FF “You’re My Precious” [Chapter 3]

part 03

Title : You’re My Precious [Chapter 3]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Lee Jaejin (FT Island)
  • Mir (Bang Cheol Yong) (MBLAQ)
  • Lee Taemin (SHINee)
  • Choi Sulli (f(x))

*will add another cast in next chapter*

Special Appearance :

  • SHINee members
  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)

Genre : School life, Angst, Romance

Rating : PG-13

PS :  Happy Reading ^^

***

Hello! I acted confidently

I want to talk to you for a moment

I might stutter a little, though

Who knows we might actually be together

 – Kang Rae Yoo’s POV –

Aku sudah sampai di School of Performing Arts Seoul. Sekolah yang megah dan sangat elit, tapi masih kuanggap sekolah ini sama saja seperti sekolah-sekolah yang ada di Negara ini. Mungkin karena banyak artis yang bersekolah disini? Kkkkk, Jaejin oppa juga lulusan sekolah ini.

Kemudian aku berjalan menuju aula sekolah. Aula sekolah ini 2 kali lipat lebih luas dari aula SMP ku. Aula ini sudah seperti tempat konser besar saja, hahahaa. Sepertinya semua murid dan murid baru sudah berkumpul disini.

“Selamat datang di acara Tahunan untuk murid-murid School of Performing Arts Seoul! Acara ini diadakan 2 kali dalam setahun, setiap awal masuk sekolah dan setiap kenaikan kelas/kelulusan. Bagi murid baru kita yang belum tahu acara ini, berikut saya jelaskan lagi. Kalian boleh mengikuti kontes ini, kalian bebas menampilkan bakat kalian, dan jika kalian bisa menampilkannya diatas panggung ini, kalian akan mendapatkan nilai tambahan di buku hasil nilai masing-masing.”

“Baiklah. Siapa yang pertama ingin tampil? Kalian boleh angkat tangan dan saya akan memperbolehkan kalian berekspresi di panggung ini.” jelas seorang guru yang menjadi MC.

Diantara beberapa murid yang maju, ada beberapa artis seperti Sulli f(x), Suzy miss A, Hyeri Girl’s day, dan lain-lain. Mereka adalah sunbaeku. Padahal aku juga menunggu artis yang satu tingkatan denganku untuk tampil, tapi sepertinya tidak ada atau aku saja yang tidak mengetahuinya?

Setelah beberapa orang menampilkan bakatnya, aku berpikir ingin menampilkan bakatku. Tanpa gugup, aku berdiri dan mengangkat tanganku, kemudian aku disuruh naik ke atas panggung itu.

“Perkenalkan diri anda!” minta MC itu.

“Chonun Kang Rae Yoo imnida. Aku murid tahun ini. Mannaseo bangapseumnida, chingudeul.”

“Wuaah, akhirnya setelah ditunggu-tunggu, murid tahun ini ada yang berani tampil disini!” puji MC itu untukku. “Apa yang ingin kau tampilkan?”

“Aku akan menampilkan hobiku yaitu dance.” kataku dengan percaya diri.

“Baiklah, tampilkan bakatmu!”

Alunan musik pun diputar, aku menggerakkan badanku dengan lentur. Aku mengikuti irama lagu dengan cermat. Setelah selesai, akhirnya aku mendapatkan tepuk tangan meriah dari para murid-murid dan guru-guru yang menyaksikan penampilanku.

Setelah sampai 3 jam acara itu berlangsung, akhirnya pemenang diumumkan.

“Ok. Untuk kategori dance, juara 1 bagi Putri, dan akan mendapat gelar Dance Queen tahun ini, didapatkan oleh……………… Kang Rae Yoo!”

Aku kaget, bagaimana bisa aku bisa mendapatkan ditempat pertama? Sungguh tak dipercaya!

Dengan gugup, aku kembali naik ke panggung itu. Aku menerima sebuah bingkisan besar dari kepala sekolah sebagai hadiah. Ia sangat salut, karena hanya aku murid tahun ini yang satu-satunya mendapatkan juara, di posisi pertama pula!

