FF “You’re My Precious” [Chapter 1]

Kang Rae Yoo

MY 5 MAIN BIAS

Title : You’re My Precious [Chapter 1]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Lee Jaejin (FT Island)

*will add another cast in next chapter*

Special Appearance :

  • SS501 members
  • FT Island members

Genre : School life, Angst, Romance

Rating : PG-11+

PS :  Yeah, FF ber-chapter yang aku post lagi. Ini pas masa masih punya 5 bias. Dan FF ini ga gaje lagi yaa ~ KKKKKK ~

Happy Reading ^^

***

The world will be alright, if this winter is filled with smiles.

It will be alright, show your beauty through your eyes.

In the winter, I will be the snowman by your side.

– Kang Rae Yoo’s POV –

“andwae!!”

“agassi… kau tidak boleh memotret sembarangan. Berikan kameramu!”

“andwae! Ini milikku!”

“tetapi kau sudah memotret mereka untuk beberapa kali. Kami sudah memberikan peraturan bahwa tidak boleh memotret selama fansign berlangsung.”

Petugas yang berbadan besar itu langsung mengambil kamera yang ada ditanganku secara paksa. Kemudian aku mendengus kesal dan merampasnya lagi dari tangan petugas itu. Seenaknya saja ajussi ini, dia  tidak tahu seberapa berharganya kameraku ini. Petugas itu pun kembali merebut kameraku dari tangaku. Orang-orang yang berada di barisan rapi ini hanya tertuju melihat perebutan kameraku dengan petugas sialan ini. Tiba-tiba, kameraku terlepas dari tanganku dan petugas itu, kameraku jatuh! Beberapa bagian kameraku terpecah, oh Tuhan…. kameraku hancur! Tanpa sadar air mataku sudah berkumpul di pelupuk mataku, dan mulai terjatuh membasahi pipiku. Aku tidak memikirkan hasil jepretanku, tetapi kamera itu sangat bernilai bagiku. Aku menjadi merasa bodoh, jika aku tidak keras kepala, pasti tidak akan terjadi seperti ini. Memalukan! Paboya!

Sekarang aku tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan sekarang, aku malu. Kutundukkan kepalaku untuk menahan rasa maluku, sambil menangis. Aku memang keras kepala! Pabo! Lebih baik aku pergi dari tempat ini, ketidakberuntungan sedang mendatangiku hari ini.

Kulangkahkan selangkah kakiku, namun tiba-tiba ada yang memegang pergelangan tanganku dari belakang, aku menolehkan wajahku kearah tersebut dan kudapati ternyata ada seorang yang sangat kukenali, yang aku kagumi selama ini, dan ia adalah tujuanku untuk datang ke tempat ini.. omona!

“chamkaman..” katanya untukku.

“ajussi, kau tidak boleh seperti itu. Sekarang apa yang harus kau lakukan? kameranya benar-benar rusak total karenamu.” Lanjutnya dan malah memarahi petugas itu.

“jwesonghamnida.” Bungkuk petugas itu dan mengakui kesalahannya.

“aku heran, kenapa ada peraturan bahwa fans tidak boleh mengambil gambar idolanya. Aku sangat tidak setuju peraturan seperti itu. Seperti inilah kejadian yang telah terjadi karena peraturan itu.” Katanya berkomentar pada petugas itu.

Aku benar-benar kaku seperti mayat. Hyun Joong oppa masih memegang pergelangan tanganku. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku benar-benar kaget saat melihat wajahnya! Sekarang reaksiku seperti ini, sampai kapan aku menundukkan kepalaku? Aku berusaha untuk berhenti menangis, tetapi air mataku tetap saja keluar. Aku tidak memikirkan tentang kamera itu lagi, aku tidak berpikir banyaknya orang yang menyaksikanku sedari tadi, aku malah berpikir apa yang harus kulakukan jika ia melihatku dengan keadaan seperti ini? Memalukan!

“Agassi.. gwaenchanayo?” tanyanya penasaran. Aigoo, aku ingin berteriak sekarang, tanganku masih di genggamannya!

