FF “Breathing For You” [Chapter 7]

Title : Breathing For You [Chapter 7]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Kim Hyung Jun (SS501)
  • Shin Hye Ah
  • Park Jung Min (SS501)
  • Kim Ji Ra
  • Kim Kyu Jong (SS501)
  • Kang Young Ae
  • Go Tae Hee (Gi)
  • Heo Young Saeng (SS501)

Genre : School life, Humor, Friendship, Angst, Romance

Rating : PG-15+

PS :  Tetep lanjut ya, nikmati aja di setiap bagian gaje-nya XD

Happy Reading ^^

***

Keesokan harinya….

“Hyun Joong-ah, kau benar-benar gila tadi malam. Setelah kejadian itu, sepupumu langsung menyuruh semua tamu bubar dan pulang.” Kedatangan Hyun Joong dan Rae Yoo di kelas di sambut pernyataan Jung Min.

“ituuu, ahhh…. aku juga tak habis pikir kenapa aku bisa melakukan itu.” Jawab Hyun Joong sambil menggaruk-garuk kepala.

“jadi, itu pertanda kau sudah menyatakan cintamu pada Rae Yoo?” tanya Kyu Jong.

“keurae ..dengar baik-baik, kini Kang Rae Yoo-ssi telah menjadi kekasih Kim Hyun Joong. Kuharap selamanya kita akan selalu bersama dalam suka maupun duka.” Ucap Hyun Joong dengan wajah bahagia merangkul Rae Yoo.

“Mwo?! Kenapa terdengar seperti pernyataan saat pernikahan?” tanya Rae Yoo yang cukup heran.

“Cukhae! Cukhae Rae Yoo–ah !!!!” teriak Hye Ah dan JiRa  sambil memeluk Rae Yoo.

“Rae Yoo-ah, Hyun Joong berbicara seperti itu karena ia ingin menikahimu beberapa tahun lagi, bersiaplah dirimu, aku mendukungmu! Fighting!!” bisik Hye Ah sambil cekikikan.

“mwo?! Aku belum pernah berpikir tentang itu sebelumnya. Hye Ah, jangan kau mengatakan hal itu lagi….” ucap Rae Yoo yang nada suaranya semakin cepat karena sangat gugup.

Hyun Joong tersenyum geli karena Rae Yoo yang gugup mendengar bisikan Hye Ah, lalu Hyun Joong melihat Hyung Jun yang duduk di mejanya sambil menatap sinis dirinya sedari tadi. Kemudian Hyung Jun beranjak dari kursinya, berjalan dan masih dengan tatapan sinisnya menabrak bahu Hyun Joong dengan bahunya lalu ia keluar dari kelas itu. Tentu saja Hyun Joong dan yang lainnya begitu heran dengan sikap Hyung Jun yang berubah.

Hyung Jun tak tau harus kemana. Ia hanya berjalan mondar mandir di sekitar lorong-lorong kelas, pikirannya penuh dengan kejadian semalam. Di ujung lorong kelas terdapat sekelompok siswi yang menahan seorang siswi, mereka memarahi, meneriaki, dan membentak siswi itu tetapi ia memberontak dan akhirnya siswi itu berhasil terlepas dari sekelompok itu dan berusaha berlari secepatnya karena mereka mengejarnya. Tampak ada tali yang sudah di ikat dari pintu ke pintu, tapi siswi itu tak menyadari itu. Akhirnya kakinya tersandung tali itu dan ia terlempar kearah Hyung Jun, keduanya jatuh terbaring, siswi itu menimpa tubuh Hyung Jun. Murid-murid yang melihat kejadian itu sangat kaget dan tercengang karena bibir Hyung Jun tertimpa dengan bibir perempuan itu.

“bukan aku! Bukan aku!”

“hey, kita yang salah! Kita yang membiarkan perempuan ini lari.”

“babo! Ayo kita pergi dari sini. Aku tak mau tanggung jawab masalah ini!”

Dari kejauhan, sekelompok siswi itu langsung pergi begitu saja saat tau apa yang terjadi.

