FF “Breathing For You” [Chapter 5]

Title : Breathing For You [Chapter 5]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Kim Hyung Jun (SS501)
  • Shin Hye Ah
  • Park Jung Min (SS501)
  • Kim Ji Ra
  • Kim Kyu Jong (SS501)
  • Kang Young Ae
  • Go Tae Hee (Gi)

*Will add another cast in next chapter*

Genre : School life, Humor, Friendship, Angst, Romance

Rating : PG-15+

PS :  Tetep lanjut ya, nikmati aja di setiap bagian gaje-nya XD

Happy Reading ^^

***

Rae Yoo langsung keluar dari kantin, berlari masuk ke toilet, ia menangis di depan cermin. Hye Ah dan JiRa datang dan mencoba menenangkan Rae Yoo, tapi ia tetap saja menangis terisak-isak.

Dilain tempat, Hyung Jun dan Young Ae sedang berjalan di sekitaran sekolah. Secara tak sengaja, Gi berlari dan menabrak bahu Young Ae, tetapi Gi yang terjatuh.

“i’m so sorry, this is my mistake.” Ucap Gi yang masih terduduk karena jatuh

“gwaencanha.” Kata Young Ae sambil membantu Gi berdiri

“Young Ae, gwaencanhayo? Gi, pergilah kau!” Hyung Jun mendekap bahu Young Ae dan menyuruh Gi pergi dengan ketus

“oppa, aku tak apa-apa. Ini temanmu kah? Kenapa menyuruhnya seperti itu?” Young Ae memarahi Hyung Jun

“aku sudah biasa diperlakukan tidak baik oleh orang manapun. Hyung Jun, aku bisa terima kau menuduhku sebagai penyebab kematian Sang Woo, hingga membenciku sampai sekarang. Tapi jangan kau menyiksaku dengan tingkah lakumu di hadapan orang-orang. Kau tak tau apa yg kurasakan dari dulu hingga kini.” Air mata Gi membasahi seluruh wajahnya dan langsung berlari pergi meninggalkan mereka

“oppa, kau sangat keterlaluan dengan sunbae itu.” Ucap Young Ae yg tak menduga dgn sifat Hyung Jun

“ia orang yg tak bisa kumaafkan. Sudahlah, jangan persoalkan hal ini.” Umpat Hyung Jun dan mengajak Young Ae pergi

Gi masuk ke toilet, tetapi ia tak menyadari ada Rae Yoo, Hye Ah dan Jira yg juga di situ karena ia langsung berlari masuk ke kamar mandi. Mereka bertiga mendengar Gi yg menangis dengan keras.

“sangat menyakitkan bertemu denganmu. Rasa benci yang dari dulu sampai sekarang masih terpendam di ingatanmu. Kau tak tau apa yg kurasakan dulu hingga detik ini, aku bodoh! Karena aku masih mencintaimu KIM HYUNG JUN!!!”

Mendengar kata-kata dari Gi membuat hati Rae Yoo sesak dan semakin menangis. Lalu ia berlari sendiri pergi dari gedung sekolah. Hyun Joong, Kyu Jong dan Jung Min melihat Rae Yoo yg menangis, kemudian mereka mengejar perempuan tersebut.

Saat itu taman belakang sekolah benar-benar sepi, Rae Yoo hanya bisa menangis mengingat apa yang dialaminya baru-baru ini. Ketiga namja itu hanya bersembunyi di balik semak-semak pohon rindang.