“gwae… gwaenchana.” Jawabku terbata-bata, sambil membetulkan posisiku kearah tepat dihadapannya, dan pegangannya terlepas dari pergelanganku dan aku bergegas mengusap air mataku.

“uljimayo.. aku akan menggantikan kameramu dengan kamera yang sama.” Katanya berbesar hati dan menyunggingkan senyuman manisnya.. Para fans yg ada didekatku sangat terpukau dengan kebaikannya yang telah diucapkannya untukku.

“jeongmal kamsahamnida!” ucapku begitu senang dan membungkukkan badanku dihadapannya.

“ne.” jawabnya singkat dan ia mengambil ponsel dari saku celananya, lalu ia menyerahkannya kepadaku.

“untuk apa?” tanyaku bingung dan ia meraih tanganku dan meletakkan ponselnya di tanganku.

“nomormu. Tulis di situ. Jika aku tidak mempunyai nomormu, bagaimana aku bisa menghubungimu untuk memberikan kameramu?” Jeongmal? Apakah ini benar? Ia meminta nomor ponselku! Hal yang sungguh tak terduga olehku. Akhirnya ia mengenaliku sebagai fansnya! Aku harus cepat-cepat memberikan nomorku untuknya.

“ooh, namamu Kang Rae Yoo. Kau harus menyimpan nomorku baik-baik bila sudah mendapatkannya. Aku mempercayaimu.” Pintanya kepadaku, tentu saja aku menyimpannya baik-baik, tidak akan kuberikan kepada siapapun!

“ne, kamsahamnida atas kebaikanmu.” Kataku membungkuk sekali lagi dengan rasa penuh berterima kasih kepadanya.

“baiklah, aku harus kembali bekerja.” Ia kemudian langsung pergi kembali ketempat duduknya semula untuk melayani para fansnya dengan tanda tangannya.

***

Hal itu sungguh kejadian yang tak terduga. Karena aku pasti bisa mengenal Hyun Joong oppa lebih jauh. Idolaku yang sangat aku kagumi sejak aku duduk di bangku SMP. Aku sangat menyukai SS501, boyband yang sangat terkenal di Korea, hehee. Aku menyukai 5 orang oppadeul itu, mereka mempunyai karisma tersendiri. Walaupun aku menyukai lima dari mereka, salah satunya aku sangat mengagumi sosok Kim Hyun Joong oppa, ialah Leader dari grupnya. Aku sangat suka sifat bijaksananya, kejujurannya, kekonyolan dalam tingkah lakunya dan cara bicaranya maka itu semua 4 dimensinya, ia termasuk orang yang unik. Bila ia ada hubungannya denganku, aku ingin dia menjadi oppa abadiku, layaknya oppa kandungku, kalau bisa kelimanya saja menjadi oppaku, hahahaa. Aku mulai menyukai mereka dan memutuskan menjadi Triple S sejak kelas 1 SMP, dan di saat itu juga aku mulai mengenal Hallyu Wave. Jadi jangan meremehkanku, banyak artis-artis dan grup yang sudah kuketahui dan hafal setiap membernya.

Apalagi ayahku seorang CEO produser sekaligus pemilik dari JiHyuk Production. Ayahku banyak mempromosikan beberapa CF, drama dan Film dari perusahaannya, dan rata-rata usahanya selalu sukses, hampir tidak pernah gagal dalam setiap mengelola hal-hal itu. Ibuku adalah Desainer untuk kostum-kostum para artis, setiap harinya ibuku selalu memikirkan beberapa ide untuk menciptakan karyanya. Jadi, tentu saja kedua orang tuaku adalah orang yang sangat sibuk, sehingga jarang pulang ke rumah untukku. Sebenarnya aku memiliki 2 oppa kandung, namun mereka saat ini ada di luar negeri. Oppa pertamaku sedang berkuliah di California dan dia akan meneruskan perusahaan ayah jika kelak ia lulus 1 tahun lagi dan akan membangun perusahaan ayah disana. Oppa keduaku kini berada di Jerman, sedang menduduki kelas 2 SMA dan jika ia menyelesaikan sekolahnya, dia akan melanjutkan kuliahnya disana. Dia tidak begitu sedih ketika akan pergi, padahal aku sempat menahannya agar ia tetap disini dan tidak memberhentikan pertengkaran sengit yang setiap hari kami lakukan. Ahh, tidak tahulah, ia tega kepadaku!