“oppa, itu temanmu ‘kan?” tanya Young Ae yg berada di sekitar itu.

“omo, Gi !!!” Young Saeng segera menolong Gi, Jung Min dan Kyu Jong datang untuk menolong Hyung Jun.

“Hyun Joong-ah, bantu aku, aku tak bisa sendirian membawa Gi ke ruang kesehatan dalam keadaannya pingsan seperti ini.” pinta Young Saeng.

“baiklah.” Jawab Hyun Joong lalu keduanya mengangkat Gi, membawanya ke ruang kesehatan.

 ***

“Hyung Jun-ah, apa kau bisa bangun dari lantai ini? Apa kau mau tidur di sini? Katakan sesuatu, aku benar-benar khawatir sampai kau terdiam seperti itu dengan matamu yang melotot.” Jung Min menggoncangkan tubuh Hyung Jun agar ia segera sadar.

“yaaaa Mal! Jangan bertindak bodoh seperti itu, kita harus membantunya berdiri. Hyung Jun-ah, kondisimu tak meyakinkan, kau mau kami membawamu ke ruang kesehatan atau ke kelas saja?”

“ke kelas saja. Aku baik-baik saja, bawa aku ke kelas.” Jawab Hyung Jun dengan terbata-bata dan masih dengan mata sedikit melotot.

***

“tidak cemburukah kau melihat kejadian tadi?” Tanya Rae Yoo pada Young Ae

“aniyo, aku tak suka dia. Bagaimana dengan eonni?” Tanya balik Young Ae

“yaaa, Hyun Joong itu sekarang sudah pacarku. Sekarang aku lebih memilih mencintai pacarku, bukan Hyung Jun Kekekekeke~ …..benarkah kau tak menyukai Hyung Jun lagi?”

“sejak aku masih kecil hingga sekarang, aku tak bisa melupakan Young Saeng oppa. Ia yang aku sukai. Tapi aku cemburu dengan Gi sunbae, sepertinya ia sudah dekat sekali dengannya.”

“jadi sepupu Hyun Joong itu adalah Heo Young Saeng sahabat kita?” Tanya Rae Yoo sekejap.

“benar, mianhae eonni, ternyata kau belum mengetahui hal ini.”

“gwaencanha.” Ucap Rae Yoo yang cukup senang mendengar itu.

 ***

Hingga sepulang sekolah, Hyun Joong mengajak Rae Yoo ke taman kota yang tak jauh dari sekolah. mereka menjilat es krim masing-masing dan duduk di bangku taman.

“mianhae, kita belum punya waktu senggang, aku belum bisa mengajakmu kencan. Minggu depan mungkin aku akan bisa mengajakmu.” Kata Hyun Joong merasa bersalah.

“gwaencanha, disaat kita hanya berdua saja, kuanggap itu semua adalah kencan kita.” Rae Yoo menyenangi Hyun Joong.

“tetap saja itu bukan kencan.” Cela Hyun Joong.

“asshhh…….. Hyun Joong-ah, aku mau tanya sesuatu.”

“Tanya apa??”

“apakah nama sepupumu itu…….. Heo Young Saeng?”

“keurae, kenapa?”

“sepertinya ia benar-benar sahabat kecilku dulu.”

“apa kau yakin?”

“ne, Young Ae yang mengatakan itu kepadaku.”

“baiklah, aku akan menelpon Young Saeng untuk menyuruhnya segera kemari.”

“gomapta..”ucap Rae Yoo tersenyum senang.

Kang Rae Yoo, kenyataannya, aku sungguh tak rela. Aku takut kau akan dekat kembali dengan Young Saeng dan mengabaikanku. Kumohon, jangan kau lakukan itu kepadaku.” Ucap Hyun Joong dalam hati

.

.

.

Tak lama kemudian, terlihat Young Saeng yang sedang berjalan ke arah mereka.

“Kang Rae Yoo!!!!!”teriak Young Saeng yang segera berlari.

