FF “Breathing For You” [Chapter 10] [END]

Title : Breathing For You [Chapter 10] [END]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Kim Hyung Jun (SS501)
  • Shin Hye Ah
  • Park Jung Min (SS501)
  • Kim Ji Ra
  • Kim Kyu Jong (SS501)
  • Kang Young Ae
  • Go Tae Hee (Gi)
  • Heo Young Saeng (SS501)

Genre : School life, Humor, Friendship, Angst, Romance

Rating : PG-15+

PS :  Akhirnya udah kelar ><

Happy Reading ^^

***

Hyun Joong terdiam kaku, hatinya sudah seperti tersayat pisau yang tajam, rasanya ia ingin marah. Ia tak habis pikir kekasihnya sangat tega terhadapnya. Gi yang masih dalam keadaan bersembunyi di balik pohon juga melihat kejadian itu dan seketika air matanya jatuh membasahi wajahnya. Young Saeng dan Young Ae sangat tercengang melihat itu, terlebih Young Saeng, ia seperti mengulang sakit hatinya lagi.

Rae Yoo sungguh terkejut dengan kelakuan Hyung Jun, dan ia juga kaget karena adanya Hyun Joong yang melihatnya, air mata Rae Yoo tiba-tiba jatuh menetes, ia ingin menghempaskan tangannya ke Hyung Jun, tetapi Hyung Jun sudah lebih dulu menahan keduanya tangannya dengan sangat kuat, ia tidak bisa berontak karena hatinya sudah bercampur emosi dan sakit yang dalam, maka sampai tubuhnya tak berdaya. Hyun Joong langsung berlari pergi karena tidak sanggup dengan situasi itu, kemudian diikuti Young Saeng dan Young Ae yang mengikutinya.

“HYUN JOONG!”

Rae Yoo berteriak dan berlari mengejarnya. Namun baru setengah berlari, Rae Yoo jatuh berlutut, dan tangisannya semakin pecah. Hyung Jun datang dari belakang, ia mendatangi Rae Yoo dengan langkah santai.

“yaaa! Kejarlah. Sepertinya ia sudah membencimu.”

“apa yang kau lakukan tadi, haah? Apa maksudmu?!” teriak Rae Yoo, kemudian ia berdiri dan menampar wajah Hyung Jun.

“aku sangat kesal dengan Hyun Joong. Maksudku melakukan tadi hanya balas dendamku padanya karena kejadian malam itu. Aku tau, kau suka denganku bukan? Maka ciuman tadi itu anggap saja hadiah dariku karena kau sudah menyukaiku.” Kata Hyung Jun diiringi senyum liciknya.

“bajingan kau! Setan apa yang ada di hatimu?! Aku benar-benar menyesal karena sempat menyukaimu. Aku sungguh sakit saat menyukaimu, sekarang aku semakin sakit karena kau melakukan hal menjijikkan ini! Takkan ada yang bisa menggantikan Hyun Joong, dialah yang terakhir bagi hatiku. Sekarang apa maksudmu menghancurkan hubungan kami?!” Rae Yoo berteriak dan sekali lagi melayangkan tangannya ke arah wajah Hyung Jun namun dengan cepat ditepis tangannya.

“yaaa… kasar sekali sikapmu, tenanglah.” Hyung Jun masih berkata santai.

“babo! Nappeun saram! katakan apa maksudmu?!”

“aku melakukan ini karena aku masih mencintai adikmu!” tiba-tiba Hyung Jun juga berbicara dengan berteriak dihadapan wajah Rae Yoo.

“jeongmal babo! Bagaimana ia bisa menyukaimu lagi? Apalagi kau sudah melakukan hal bodoh ini didepannya. Dari dulu hingga sekarang ia hanya menyukai Heo Young Saeng bukan dirimu!” jelas Rae Yoo yang berteriak juga dihadapannya, seketika Hyung Jun lemas mendengarkan pernyataannya. Kemudian Hyung Jun pergi menjauh dari Rae Yoo dengan langkah lunglainya.

***

Hingga keesokan harinya kembali ke sekolah, Rae Yoo memanggil Hyun Joong dari luar pagar rumahnya tetapi tak ada sahutan dan tanda-tanda Hyun Joong di rumahnya. Berkali-kali Rae Yoo menelponnya tetap tidak ada jawaban. Dengan langkah lesu Rae Yoo pergi ke sekolah.