Sudah beberapa hari aku merasakan kesepian di rumah besarku ini, pengawal dan pengurus rumah saja yang menemaniku di sini. Karena itu, aku mencari kesibukan agar tidak terlarut dalam hal itu. Dance, belajar piano, meratapi kegilaanku terhadap SS501. Aku memang sudah menyadari bahwa aku hanya fangirl, tetapi itulah yang membuatku senang, aku bisa berinteraksi bersama-sama sesama penggemar lainnya. Kurasa hal itu tidak membawa dampak buruk padaku.

 ***

2 hari kemudian..

“SS501 – In Your Smile chorus”

“ne, yoboseyo?” Tanyaku dengan suara parauku.

“Kang Rae Yoo-ssi?”

“ne, nuguya??”

“Kim Hyun Joong imnida.”

“MWO?” seketika suaraku membesar karena terkejut dan beranjak dari tempat tidurku.

“wae? Apakah kau bukan Kang Rae Yoo-ssi?” Tanyanya.

“aniyo. Aku memang Kang Rae Yoo, yang kemarin itu kameraku dirusak petugas fansign.” aku berusaha meyakinkannya.

“baguslah. Apa kau ada waktu untuk menemuiku sekarang?”

“tentu saja! Aku akan menemuimu sekarang!” aku terkejut dan menjawabnya dengan semangat.

“temui aku di sebuah cafe, dekat pasar Myungdong. Kau pasti tahu cafe yang terkenal disana.” Katanya menjelaskan.

“ne, tunggu aku beberapa menit lagi. Aku akan datang.” Pintaku yang masih tersenyum lebar.

Aku terburu-buru segera menyiapkan diriku untuk bertemu idolaku yang selama ini aku sukai. Aku tidak berdandan mencolok, memanglah kebiasaabku tidak suka berdandan. Aku berdiri didepan cermin besar dikamarku, dan merapikan diriku sendiri. Aku sungguh tak sabar bertemu dengannya secara pribadi! Ini sungguh keberuntungan yang tak terduga. Aku tak akan menyiakan kesempatan ini!

Tak lama kemudian aku sampai di cafe yang telah kutuju, aku turun dari mobil mewahku yang berwarna hitam mengkilat, dan mobil itu pergi melaju cepat, lalu aku masuk ke cafe tersebut. Aku bingung, dimana orang yang aku nantikan itu? Tiba-tiba seseorang menegurku.

“Kang Rae Yoo-ssi!” bisik seseorang yang ada di meja pojok ruangan, aku menoleh ke orang yang memanggilku.

“omoo!” kagetku dan aku langsung menuju ke arah meja yang diduduki lelaki tampan berkacamata hitam yang memanggilku.

“duduklah.” Pintanya “ini kamera penggantimu.” Ia menyerahkan sebuah kantong tas yang berisi kotak yang cepat kuterima dan langsung kulihat isi dalamnya.

“omona! Kamsahamnida! Jeongmal kamsahamnida!” ucapku dengan penuh rasa berterima kasih kepada lelaki itu.

“sudahlah, ini bukan apa-apa. Hanya ini yang bisa kulakukan, karena fansign kami, kameramu malah hancur dan rusak. Aku merasa bersalah jika tidak menggantikannya.” Katanya sambil tersenyum ramah, senyumannya secerah matahari yang bersinar!

“tetapi, kau benar-benar orang yang baik hati sekali.” aku masih dengan senyuman bahagiaku dan ia membalasnya juga, aku benar-benar suka senyumannya itu.

