FF “Breathing For You” [Chapter 9]

Title : Breathing For You [Chapter 9]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Kim Hyung Jun (SS501)
  • Shin Hye Ah
  • Park Jung Min (SS501)
  • Kim Ji Ra
  • Kim Kyu Jong (SS501)
  • Kang Young Ae
  • Go Tae Hee (Gi)
  • Heo Young Saeng (SS501)

Genre : School life, Humor, Friendship, Angst, Romance

Rating : PG-15+

PS :  Waaaah udah hampir kelar >////<

Happy Reading ^^

***

JiRa terus meringis kesakitan, ia mengira kakinya keram, dan ia menemukan darah di sekitar kakinya. Sedari tadi ia menahan sakitnya, ia pasrah dengan keadaannya yang tidak ditemukan oleh seorangpun di hutan itu.

>>> “KIM JIRA!” <<<

“nugu? Kkk..Kyu… Kyu Jong..itukah kau?” JiRa berkata lirih berhenti menangis.

>>> “KIM JIRA!” <<<

Sekali lagi teriakan menggema di sekitar JiRa. Ia berfirasat, pasti itu suara Kyu Jong. Kemudian ia berusaha untuk berdiri tetapi nihil, kakinya benar-benar sakit, ia sama sekali tidak bisa untuk hanya berdiri saja apalagi untuk berjalan. Ia semakin sedih dengan keadaannya.

“TOLONG! TOLONG AKU! AKU DISINI!”

JiRa berteriak semampunya sambil menangis dan meringkih kesakitan. Kemudian ia melihat seseorang yang mendatanginya semakin dekat dan datanglah Kyu Jong. Kyu Jong sangat panik melihat keadaan JiRa yang kakinya berdarah.

“gwaencanhayo?”

“a..anii! auuw, sakit..” JiRa masih meringis kesakitan.

Kyu Jong melepaskan kain yang ada di lehernya, lalu kain itu ia ikatkan ke kaki JiRa yang terluka parah. JiRa menahan sakit karena Kyu Jong memegang kakinya.Setelah itu, Kyu Jong menggendong JiRa, dan mencari tempat yang bisa mereka teduhi sementara. Mereka menemukan tempat yang diteduhi pohon yang rindang. *sama kayak jungmin crita’y :P*

“kita disini sampai matahari terbit, karena keadaanmu yang tidak memungkinkankan untuk berjalan. Jadi kita tidur disini sampai pagi.” Kata Kyu Jong sambil membuat api unggun di depan mereka.

“maaf, aku sudah merepotkanmu.” Sesal JiRa.

“aku hanya menolongmu, jadi itu tidak merepotkanku.” Kyu Jong duduk di samping JiRa.

“maukah kau memaafkanku? Aku ingin kau percaya bahwa itu hanya salah paham.Hanya kau yang aku cintai.”

“jeongmalyo? Ne, kau tak mungkin mencintainya. Aku mempercayaimu. Maafkan aku juga, kau begitu tersakiti karena aku merasa tersakiti olehmu.” Kyu Jong merangkul bahu JiRa.

“gomawo..” JiRa dengan erat memeluk Kyu Jong.

Kyu Jong mengeluarkan selimut dari tasnya, dan memakaikannya pada JiRa yang duduk disampingnya. Beberapa menit kemudian JiRa tertidur di bahu Kyu Jong, akhirnya Kyu Jong pun tertidur bersandar di pohon tersebut.

***

Keesokan harinya…

* Young Saeng’s POV *

Aku sungguh merasa kesepian hari ini. Kyu Jong sibuk menjaga JiRa yang kakinya sedang sakit. Hyun Joong… ahh iya, Rae Yoo dimana? Apa mereka sedang berdua? Kuharap tidak. Aku harus mencari Rae Yoo sekarang, mungkin ia di tendanya.

“Young Saeng!” teriak seorang perempuan dari belakangku.

“oh kau Gi, wae?”

“nothing, hanya memanggilmu saja. kau mau kemana?”

“mmm, aku mau mencari Rae Yoo. Chalga!”

Tentu saja aku langsung meninggalkan Gi. Ia cukup heran karena aku segera meninggalkannya. Aku tak mau menyia-nyiakan waktu, karena nanti akan ada pesta api unggun.

“yaa Rae Yoo!” panggilku.

“Young Saeng, mworago?”

“malam ini ada pesta api unggun. Aku ingin denganmu. Aku rindu masa-masa disaat kita bersama. Bisa?” Kataku sedikit gugup mengatakan itu.

“ne, bisa. Kau kan masih sahabatku.” Jawab Rae Yoo tersenyum lebar.