Sesampai disana, tidak ada kehadiran Hyun Joong di kelas. Hyun Joong tidak hadir tanpa keterangan. Rae Yoo semakin tidak bersemangat untuk mengikuti pelajaran. Pikirannya mengambang kejadian buruk kemarin, dimana ia melihat reaksi Hyun Joong yang sangat marah terhadapnya. Namun pikirannya tiba-tiba buyar karena wali kelas memberikan pengumuman.

“mulai hari ini, Kim Hyun Joong tidak belajar di kelas ini. Ia sudah di pindahkan ke kelas yang lebih baik. Ini adalah permintaannya. Karena saya melihat prestasinya yang mulai meningkat, jadi tidak masalah bila saya memindahkannya ke kelas inti.”

Hati Rae Yoo sangat terpukul, ia menduga bahwa Hyun Joong pindah ke kelas lain karena masalah dengannya. Ia benar-benar tak menyangka Hyun Joong akan menjauhinya.

***

“annyeong..” Sapa Rae Yoo untuk Young Saeng saat baru datang di meja Young Saeng & Young Ae di kantin.

“aku pergi kesana.” Kata Young Saeng yang tiba-tiba beranjak bangun dari kursinya dan pergi ke meja lain.

“Young Saeng…….” lirih Rae Yoo dan cukup terheran dengan sikap Young Saeng yang begitu acuh kepadanya.

“eonni, duduk saja disini. Temani aku makan.” Kata Young Ae sambil melahap makanannya.

“……”

“yaa… kenapa kau hanya melihat makananmu saja? ahh kau tampak lesu sekali….. Apa karena sikap Young Saeng oppa tadi?”

“bukan, karena Hyun Joong. Ia tidak sekelas denganku lagi, ia berusaha menjauh dariku.”

“waah… Hyun Joong sunbae menjadi berubah sangat drastis. Ia pasti sangat terluka. Aku tau bagaimana perasaannya saat dia melihatmu kemarin. Hyun Joong sunbae seperti itu karena ia sangat mencintaimu, tiba-tiba ia melihat kejadian yang tidak disangkanya. Ia pasti merasakan sakit yang sangat mendalam.”

“kau benar. Ia mengira bahwa aku telah mengkhianatinya. Padahal sama sekali aku tidak menyukai Hyung Jun lagi.” Perlahan air mata mulai menetes dari mata Rae Yoo.

“eonni, tabahlah. Suatu hari Hyun Joong sunbae akan memahami kejadianmu dan kembali kepadamu. Yakinlah.”

***

Hingga berjalannya waktu, sampai beberapa bulan, sesudah habisnya ujian akhir sekolah. Sebelumnya Rae Yoo sering sakit karena kurang makan dan banyak pikiran, karena ia tidak pernah bertemu Hyun Joong. Ditambah lagi, saat di kelas ia sering diolok-olokan oleh Hyung Jun. namun Rae Yoo tidak peduli, tetapi Jung Min dan Hye Ah yang selalu berusaha untuk menghentikan ejekan Hyung Jun.

“hei! Kapan kekasihmu itu kembali? Sudahlah, tidak perlu mengharapkannya lagi. Kau benar-benar bodoh, masih saja menunggu maafnya. ” Ejek Hyung Jun pada Rae Yoo.

“…………….” Rae Yoo hanya terdiam termenung.

“kenapa kau menjadi sangat berubah? Hyung Jun yang aku kenal dahulu adalah orang yang baik. Tak bosankah kau mengejeknya setiap hari?” Hye Ah membela Rae Yoo.

“kuharap kau kembali seperti dulu, aku merindukan Hyung Jun yang dulu.” Sambung Jung Min.

“aku tetap Kim Hyung Jun yang telah lama kalian kenal, inilah aku. Aku tak berubah!” bantahnya.

“terserah padamu. Kumohon, jangan mengejeknya lagi. Jangan tambah beban lagi dihatinya.” Kata Jung Min kemudian Hyung Jun langsung keluar dari kelas itu.

“babo! Aku Kim Hyung Jun, bukan siapa-siapa. Dasar babo!!”