“apakah kau masih pelajar?” Tanyanya tiba-tiba setelah membuka kacamatanya.

“ahh eeh.. ne, aku masih SMP. Aku kelahiran 95.” Jawabku gugup.

“panggil saja aku oppa. Jangan canggung memanggilku.” Pintanya tanpa basi-basi. Seingatku, aku tidak pernah memanggilnya dengan Kim Hyun Joong-ssi.

“kau tahu? Saat melihatmu, aku ingin kau menjadi adikku. Layaknya adik kandungku. Aku sudah menduga saat pertama kali melihatmu, aku ingin menginginkan adik sepertimu.  Ternyata kau 9 tahun berbeda dariku. Apakah kau mau menjadi adikku?” lanjutnya berterus terang memintaku.

Aku benar-benar bingung harus menjawab apa. Aku SHOCK! Ini bagaikan mimpi! Tapi inilah kebenarannya, ia yang memintaku untuk menjadi adiknya. Aku tahu ia memang tidak mempunyai adik di keluarganya, tapi bagaimana bisa ia tiba-tiba meminta aku menjadi adiknya? Ia seseorang yang terkenal, apakah aku pantas menjadi adiknya?

“yaaa. Apakah kau tidak mau? Aku adalah leader SS501, bagaimana kau bisa menolakku? Lagipula kau adalah fansku.” Dia memecah keheninganku dengan menyombongkan dirinya.

“aniyo. Hanya saja aku berpikir, jika aku menjadi adikmu, apakah aku masih bisa menjadi fansmu?” tanyaku dan ia malah mengacak-acak rambutku gemas.

“aigoo, tentu saja kau masih fansku. Tetapi anggap saja aku adalah oppamu!” ia masih tersenyum dengan manis, aku suka tingkahnya dan perkataannya kepadaku, seperti sosok oppa yang sesungguhnya terhadap dongsaengnya.

“boleh kutanya, kenapa waktu itu kau sampai menangisi kameramu itu?” tanyanya penasaran.

“kamera itu pemberian eomma dihari ulang tahunku, ia langsung memberikannya kepadaku tepat dari tangannya secara langsung. Oleh karena itu aku menangis, benda berhargaku hancur. Eomma dan appa jarang pulang ke rumah, mereka sering tidak ada dirumah, aku seperti tidak mendapat kasih sayang dari mereka ditambah lagi, aku merasa kesepian. Maka dari itu, pemberian eomma itu kuanggap sangat berati bagiku.” Tanpa aku sadari aku bercerita panjang lebar ke Hyun Joong oppa.

“mianhae, aku malah bercerita banyak kepadamu.” Sambungku sambil menundukkan kepalaku.

“gwaencanha, sekarang aku sudah menjadi oppamu. Kau harus lebih dekat denganku, kau harus lebih leluasa. Kau bisa menghubungiku jika kau membutuhkanku dan mungkin jika aku membutuhkanmu, kau akan kuhubungi. Boleh bukan?” permintaannya sungguh manis sekali.

“ne, dengan senang hati. Aku tak akan menyiakan oppa sepertimu. Walaupun begini, oppa harus tetap menyembunyikan identitasku karena aku dekat dengan oppa, aku tidak mau diincar pemburu berita. Itu salah satu permintaanku.” Aku sengaja memohon hal itu karena aku tidak mau orang lain selain pemburu berita akan mengincarku.

“baiklah, sebenarnya aku ingin mengatakan seperti itu juga. Aku khawatir fans malah menuduhmu yang tidak-tidak.” Syukurlah ia mau mengerti.

Aku tidak membayangkan sebelumnya akan terjadi seperti ini, aku beruntung, sangat beruntung! Rasanya aku ingin meneriakkan ke seluruh orang-orang bahwa aku adalah adik dari Kim Hyun Joong SS501. Hahahaa..

