyu Jong memperingati Hyun Joong agar tidak marah lagi

“Rae Yoo, kali ini kau pulang bersamaku saja. Mobil jemputanku sudah menunggu. Jangan menolak tawaranku! Oh iyaa, Hyun Joong dan Young Ae ikut juga yaa.” Tawar Hyung Jun seraya mengalihkan pembicaraan

“baiklah, gomawoyo.” Ucap Rae Yoo dgn cukup senang

Di dalam mobil …

“Rae Yoo, kau benar-benar beruntung bisa berteman dgn orang seperti Hyun Joong.” Celetuk Hyung Jun

“haah! Wae?” Hyun Joong tersentak dari lamunannya

“ia orang yg akan cepat khawatir kalau terjadi sesuatu pada temannya, apalagi kalau itu teman dekatnya. Kau belum tau kan, yg tadi membawamu sampai UGD sekolah adalah Hyun Joong satu-satunya. Ia sampai memarahi Jung Min, Kyu Jong, dan aku karena kami tidak ikut menolongmu. Hyun Joong memang orang yg jahil, selain sifat itu ia sangat baik, tapi jangan sekalipun membuatnya marah karena emosinya sangat tinggi. Kuingatkan, jangan pernah kau menyiakan teman terbaik ini.” Hyung Jun bercerita panjang lebar

“kau berlebihan.” Hyun Joong hanya memalingkan wajahnya ke kaca mobil

“gomawoyo…” ucap Rae Yoo sambil memeluk Hyun Joong yg duduk disampingnya

Hyun Joong kaget karena Rae Yoo memeluknya, Hyung Jun dan Young Ae hanya bisa tertawa geli melihat ekspresi wajah Hyun Joong yg tersenyum berantakan. *pokok’y senyum ga tentu arah, emank ada? XD*

***

“thank you so much Young Saeng! Akhirnya kau yang menjemputku.” Ucap seorang perempuan berambut pirang

“ahh biasa saja. Kau kan temanku. Lagipula bandara ini tak terlalu jauh dari rumahku.” Jawab orang yg bernama Young Saeng

“hahaa. Oh iya, aku akan bersekolah di SMA mu. Semuanya sudah diurusi oleh ayahku. ”

“aku heran denganmu, seorang Go Tae Hee dari kecil sudah bersekolah di Amerika tapi sekarang malah kembali ke Seoul.”

“kau jangan mengejekku. Aku rindu sekali kota ayahku berasal ini. Kau juga, kenapa kembali kesini saat sudah Lulus SMP?”

“Gi, aku hanya ingin kembali saja. aku memang sempat bersekolah disana tapi itu bukan kemauanku. Kau tau sendiri kan?”

“sudah sudah. Jangan sampai kau ceritakan masa lalu mu itu.”

***

* Hyung Jun’s POV *

Hari ini aku dan teman-teman terbaikku sudah duduk di kelas 2. Aku cukup senang hari ini, karena aku melihat Rae Yoo bersama adiknya yg berseragam sekolah ini. Sewaktu liburan, Rae Yoo pernah mengatakan bahwa adiknya akan memilih SMA ini. Tentu saja aku tak akan melewatkan kesempatan. Aku akan mendekati Kang Young Ae agar ia menyukaiku

“di hari pertama kita kembali sekolah, hari ini akan kedatangan murid baru. Go Tae Hee, masuklah…!” panggil songsaengnim

Muncullah seorang perempuan yg cukup cantik, tinggi semapai, berambut pirang panjang, dan berkuli putih natural. Tapi aku seperti tidak asing dengan namanya.

“annyeong haseyo, Go Tae Hee imnida. Aku sering di panggil Gi. Aku pindahan dari sekolah di Amerika. Kuharap kita bisa berteman baik. Please, treat me well. Thank you.” Perempuan itu membungkukkan badannya

“kau duduk di seberang Kim Hyung Jun.”

Perkataan songsaengnim membuatku terkejut. Akhirnya perempuan itu kini duduk di sebelah kiriku. Sedikit-sedikit aku melihat wajahnya, tapi sepertinya aku  pernah melihat wajah ini waktu kecil. Aku ingat sekarang. Ayahnya orang Korea, ibunya orang Amerika. Ia teman SD ku. Ini pasti perempuan yang sangat aku benci, sahabat kecilku mati karenanya.

*FlashBack*

“kembalikan bonekaku!”

Di halte bus, sekelompok anak kecil sedang merampas boneka Tae Hee.

Lalu mereka mendorong Tae Hee sampai ke tengah jalan.

Hyung Jun dan Sang Woo sedang berjalan, dan melihat sebuah mobil yg sudah dekat dengan Tae Hee.

Sang Woo lgsg berlari cepat, mendorong Tae Hee dan akhirnya mobil itu menabrak Sang Woo.

Kepala Sang Woo banyak mengeluarkan darah, dan ia langsung tewas di tempat.

*end*

Ahh.. benar-benar kenangan yg sangat kelam. Kenapa perempuan ini muncul di kehidupanku lagi?

