FF “Breathing For You” [Chapter 6]

Title : Breathing For You [Chapter 6]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Kim Hyung Jun (SS501)
  • Shin Hye Ah
  • Park Jung Min (SS501)
  • Kim Ji Ra
  • Kim Kyu Jong (SS501)
  • Kang Young Ae
  • Go Tae Hee (Gi)
  • Heo Young Saeng (SS501)

Genre : School life, Humor, Friendship, Angst, Romance

Rating : PG-15+

PS :  Tetep lanjut ya, nikmati aja di setiap bagian gaje-nya XD

Happy Reading ^^

***

“Hyun Joong, jangan kau lakukan apapun kepadaku. Dari raut wajahmu itu ada yang berbeda, kau terlihat sangat gugup. Aku seperti melihat ada arti dari wajahmu. Apa yg kau pikirkan?” ucap Rae Yoo dalam hati melihat mata Hyun Joong

Kemudian perlahan-lahan Hyun Joong semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Rae Yoo. Rae Yoo memejamkan matanya.

Dan tiba- tiba……………………. suara petir yang sangat keras datang lagi.

Rae Yoo panik dan langsung memeluk tubuh Hyun Joong dengan membelokkan wajahnya ke arah kiri.

“petir itu….” keluh Rae Yoo

“tenang saja, tak kan ada apa-apa.”

***

Beberapa bulan kemudian semuanya menaiki kelas 3. Hyun Joong, Jung Min, Hyung Jun, Rae Yoo, dan Hye Ah di dalam kelas yang sama. Sedangkan Kyu Jong dan JiRa di kelas lain karena peringkat nilai keduanya lumayan tinggi, dan Young Ae menaiki kelas 2.

Suatu hari..

“annyeong haseyo..”

“omo, Annyeong haseyo..” sambut Jung Min gembira

“benar-benar sepi tak ada kalian berdua.” Ucap Hye Ah

“tapi kita tentu saja bisa bertemu di waktu yg berbeda, bukan?” jawab JiRa tersenyum pada Hye Ah

“ohh iya, aku datang ke kelas ini karena ingin menyampaikan sesuatu. Kalian di undang oleh temanku ke pesta ulang tahunnya hari rabu depan. Ia berharap kalian bisa datang.” Kata Kyu Jong

“siapa temanmu itu?” tanya Hyun Joong penasaran

“namanya Heo Young Saeng. Saat kita kelas 1, aku sering bertemu dengannya. Saat ini ia semakin sibuk, jadi kami jarang bertemu.” jelas Kyu Jong.

“namanya seperti tak asing bagiku… ne, aku tentu akan datang, bagaimana dengan kalian?” tanya Hyun Joong.

“kami akan datang juga.” ucap semuanya setuju.

“Rae Yoo-ah!!” kejut JiRa.

“ne, ne!! Mwo?” tanya Rae Yoo seperti tak menyadari apa-apa.

“apa yang kau lihat dan apa yang ada di pikiranmu? Asshhh, bagaimana, apa kau ikut juga ke pesta ulang tahun temannya Kyu Jong?” tanya Hye Ah dengan nada tinggi.

“mianhae… Ne, aku ikut juga.” jawab Rae Yoo lesu.

“nah, begitu.. jangan melamun lagi.” tatap Hye Ah cukup heran.

***

Hingga akhirnya waktu jam belajar kembali, di adakan ulangan mendadak oleh guru matematika. Sebagian murid ada yg tenang dan sangat gelisah saat ujian itu berlangsung.

* Rae Yoo’s POV *

“aku benar-benar tak tau dengan pelajaran ini. Bagaimana bisa aku mengerjakannya? Hmm, Hyun Joong sepertinya bisa menyelesaikannya, dia sangat serius.” Ucapku dalam hati sambil melihat wajah Hyun Joong dan kertas jawabannya

“ada apa? Apakah ada soal yg tidak kau ketahui?” tanyanya bisik-bisik kepadaku,karena ia menyadari aku terus melihatnya

Secara tiba-tiba ada yang menarik telingaku dengan kuat, ternyata itu songsaengnim dan ia juga menjewer telinga Hyun Joong. Songsaengnim mengira kami saling menyontek. Sungguh memalukan. Kertas ujianku dan punya Hyun Joong diambil olehnya, dan kami di suruh keluar dari ruangan kelas itu dan di suruh membersihkan halaman sekolah. Aku merasa sangat bersalah padanya, padahal itu kesalahanku, aku yang ingin menyontek dengannya, tapi malah ia yang kena hukuman juga.