***

Even if I see you again, you are my love

Even if I see you hundreds of times, I am your love

You are my love that the heavens have granted

You’ve only lost your way for a little while

If I am born again, all I want is you

If I love again, all I want is you

You’ll come back, you’ll come back

Because I don’t exist without you

@ School

Murid-murid perempuan berombongan masuk ke aula sekolah, begitu juga aku, tetapi aku sudah terlebih dahulu di dalam aula dan duduk di bangku yang paling depan, karena aku termasuk pengurus acara yang mendekorasikan panggung di aula ini. Disini tak ada guru, hanya murid-murid perempuan yang begitu ramai. Tiba-tiba lampu aula dimatikan, benar-benar gelap, dan kemudian lampu dinyalakan kembali. Teriakan dari semua murid sangat gaduh, seakan-akan atap aula ini akan bisa lepas dari bangunannya. Aku pun ikut meneriaki 5 orang diatas panggung itu, mereka mulai menyanyikan lagu “I Hope”. Betapa bagusnya pemilik suara yang menyanyikannya. Dan aku berteriak FT ISLAND! FT ISLAND! LEE JAEJIN! disaat bagian Lee Jaejin oppa mengeluarkan rapnya. Jujur saja, aku menyukai Lee Jaejin oppa, hanya sekedar mengaguminya, namun aku tidak banyak mengetahui tentangnya, karena aku sibuk mengagumi SS501 oppadeul, kkkkkkk~

Inilah acara School of Rock, sungguh menakjubkan! Ternyata FT Island yang bernyanyi disini. Mereka membawakan beberapa lagu yang ditampilkan untuk semua murid disini, lalu ada games untuk para murid. Responku hanya biasa, aku tak terlalu ingin mengikuti games tersebut, karena aku tahu pasti aku tak akan menang. Hanya 10 murid yang boleh naik keatas panggung itu. 9 orang sudah berada diatas panggung, kurang seorang lagi. Teman disebelahku melirikku dan ia berbisik ke temannya yang lainnya. Aku penasaran apa yang ia bisikkan, dan tiba-tiba beberapa temanku yang lain meneriaki namaku dengan serentak, “KANG RAE YOO!” berulang kali.

“siapa yang bernama Kang Rae Yoo? Mari naik ke atas panggung bersama kami!” haaah! Mataku terbelalak besar karena ucapan itu adalah dari Hongki oppa.

Aku harus bagaimana? Lee Jaejin oppa ada disana! Pasti aku akan sangat gugup. Haissh Jjinja! Aku beranikan diri untuk naik ke atas panggung itu, dan aku berdiri diantara ke-9 peserta. Games yang diberikan adalah peserta harus menampilkan skill dari setiap masing-masing peserta.

Ke-9 peserta sudah menampilkan keahlian mereka, ada yang bernyanyi, dance, dan sebagainya. Sekarang saatnya aku menampilkan keahlianku, aku memutuskan untuk bermain piano, syukurlah peserta-peserta sebelumnya tidak memainkan alat musik ini. Perasaanku mulai campur aduk, karena aku baru belajar bermain alat musik ini. Aku bisa gila bila aku merusak permainanku sendiri.

*Yiruma – Kiss The Rain*

Aku tak mendengar suara gaduh dari murid yang menonton, kurasa mereka menyimakku. Aku mengakhiri permainanku dan banyak tepukan tangan yang meriah untukku. Kulihat member FT Island bertepuk tangan juga dan diantara mereka ber-5, senyum Jaejin oppa yang sangat terlihat tulus dan senang, aku juga tersenyum melihatnya.

Sampailah pada akhir acara, pemenang games akan didapatkan oleh 5 orang. Setiap member FT Island memilih ke-5 orang itu. Jaejin oppa yang pertama kali harus memilih 1 orang, aku sungguh deg-degan!

“baiklah aku akan memilih seseorang. Chukae, untuk KANG RAE YOO!”

Mataku terbelalak membesar, mungkin ekspresi kagetku kini seperti orang bodoh. Akukah yang dipilihnya? Apakah ini mimpi?

“Rae Yoo-ssi, jangan berdiam saja. Kau harus berdiri disamping Lee Jaejin-ssi. Akan ada hadiah yang harus kau terima.” Kata seorang MC.