“namamu Kim Hyung Jun, benar?” ia bertanya padaku sambil tersenyum

“ne, benar. Kau ingat aku?”

“kau teman SD ku dulu kan?”

“benar sekali. Aku tak salah orang. Park Sang Woo mati karenamu kan? Jangan sekalipun mengajakku bicara lagi. Karena aku sangat benci orang yg menyebabkan kematian sahabatku!” Umpatku secara bisik-bisik dengannya

“Hyung Jun, mianhae. Jangan membenciku lagi seperti dulu.”

Matanya sudah berkaca-kaca, aku hanya menatapnya sinis.

“saya permisi sebentar dulu ke ruang kepala Sekolah. Kalian jangan keluar kelas!” kata songsaengnim

Setelah songsaengnim keluar, ia menangis dan membenamkan wajahnya di kedua tangannya yg ia tumpukan. Semua murid melihatnya, untung saja tak ada seorangpun yang tau karena penyebabnya adalah aku. Biarlah dia menangis, aku tak peduli. Aku tak bisa melupakan kejadian pahit itu. Gi, selamanya aku tak bisa memaafkanmu!

Waktu istirahat tiba……….

Aku melihat Gi diseret di luar gudang sekolah dengan sekelompok siswi yg tentu saja mereka teman sekelasku. Entah apa maksud mereka, sepertinya mereka tidak suka akan kehadiran Gi di kelas. Aku mendengar ia berteriak kesakitan karena rambutnya di tarik. Aku masih ingat waktu SD dulu ia pernah juga di perlakukan tidak baik oleh anak-anak lain. Sebenarnya aku kasihan melihatnya di siksa seperti itu, tapi aku tak ingin menolongnya.

“kenapa kau diam saja? itu teman baru kita!”

Rae Yoo menegurku, ia bersama Hye Ah dan JiRa segera menolong Gi. Mereka menyuruh sekelompok siswi itu untuk berhenti menyiksa Gi dan pergi. Aku memutuskan berdiri di samping Rae Yoo untuk melihat Gi secara dekat sebaga tanda aku masih peduli dengannya.

“gwaencanhayo?” tanya Hye Ah pada Gi

“i’m okay. Thanks. Tinggalkan aku sendiri, kumohon!”

“tapi……. ” aku memotong kata-kata JiRa

“ia sepertinya akan lebih baik kalau kita menuruti perkataannya.” Ucapku santai

“ya sudahlah, panggil kami bila kau butuh bantuan. Baiklah, kami pergi sekarang.” Ucap Rae Yoo mengajak teman-temannya

Ke3 temanku meninggalkan tempat itu. Aku mengikuti mereka, sesaat ku menoleh ke belakang. Gi menatapku sinis dengan wajah yg basah karena air matanya. Aku membalasnya dengan tersenyum licik.

***

“Kang Young Ae!” teriak Hyung Jun mengejar Young Ae di lorong kelas

“ada apa sunbae?” Young Ae menghentikan langkahnya

“besok mau berjalan-jalan denganku? Aku akan ke rumahmu dan menjemputmu, di siang hari.”

“boleh.” Jawab Young Ae menyunggingkan senyum

“gomawo”

Di kelas …..

“Hyun Joong, apa kau besok ada waktu untuk menemaniku ke toko buku?” tanya Rae Yoo

“aku sudah pintar, tak perlu buku lagi. Lagipula aku besok ada kepentingan lain.” Jawab Hyun Joong sambil menulis catatannya

“sombong sekali…. ” kesal Rae Yoo

“begitu saja kau sudah marah. Lebih baik kau minta sama Hyung Jun saja.” Bisik Hyun Joong

“Hyung Jun, Besok kau temani Rae Yoo ke toko buku ya.” Lanjut Hyun Joong memanggil Hyung Jun

“akan ku traktir kau makan siang. Jam 11 kita ke toko buku.” Sambung Rae Yoo

“baiklah, kau tunggu aku di toko bukunya….. yg biasa kan?” kata Hyung Jun

“ne, gomawoyo.”

 ***

Keesokan harinya, Rae Yoo pergi ke toko buku dengan cerianya. Ia menunggu Hyung Jun diluar toko buku yg telah mereka sepakati. 1 jam kemudian, Hyung Jun belum juga datang, akhirnya Rae Yoo memutuskan untuk masuk ke toko buku tersebut sendirian.

Di tempat lain, Hyung Jun sudah berada di depan rumah Rae Yoo dengan bersandar di mobilnya seakan menunggu seseorang. Hyun Joong melihat dari rumahnya dan merasa heran karena tak lama kemudian Young Ae yg menghampiri Hyung Jun, bukan Rae Yoo. Segera Hyun Joong menelpon Rae Yoo tetapi tak ada jawaban.

Sudah jam 2, hujan turun dengan sangat deras dari langit yg sangat kelabu. Melihat keadaan cuaca, Hyun Joong gelisah, segera ia mengambil payung dan jaket lalu beranjak pergi dari rumah. Ia menuju sebuah toko buku dan mendapati Rae Yoo yg sedang berteduh kedinginan.