“karenamu, aku kena hukuman juga.” Umpat Hyun Joong pelan

“jhongmal mianhae, ini benar-benar kesalahanku. Semalam aku tidak belajar, jadi aku ingin menyontek denganmu.”Ucapku merasa sangat bersalahsambil menyapu sekitarku

“sudahlah, aku sudah memaafkanmu. Kita bersihkan dahulu ini semua.”

Apa yang membuatku melihat wajahnya terus? Apa karena aku ingin tau arti dari wajahnya? Baru kusadari, saat pertama kali aku mengenal Hyun Joong, ia begitu menyebalkan, sampai aku tidak mau mengganggapnya sebagai seorang teman. Begitu menakjubkan, ternyata kami bertetanggaan di rumah,saat itu adalah keadaan yang risih bagiku. Hingga beberapa hari kemudian, sikapnya berubah, ia tak menyebalkan lagi di mataku, dan hingga saat ia meminta nomor handphone Hye Ah padaku, ia juga meminta agar kita berteman baik saja. Di saat aku susah, sedih, ia selalu datang menenangkanku. Waktu yg kulewati sampai detik ini, banyak yang kuhabiskan bersamanya. Sebenarnya bagaimana perasaannya padaku? Aku sangat tersentuh dengan kebaikan yang ia lakukan selama ini kepadaku.

***

“saengil chukha hamnida!” ucap Kyu Jong dan teman-temannya serentak saat seorang sudah di depan pintu rumahnya

“gomawo. Aku sudah menyiapkan meja yg luas untuk kalian semua. Mari ikut aku..” kata Young Saeng mengajak semuanya masuk ke dalam rumahnya

Rumah Young Saeng begitu luas, ia mengadakan pesta ulang tahunnya yang cukup meriahmalam ini dan para tamu memakai baju formal. Saat berjalan menuju ke ruangan tengah, mereka sambil memperkenalkan diri mereka masing-masing ke Young Saeng. Ketika sudah sampai, Hyun Joong melihat foto-foto keluarga Young Saeng yg ada di dinding.

“Young Saeng, ini orang tuamu bersama saudara-saudaramu?” tanya Hyun Joong sambil menunjuk salah satu foto

“ne, kenapa?”

“disana ada orang tuaku, sepertinya kita adalah saudara. Kita sempat bermain bersama saat kecil.” Hyun Joong meyakinkan Young Saeng

“benar, aku ingat! Hyun Joong-ah, kau adalah sepupuku, aku tak mengenali lagi wajahmu, kita satu sekolahan tetapi saling tak mengenali. Hahahaa..” Ucap Young Saeng gembira sambil memeluk Hyun Joong selayak temannya

“hahahaa, wajahmu pun sudah berubah. Akhirnya setelah beberapa tahun, kita bertemu juga. Oh iya, orang tuamu mana?”

“mereka sedang sibuk di luar negeri, jadi hari ini tidak ada orang tuaku. Gi yang membantuku mengurusi pesta ini.” Kata Young Saeng menunjuk Gi yang sedang mempersilahkan para tamu untuk masuk.

“hmmm, meja yang akan kami tempati di mana? Aku ingin duduk.” Sanggah Hyung Jun karena mendengar pembicaraan Young Saeng.

“oppa, apa yang kau katakan?” bisik Young Ae sedikit kesal dengan perkataan Hyung Jun.

“ahh iya. Kalian silahkan duduk di sini.” Young Saeng mempersilahkan.

***

“eonni, apakah itu Heo Young Saeng oppa teman kita dulu?” tanya Young Ae menebak.