Disampingnya? A…. ak… aku bisa mati berdiri bila disampingnya! Tapi aku harus bagaimana? Ottohke? Kukalahkan rasa gugupku dan berjalan ke arah Jaejin oppa dan berdiri disampingnya, ia menolehkan wajahnya kearahku dan tersenyum saat melihatku disampingnya. Ramah sekali dia. Bisakah ia menjadi namjachinguku? hahaaa. Lamunanku pecah karena Jaejin oppa tiba-tiba menggenggam tanganku erat.

“aku akan mengajaknya kencan denganku!”

“MWO!” ucapku terkaget.

“wae? Apakah kau tidak mau?” Tanya Jaejin oppa kecewa dan sorakan dari para murid terdengar sangat riuh.

“a..a..anii… maksudku, apakah itu hadiah untuk setiap peserta?” responku kelabakan dan mencoba mengelaknya.

“aniyo. Setiap 5 dari kami sesuka hati memberikan hadiah apapun untuk pemenangnya. Apakah kau tak mau hadiah kencan dariku?” Kata-kata Jaejin oppa seperti memaksaku untuk menerima hadiahnya.

“baiklah, aku terima.” Sorakan murid-murid kembali riuh, aku berusaha untuk tersenyum untuk menyenangkan dirinya dan ia membalas senyumnya untukku.

Di hari itu juga, aku masih berseragam sekolah, ternyata kencanku bersama Jaejin oppa di shoot oleh kamera. Staff School Of Rock menyuting dan merekam kegiatan kencan kami. Sebenarnya aku kurang suka seperti itu, mengapa harus difilmkan? Aku tak nyaman, ini seperti bukan kencan lagi. Jaejin oppa mengajakku ke Dongdaemun. Ia ingin beli bajukah? Apa yang bisa dilihat disini? Hanya baju-baju! Aku tidak tertarik sama sekali, aku tidak terlalu menyukai fashion, padahal ibuku seorang Desainer, payah sekali aku ini.. Kemudian ia mengajakku ke tempat baju-baju perempuan, dia menyuruhku untuk memilih baju yang aku inginkan. Tak ada satupun baju yang aku pilih, akhirnya Jaejin oppa mengambil 1 pasang baju untukku dan mencocokkannya di badanku, ia memilih warna pink, woaah Jaejin oppa seperti sudah mengetahui warna favoritku. Setelah itu ia mengajakku ke deretan baju-baju laki-laki. Ia memilih beberapa baju.

“menurutmu Minhwan bagus tidak memakai jaket ini?” Aku hanya melongo melihat jaket yg dipegang Jaejin oppa, aku sungguh tidak tahu baju yang cocok untuk laki-laki!

“apakah semua baju-baju yang ada ditanganmu hanya untuk Minhwan-ssi?”

“aniyo, ini semua untukku. Jaket ini untuknya. Minhwan kekurangan baju.” Kata Jaejin oppa sambil sedikit tertawa.

“hahahaa, berikanlah ia baju yang banyak. Agar ia terlihat fashionista.” Aku pun ikut cekikikan, Jaejin oppa tertawa besar. Kami tak menyadari telah membicarakan Minhwan oppa di acara ini, hahaa.

Setelah berbelanja, tak terasa hari akan mulai malam. Jaejin oppa mengajakku ke sebuah restoran, tentu saja kami masih di filmkan oleh staff School of Rock. Walaupun ramai yang ada disekitarku dan Jaejin oppa, aku masih gugup duduk dihadapannya, puppy eyes nya sangat menarik!

Aku tahu, pasti ini akan menjadi segmen dinner date saat ditayangkan di televisi. Sampai jam 8, syuting sudah selesai.

“terima kasih banyak untuk hari ini…” kata Jaejin oppa sambil memegang sebelah tanganku dan menciumnya. Ia sungguh membuatku shock hari ini, aku jamin pasti banyak yang akan cemburu jika menonton acara ini.