“Rae Yoo kenapa? Baru kali ini aku melihatnya menangis seperti itu.” Tanya Kyu Jong

“mungkin ada sesuatu yg sedang terjadi lagi, karena Hyung Jun.” duga Hyun Joong

“apa hubungannya dengan Hyung Jun?” tanya Jung Min

“sejak pertama kali kita bersekolah di sini, Rae Yoo sudah menyukainya. Kemarin itu ia sungguh terluka karena melihat adiknya bersama Hyung Jun. Ahh kasian gadis ini. Aku tak tau, sekarang aku berada di posisi mana? Sejak aku dekat dengannya, aku jatuh cinta padanya, aku ingin ia tidak bersedih lagi. Sayang, ia tidak menyukaiku..” Hyun Joong berterus terang

“kau malang sekali. Kau sebenarnya orang yg paling baik dibandingkan Hyung Jun. Sekarang, kau temani gadis itu, ia pasti membutuhkan seseorang. Buatlah dia jatuh cinta padamu..”

Karena ucapan Jung Min, Hyun Joong berjalan ke tempat Rae Yoo ..dan Hyun Joong sudah berdiri tepat di hadapan Rae Yoo. Hyun Joong langsung memeluknya, dan Rae Yoo masih menangis, semua beban hatinya di keluarkan dari air matanya hingga membasahi baju Hyun Joong.

“teruslah menangis. Aku bersedia menemanimu. Sampai malam hari juga tak apa-apa.”

“jeongmal gomawoyo. Aku tak akan menangis lagi dan merepotkanmu. Sungguh, aku tak mau mencintai lagi orang yg bernama Kim Hyung Jun itu. Aku menyerah sampai disini.. ia memang orang yang cocok dengan adikku.”

Mendengar perkataan Rae Yoo, Hyun Joong merasa sangat puas, dan tersenyum penuh kemenangan sambil memeluk gadis yg ia cintai itu dan menghelus rambutnya.

***

Sesampai di rumah. Di kamar, Rae Yoo sedang menulis buku diary di meja belajarnya, kemudian sesaat pintunya ada yg mengetuk.

“eonni, bolehkah aku masuk?” tanya Young Ae

“silahkan.”

“kau sedang apa eonni?”

“aku baru saja menyelesaikan PRku.” Bohong Rae Yoo sambil membereskan buku-buku yg ada di mejanya

“ohhh.. hmm, aku mau memberitahukan sesuatu padamu.”

“katakan saja.”

“aku sudah berpacaran dengan Hyung Jun oppa. Tak kusangka ia mengatakan cinta padaku, lalu kuterima saja ia. Ternyata Hyung Jun oppa orang yg menyenangkan!” ucap Young Ae dengan cukup senang

“chu..chukhae Young Ae. Ahh iya, aku baru ingat, aku ada janji dengan temanku. Annyeong..” ucap Rae Yoo gugup dan langsung keluar dari kamar itu

Young Ae keheranan melihat sikap Rae Yoo yang seperti orang ketakutan. Ia masih di kamar kakaknya, dan dengan penasaran melihat sebuah buku yg menarik matanya lalu ia iseng membacanya hingga sampai halaman yg terakhir kali ditulis oleh Rae Yoo.

Dear Diary,

Aku berjanji, mulai hari ini aku tidak akan menyukai seorang Kim Hyung Jun lagi. Air mata sakit hatiku sudah berakhir saat di sekolah tadi. Aku tak mau mencintainya lagi. Aku menyerah sampai di sini. Aku baru menyadari, bahwa aku tak pantas untuknya karena aku bukan gadis yg menarik hatinya, Young Ae lah orang yg bisa memikatnya. Aku mengaguminya sejak hari pertama masuk SMA itu. Ia orang yg baik. Sampai aku di kelas 2 ini, hatinya tak ada untukku, ia hanya mengganggapku sebagai temannya. Aku benar-benar gadis yg bodoh, tidak tau cara menarik perhatian seorang laki-laki muda itu. Tapi, aku merasa lega saat ini. Hatiku tidak terasa sesak lagi saat benak hatiku meneriakkan bahwa aku tidak mencintainya lagi. Inilah yg terbaik, aku akan mencoba untuk berhenti menyukainya. Kim Hyung Jun hanya temanku.

Young Ae terdiam dan air matanya jatuh secara tiba-tiba, dan buku itu jatuh dari tangannya.