Hyung Jun mengomel-ngomel di kantin, tentu saja yang ada disekitarnya begitu heran. Lalu ia berjalan ke pintu keluar, tiba-tiba seorang yeoja yang akan masuk ke kantin menabrak Hyung Jun dan Hyung Jun menumpahkan air dari minuman botolnya ke yeoja itu.

“jeongmal mianhae.” Ucapnya.

“gwaencanha.” Kata yeoja itu yang ternyata adalah Gi. Ia berbalik, tidak jadi masuk ke kantin tersebut. Hyung Jun malah berbalik ke arah kantin, dan di kepalanya terbayang kejadian dahulu di saat ia menumpahkan air minumnya ke baju Rae Yoo. *ada ceritanya dulu pas di part 1* Lalu ia memalingkan wajahnya ke arah pintu itu dan melihat Gi yang sudah ditarik oleh sekelompok Perempuan, Gi berontak untuk berusaha lepas dari mereka.

“apa yang kalian lakukan padanya?!” teriak Hyung Jun yang tiba-tiba menghampiri mereka dan menarik tangan Gi untuk menolongnya.

“aissh Jinjja. Oke, kami pergi!” marah salah seorang dan akhirnya pergi.

Hyung Jun merapikan rambut Gi yang sedikit kusut karena kekasaran perempuan-perempuan tadi, Gi heran dengan perlakuan Hyung Jun yang berubah menjadi sangat baik terhadapnya. Namun Gi langsung menepis tangan Hyung Jun, karena Gi masih sakit hati dengan kejadian Hyung Jun dan Rae Yoo. Ia pun akhirnya berjalan perlahan menjauhi Hyung Jun.

“kenapa denganmu?” Hyung Jun heran dengan tingkah Gi dan berjalan mengikutinya.

“tolong jangan dekati aku. Aku tak mau melihatmu lagi.” Kata Gi sambil mengusap air matanya yang mulai menetes.

“aku ada perlu denganmu. Kenapa kau jadi berubah seperti itu.” Hyung Jun menarik pergelangan tangan Gi, dan ia melihat wajah Gi yang sudah basah karena tangisannya.

“lepaskan! Aku tak mau mengenalmu lagi. Aku sudah tak sanggup.”  Akhirnya Hyung Jun melepaskan genggamannya dan Gi pergi menjauhinya.

***

Hyung Jun mulai berpikir, perlahan-lahan ia mengingat semuanya yang telah terjadi. Saat ia kehilangan Young Ae, dendam dengan sahabatnya yaitu Hyun Joong, sampai ia melampiaskan kedendamannya pada Rae Yoo, dan sampai semua teman-temannya tak habis pikir dengan tingkahnya yang berubah menjadi jahat. Tetapi ia bingung, kenapa ia imenjadi baik dengan Gi dan ingin mendekati gadis itu. Padahal Gi adalah satu-satunya orang yang paling ia benci dahulu.

“yoboseyo?” Terdengar suara yeoja dari handphone Hyung Jun.

“Gi…… aku ingin bicara denganmu, aku tunggu di taman belakang sekolah. Kumohon kau segera datang.”

Hyung Jun langsung menutup handphone nya, karena ia tidak menyebutkan namanya terlebih dahulu pada Gi. Gi tidak memiliki nomor Hyung Jun. Namun Hyung Jun memiliki nomornya karena sebelumnya Hyung Jun meminta nomornya pada Hye Ah.

Beberapa lama kemudian………

“ohh ternyata kau.” Ucap Gi yang telah di depan Hyung Jun.

“ada yang ingin kukatakan………… ” Hyung Jun belum menyelesaikan kata-katanya, karena Gi tiba-tiba ingin pergi, ia segera menarik tangan Gi untuk menahannya.

“aku sudah tak mengharapkanmu lagi. Kau jangan seperti ini.” Kata Gi terbata-terbata karena mulai menangis.

“mianhaeyo..” ucap Hyung Jun dan memeluk Gi dari belakang, Gi sungguh terkejut dengan itu..

“aku merasa sangat bersalah denganmu. Mungkin kau sudah banyak tersakiti karena aku. Maafkan aku.”