“entahlah, tapi ia begitu mirip dengan Young Saeng. Aku harap ia benar-benar Heo Young Saeng teman kita.” Jawab Rae Yoo sambil melihat Young Saeng yang sedang memanggil teman-temannya karena acaranya akan dimulai.

Setelah itu Young Saeng sudah siap berdiri di hadapan kuenya yang telah di hiasi liln yang terang. Di samping kanan Young Saeng ada Gi dan di sebelah kanannya ada Hyun Joong, dan para tamu teman-temannya Young Saeng berada di meja masing-masing berdiri untuk melihat Young Saeng.

“SAENGIL CHUKHA HAMNIDA HEO YOUNG SAENG!”

Sorak para tamu, lalu mereka iringi dengan lagu selamat ulang tahun. Terpancar senyum lebar Young Saeng yang begitu senang dengan itu. Setelah itu Young Saeng mengucapkan pengharapannya dalam hati dan meniupi lilinnya, semuanya bertepuk tangan. Kemudian ia memotong kuenya dan meminta Gi untuk menyuapinya, itu berhasil membuat Young Ae dari kejauhan kesal dan Hyung Jun cukup heran dengan ekpresi wajah Young Ae yang berbeda. Lalu Young Saeng juga meminta Hyun Joong untuk menyuapinya, dan Hyun Joong menyuapinya dengan potongan kue yang besar yang masuk ke mulut Young Saeng, para tamu tertawa karena mulut Young Saeng berlepotan kue itu. Setelah itu Young Saeng berbicara kepada semuanya tentang hari ini yang begitu bahagia, ia berterima kasih karena semua yang hadir menemaninya di ulang tahunnya, dan ucapan ulang tahun dan doa adalah hadiah yang sangat berarti baginya, dan kado yang di berikan adalah barang yang terkenang. Kemudian Young Saeng membuat beberapa acara yang cukup menghibur, dan Young Saeng sempat bernyanyi dengan suaranya indah.

***

“sepertinya dari tadi kau hanya melihat sepupunya Hyun Joong, kenapa? Kenapa kau tak peduli denganku?” tanya Hyung Jun dengan kesal.

“mianhae oppa.” Jawab Young Ae singkat dengan tertunduk.

“kau tak mencintaiku lagi? Kenapa sifatmu sudah berubah? Kau bosan denganku?”

“oppa! Yang sesungguhnya mencintaimu itu adalah kakakku, Rae Yoo eonni! Aku orang yang salah yang kau cintai, aku pun salah mencintaimu, aku sangat jahat karena aku menjadi kekasihmu!”

Young Ae meneteskan air matanya karena sudah mengatakan itu. Hyung Jun melotot tajam pada Young Ae, emosi sudah membara di hatinya. Lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Rae Yoo yang sedang mengobrol dengan teman-temannya. Hyung Jun menarik tangan Rae Yoo dengan kuat, maksud untuk menyuruhnya berdiri.

“yaaaaa!!! Kenapa kau menarikku seperti ini?” Rae Yoo cukup tersinggung dengan sikap Hyung Jun

“katakan padaku, bahwa kau benar-benar mencintaiku!” paksa Hyung Jun

“mwo? Kenapa tidak dari dulu? Dengan percaya dirinya kau menyuruhku mengatakan itu sekarang? Ne, aku mencintaimu, itu dulu, sekarang dan seterusnya tak akan pernah lagi. Aku orang yang bodoh karena bisa mencintaimu. Sekarang sudah selesai, berbahagialah bersama Young Ae.” Ucap Rae Yoo dengan mata yang berkaca-kaca

“aku menyuruhmu seperti ini karena aku tak tenang berhubungan dengan adikmu, semua ini penyebabnya adalah kau!” Hyung Jun masih dengan nada emosinya.

Mata para tamu mengarah pada pertengkaran dua orang ini, Hye Ah, JiRa, Jung Min dan Kyu Jong mencoba menenangkan Young Ae yang semakin menangis. Young Saeng hanya menyaksikan keriuhan dua orang tersebut. Tapi akhirnya Hyun Joong yang melerai mereka berdua.