“mengapa kau tak mengatakan hal ini lebih awal? Aku merasa sangat bersalah karena berpacaran dengan Hyung Jun oppa. Eonni, mianhae..”

Sementara Rae Yoo sengaja pergi ke taman kota lalu duduk di sebuah kursi taman sendirian dengan murung menundukkan kepalanya dan merenungi kata-kata tadi yg keluar dari mulut Young Ae secara langsung. Sebenarnya masih tersimpan rasa sakit di hatinya, tapi Rae Yoo berusaha untuk tidak menangis. Kemudian seorang laki- laki menghampirinya, dan duduk di sebelahnya.

“ada apa denganmu?” tanya laki-laki itu

“gwaencanha..” jawab Rae Yoo

“aku tak percaya, aku melihatmu menangis saat di sekolah.”

“ahh itu.. sungguh memalukan.”

“jangan seperti tadi lagi.”

“Hmm Kyu Jong, kau jangan menyia-nyiakan waktu yg berjalan ini.”

“maksudmu?”

“aku tau, kau suka JiRa ‘kan?”

“tak usah bohong, kau katakan saja langsung padanya. Ia pasti akan menerimamu.” Lanjut Rae Yoo meyakinkan Kyu Jong

“tentu saja, akan kulakukan itu. Tapi, bagaimana denganmu? Kau juga menyia-nyiakan waktu ini. Sekarang orang yg kau sukai sudah bersama orang lain, benar bukan?”

“ka.. kau tau dari mana?”

“sudahlah, aku tak perlu mengatakannya. Kalau kau benar-benar sudah melupakan orang yg kau sukai itu, maka berikanlah 1 kesempatan untuk teman dekatmu.” Ucap Kyu Jong lalu beranjak pergi meninggalkan Rae Yoo

“tu.. tunggu! Siapa yg kau maksud?” Rae Yoo hanya bisa bingung dengan perkataan Kyu Jong.

***

* Kyu Jong’s POV *

“hana, dul, set …. ”

Kuhitung beberapa tangkai bunga yg sangat indah ini yang telah kupetik barusan tadi. Benar-bemar warna merah yg sangat cerah. Appa pernah berkata bahwa seorang perempuan biasanya sangat senang bila di beri setangkai atau beberapa tangkai bunga mawar. Apa lagi saat menyatakan perasaan, tentu saja perempuan tersebut akan merasa senang dan itu menambah suasana romantis. Aku akan mencoba menjadi namja yg romantis..hahahaha

“hei kau! Apa yg kau lakukan dengan bunga-bungaku?!”

Ternyata seorang ajussi pengurus kebun sekolah memarahiku dari kejauhan.

“mianhae ajussi. Kamsahamnida bunga-bunganya!” Teriakku langsung berlari pergi dari tempat itu.

Sungguh ini melelahkan. Tapi aku lakukan ini demi perempuan yg aku kagumi. Aku ingin mendapatkannya, dengan usahaku sendiri tanpa bantuan teman-temanku. Huaaah, aku perindah bunga-bunga ini dulu agar durinya tak melukai tangannya.

Kemudian aku berdiri di tengah-tengah depan pintu masuk gedung sekolah. Semua murid yg berjalan di sekitar itu hanya melihatku dengan rasa heran dan ada juga yg menertawakanku. Mungkin karena aku memegang bunga ini, dan mereka menganggap seperti lelucon, ahhh menjengkelkan! Dengan penuh percaya diri, aku mengambil handphone dari kantong celanaku dan dengan sigap, aku menekan tombol-tombolnya dan mengetik sebuah pesan.

Beberapa menit kemudian, datanglah seseorang yg kutunggu-tunggu. Bungaku yg kupegang buru-buru aku sembunyikan di belakang tubuhku. Ia berjalan pelan ke arahku.

“apa yg kau lakukan disini?” tanyanya

“ada sesuatu yg ingin kukatakan padamu.” Jawabku gugup sambil melihat sekitarku banyak yg melihat kami berdua

“apakah itu?”