“benar. Aku sudah sangat tersakiti karenamu, sejak saat kita kecil sampai sekarang. Aku tidak bisa memahami tingkahmu. Mengapa saat ini kau berubah seperti ini?”

“mari kita buka lembaran baru. Sejujurnya, aku mengharapkanmu. Entahlah, mungkin kau tidak mau bersamaku, tapi berikan aku kesempatan. Maafkan aku, aku ingin memulai cerita baru dengan mulai mencintaimu. Lupakanlah kejadian saat aku berciuman dengan Rae Yoo, karena aku tidak mencintainya, itu hanya perlakuan bodohku karena aku ingin balas dendam dengan Hyun Joong, aku sangat menyesali itu. Kumohon kau jangan tersakiti lagi karena itu. Aku ingin belajar mencintaimu.”

Hyung Jun mengatakan semuanya, lalu akhirnya Gi berbalik dan memeluk Hyung Jun dengan erat, begitu juga Hyung Jun membalasnya.

“inilah yang sebenarnya kuinginkan. Sungguh tak terduga.” Ucap Gi sambil tersenyum puas.

“aku hanya mengikuti kata hatiku. Aku menyadari bahwa aku mengharapkanmu.” Balas Hyung Jun juga dengan tersenyum.

“aku juga akan belajar mencintaimu lagi. Berjanjilah kau jangan sampai kembali seperti dahulu.”

“ne, aku janji. Saranghaeyo…” Hyung Jun semakin erat memeluk Gi.

***

Suatu hari Rae Yoo pergi sendirian ke sebuah kampus yang akan ia tempati untuk melanjutkan belajarnya sebelum ia mengikuti tes di tempat itu. Rae Yoo hanya sembarang melihat-lihat lingkungan kampus itu dan setelah itu ia memutuskan untuk pulang ke rumah. Rae Yoo berjalan untuk mencari taksi, pandangannya sudah agak kabur, dan tubuhnya terasa sangat lemah, tiba-tiba Rae Yoo pingsan di trotoar jalan, orang-orang di sekitar itu datang dan segera menolong Rae Yoo dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

* Hyun Joong’s POV *

Baru kali ini aku merasakan menderita karena cinta. Sungguh sakit. Amarah, cemburu, dan sakit hati sudah bercampur dan kejadian kemarin terus terngiang dikepalaku, hatiku seakan-akan telah hancur! Apakah Rae Yoo telah mengkhianatiku? Ataukah Hyung Jun yang sengaja melakukan itu? Kang Rae Yoo, sebenarnya aku sangat mencintaimu, maka dari itu aku ingin menjauhi dirimu, karena aku sungguh tidak sanggup menerima semua ini. Aku sudah sangat tersakiti karenamu.

Aku cukup terlihat seperti orang stres dan frustasi yang melihat jendela rumah dan mengamati pekarangan rumah yang disinari matahari senja. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar rumah, sangat kebetulan orang tuaku sedang di luar kota, aku bisa bebas di luar rumah. Aku menaiki mobil dan membanting setir. Aku tidak tau kemana arah tujuanku malam ini. Aku mengitari kota sampai 1 jam lamanya, dan mataku tertuju pada sebuah bar. Aku berhentikan mobilku, kemudian aku masuk ke bar itu. Lumayan ramai orang-orang di bar ini, ada beberapa wanita yang mendekatiku dan menggodaku. Shireo! Aku tak suka itu… aku mengambil tempat untuk kududuki sendiri. Aku memesan satu botol bir, lalu aku meminumnya. Aku rasa masih kurang, aku memesan dua botol lagi. Aku benar-benar gila, ini pertama kalinya aku minum minuman beralkohol, sampai 3 botol. Pandanganku kabur, kepalaku sedikit sakit, aku sudah mabuk berat. Aku beranjak dari tempatku dan berjalan dengan sempoyongan untuk mencari pintu keluar. Tanpa sadar, aku menabrak seseorang. Aku mengedip-ngedipkan mataku untuk berusaha melihat orang tersebut, ternyata Heo Young Saeng. Ia terlihat mabuk juga.

“Hyun Joongie~” ia menyapaku.

“ohh kau. Kau sangat aneh.” Omonganku mulai kacau.