“kenapa masih di sini dengan kedinginan seperti itu? Hyung Jun mana?”

“gwaencanha. Ia sudah pulang.” Rae Yoo mencoba untuk tersenyum

“mwo?! Kau jangan berbohong padaku. Ia tak datang ‘kan?”

“benar. Sudahlah, jangan kau bahas.” Ucap Rae Yoo lesu sambil mengigil

Melihat sikap Rae Yoo, Hyun Joong melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Rae Yoo. Sampai 2 jam mereka berteduh di toko buku itu dan akhirnya hujan mulai reda. Rae Yoo mengajak Hyun Joong ke kafe terdekat.

“Hyun Joong! Rae Yoo!” teriak seorang laki-laki dari arah meja yg di pojok ruangan

“itu ada Jung Min dan Hye Ah. Ayo kita duduk bersama mereka saja.” Ajak Rae Yoo

“Rae Yoo, bukankah kau janjian pergi bersama Hyung Jun?” tanya Jung Min

“Hyung Jun keterlaluan! Ia tidak datang. Berjam-jam Rae Yoo menunggunya.” Umpat Hyun Joong

“jangan-jangan ia pergi bersama………… ” Jung Min belum menyelesaikan kata-katanya, Hyun Joong menyepak kakinya yg dibawah meja

“Mal, Jangan katakan!” Hyun Joong melotot dengan suara berbisik pada Jung Min

“bersama siapa?” tanya Rae Yoo penasaran

“aniyooo.. aku hanya mengira saja.”

“kau mengira harus yg pasti benar, jagiya.. ” kata Hye Ah pada Jung Min

“jagiya? Huahahahahaa ” tanya Hyun Joong sekejap langsung tertawa terbahak-bahak

“lucukah kata itu? Kami sudah berpacaran, kau tau itu.” Kesal Hye Ah

“kedengaran sangat lucu di telingaku. hahahaa” Hyun Joong mencoba menahan tawanya

“dasar kau norak! Kau pacari saja Rae Yoo, nanti kau akan tau berpacaran itu bagaimana.” Ucap Jung Min membela Hye Ah

“hahahaa tak mungkin, aku hanya berteman dengan Hyun Joong, tak lebih.” Ucap Rae Yoo dengan gugup

Kata-kata Rae Yoo membuat Hyun Joong merasa kecewa. Setelah mereka berempat berbincang-bincang dgn cukup lama di kafe itu, Hyun Joong mengajak Rae Yoo untuk pulang ke rumah karena hari akan menjelang malam.

Hyun Joong dan Rae Yoo berjalan menuju rumah mereka. Dari jarak yg tak terlalu jauh, mereka melihat sebuah mobil di depan rumah Rae Yoo dan keluarlah Hyung Jun dan Young Ae. Hyun Joong dan Rae Yoo terus melihat mereka. Hyung Jun meraih tangan Young Ae dan seperti mengatakan sesuatu padanya, lalu Hyung Jun memeluk Young Ae dan mengecup keningnya. Seketika Rae Yoo menangis hebat melihat itu semua lalu Hyun Joong membenamkan wajahnya di dadanya.

“menangislah. Itu akan membuatmu menjadi lebih baik.”

“sepertinya aku tak akan bisa mendapatkannya. Ia pasti menyatakan cinta pada Young Ae.”

“aku akan membantumu. Suatu hari ia akan mengarah padamu.”

“gomawoyo Hyun Joong. Aku sudah banyak merepotkanmu. Aku tak tau urusan cintamu bagaimana, tapi kau selalu ada di saat aku sulit.”

“kau tau sendiri ‘kan, aku adalah teman terbaik.”

“ne, aku tak akan melupakan orang sebaikmu”

“sekarang aku mulai merasakan, aku mencintaimu, Kang Rae Yoo. Jangan pernah mencoba untuk melupakan aku.” Gumam Hyun Joong dalam hatinya.

***

Di kantin sekolah, seperti biasanya Rae Yoo, Hye Ah dan JiRa berkumpul di satu meja.

“coba kalian lihat disana, Gi selalu bersama laki-laki itu.” Hye Ah menunjuk meja yg tak jauh dari mereka

“kau ini seperti menggosip saja. mungkin itu temannya atau pacarnya.” Sanggah JiRa

“laki-laki itu ‘kan temannya Kyu Jong. Tapi aku tak tau namanya siapa. Dia anak kelas sebelah.” kata Rae Yoo melihat lekat laki-laki itu

“Rae Yoo, lihat di sana.” Tunjuk Hye Ah

Rae Yoo menoleh ke belakang, dari jarak beberapa meja, ada 2 orang yg sangat dikenalnya yaitu Hyung Jun dan Young Ae yang sedang bersama dengan cerianya. Sesaat air mata Rae Yoo jatuh, dan tak kuat melihat itu semua.

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s