“Jeongmal kamsahamnida Jaejin-ssi, dan untuk semuanya yang telah bekerja keras, kamsahamnida.” Kataku sambil membungkukkan badanku.

Akhirnya syuting ini telah selesai. Sampai semuanya sedang berberes, Jaejin oppa tiba-tiba menahanku pergi.

“chamkaman!”

“mworago?” tanyaku berbalik badan ke hadapannya.

“bisakah kita bertemu lagi? Aku butuh nomor ponselmu, bolehkah?” jjinja? Ini kedua kalinya! Berarti aku bisa berhubungan juga seperti dengan Hyun Joong oppa.

“apakah tidak boleh? Ahh sayang sekali……” karena ia melihatku terdiam, dengan kecewa ia menggenggam ponselnya.

“aniyo, boleh saja.” Aku langsung mengambil ponselnya dan menuliskan nomor ponselku untuknya.

“ini benar nomormu ‘kan?” tanyanya tidak yakin.

“ne, itu nomorku. Coba kau cek saja.” Lalu ia menelpon ke ponselku, dan aku menyimpan nomornya.

“kalau kita berjumpa lagi, panggil aku Jaejin oppa. Annyeong!” ia langsung berlari masuk ke mobilnya.

Ini keberuntungan apa lagi? Aku benar-benar mensyukurinya! Akhirnya Jaejin oppa mengenalku! Walaupun aku Triple S, tetapi aku suka juga FT Island, terutama Lee Jaejin  yang bermain bass dan sesekali bernyanyi itu. Tak pernah aku bayangkan sebelumnya aku akan mengenalnya seperti ini.

 ***

I can’t take my eyes off

Even when I know I can’t have you

This is happening for the first time, look at me

Even when I call why? Where are you looking?

You are like a Mona Lisa without any answer

This is your spot, don’t leave me

@ KBS Music Bank office 

“oppa, bagaimana aku masuk kedalam? Aku takut tidak diperbolehkan masuk.”

“masuklah, aku ada didekat pintu.”

Hyun Joong oppa langsung mengakhiri pembicaraannya di ponsel. Aku menuju ke pintu masuk kantor KBS, aku langsung menemukan Hyun Joong oppa yang tengah duduk di sofa, tampak sedang menungguku. Lalu aku mendekatinya, ia sempat heran sekejap, aku langsung membuka kacamata hitamku, ia hampir saja tidak mengenalku bila aku tidak melepas kacamataku. Kemudian Hyun Joong oppa mengajakku ke waiting room SS501, tampak ke-4 lainnya sedang duduk santai menunggu nuna cordy yang akan merias mereka.

“sesuai janjiku, aku datang kemari tanpa tangan hampa.” aku mengambil isi dalam tas kantongku.

Mata mereka tampak lebih cemerlang dari sebelumnya. Aku memberikan beberapa lunch box untuk mereka, kotak yang dipenuhi dengan makanan. Mereka langsung menyantapnya sampai mulut mereka penuh dengan makanan.

“sering-seringlah kau datang sebelum kami tampil. Dengan senang hati aku akan menyambut kedatanganmu.” Kata Hyung Jun oppa yang mulutnya masih penuh dengan makanan.

“yaa! Yang kau inginkan dari kedatangannya adalah makanannya. Nappeun neo!” olok Jung Min oppa untuk Hyung Jun oppa.

“hahaa, gwaencanha. Bila oppadeul senang, aku akan membawakan lunch box sebelum kalian tampil.”

“tapi itu sangat merepotkanmu. Kau pasti sibuk juga dongsaeng-ah… kau harus lebih giat belajar karena kau akan naik kelas 3.” Hyun Joong oppa merangkul bahuku, benar-benar aku bisa mati kutu dengan perlakuannya, tapi ia sangat perhatian denganku.

“keu… keurae. Aku akan sesekali datang membawakan lunch box untuk SS501 oppadeul. Karena aku tak akan membiarkan oppadeulku kelaparan. hehehee” candaku untuk mereka.