“hahaa.. kau juga aneh! aku pulang bersamamu saja ya… teman-temanku pada sibuk disini.” Pintanya.

Young Saeng langsung melingkarkan tangannya ke bahuku, begitu juga aku, aku meletakkan tanganku ke bahunya, agar kami bisa berjalan karena kami sama-sama sedang mabuk.

Aku mengendarai mobilku, Young Saeng disampingku mengajakku bicara dan aku tertawa terbahak-bahak karena mengeluarkan lelucon aneh untuknya, Young Saeng pun sudah terlihat semakin aneh karena aku. Aku merasa seperti tak ada beban hidup lagi di dunia ini. Aku merasa bahagia. Tetapi tiba-tiba tanganku seperti tak bertenaga untuk memegang setir, mataku sungguh kabur, tiba-tiba aku merasakan benturan keras dari arah depan mobilku…………………………….. Dadaku sakit luar biasa, pikiranku terbayang saat-saat dimana aku bersama Rae Yoo. Semakin lama, semakin gelap …………

***

“aku dimana?”

“kau dirumah sakit, eonni. Kau terlihat masih pucat, kenapa kau tetap tidak mau makan? Kalau tau begini, tadi aku tidak akan membiarkanmu pergi kemana-mana.” Kesal Young Ae.

“maafkan aku.” Ucap Rae Yoo dengan nada suara lemahnya.

“andwae. Aku yang harus minta maaf, karena aku sudah membentakmu. Mianhae ucapanku tadi.” Kata Young Ae yang tak tega dengan kondisi kakaknya.

“eomma, appa. Mereka sudah menjengukku?” Tanya Rae Yoo.

“sudah, tapi appa, eomma menyuruhku menjagamu disini. Mereka sangat sibuk.”

“ya sudahlah. Aku bisa mengerti.” Jawab Rae Yoo sedikit kecewa.

“oh iya eonni, kau harus menginap 2 hari disini. Gejala maag mu harus disembuhkan dan eonni pun masih demam.” Jelas Young Ae.

“kasian sekali diriku. Hmm, besok kau sekolah ‘kan? Sebaiknya kau pulang saja. aku tidak apa-apa sendirian disini.”

“gwaencanha. Besok pagi aku akan segera pergi ke sekolah, lagipula aku tidak berani pulang sendirian malam-malam.”

“kenapa tidak menyuruh Young Saeng kemari juga?” Tanya Rae Yoo.

“Young Saeng oppa tidak bisa dihubungi. Aku jadi khawatir.” Jawab Young Ae dengan cemas.

Keesokan harinya……….

Rae Yoo masih tertusuk selang infus ditangannya, karena bosan dengan ruang rawatnya, ia keluar dan berjalan di koridor rumah sakit. Tak sengaja ia menemukan sebuah kalung di dekat pintu ruangan UGD, kalung yang tidak asing lagi baginya. Lalu ia mencocokkan dengan kalungnya, kalung itu sama dengan miliknya. Rae Yoo terkejut dan menutup mulutnya. Ia bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi pada Hyun Joong?

Kemudian Rae Yoo dengan pelan berjalan ke tempat resepsionis rumah sakit. Ia bertanya pada petugas disitu tentang keberadaan Hyun Joong, petugas tersebut berkata bahwa ada 2 orang semalam yang baru masuk UGD karena kecelakaan. Rae Yoo sungguh tak percaya, ia tidak yakin bahwa orang yang dimaksudkan adalah Hyun Joong. Ia memutuskan untuk ke ruang UGD lagi dan disana ia bertanya pada seorang dokter untuk memastikan yang sebenarnya.

“apakah tadi malam ada pasien yang kecelakaan?”

“ada. Ada 2 orang pasiennya.”

“apakah anda mengetahui identitas mereka?”

“saya baru menemukan masing-masing dari dompet mereka. Sebaiknya kau lihat dahulu, mungkin kau mengenali mereka.”

Dokter menunjukkan dua dompet yang ada di atas meja, Rae Yoo mengambil salah satunya dan menemukan kartu identitas atas nama Heo Young Saeng. Rae Yoo sungguh terkejut, dan ia membuka dompet satunya lagi dan menemukan kartu identitas atas nama Kim Hyun Joong. Rae Yoo semakin terkejut, ia sungguh tak yakin. Akhirnya dokter tersebut mengantarkan Rae Yoo ke ruang Hyun Joong dan Young Saeng dirawat. Rae Yoo diperbolehkan memasuki ruangan itu sendiri saja.