“Young Saeng-ah, akhirnya aku bertemu denganmu lagi.” Ucap Rae Yoo melihat Young Saeng dengan mata berbinar-binar.

Young Saeng langsung memeluk Rae Yoo dengan erat, begitu juga Rae Yoo membalasnya. Hyun Joong hanya bisa melihat dengan perasaan cemburu dan tak rela melihat kekasihnya dipeluk dengan lelaki lain tepat di hadapannya.

“kemana saja kau? Kau malah meninggalkanku saat aku sakit, waktu itu kepalaku bocor karena aku jatuh.” Keluh Rae Yoo melepas pelukannya dari Young Saeng.

“sekarang bagaimana kepalamu, gwaencanhayo?jeongmal mianhae, waktu itu aku tak berkutik dengan orang tuaku. Mereka langsung memberangkatkanku ke Amerika dan menyekolahkan aku di sana, padahal itu bukan keinginanku. Saat aku kembali kesini, aku mencoba mencarimu, tapi hasilnya nihil. Tapi sekarang aku sudah menemuimu ‘kan?” jelas Young Saeng sambil mengelus kepala Rae Yoo kemudian memegang kedua bahunya, reaksi Hyun Joong ingin marah tetapi ia tetap menahan emosinya.

“ne, tapi waktu itu aku sungguh menderita karena kau hilang tanpa meninggalkan kabar sama sekali.” Rae Yoo mencoba menggeser tangan Young Saeng dari bahunya

“menderita? Apa karena kau cinta denganku sampai kau menderita?” Young Saeng tetap memegang bahu Rae Yoo.

“A…A…ANIYOOO….!!!!”

Rae Yoo segera berpindah di samping Hyun Joong, dan melihat Hyun Joong, berharap Hyun Joong akan memperjelas hubungan mereka.

“Young Saeng-ah, kau tau kejadian saat di pesta ulang tahunmu ‘kan? Setelah kejadian itu, kini Rae Yoo adalah kekasihku.” Jelas Hyun Joong menggenggam tangan Rae Yoo.

“ohh seperti itu.. cukhae!!” Young Saeng tersenyum kecil.

ahh, aku terlambat! Apakah kau tau? Padahal aku mencintaimu, Kang Rae Yoo. Dari saat kita bersahabat hingga sekarang, aku ingin dekat denganmu, ternyata kau sudah mempunyai kekasih. Tapi kau baru saja dengannya ‘kan?Kesempatanku mungkin masih ada, aku tak mau kau bersama orang lain, karena aku mencintaimu.” Kata Young Saeng dalam hati

Mereka bertiga duduk di kursi taman yang panjang itu, Rae Yoo duduk diantara Hyun Joong dan Young Saeng. Lalu Young Saeng mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.

“Rae Yoo-ah, terimalah. Ini sudah lama kusimpan hingga sekarang. Padahal di hari aku pergi itu, aku ingin memberikan ini.” Young Saeng memberikan sebuah kalung berukuran panjang pada Rae Yoo.

“wahh, ini benar-benar bagus. Aku sangat menyukai bentuk kucing.” Ucap Rae Yoo senang menerima pemberian Young Saeng tetapi ia belum menyerahkannya.

“sebentar, biar aku saja yang memakaikannya untukmu.” Young saeng langsung memakaikannya ke leher Rae Yoo.

“gomawo…” kata Rae Yoo sambil memegang kalungnya.

“kuharap kau selalu memakainya. Kau terlihat semakin cantik.” Young Saeng memuji Rae Yoo.

ahh terlalu berlebihan! Sahabat macam apakah ini? Apakah ia tak menyadari aku kekasihnya?” Hyun Joong kesal dalam hati, dan akhirnya melontarkan kekesalannya “jjinja? Terlihat seperti anak kecil~ tunggu saja, aku akan memberikanmu kalung yang lebih anggun dari pada tengkorak yang aku berikan saat kelas 1 lalu.”