“Hyung Jun-ah, ini pesta ulang tahun sepupuku. Kenapa kau membuat kekacauan seperti ini?” Hyun Joong dengan nada tegasnya.

“perempuan ini, aku muak dengannya! Ini ‘kan perempuan yang kau cintai dari dulu? Sampai kau mencium keningnya saat ia pingsan di UGD sekolah dulu.. kenapa ia mencintaiku? Kenapa tak kau katakan lebih awal padanya bahwa kau mencintainya? Dasar pengecut!”

“aniyo, aku tak seperti yang kau kira. Kang Rae Yoo, Saranghaeyo…”

Tanpa berpikir panjang, Hyun Joong menarik tangan Rae Yoo yang berada di sampingnya dan bibirnya mendarat di bibir Rae Yoo. Para tamu tercengang dan terdiam melihat itu. Hyung Jun sangat marah dan mengajak Young Ae dangan kasarnya keluar dari rumah itu. Hyun Joong melepaskan ciumannya dari Rae Yoo dan mengajaknya keluar dari rumah itu diiringi keheranan para tamu. Hyun Joong menyuruh Rae Yoo untuk masuk ke mobilnya dan mobilnya langsung pergi melaju cepat. Di tempat lain, Hyung Jun mengajak Young Ae ke belakang rumah Young Saeng yang agak gelap, ia menghempaskan badan Young Ae ke tembok rumah.

“puaskah kau? Kau tak mencintaiku, benar ‘kan? Kenapa kau tega sekali, hahh?” Hyung Jun berbicara dengan keras di dekat wajah Young Ae

“cukup!! Tak ada lagi hubungan diantara kita. Aku tidak mencintaimu!”

Dengan sangat emosi, Hyung Jun semakin mendekatkan wajahnya ke Young Ae untuk mencium bibirnya. Young Ae berusaha menghindarinya dengan mendorong tubuhnya secara terus-menerus. Hingga sebuah kepalan tangan melayang ke wajah Hyung Jun dan ia terjatuh ke tanah. Young Ae terheran melihat laki-laki yang memukul Hyung Jun itu.

“kalau ia tidak mencintaimu, jangan kau paksa ia untuk mencintaimu. Laki-laki apa kau memaksa seorang perempuan dengan perlakuanmu sekasar itu? Kau tak punya pikiran lagi?!” marah laki-laki itu pada Hyung Jun

“Young Saeng oppa..” Young Ae menatap takjub pada laki-laki yang menolongnya

“ohh jadi benar, ini laki-laki yang kau sukai ‘kan? Sungguh kau murahan!” ucap Hyung Jun sambil mencoba untuk berdiri

Young Saeng begitu kesal dengan ucapan Hyung Jun yang tidak baik itu. Sekali lagi ia melayangkan kepalan tangannya ke perut Hyung Jun, dan Hyung Jun pun kembali jatuh ke tanah.

“terima kasih pukulanmu, aku muak melihat kalian berdua!” Hyung Jun langsung pergi meninggalkan Young Ae dan Young Saeng di tempat itu

“kau Kang Young Ae?”

“Heo Young Saeng oppa?”

Young Saeng memeluk Young Ae yang menangis, dan Young Ae membalas pelukannya dengan erat.

“kemana saja kau? Aku dan Rae Yoo eonni sangat merindukanmu. Oppa, kumohon kau jangan pergi lagi.”

“ne, aku janji. Aku tak akan pergi lagi..”

***

Sementara Hyun Joong membawa Rae Yoo ke tepi pantai di malam itu. Mereka duduk di sebuah bangku panjang yang tak jauh dari mobil Hyun Joong.

“kenapa kita disini?” tanya Rae Yoo sambil menggigil karena angin pantai

“hanya untuk menikmati suasana malam yang penuh bintang bersamamu.” Jawab Hyun Joong sambil membuka jas bajunya dan memakaikannya pada Rae Yoo

“gomawo.” Ucap Rae Yoo, dan Hyun Joong membalas dengan senyumannya

“apa kau marah karena aku menciummu?”