Tak terasa setengah jam lagi, sebagian sudah berkumpul bersama guru wali kelas masing-masing, duduk membentuk lingkaran, melingkari api unggun yang ada di tengah-tengah mereka. Ada 3 lingkaran, karena jumlah mereka yang cukup ramai. *yaiyalah mas saengi, kan yg ikut semua anak kls 3 :P*

Aku mengajak Rae Yoo untuk segera duduk. Kami duduk berdua, di sebelah kami belum ada yang duduk. Tadinya aku merasa cukup senang, tetapi karena Hyun Joong datang dan langsung duduk disebelah Rae Yoo, seketika aku sangat kesal pada sepupuku itu. Aku heran, tak bisakah ia melepaskan Rae Yoo sedetik saja? Sial!!

“ternyata kau disini. Aku telah mencarimu kemana-mana.” Hyun Joong merangkul bahu Rae Yoo, pasti ia sengaja bersikap seperti itu dihadapanku.

“tak bolehkah aku bersama sahabatku sendiri?” Tanya Rae Yoo sedikit mengeluh.

“bukan begitu, aku hanya mengkhawatirkanmu saja.” Ucapan Hyun Joong terdengar manja, aku semakin kesal dengan keadaan itu.

“Hyun Joong-ah, tak biasanya kau seperti ini. Guru-guru ada di depan kita, ini agak memalukan.” Rae Yoo merasa aneh dengan perlakuan Hyun Joong.

Akhirnya Hyun Joong tidak lagi menyentuh Rae Yoo. Aku merasa sedikit lega. Ia tidak berkutik dengan perkataan Rae Yoo. Kemudian ia beranjak bangun dari tempat duduknya, dan pergi. Aku langsung mengajak Rae Yoo berbicara.

“dia pergi kemana?”

“molla, mungkin kembali lagi.”

“oh… aku berpikir, seharusnya ada Young Ae disini, tetapi ia masih kelas 2.”

“kalau begitu, hari minggu nanti kita habiskan bersama-sama, aku, kau dan Young Ae. Kita harus mengenang masa kecil kita dulu. Young Ae pasti akan senang juga.” Ajakannya begitu membuatku semangat, aku pasti tak akan menyiakan hari itu.

“jinjja? Gomawo…” aku menggenggam tangannya dan tersenyum padanya.

“ne…”

Hyun Joong datang, ia melihatku menggenggam tangan Rae Yoo. Saat itu aku sengaja belum melepaskan tanganku, sampai ia……

“yaaaa! Apa itu?!” dengan suara besarnya, dan aku melepaskan tanganku dari Rae Yoo.

“wae? Ini hal biasa, Young Saeng sahabatku. Kau tau itu.” Kata Rae Yoo dengan kesal, hatiku sudah cukup puas.

“tapi… aku melihat itu tak biasa!” Ucap Hyun Joong yang masih protes.

“Hyun Joong-ah, aku tak akan mengambil kekasihmu.” Akhirnya aku berbicara agar mereka berhenti.

“keurae! …Rae Yoo-ssi, aku tak suka kau melakukan itu dengan orang lain, karena kita sering berpegangan tangan, kita berpelukan, sampai kau menerima first kiss dariku, yang kita lakukan itu sangat berarti hingga kini. Dan aku mau kita sampai melakukan hal yang lebih dari hal itu!” Umpat Hyun Joong panjang lebar dan duduk ditempatnya.

Rae Yoo terkejut dengan perkataannya sampai ia memukul kecil lengan Hyun Joong, aku saja berpikir, Hyun Joong sungguh berlebihan. Rae Yoo terlihat bingung, namun ia menyambung perkataannya.

“yaaaa, apa maksudmu melakukan hal yang lebih? Pikiranmu itu….. ahh shireo!”

“memangnya kita berpacaran sampai tua? Aku tak mau itu. Aku ingin nantinya kita menikah. Makanya aku tak mau kau diambil orang lain!” Ceplos Hyun Joong sambil mengarahkan pandangannya kepadaku, aku benar-benar tak suka dengan perkataannya, sepertinya Rae Yoo mulai tersentuh dengannya. Aku seperti kalah dari sepupu aneh itu, errr!!

“kau sampai memikirkan hubungan kita kedepannya? Itu terlalu cepat bukan? Aku bisa mengerti apa yang kau katakan, aku tau bagaimana perasaanmu. Jeongmal mianhae.” Kata Rae Yoo sambil memegang tangan Hyun Joong yang ada di sampingnya.

“ne, gwaencanha, lupakanlah. Aku akan memainkan gitarku dan………………….” aku memotong pembicaraan Hyun Joong.

“aku yang bernyanyi, bagaimana?” aku bisa merasakan kekesalan Hyun Joong dari ekspresi wajahnya.