“na… na jeongmal Kim JiRa-ssi saranghamnida.” Aku menyerahkan bunga ini, tapi ia belum mengambilnya.

Jung Min berteriak “Terima! Terima!” .dan yg lain mengikutinya. Semua yg ada di situ benar-benar menyemangatiku. JiRa tersenyum melihat sekitarnya. Jung Min langsung menyuruh semuanya agar berhenti bersorak.

“maukah kau menjadi yeojachingu ku?”

“ne, tentu saja.” Jawab JiRa sambil menerima bungaku

Lalu aku memeluk JiRa, dan semuanya bertepuk tangan. Tak kusangka ternyata ada juga guru yang menyaksikan aksiku ini… hahahaaa. Hari ini sungguh menakjubkan. Tanpa dukungan Rae Yoo, mungkin aku akan terus menunda pernyataan cintaku untuk JiRa.

***

Siang ini sepulang sekolah, aku mengajak teman-temanku untuk makan siang bersama di rumah makan yang sederhana sekaligus aku ingin merayakan hari jadiku dengan JiRa.

“benarkah kau yang mentraktir kami semua untuk makan siang ini?” tanya Jung Min sambil menarik kursinya untuk duduk

“ne, benar. Aku ingin merayakan hari ini bersama kalian semua.” Jawabku bangga

“ini terlalu merepotkanmu.” Cela JiRa

“aniyo, justru aku sungguh senang.” Kataku sambil menggenggam tangannya

“ahhh… so sweet!!” ucap Rae Yoo cekikikan

“heiii, aku bisa juga!” sanggah Jung Min lalu mengecup pipi Hye Ah.

Semuanya tertawa geli melihat tingkah Jung Min, dan sekejap wajah Hye Ah memerah, mungkin karena ia begitu malu. Tapi aku merasa bersalah pada Rae Yoo, kami bersenang-senang di depannya karena kami masing-masing sudah mempunyai kekasih. Hyun Joong, gentleman lah jadi seorang laki-laki. Cepatlah kau mengatakan cintamu padanya, kita sudah hampir kelas 3!!

***

“apa kau mengajak Hyung Jun dan Young Ae makan bersama juga?” tanya Hyun Joong

“ne, tapi mereka belum datang.” Jawab Kyu Jong

“itu mereka. Hyung Jun-ah!!!” panggil Jung Min

“mianhae kami terlambat.” Ucap Hyung Jun membungkuk diikuti Young Ae

Semuanya menikmati makanannya bersama-sama di satu meja besar. Diantara mereka ada yg saling menyuapi sedikit makanannya kecuali Hyung Jun dan Young Ae. Young Ae terlihat begitu lesu dan itu membuat Hyung Jun merasa jengkel.

“Young Ae-ah, kau terlihat murung sekali. Wae?” tanya Hyung Jun mencoba mencari perhatian

“aniyooo, aku ngantuk, lelah sekali dengan pelajaranku.” Keluh Young Ae

“kalau begitu kita pulang duluan saja.” Ajak Rae Yoo

“andwae. Biar aku saja yang mengantarkannya pulang. Kau masih merayakan ini ‘kan Kyu Jong?” tanya Hyung Jun

“yee.” Angguk Kyu Jong

“nah, kau tetap di sini saja. Young Ae akan sampai ke rumahnya dengan selamat. hehehee” Ucap Hyung Jun meyakinkan

“baiklah, hati-hati di jalan. Annyeong…” kata Rae Yoo

Di dalam mobil, Young Ae masih terdiam. Hyung Jun semakin kesal dengan keadaan seperti itu dan mencoba mengajaknya bicara.

“kenapa denganmu? Kau sakit? Atau.. memang mengantuk?”

“aniyo.”

“lalu kenapa?”

“gwaencanha, antarkan saja aku pulang.”