*author : baca part 3 klo udh lupa*

Sambung Hyun Joong dengan perasaan sedikit emosi dengan sikap Young Saeng, seketika Rae Yoo hanya bisa tertawa geli mendengar perkataan Hyun Joong untuknya dan Young Saeng bingung karena kata tengkorak yang tadi di sebutkan. Wajah Hyun Joong yang tegang berubah dan tersenyum nakal, lalu ia menggengggam tangan Rae Yoo sambil melihatnya. Tentu saja kali ini Young Saeng yang cemburu melihat itu.

***

Suatu hari, Jung Min, Kyu Jong, Hye Ah, dan JiRa telah berjanjian akan menikmati hari libur dengan double date bersama. Mereka sepakat berkumpul di suatu pinggir jalan.

“begini jadinya, kalau datang sendiri-sendiri pasti akan lama mereka datang. Huaaaahh… Hyun Joong, Rae Yoo, kalian berdua memang sombong sekali tak mau menikmati weekend bersama-sama. Pasti kalian hanya berdua saja.” Keluh Jung Min sendiri di trotoar.

“yaaa! Jung Min-ssi, kenapa dengan dirimu?Mengomel sendirian disini, kau akan dianggap gila oleh orang sekitar.” Tegur JiRa yang muncul tiba-tiba.

“ohh, Jira …. sejak kapan kau datang?”

“baru saja. Hmm, nae namja Kyu Jong mana? Hye Ah mu?”

“molla, mereka belum datang. Chagiya, cepatlah datang untukku.” Jung Min benar-benar tak sabar.

“kau memanggil Hye Ah? Panggil terus dia, dia pasti akan segera datang. Hahahaaa..”

Tiba-tiba seorang pejalan kaki menyenggol JiRa, dan kaki JiRa pun menjadi tak seimbang. Untunglah Jung Min reflek memeluk JiRa dari belakang sehingga JiRa tak terjatuh. Pejalan kaki itu tak menyadari apa yang terjadi, ia sudah jauh berjalan. Beberapa detik kemudian, tak jauh muncullah Hye Ah dan Kyu Jong dari arah yang tidak bersamaan melihat kedua temannya dalam posisi seperti itu.

“gwaencanhayo?” Tanya Jung Min melepas JiRa darinya.

“Kyu Jong…” JiRa menatap lesu pada Kyu jong.

“HYE AH!!!” teriak Jung Min bergegas lari mengejar Hye Ah yang sudah berlari terlebih dahulu.

“Kyu Jong-ah, tunggu. Jangan pergi..” JiRa mengikuti Kyu Jong yang telah berjalan pelan.

“jangan mengikutiku!” Ucap Kyu Jong dengan sikap dingin.

“jeongmal mianhae.. itu hanya salah paham. Percayalah padaku.” JiRa memegang tangan Kyu Jong agar ia berhenti berjalan.

“bagaimana bisa aku mempercayaimu begitu saja, haah? Itu sudah terlihat sangat jelas!” Kyu Jong akhirnya mengeluarkan suara kerasnya.

“Kim Kyu Jong…. jeongmal mianhae. Aku masih mencintaimu….”JiRa berkata lirih karena terkejut mendengar suara Kyu Jong, dan air matanya mengalir diiringi kepergian Kyu Jong yang mengabaikannya.

Di tempat lain ……..

“Hye Ah, tunggu aku!” Jung Min mencoba meraih tangan Hye Ah.

“lepas!!” teriak Hye Ah dan menghempaskan tangannya.

“itu hanya salah paham, tadi…..” Jung Min belum menyelesaikan kata-katanya, Hye Ah mendahuluinya.

“katakan saja bahwa kau tidak mencintaiku lagi.” Hye Ah langsung pergi dengan kemarahannya.

“Hye Ah, jeongmal mianhae… kejadian itu begitu cepat, aku hanya sekedar menolong JiRa. Kalau saja pejalan kali itu tidak berlalu dengan cepat, mungkin tak akan terjadi seperti ini…” Jung Min menatap kosong pada Hye Ah yang telah pergi.

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s