“Cukhae!” ujar seorang murid di sebelahku, ia sangat cantik, imut, senyum yang manis, tetapi ia tersenyum sinis untukku, pandangan tajamnya terlihat sangat tidak menyukaiku. Ia pemenang urutan ke3. Apakah ia membenciku? Aku sebal melihat tatapannya tadi. Tidak mungkin Sulli eonni jahat seperti itu kepadaku.

***

“Annyeong eonni!” sapaku untuk seseorang di gerbang sekolah.

“Apakah aku eonnimu? Ini sekolah! Aku sunbaemu dan kau adalah hoobaeku. Jangan sok akrab denganku!”  jawabnya ketus terhadapku. Aku langsung menjauhinya dan berdiri di belakangnya. Kenapa ia berbeda sekali? Saat di acara televisi, ia begitu baik, sangat innocent. Seperti inikah sifat aslinya? Sabarlah Kang Rae Yoo! Baiklah, aku memang bukan dongsaengnya, kuharap aku jarang bertemu dengannya. Dasar Sulli arogan!

Sebuah mobil van berhenti, ku yakin pasti itu jemputannya, tetapi ia belum berjalan ke arah mobil tersebut, namun pintu mobil itu terbuka dan orang itu …

“Sulli-ah, hari ini kebetulan kami menjemputmu.” teriak orang itu memanggil Sulli, segera aku menundukkan kepalaku, aku takut jika orang itu masih mengenalku. Mati aku!

“Yaa! Neo!” aku terkejut dan melihat orang itu ternyata memanggilku, segera aku membalikkan tubuhku dan bersiap pergi dari tempat itu.  Sial! Tanganku di cegah oleh seseorang, pasti dia, aigoo!

“Jinja! Kau sombong sekali. Aku masih mengenal wajahmu!” jengkelnya padaku, aku merinding ketakutan. Aku takut ia akan mengejarku lagi seperti dulu karena satu kesalahan yang telah kubuat kepadanya.

“Waeyo? Aku tidak akan membunuhmu, Kang Rae Yoo.” Ia menaikkan daguku, sehingga wajah kami berhadapan. Omona!! Aku menepis pelan tangannya agar tidak memegang daguku lagi.

“Ka.. kau seorang artis. Ja.. jangan menyentuhku seperti itu di gerbang sekolah.” ucapku gugup, ia tertawa garing.

“Kau takut? Apakah kau takut karena telah melihat tubuhku tanpa baju?” godanya.

“Andwae!! Jangan bicarakan hal itu lagi, jebal, jeongmal jwesonghamnida.” mohonku kepadanya. Jinja, imageku benar-benar sudah buruk dimatanya. Ia terdiam sejenak, apa yang di pikirkannya?

“Se.. sejak kejadian itu, aku tidak bisa memaafkanmu. SHInee World saja belum melihatnya, dan kau yang terlebih dahulu melihatnya. Aku sudah tidak adil dengan penggemarku!” ya ampun, perkataannya tinggi sekali.

“Ya sudah. Urusanku belum selesai denganmu, mungkin besok-besok aku akan menemuimu lagi.” katanya dan beranjak pergi, ternyata mobil jemputanku sudah menunggu. Mobilku menunggu di belakang mobil jemputan Sulli sunbae. Aku berjalan dan melewati mobil mereka, terdengar samar-samar suara Sulli dan Taemin membicarakanku. Whatever, aku tidak peduli. Lama-lama aku kesal dengan mereka, sikap mereka seakan-akan semuanya palsu saat di acara televisi.

***

Sudah beberapa minggu aku bersekolah. Seperti biasanya, aku tidak akan berteman dekat dengan siapapun, aku tidak ingin di bodoh-bodohi seperti saat di SMP lalu. Hubungan pertemanan yang tidak tulus, pengkhianat sekali. Berteman hanya untuk memanfaatkan kepentingannya sendiri. Salah satu yang paling menjengkelkan adalah di saat aku masih menduduki kelas 1, karena insiden aku tidak sengaja melihat Taemin sedang ganti baju di Changing room di ruangan dance, sebenarnya ia juga yang salah, kenapa dia tidak mengunci pintunya.

