FF “Breathing For You” [Chapter 8]

Title : Breathing For You [Chapter 8]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Kim Hyung Jun (SS501)
  • Shin Hye Ah
  • Park Jung Min (SS501)
  • Kim Ji Ra
  • Kim Kyu Jong (SS501)
  • Kang Young Ae
  • Go Tae Hee (Gi)
  • Heo Young Saeng (SS501)

Genre : School life, Humor, Friendship, Angst, Romance

Rating : PG-15+

PS :  Tetep lanjut ya, nikmati aja di setiap bagian gaje-nya XD

Happy Reading ^^

***

Dalam waktu yang bersamaan, saat itu Hyun Joong dan Rae Yoo sedang menikmati kencan mereka di tempat bermain.Berjalan-jalan menikmati makanan pinggiran jalan yang lezat, hingga waktu senja mereka menuju ke Namsan Seoul Tower yang terkenal itu.Sesampai disana, mereka menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus pelan.

“Hyun Joong-ah, aku suka suasana ini.” Ucap Rae Yoo sambil menjilat es krimnya.

“jeongmal? Akhirnya kita bisa menikmati tempat ini secara berdua.” Hyun Joong tersenyum puas.

“ahh, tampannya ……..” Rae Yoo masih menjilat es krimnya sambil memandang Hyun Joong yang ada di sampingnya.

“nugu?” Hyun Joong melihat kiri-kanannya.

“aniyo, dari semua orang yang kulihat, hanya kau yang paling menarik, paling tampan. Tapi kenapa baru sekarang aku menyadari itu?” Rae Yoo akhirnya menghabiskan es krimnya.

“karena kau baru menjadi kekasihku. Padahal kau sudah mengagumi wajahku sejak dulu, tapi baru sekarang kau bisa mengungkapkan kekagumanmu.” Kata Hyun Joong dengan percaya diri.

“hhhhhhh….. keurae, sering-seringlah kau tersenyum, maka kau akan terlihat tampan, dan aku akan selalu mengagumimu.” Rae Yoo berkata pasrah, namun kemudian tersenyum senang.

“ahh… Jjinja? Maka senyumku akan selalu untukmu…” Hyun Joong merangkul Rae Yoo dan mengajaknya naik kereta gantung untuk mencapai tower tersebut.

Saat di dalam kereta gantung, Hyun Joong menyuruh sesuatu pada Rae Yoo.

“apa kau bisa melihat ke wajahku tanpa berkedip? kalau bisa, berarti kau memang mencintaiku. Buktikan!”

“ne, tentu saja bisa..” Rae Yoo menerima permintaan Hyun Joong.

Rae Yoo melihat Hyun Joong tanpa mengedipkan matanya. Hyun Joong mendekatkan wajahnya ke arah Rae Yoo, namun Rae Yoo masih berusaha melihatnya dan berpikir Hyun Joong pasti akan melakukan sesuatu. Hyun Joong semakin mendekat ke wajah Rae Yoo, membuatnya menjadi takut, dan dengan spontan terkejut karena Hyun Joong ternyata mengecup keningnya. Rae Yoo menghela nafas dengan panjang.

“kau takut? Pipimu sampai merah merona..” Hyun Joong cekikikan karena sikap Rae Yoo.

“aniyo! Tadi itu, aku sangat terkejut! Jangan kau lakukan hal seperti itu lagi…” Rae Yoo memanyunkan bibirnya, menunjukkan ekpresi kesalnya.

“hahaa, aku tak akan memberikan ini bila kau marah.” Hyun Joong mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan memperlihatkan kalung berbandul bentuk cinta dan bertuliskan ‘love’ didalamnya.

“ahh, indahnya.. dari tadi aku tidak marah denganmu.” Rae Yoo langsung mengambil kalung yang di pegang Hyun Joong.

“aku juga memilikinya.” Hyun Joong memamerkan kalung yang ada di lehernya.

“ini kalung couple? Wuaah, aku akan selalu memakainya.” Senang Rae Yoo yang melihat-lihat bandulannya.

“ne, seperti itu yang kuharapkan. Kajja… kita sudah sampai.” Hyun Joong merangkul Rae Yoo mengajaknya keluar dari kereta gantung itu.

“Areumdapta!!”