“apa yang kalian lakukan? Kenapa ini terjadi pada kalian?” Rae Yoo mulai menitikan air matanya melihat kondisi 2 orang yang disayanginya itu. Namun Rae Yoo lebih memilih menghampiri Hyun Joong yang masih belum sadar di ranjang rawatnya dan duduk di tepi ranjangnya. Tangisan Rae Yoo bertambah saat memegang tangan Hyun Joong.

“ini sungguh mengagetkanku. Aku takut kehilanganmu. Karena aku masih mencintaimu. Aku sungguh terluka saat kau menjauhiku, sampai aku merindukanmu di sepanjang waktu. Tanpa melihatmu, tanpa kabarmu, sungguh menyakitkan. Aku tentu tahu apa yang kau rasakan, sakit yang mendalam. Maafkan aku, waktu itu aku benar-benar tidak bisa berkutik dari Hyung Jun, aku tidak suka menerima itu darinya. Aku tidak menyukainya. Kau adalah orang yang sangat baik yang pernah kutemui. Kumohon, maafkan aku. Aku masih sangat mencintaimu.”

Lalu Rae Yoo mendekat ke arah wajah Hyun Joong yang masih tertidur. Rae Yoo mengecup lembut bibir Hyun Joong. Kejadian itu di lihat Young Saeng yang masih terbaring di tempat tidurnya yang tak jauh dari mereka, Young Saeng meneteskan air matanya sekali karena melihat itu.

“Kang Rae Yoo, aku benar-benar tidak bisa mendapatkanmu lagi. Aku menyerah, aku tak akan mengejarmu lagi. Kuharap Hyun Joong akan memaafkanmu.” Gumam Young Saeng dalam hati.

“sss… aaahh.. sakitt.” Keluh Hyun Joong yang mencoba membuka matanya secara perlahan.

“Hyun Joong-ah, gwaencanhayo?” Tanya Rae Yoo yang tersontak berhenti menangis karena Hyun Joong bangun.

“dadaku sakit sekali…..” keluhnya lagi, tak sanggup menahan sakitnya.

“omo! Apa yang terjadi denganmu? Hyun Joong-ah, jangan sampai terjadi apa-apa padamu.” Rae Yoo menangis lagi.

“mungkin ada masalah pada tulang rusukku atau paru-paruku. Tetapi, terima kasih sudah membangunkanku. Sebetulnya aku menyadari apa yang kau katakan dan lakukan terhadapku.” Kata Hyun Joong yang seketika tersenyum.

“jeongmalyo? apakah kau mau memaafkanku?” Tanya Rae Yoo yang berusaha mengusap air matanya.

“ne, aku memaafkanmu.” Jawab Hyun Joong dengan senyum khasnya.

“gomawoyo!” Rae Yoo sangat gembira dan segera memeluk Hyun Joong tapi Hyun Joong dengan isyarat tangannya memegang dadanya yang sakit agar Rae Yoo tidak memeluknya dan Rae Yoo pun mengerti.

“janji, jangan menyakitiku lagi. Jangan pernah pergi dariku.” Pinta Hyun Joong sambil menggenggam erat tangan Rae Yoo.

“ne, aku janji. Lekaslah sembuh. Aku sangat merindukanmu.” Ucap Rae Yoo sambil tersenyum.

“kau sakit apa? Kenapa sampai membawa botol infus itu?” Tanya Hyun Joong karena melihat Rae Yoo yang juga memakai baju pasien.

“entahlah, kata Young Ae, gejala maagku harus disembuhkan. karena aku jarang makan sampai aku pingsan.”

“kenapa kau melakukan itu? Kau menyakiti diri sendiri.”

“mianhae.. aku merasa tak bisa hidup tanpa melihatmu dari mataku.”