Sejak saat itu, hidupku tidak tenang, dia seakan menerorku, setiap hari aku menerima surat dari lokerku yang berisikan kata-kata aneh darinya, dan aku sampai berpikir, apakah ia menyukaiku? Gila sekali jika kenyataannya seperti itu. Jika aku bertemu dengannya, aku memintanya berhenti mengirimi surat-surat aneh itu dan sudah ribuan kata maaf telah kulontarkan untuknya tapi ia tidak memaafkanku. Dan dampak apalagi setelah itu? Setelah itu semua orang mendekatiku dan ikut menerorku karena mereka melihat Taemin memasukkan surat di lokerku setiap pagi. Ada yang meminta tanda tangan Taemin denganku, maklum saja, ia sudah populer di sekolah karena ia Training di SMent, apalagi dia cukup terkenal karena dia salah satu murid yang mahir dance di sekolah, mereka mengira bahwa aku punya hubungan dengannya, tapi Taemin tidak mau menanggapi mereka, ia tidak peduli semua murid berkata apa, terlebih lagi dia hanya diam karena dia tidak suka pada tingkah semua murid tersebut.

Jelas saja ia tidak peduli, saat itu dia akan meninggalkan sekolah karena dia sudah kelas 3. Dan ia sama sekali tidak menghiraukan keadaanku, untung saja dia tidak mengatakan insiden itu, akan lebih buruk lagi imageku di kenal oleh semua murid, dan mungkin saja aku akan dibunuh oleh penggemarnya. Argghh, mengerikan sekali. Hanya hal kecil yang sepele kurasa, bisa di perbesarkan olehnya. Badannya waktu itu tidak ada menariknya sedikit pun, kurus sekali. Dan aku heran kenapa banyak sekali yang menyukainya, mereka pasti adalah orang gila semua.

Seharusnya aku sudah lega, karena itu hanya berlangsung selama 1 tahun saja. Tetapi sekarang aku mendapatkan kesialan itu lagi. Kenapa aku harus bertemu dengannya kembali? Masa sekolahku benar-benar suram!

***

Sekarang aku di ruangan dance sekolahku. Aku sedang berkumpul duduk santai dengan beberapa murid yang lain, wajah-wajah mereka tidak asing bagiku karena mereka adalah juara di acara kemarin itu. Tentu saja si Sulli arogan ada disini.

“Songsaengnim ingin memberitahukan, kali ini ada Showcase yang akan diadakan akhir tahun nanti. Showcase ini berbeda karena akan digabungkan dari beberapa sekolah seni yang unggul. Sekarang saya akan mendiskusikan beberapa orang yang akan tampil dalam urutan acara.”

Pasti showcase ini akan hebat sekali.

“Songsaengnim! Jika kami ada jadwal comeback di akhir tahun, bagaimana? Apakah kami akan tetap ikut juga?” tanya Suzy sunbae.

“Saya akan mencari penggantinya. Nah, sekarang saya umumkan, pertama untuk Kang Rae Yoo. Karena saya melihat potensinya yang sungguh bagus, saya akan memilihnya untuk penampilan couple dance bersama salah satu murid dari Fine Arts School bernama Lee Taemin.”

MWO?! Kenapa harus dengan Taemin? Aku harus protes!

“So…songsaengnim, kenapa harus aku? Bukankah murid lainnya ada yang lebih mahir dari pada aku?” tanyaku kelabakan

“Rae Yoo-ya, lebih baik dirimu yang tampil nanti, maka dari itu kau terpilih juara 1 dan kau adalah Dance Queen diantara yang lain. Lee Taemin juga termasuk murid yang terbaik di sekolahnya, maka akan menjadi penampilan yang sangat bagus dari kalian berdua.” songsaengnim tersenyum bangga kepadaku sambil menepuk bahuku, tidak mungkin aku menolak permintaannya, pasti ia akan kecewa sekali. Di setiap latihan, ia selalu menasehatiku dan menyemangatiku.