Seru Rae Yoo melihat suasana malam kota Seoul dari atas tower tersebut. Lalu Rae Yoo mengusulkan pada Hyun Joong untuk memasang gembok mereka diantara ribuan gembok yang terpasang di pagar tower. Kemudian Hyun Joong mencoret di gemboknya bertuliskan ‘Kim Hyun Joong LOVE Kang Rae Yoo’, Rae Yoo ingin protes tetapi Hyun Joong membalik gembok itu dan menuliskan ‘kami ingin selalu bersama dengan kebahagiaan dan cinta’membuat Rae Yoo berubah tersenyum. Mereka memasang gembok tersebut di pagar itu kemudian keduanya bersama-sama membuang kuncinya. Hyun Joong dan Rae Yoo menatap senang pada gembok yang mereka pasang.

*author: utk yg pada blom tau, masang gembok disana namanya Love Lock. Buang kunci itu maksudnya dgn harapan cintanya ga akan terpisahkan, n nulis harapan sama pasangan masing” di gembok itu.Biasanya yg ngelakuin ini pasangan remaja, ato suami istri. Kkkkkkkkk~ *

***

* Hyung Jun’s POV *

“Entah apa yang saat ini kupikirkan, aku benar-benar tersakiti. Aku tidak bisa menerima begitu saja, Young Ae pasti masih mencintaiku. Hyun Joong, Rae Yoo, aku akan menghancurkan hubungan kalian! Aku tak tenang melihat kalian senang namun aku terpuruk oleh cinta.Yaa, mungkin ada kesempatan untuk mendekati Young Ae lagi. Ahh sial! Sepertinya ia melihatku saat aku tercium dengan Gi. Tapi, ii…ii..ini first kiss ku, aku belum pernah melakukannya pada Young Ae, tapi dengan Gi… kenapa aku baru menyadari ini sekarang? Kenapa pertama kalinya aku melakukan ini dengan Gi??”

Dalam hati aku berbicara, dengan tatapan kosong, menelusuri jalanan kota yang ramai dengan kendaraan. Aku masih dengan tatapan kosongku, aku menyebrang ke jalan lain, tiba-tiba seorang yeoja berteriak…

“AWAS!”

Aku di dorong yeoja itu sampai kami berdua terjatuh di pinggir jalan. Aku tertolong olehnya dari mobil yang akan menabrakku. Tak kusangka, yeoja yang menyelamatkanku adalah Gi.Ia dengan cemas memeriksa tubuhku, takut aku terluka. Lalu aku menepis tangannya agar ia tidak memeriksaku lagi karena aku tidak terluka lecet sedikitpun. Kemudian ia mengajakku istirahat di sebuah taman dan duduk di bangku sana, lalu ia memberikan kopi hangat untukku.

“gwaencanhayo? Benarkah tidak ada luka sama sekali?” Tanya Gi.

“gwaencanha. Kau sendiri bagaimana? Tadi kau juga terjatuh. Jangan memikirkan diriku saja.” Kataku sambil menenggak kopiku.

“ye, aku baik-baik saja.” Jawabnya singkat.

“ini untuk yang kedua kalinya kau menolongku. Saat malam ulang tahun Young Saeng, dan yang kejadian tadi. Gomawo..” ucapku dengan jujur.

“itu bukan apa-apa..” ia tersenyum gembira karena mendengar ucapanku.

“kejadian saat di sekolah, maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja.” lanjutnya sambil menundukkan kepalanya.

“jangan kau pikirkan terus kejadian itu di kepalamu, aku akan memaafkanmu bila kau tidak memikirkannya lagi.” Kataku disertai raut wajahnya yang tampak kecewa.

“tapi jangan kau mengganggap aku sudah baik terhadapmu. Hanya saja, saat ini aku tidak membencimu lagi.” Entah apa yang kukatakan, aku telah membesarkan hatiku padanya.

“jeongmal?” ia menatapku takjub dan menyalami tanganku berkali-kali.

“hei, aku bilang bahwa aku tidak membencimu lagi, tak lebih. Itu saja.” Ucapku berkata dingin terhadapnya.

“tetapi, walau begini saja, aku sudah merasa senang. Kuharap kau akan lebih baik lagi terhadapku. Gomapta..”

“ne. jangan kau bahas lagi kejadian pahit sahabatku dahulu. Aku sedang mencoba melupakannya. Aku harus pergi sekarang… ” kataku beranjak pergi, dan dengan perlahan aku berjalan.