“ne! aku ingin mendengar suaramu, sudah lama aku tak mendengarnya.”

Rae Yoo menyuruhku bernyanyi.. *author: silahkan readers bayangin Saengi nyanyi It’s Not Love versi akustik XD*

………………………. Ia tampak begitu senang karena nyanyianku.

“Hyun Joong-ah, kapan kau akan mengajariku bermain gitar?” Tanya Rae Yoo.

“kapan saja bisa. Aku selalu ada waktu.” Jawab Hyun Joong sambil memetik senar gitarnya, diiringi anggukan Rae Yoo.

“Rae Yoo-ah, kau tak bermain piano lagi?” aku langsung bertanya dengan rasa penasaran.

“tidak. Karena waktu itu kau tidak ada lagi, bagaimana aku bisa bermain piano tanpa ada kau yang mengajariku? Aku sungguh tak bisa bermain piano lagi.”

Pernyataannya cukup membuatku sangat menyesal. Hyun Joong tersenyum puas melihatku yang terdiam. Aku tak tau harus menjawab apa. Sebenarnya aku ingin minta maaf pada Rae Yoo karena aku sempat meninggalkannya. Sungguh sulit mengatakan itu. Rae Yoo, jeongmal mianhae.

 ***

Hingga tiba hari Minggu…

Ini adalah hari yang kutunggu-tunggu. Jam 11 pagi, aku sudah sampai dirumah Rae Yoo.

>>> ting tong <<<  

Seseorang membukakan pintu, dan menyapa duluan.

“annyeong haseyo. Ohh, Young Saengie!”

“Ne, annyeong haseyo.”

“masuklah, Young Ae belum bersiap-siap. Karena aku tidak memberitahukannya sebelumnya.”

Lalu aku masuk ke dalam rumah Rae Yoo, sambil menunggu Young Ae, aku duduk di ruang tengah dimana appa dan eomma mereka duduk disana juga.

“ternyata kau Heo Young Saeng. Kau sekarang terlihat lebih tampan dari pada saat kecil. ” puji eomma mereka.

“hahaa, aniyo… biasa saja.” Wuahh, dari kecil aku senang sekali di puji oleh ajhuma.

“kudengar dari Rae Yoo bahwa Hyun Joong adalah sepupumu. Benarkah itu?” Tanya appa mereka.

“ne, benar. Waeyo ajhussi?”

“anii… Hyun Joong ‘kan tinggal di sebelah kita. Sering-seringlah kau datang, atau sesekali menginap dirumahnya. Ia sering sendirian di rumah sebesar itu, karena orang tuanya sering keluar kota. Walaupun kami sudah mengenal baik Hyun Joong itu seperti apa, kami tidak bisa sepenuhnya memperhatikannya.” Jelas ajhussi.

Ahh, jinjja! Orang tua Rae Yoo sampai mengkhawatirkannya. Mereka sudah saling mengenal baik, apalagi Rae Yoo berpacaran dengannya. Otteohke? Masih adakah kesempatan untuk aku memilikinya kembali?

Aku orang aneh, bagaimana bisa aku menyukai Rae Yoo dan terkadang aku bisa beralih ke Young Ae. Entahlah, aku juga tak mengerti tetapi inilah hatiku. Benak hatiku yang memilih mereka, dan aku harus tetap memilih salah satu dari mereka.

***

“YAAAA!”

Baru saja keluar dari pintu pagar rumah Rae Yoo, mereka disambut panggilan Hyun Joong yang baru keluar juga dari pagar rumahnya.

“mworago?” Tanya Rae Yoo.

“kalian mau kemana? Kenapa kau tidak mengajakku?”

“untuk kali ini saja. Aku hanya jalan-jalan dengan adikku dan Young Saeng. Tidak apa-apa ‘kan?” Rae Yoo memohon.

“tetapi… ” perkataan Hyun Joong dipotong oleh Rae Yoo.

“kami hanya bertiga. Kau tidak perlu khawatir. Percayalah padaku, tak akan terjadi apa-apa.” Rae Yoo memohon sampai memegang tangannya.

“keurae ia tak akan apa-apa. Hyun Joong-ah, kapan-kapan aku akan mampir ke rumahmu. Tunggu aku. Kkkkkkk~” sambung Young Saeng sambil berlelucon kecil.

“ne, kau harus datang ke rumahku. Harus! Ohh ya, kalian harus bergegas pergi. Aku akan masuk kembali ke rumah, kalian hati-hati di jalan ya.” Hyun Joong mencoba berkata baik pada Young Saeng.

“chagiya, SARANGHAE!”