“oh iya, kau sudah pernah muncul di televisi bukan?” Tanya Kyu Jong oppa tiba-tiba.

“ne, inilah gadis itu. Lebih cantik saat dilihat langsung ‘kan?” jawab Hyun Joong oppa cepat, aku mulai tersipu malu dari pernyataannya.

“benar, dia adik yang manis dan cantik.” Kyu Jong oppa menanggapi yang sama, bisa-bisa aku salah tingkah.

“Jaejin-ssi benar-benar pintar memilihnya saat itu. Aku malah merasa cemburu saat menonton acara itu.” Kata Hyun Joong oppa dengan serius namun sekejap tertawa besar.

“oppa….. sudahlah. Aku tak tahu harus meletakkan wajahku dimana karena pembicaraan kalian!” aku berlagak kesal karena mereka.

“letakkan saja wajahmu dihadapanku.” Mwo? Sejak kapan Young Saeng oppa bisa bercanda seperti itu?

“nappeun namja!” aku memukul Young Saeng oppa yang berada disampingku dengan bantal sofa, semuanya ikut tertawa melihat tingkahku.

***

Saatnya aku harus pulang, hari ini sungguh puas bisa bersama SS501 oppadeul, bercanda dengan mereka. Unforgettable Day! Hyun Joong oppa ingin mengantarku keluar dari kantor ini, tetapi saat melewati waiting room artis lain keluarlah Jaejin oppa dari ruangan itu tiba-tiba di hadapan kami. Ia melihatku!

“Kang Rae Yoo?” Tanya Jaejin oppa, kemudian Hyun Joong oppa melepaskan tangannya dibahuku.

“ne.” Aku sedikit menundukkan kepalaku, aku bingung situasi saat ini.

“ohh, Kim Hyun Joong sunbaenim!” sapanya saat melihat Hyun Joong oppa.

“bolehkah kutanya, sunbae mempunyai hubungan apa dengan Rae Yoo?” sambungnya dengan bertanya sangat penasaran.

“Hyun Joong oppa adalah…..” kata-kataku dipotong Hyun Joong oppa.

“Rae Yoo adalah fansku. Tetapi ia adalah fans yang sangat spesial bagiku dan member SS501. Maka dari itu ia sudah kami anggap sebagai adik kami.” Jelas Hyun Joong oppa santai.

“jinjjayo? Betapa beruntungnya gadis ini! Sunbae harus menjaganya baik-baik!” seru Jaejin oppa.

“hahaa oppa. Kau ini sungguh berlebihan!” aku tertawa kecil karena Jaejin oppa, dan Hyun Joong oppa hanya tersenyum.

“oh iya sunbaenim. Bolehkah aku berbincang pada Rae Yoo sebentar?” Tanya Jaejin oppa.

“bukankah tadi kau ingin pulang?” tanya Hyun Joong oppa padaku dengan ekspresi wajah yang terlihat seperti melarangku. ahh mungkin hanya firasatku saja.

“ne, tetapi Jaejin oppa ada perlu denganku.” Jawabku tersenyum kepadanya.

“baiklah, aku kembali dulu. Annyeong!” Hyun Joong oppa tersenyum tipis saat pergi.

“Rae Yoo-ya, Hyun Joong sunbaenim sudah menganggapmu sebagai adiknya. Kalau aku, aku harus mengganggapmu apa?” Tanya Jaejin oppa penasaran.

“kalau sebagai adikmu juga bagaimana?” kataku untuknya.

“aiiishh jinjja. Padahal aku mengharapkan yang lebih.” Umpatnya dan nada suaranya mengecil, apakah seperti itu yang ia katakan?

“MWO?! Apa yang oppa katakan?” aku menolehnya.

“aniyo. Ne, ne.. lebih baik kau menjadi adikku juga.” Suaranya terdengar seperti kecewa, lalu tiba-tiba ia merangkul bahuku.

“mari masuk sebentar, aku ingin mengenalkanmu kepada seseorang.” Katanya lagi, aku pasrah menuruti permintaannya.

– TBC –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s