“Kang Young Ae, aku heran denganmu..” ucap Hyung Jun kecewa

“mianhae oppa, aku ingin tenang untuk sejenak. Mianhae, dari tadi aku tak memperdulikanmu.”

“ya sudahlah kalau itu mau mu.”

***

Suatu hari…….

“appa! Eomma! Young Ae! Aku pulang!!!”

Teriak Rae Yoo di dalam rumahnya, dan tak menemukan satu orangpun. Lalu ia menghidupkan semua lampu dirumahnya, berjalan ke dapur dan mengambil air minum dari kulkasnya. Setelah menutup pintu kulkas, ia mendapati selembar catatan yang di tempelkan di tempat itu.

Eomma dan appa pergi ke kota kita dahulu di Jeonju untuk 3 hari. Tetangga baik kita ada yang meninggal, nenek SanSan. Jadi kami pergi sangat mendadak. Jaga diri kalian baik-baik. Kami percaya kalian, 2 anak gadisku akan mandiri.

                                                                                                                                    Appa, eomma

“arrrssh Jjinja! Kenapa aku tak diajak? Apa karena aku tak boleh bolos sekolah? Menyebalkan!”

Kemudian sebuah sms masuk ke handphone Rae Yoo yang ternyata dari Young Ae.

From     : Young Ae

Subject :

Eonni, jeongmal mianhae. Aku malam ini tidak pulang ke rumah karena menginap di rumah temanku untuk mengerjakan tugas dari sekolah. Kuharap kau baik-baik saja sendirian di rumah. Bila kau takut sendirian, kau bisa ke rumah Hyun Joong sunbae, hehehee ..

“haah? Awas kau Young Ae! Aku akan memberi perhitungan padamu saat pulang besok!! Jjinjaaaa!”

Kemudian Rae Yoo berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras dan listrik pun mati dalam sekejap. Di kepala Rae Yoo terbayang ingatan masa kecilnya, saat petir keras dan listrik padam di rumahnya, ia tersandung sesuatu dan terbentur sebuah besi ke kepalanya mengakibatkan kepalanya bocor dan mengeluarkan darah.

Mengingat kejadian itu, Rae Yoo berteriak panik dan berlari ke arah pintu keluar rumahnya. Dengan kebingungan, Rae Yoo berlari ke rumah Hyun Joong dan tergesa-gesa mengetuk pintu rumah itu.

“nugu?” tanya Hyun Joong sambil membuka pintu dan mendapati Rae Yoo

“aku sungguh ketakutan di saat hujan dan mati lampu seperti ini. Bolehkah aku masuk ke dalam rumahmu?” pinta Rae Yoo yang masih tampak panik

“ne, tentu saja. hmm, orang tuamu tak ada di rumah? Young Ae?” tanya Hyun Joong sambil mengajak Rae Yoo masuk ke dalam rumahnya

“nee.. oleh karena itu aku ke rumahmu, aku benar-benar takut saat petir keras itu datang.” Keluh Rae Yoo

“sekarang kau tak akan takut disini, aku akan menemanimu. Aku seorang diri juga, orang tuaku seperti biasa keluar kota.” Hyun Joong meletakkan gelas yg sedari tadi dipegangnya di sebuah meja.

“jjinjayo? Aku malah jadi takut kalau kau akan berbuat hal yang tidak-tidak denganku di kegelapan ini.” Umpat Rae Yoo yang berdiri didepan kursi tamu.

Saat Hyun Joong berjalan menghampiri Rae Yoo, Hyun Joong tersandung sesuatu dan keduanya terjatuh ke kursi tersebut, Hyun Joong menimpa tubuh Rae Yoo. Wajah mereka sudah berdekatan, Rae Yoo sudah keluar keringat dingin dan nafas Hyun Joong terasa begitu cepat dengan iringan detak jantungnya.

“ahh, kenapa seperti ini? Yeoja yang aku cintai sekarang benar-benar di hadapanku.” ucap Hyun Joong dalam hati dengan penuh kebingungan menatap Rae Yoo.

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s