“baiklah. Aku juga tak akan mengingat kejadian itu lagi!” teriak Gi.

Aku yang sudah berjalan agak jauh menoleh kebelakang dan ia tersenyum sambil melambai-lambaikan tangannya untukku. Setelah melihatnya, aku melanjutkan langkah pergiku, sambil tersenyum puas. Aku menyadari, bahwa aku sungguh susah bila masih menyimpan ingatan buruk masa lalu itu. Aku lega, sekarang aku tak membenci yeoja itu lagi. Tetapi kenapa aku melakukan ini kepadanya? Aku benar-benar tak menyadari apa yang kulakukan, karena ini, ia begitu senang dari yang biasa kulihat. Kurasa, aku seperti memberikan satu kesempatan untuknya.

 ***

“jagiya…….. jeongmal mianhae.”

“yaaaa! Jung Min! mau sampai kapan kau selalu berkata itu sejak 5 hari kebelakang hingga kini? Apakah kau tak bosan? …kau Hye Ah! Apa kau tidak kasian melihat kekasihmu mengemis untuk mendapatkan maafmu? Haaaah!”

Rae Yoo membentak Jung Min yang berada di samping Hye Ah, dan juga membentak Hye Ah.Mereka berdua dan satu kelas terkejut mendengar suara Rae Yoo yang cukup besar membuyarkan suasana ribut ruangan itu di saat guru belum datang.

“a..ak…akuuu… belum bisa memaafkannya, hatiku masih sakit.” Ucap Hye Ah dengan pelan.

“keurae, Hye Ah. Tidak mudah memaafkan orang yang bersalah.” Sambung Hyung Jun sambil menatap tajam ke arah Hyun Joong.

“kau marah denganku?” Tanya Hyun Joong yang tahu maksud tatapan Hyung Jun.

“aniyo, aku hanya  kesal denganmu!”marah Hyung Jun lalu ia beranjak dari kursinya, dan baru selangkah berjalan, seseorang menahan tangannya.

“aku tidak tahan dengan keadaan sekarang, kau jangan seperti ini!” kata Rae Yoo sambil mengenggam pergelangan tangan Hyung Jun.

“saat ini kita benar-benar pecah. Teman kita Jung Min, Kyu Jong, Hye Ah, dan JiRa, mereka ada kesalahpahaman. Kita, aku, Hyun Joong, dan kau, aku tahu kau marah dengan Hyun Joong karena kejadian di ulang tahunnya Young Saeng, aku berpikir pasti kau marah juga denganku, jadi ini benar-benar masalah kita. Aku tak mau kita semua saling berpecah, akankah kita saling memaafkan saja?” Rae Yoo berkomentar panjang lebar.

“ANIYO!!” jawab Hyung Jun menolaknya.

“yaaa, aku tak marah denganmu. Bila kau masih dendam denganku, terserah kau saja.Kau tetap temanku, aku tak tau apa yang harus kulakukan lagi bila kau keras seperti ini. Mianhae, kuharap kau memaafkanku.”

Hyun Joong menyelesaikan kata-katanya dan mengajak Rae Yoo pergi dari kelas itu. Saat mereka berdua berjalan melewati suatu kelas, muncullah JiRa yang segera menyapa.

“chingu!”

“JiRa-ah, mworago?” Tanya Rae Yoo menghampiri JiRa.

“kudengar akan ada kemah di pegununganhanya untuk seluruh kelas 3 sesudah ujian semester nanti, apa kalian ikut?” Tanya JiRa.

“kau iniiiii….. hal itu bisa dibicarakan kapan-kapan. Kami pasti ikut. Hmm, caramu berbicara tak seperti biasanya kepadaku, waeyo?”

“aniii.. sekarang aku jarang bertemu denganmu. Kau tau sendiri kan apa yang sedang terjadi. Aku benar-benar letih.” Keluh JiRa yang seketika raut wajahnya menjadi lesu.

“aku tak menyangka sifat seorang Kim Kyu Jong bisa berubah total karena sakit karena cinta. Kau harus berusaha agar ia memaafkanmu.” Hyun Joong menyemangati JiRa.

“ne, gomawo. Sekarang aku cukup lega bertemu kalian.” JiRa memeluk Rae Yoo sesama teman.