“eeumm, aniyo..” jawab Rae Yoo gugup

“mianhae, aku sudah lancang denganmu.”

“gwaencanha. Kau tak perlu minta maaf.”

“apa kau tau maksudku melakukan itu?”

“tak tau. Tapi aku merasakannya sangat tulus.”

“benar. Ketulusan itu, karena aku cinta padamu.”

Rae Yoo terdiam dan gugup, tak tau harus berkata apa. Lalu Hyun Joong memeluk Rae Yoo yang berada di sampingnya.

“kau mau menerimaku?” tanya Hyun Joong hanya melihat mata Rae Yoo.

“ne, tentu saja… Gomawo, selama ini kau selalu berada di sisiku, menemaniku dalam keadaan apapun. Maafkan aku juga, aku telah menyakitimu karena aku suka dengan Hyung Jun. Saat aku telah berhenti menyukainya, aku baru menyadari perasaanmu itu terhadapku.”

“aku janji akan membuatmu bahagia, aku tak akan mengecewakanmu.”

“ne, aku pegang janjimu. Tapi aku mau dengar sekali lagi kata-kata yang kau ucapkan saat sebelum kejadian itu saat di pesta tadi. Hehehee..”

“ohh itu. Saranghaeyo, Kang Rae Yoo –ssi.” Ucap Hyun Joong tersenyum dan semakin erat memeluk Rae Yoo

***

Pada saat yang sama juga, Hyung Jun masih berada di rumah Young Saeng. Ia terduduk di bawah, bersandar di pintu rumah pagar tersebut. Tak sengaja Gi melihatnya dan menghampirinya.

“kau bodoh ya? Apa yang kau lakukan di sini? Menunggu pacarmu itu?”

“aniyo, bukan urusanmu!” bentak Hyung Jun.

“wajahmu penuh memar, kau sungguh berantakan… ayo ikut aku.”

Gi berusaha menarik tangan Hyung Jun agar ia segera berdiri. Tubuh Hyung Jun agak lemah, ia tak berkutik dengan Gi yang berusaha membopongnya. Gi membopong Hyung Jun ke mobilnya, dan Hyung Jun meminta agar ia jangan di bawa ke rumah sakit atau pulang ke rumahnya. Lalu Gi menyetir mobilnya ke rumahnya. Saat sudah sampai, Hyung Jun hanya ingin tetap di mobilnya, beberapa menit Gi masuk ke rumahnya mengambil obat kemudian kembali untuk mengobati luka memar di wajah Hyung Jun. Hyung Jun mulai tersentuh dengan perlakuan Gi terhadapnya.

“aku sudah tau masalahmu tadi. Pacarmu tidak mencintaimu lagi?” tanya Gi.

“ia tidak mungkin meninggalkanku begitu saja. Aku masih mencintainya.” Marah Hyung Jun dengan suara tinggi.

“lalu ia kenapa?” tanya Gi sekali lagi.

“kenapa kau ingin tau urusanku? Sudahlah, jangan kau ganggu kehidupanku lagi. Aku masih benci melihatmu.”

“karena kejadian dahulu? Asal kau tau, itu memang sangat tragis. Aku juga masih tidak bisa melupakannya! Aku ingat, boneka yang kau berikan kepadaku karena anak perempuan yang kau suka tak menerima bonekamu, secara terpaksa kau berikan kepadaku karena Sang Woo yang menyuruhmu, maka kujaga itu baik-baik. Kalau saja itu bukan boneka darimu, aku tak akan meminta balik boneka tersebut dari sekelompok anak-anak itu sebelum kematian Park Sang Woo.”

Gi menangis menceritakan masa lalunya, kemudian Hyung Jun keluar dari mobil itu dan berjalan sedikit untuk menunggu taksi. Di dalam taksi, Hyung Jun memikirkan kejadian hari ini yang sungguh membuat pikirannya kacau tak menentu.

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s