Tiba-tiba handphone Rae Yoo berbunyi dan ternyata panggilan dari Young Ae, Rae Yoo menyuruh adiknya untuk segera mencari kamar Hyun Joong dan Young Saeng dirawat. Beberapa menit kemudian Young Ae datang dan sungguh terkejut dengan keadaan Young Saeng yang kepalanya di baluti perban. Young Ae langsung memeluk Young Saeng yang terbaring lemah, dan menangisi namja itu.

“oppa. Kenapa ini terjadi padamu?”

“jangan khawatir, aku akan segera sembuh.” Kata Young Saeng berusaha tersenyum

***

Hari Upacara Kelulusan pun tiba. Setelah acara itu selesai, banyak murid berada yang berada di luar aula sekolah.

“Kang Young Ae!” teriak Young Saeng yang berlari menghampiri Young Ae.

“omo oppa! Chukae! Akhirnya kau akan menjadi mahasiswa!” Young Ae langsung memeluk Young Saeng gembira, sekejap Young Saeng sangat senang.

“mari kita berpoto!” ajak Young Saeng dan mereka mengambil foto berdua, lalu Young Saeng meminta untuk mengambil satu foto lagi, ia menyuruh Young Ae untuk mencium pipinya sebagai pose foto mereka. Young Ae menolak, tetapi Young Saeng menunjukkan wajah kesal dengan cemberut dan Young Ae akhirnya menuruti permintaan Young Saeng. Dengan malu-malu, Young Ae mencium pipi Young Saeng, sesudah itu Young Saeng tertawa geli karena wajah Young Ae sudah merah padam.

“waeyo?” Tanya Young Saeng yang masih dengan tawanya.

“oppa, berhenti!” Young Ae cemberut.

“mianhae. Ahh iya, ada sesuatu yang ingin kukatakan.”

“aku tak mau dengar!” Young Ae membuang mukanya pada Young Saeng.

“saranghae.” Bisik Young Saeng ke telinga Young Ae.

“aku tak percaya.” respon Young Ae cuek.

“apa kau tak mau menjadi yeojachinguku?” Tanya Young Saeng serius.

“yeojachingu? Ne, aku mau.” Jawab Young Ae mantap.

“gomawoyo!” Young Saeng langsung memeluk Young Ae dengan erat.

“Hyun Joong-ah, tunggu aku!” teriak Hyung Jun

“mworago?”

“seperti yang kau tahu, bahwa kesalahanku sangat banyak. Aku ingin minta maaf padamu masalah yang lalu itu.”

“kau telah menyadari semuanya?”

“ne, mianhae, jeongmal mianhae. Hubungan persahabatan kita hancur karena aku. Aku ingin kita bersahabat lagi seperti dulu.”

“aku maafkan kau.” Kata Hyun Joong berbesar hati.

“jeongmal gomawo!” Hyung Jun memeluk Hyung Jun sebagai sahabatnya.

“Teman-teman, maafkan kesalahanku selama ini. Aku akan mencoba menjadi orang yang lebih baik lagi.” Kata Hyung Jun kepada semuanya yang sedang berkumpul.

Lalu Hyun Joong, Hyung Jun, Jung Min, Kyu Jong dan Young Saeng saling berpelukan bersama-sama. Dan yang lainnya, Rae Yoo, Hye Ah, JiRa, Young Ae, dan Gi mengajak mereka berpoto bersama-sama karena hari itu hari terakhirnya mereka mengenakan baju seragam sekolah, kecuali Young Ae, ia akan duduk di kelas 3.

Pasangan Jung Min dan Hye Ah, Kyu Jong dan JiRa tidak ada permasalahan lagi diantara mereka.

Young Saeng mengatakan cintanya pada Young Ae, karena Young Saeng sadar bahwa ia tak akan bisa mendapatkan Rae Yoo dan ia berusaha untuk lebih menyayangi Young Ae lagi.

Hyung Jun dan Gi mencoba untuk saling memahami dan mencintai, karena inilah awal permulaan mereka.

Hyun Joong sudah sehat kembali, akhirnya penjelasan Rae Yoo dapat diterimanya, dan kini mereka kembali bersama-sama.

Kesepuluh orang tersebut berjanji untuk tidak saling melupakan walau universitas mereka saling terpisah, dan berjanji untuk menjaga hubungan pertemanan mereka.

THE END

2 thoughts on “FF “Breathing For You” [Chapter 10] [END]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s