“baiklah, kami harus kembali. Jaga dirimu baik-baik, jangan sampai sakit karena memikirkan masalah ini. Chalga!” Rae Yoo segera kembali ke kelas dengan Hyun Joong.

 ***

“assshhh, ini kemah apa? Sungguh tak menarik!” keluh seorang murid.

“Kalau tak menarik, kenapa dari awal kau tidak mengundurkan diri saja? Sudahlah, jangan mengeluh lagi!” marah seorang guru karena mendengar muridnya berbicara seperti itu.

Semua murid tiap kelas sibuk membuat tenda dan menyiapkan segalanya untuk acara kecil-kecilan nanti malam yang di ramaikan bersama guru wali kelas mereka.

“wuuoh, kau bersembunyi? Nyaman sekali kau bersantai disini.” Kesal Hyun Joong yang menemukan Jung Min duduk di bawah pohon tak jauh dari perkemahan mereka.

“untung saja kami yang menemukanmu, bukan hantu hutan.” Canda Young Saeng.

“yaaa, tak lucu!” Komentar Jung Min.

“kau kenapa? Tidak semangat hidup begini karena Hye Ah. Kembalilah menjadi dirimu sendiri.” Kata Hyun Joong.

“sejak kelas 1 aku bersamanya, dia kini seperti menghilang dari kehidupanku.” Raut wajah Jung Min sangat lesu.

“ayo hilangkan kepenatanmu, kita nyanyi bersama-sama. Hyun Joongie, ambil gitarmu!”

Young Saeng menyuruh sepupunya, dan Hyun Joong kembali dengan cepat sambil membawa gitarnya. Lalu mereka bernyanyi bersama-sama sepuasnya dibalik semak-semak pohon tanpa diketahui murid-murid lain.

Jujo angeji, hangsang guredushi.. dalkomhan yegi gojidoen nunmullo.. narul sogilsun obso..
Esso nal etewoyahal iyuobso.. bin mal punin umsongdo.. onuri doesoya algedoesso aphunjinshirul..
Baboga doeoboryosso.. nege pajyo sogawasso..

Ijen kuthiya, mabobun pullyosso.. norul yongsohal mamun obso..

*author: wkwkwkwkw, Warning mode on *ngakak*XD*

Mereka bernyanyi dengan alunan gitar Hyun Joong yang keras, dan sangat menikmati apa yang mereka lakukan hingga tak menyadari guru mereka yang melihat kegilaan mereka. Kemudian guru itu segera menjewer kuping Hyun Joong, seketika nyanyian mereka berhenti. Jung Min dan Young Saeng pun di jewer juga oleh guru itu. Karena tadi tidak bekerja, akhirnya mereka di beri hukuman yaitu membuat 5 tenda besar yang belum terpasang. Tentu saja mereka sangat kelelahan dan mereka mengerjakannya hampir menjelang senja.

“Kyu Jong-ah, tolong aku.” Young Saeng dengan kelelahan menegur Kyu Jong yang lewat di sekitarnya.

“oh, besar sekali tenda ini. Kenapa kalian yang memasangnya?” Kyu Jong langsung membantu Young Saeng, dan melihat ada Jung Min di bagian sisi tenda lain.

“kami kena hukuman …..” Young Saeng belum menyelesaikan kata-katanya, ada beberapa murid yang tiba-tiba datang.

“hosh.. hosh.. Kyu Jong! Jung Min!” panggil seorang murid dengan nafas tak beraturan.

“waeyo?” Tanya Jung Min heran karena melihat mereka begitu kelelahan.

“Hye Ah, JiRa…. mereka… belum kembali sampai sekarang dari hutan sana.”

“MWO?!” Jung Min sangat terkejut, Kyu Jong juga tampak terkejut mendengar itu.

“mianhae, aku yang menyuruh Hye Ah kesana untuk mencari kayu.”

“maafkan aku juga, aku menyuruh JiRa mencari kayu, tapi ia mengatakan ingin sendirian saja, jadi aku tak menemaninya.” Salah seorang murid lainnya menjelaskan dengan sangat cemas.

“mereka berdua pergi bersama-sama?” Tanya Kyu Jong dengan rasa khawatir.

“aniyo, mereka sendiri-sendiri. Aku takut terjadi apa-apa pada mereka. Lagipula hari sudah mulai gelap. Ottohke?”

“apa kau berdiam diri saja membiarkan JiRa sendirian disana? Aku tak akan membiarkan Hye Ah disana.”