Teriak Rae Yoo untuk Hyun Joong setelah berjalan beberapa langkah menjauh dari tempatnya. Hyun Joong tersenyum sekilas mendengar itu, dan menoleh ke belakang untuk melihat Rae Yoo, perasaan buruk datang tiba-tiba ketika Hyun Joong melihat kekasihnya itu. Ia menjadi khawatir, apakah ada sesuatu yang akan terjadi pada Rae Yoo?

***

Mereka pergi ke arena bermain. Mereka bersenang-senang disana secara bertiga. Hingga sampai mereka melepas kelelahan di taman pusat kota.

“lelah sekali… tapi sungguh menyenangkan!” ucap Young Ae gembira.

“kalau kau senang, aku akan sering mengajakmu jalan-jalan.” Tawar Young Saeng untuk Young Ae.

“jeongmalyo?”

“ne, kalau kau tak keberatan.”

“tentu saja aku mau. Pasti akan sangat menyenangkan bila oppa yang selalu membayar semuanya. Kkkkkk~” Young Ae cekikikan, dan Young Saeng mengacak-acak rambutnya.

“yaaa, Rae Yoo-ah. Waeyo?” tegur Young Saeng.

“aniii…” jawab Rae Yoo lirih.

“apa kau tidak senang kita menghabiskan hari ini bersama?” Tanya Young Saeng.

“bukan begitu. Tentu aku senang dengan ini semua… aku pergi sebentar, 5 menit lagi aku akan kembali. Aku janji.” Pinta Rae Yoo tersenyum tipis.

“eonni, jangan lama-lama!” teriak Young Ae pada Rae Yoo yang segera berjalan pergi.

From     : Hyun Joong Sunbae

Subject :

Sekarang kalian ada dimana?

 

Reply to : Hyun Joong Sunbae

Subject :

Kami sedang di Taman kota Seoul. Waeyo sunbae?

Young Ae mendapatkan sms dari Hyun Joong dan membalasnya. Tetapi Hyun Joong tidak membalas lagi sms dari Young Ae. Young Ae cukup heran, kenapa ia bertanya seperti itu. Ia mengira pasti Hyun Joong akan menyusul kesini.

Setelah sms itu, Hyun Joong segera pergi dari rumahnya. Karena jarak yang tidak jauh, ia berjalan kaki ke taman tersebut.

Di tempat lain, Rae Yoo bingung akan kemanakah ia berjalan. Ia tidak tau apa yang dilakukannya saat ini, seakan-akan ia tersihir hantu yang mengajaknya berjalan. Dari kejauhan jalan raya terlihat Hyung Jun yang berjalan ke arah tempatnya, namun terlihat juga Gi yang secara sembunyi-sembunyi mengikuti Hyung Jun.

“yaaa! Sedang apa kau sendirian disana?” Tanya Hyung Jun berteriak karena jaraknya masih jauh dengan Rae Yoo.

“aniyo… kau pun, kenapa kesini?”

“aniiii, karena kebetulan kau ada disini.” Kata Hyung Jun yang sudah berdiri di samping Rae Yoo.

“ohh. Euumm, apa kau masih marah dengan Hyun Joong?” Tanya Rae Yoo.

“Hyun Joong? Aku akan minta maaf padanya.” Ucap Hyung Jun langsung tanpa basa-basi.

“jinjja?”

Hyun Joong dengan tergesa-gesa berlari ke taman tersebut, berusaha untuk mencari lokasi mereka. Dan akhirnya ia menemukan Young Saeng dan Young Ae yang sedang duduk berdua.

“sunbae, kenapa kesini?” Tanya Young Ae yang heran dengan kedatangannya.

“Rae Yoo dimana?” Tanya Hyun Joong buru-buru.

“molla, ia bilang, ia akan kembali 5 menit lagi.” Jawab Young Saeng.

“aku harus mencarinya!”

Setelah itu Hyun Joong langsung berlari pergi dari mereka. Young Saeng dan Young Ae heran, dan akhirnya berlari juga mengikuti Hyun Joong.

“apakah kau tau? Ada seseorang yang mengikutimu.” Kata Rae Yoo secara berbisik.

“nugu?” Tanya Hyung Jun penasaran.

Dari jarak yang tak terlalu jauh, Hyung Jun melihat Hyun Joong, Young Saeng dan Young Ae yang berlari, ia berpikir pasti mereka mencari Rae Yoo. Namun Rae Yoo tidak mengetahui, karena tidak melihat mereka.

“lihat aku!” desak Hyung Jun sambil memegang kuat kedua bahu Rae Yoo.

“wae?”

Dengan spontan, Hyung Jun mengecup bibir Rae Yoo, dan langkah kaki Hyun Joong berhenti karena melihat keduanya tepat dihadapannya.

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s