Jung Min berkata pada Kyu Jong dan langsung mengambil tasnya di dekat tenda lalu segera berlari ke arah hutan. Kyu Jong akhirnya memutuskan ingin ke hutan tersebut karena ia tak tega JiRa berada di dalam hutan yang gelap.

“jangan beritahukan pada guru-guru bahwa ada yang tersesat di hutan, yakinlah pada kami. Kami akan segera kembali membawa JiRa dan Hye Ah.”

Kyu Jong berkata pada murid-murid itu, mereka semakin gelisah. Kyu Jong berlari dengan cepat untuk mengambil tasnya, kemudian ia berlari ke hutan tersebut.

***

>>>”SHIN HYE AH!!”<<<

>>>”KIM JIRA!”<<<

Jung Min dan Kyu Jong berjalan sendiri-sendiri menelusuri hutan untuk mencari kekasih mereka masing-masing. Mereka sibuk meneriaki Hye Ah dan JiRa.

Saat itu JiRa berjalan mencari jalan keluar. Karena keadaan yang cukup gelap, tanpa ia sadari, kakinya tersandung kayu dan ia pun terjatuh. JiRa meringis kesakitan karena kakinya yang begitu sakit. JiRa sampai menangis dengan keras karena ia tak tahu harus bagaimana ia berjalan untuk kembali ke perkemahan.

Saat itu juga, Hye Ah sangat bingung dan tak tau harus berjalan kemana lagi. Hye Ah berjalan dengan sangat hati-hati karena ia takut bahaya yang akan menyerangnya.

“aku lebih takut binatang buas daripada hantu. Walaupun aku takut keduanya, tapi aku takut mati di makan binatang buas. Siapa yang akan menolongku saat aku begini? Jung Min? Ahhh, kenapa aku tiba-tiba mengingatnya. Ashh Jinjja!” Ucap Hye Ah dalam hati sambil ia menjaga dirinya dengan sebuah kayu panjang ditangannya.

>>>”HYE AH!”<<<

“Haah? Siapa yang memanggilku? Ottohke?” rengek Hye Ah ketakutan.

“Hye Ah?” Seseorang menemukan Hye Ah dan berdiri tepat di hadapan Hye Ah.

“HUUAAAAAAAAAAA!!!!!”

Hye Ah berteriak terkejut karena orang tersebut mengarahkan senternya ke wajahnya sendiri.Hye Ah segera berlari tapi tangannya langsung di cegah oleh orang itu.

“lepaskan aku. Jangan bunuh aku… kumohon..” Hye Ah sampai mengeluarkan air mata karena saking ketakutan

“lihat aku. Aku… Jung Min.”

Akhirnya Hye Ah melihat kearah Jung Min dan ia langsung memeluknya sambil menangis.

“untunglah kau datang. Aku sangat takut disini..”

“tenang, aku ada bersamamu. Ayo kita istirahat dulu, kau lelah kan? Kita cari tempat yang tidak banyak semak-semaknya.”

Mereka duduk dibawah pohon, Jung Min membuat api unggun agar sekitar mereka terasa hangat. Jung Min menyiapkan segalanya dalam keadaan itu, di tasnya ada jaket, minuman dan makanan kecil, dan sebagainya.Hye Ah tersenyum melihat sikap Jung Min yang telaten padanya.

“gomawo, aku tak tau harus berkata apa lagi.” Ucap Hye Ah.

“biasa saja. Aku ini masih kekasihmu. Jangan berkata seperti itu.” Jawab Jung Min.

“apakah kau percaya itu hanya salah paham? Aku masih mengharapkan maafmu.” Lanjut Jung Min dengan bertanya penuh harapan pada Hye Ah.

“dengan perlakuanmu seperti ini, aku sadar bahwa aku sulit bila kau tak ada. Aku sadar bahwa kau hanya mencintaiku, bukan orang lain. Oleh karena itu, aku mempercayaimu.Itu pasti hanya salah paham.” Jelas Hye Ah sambil tersenyum.

“ne, yeongwonhi. Saranghaeyo..” ucap Jung Min sambil melihat pada Hye Ah.

Jung Min menatap mata Hye Ah dengan penuh makna, dan ia mendekatkan wajahnya kearah Hye Ah. Jung Min mencium lembut bibir Hye Ah di tengah-tengah malam yang dingin itu.

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s