Kulihat Sulli tampak kesal dan wajahnya kusut, ia menatapku jengkel. Pasti ia tidak terima dengan semua ini. Kalau bukan karena songsaengnim, aku tidak akan mengikuti acara ini dan tidak membuat Sulli semakin kesal, anak itu benar-benar menyukai Taemin. Heuuh.

“Songsaengnim! Dimana aku akan berlatihan dengan Lee Taemin-ssi?” tanyaku seketika.

“Di SM Entertainment. Akan aku kabarkan lagi kapan kau akan mulai berlatih dengannya.”

“MWO?!”

***

Mobil songsaengnim berlaju dengan cepat. Setelah 15 menit kemudian, mobil ini memasuki pekarangan kantor SM Entertainment, aku menelan ludah karena mulai gugup, pasti aku akan bertemu beberapa artis di sana, Super Junior, TVXQ, SNSD, BoA bahkan Lee So Man-ssi, omo!

Songsaengnim menuntunku masuk ke dalam kantor tersebut, lalu kami memasuki ruangan latihan dance yang biasanya dipakai oleh artis-artis SM.

“Kepala sekolah sudah sepakat dengan Lee So Man-ssi langsung, jadi kau bisa berlatihan disini. Tunggu disini, Lee Taemin akan datang beberapa menit lagi.” jelas songsaengnim kepadaku, aku mengangguk menurutinya.

“Menunggu Taemin? Bergabung saja dahulu bersama kami, songsaengnim. Agar ia tidak sendirian.” sahut seseorang dengan sopan, Minho oppa?

“Ohh, keurae. kamsahamnida. Tolong jaga muridku ini sebentar. Chalga!” ucap songsaengnim gembira dan bergegas pergi.

Aku menatap takjub pada Minho oppa, tampan sekali dia jika dilihat dari dekat seperti ini, kkkkk. Ia mengajakku  berkumpul bersama member SHINee yang sedang beristirahat, tampak mereka kelelahan.

“Tampil bersama dengan Taemin?”

“Apakah kau seumuran dengan Taemin?”

“Apakah kau berteman dengan Taemin?”

Aku diserang beberapa pertanyaan dari Minho oppa, Onew oppa, dan Jonghyun oppa, kecuali Key oppa. Ia tidak terlalu penasaran denganku.

“Aku ingin tanya sesuatu.” Key oppa tiba-tiba berdiri dan langsung menarik tanganku, tentu saja ke tiga member itu menjadi heran. ia mengajakku ke sudut ruangan. Ahh Key oppa ‘kan teman dekatnya Jaejin oppa. Oh iyaa, dengan Mir oppa juga! Pasti ia akan menyelidikiku.

“Kau pacarnya Jaejin ‘kan?” Key oppa menodongku dengan pertanyaannya. Bagaimana ia bisa tahu?

“Tidak perlu menjawab. Aku tahu segalanya tentangmu.” sambungnya, ia sambil memperlihatkan sebuah foto di ponselnya, foto aku bersama Jaejin oppa.

“Ne, aku berpacaran dengan Jaejin oppa.” jawabku jujur.

“Apakah kau sudah memberitahukan Showcase ini pada Jaejin?” tanyanya.

“Key-ssi, tolong jangan beritahu hal ini pada Jaejin oppa, biar aku sendiri yang memberitahunya.” aku memohon padanya

“Ok. Percaya saja padaku.” kata Key oppa meyakinkanku. “Heii, panggil saja aku oppa, jangan canggung begitu. Untuk semua member SHINee, kau harus memanggil kami oppa, termasuk untuk Taemin.” kata Key oppa sambil tersenyum ramah, yang benar saja aku harus memanggil Taemin dengan sebutan oppa?

Tak berapa lama kemudian, Taemin datang, tentunya bersama dengan Sulli, namun Sulli langsung ke sebuah ruangan, yang kuyakini itu Changing room. Taemin berjalan dan tersenyum saat melihatku, apa-apaan dia? Aku akan mencoba untuk tidak takut padanya, kuharap ia tidak mengungkit-ungkit kejadian buruk itu.

Choreographer pun baru datang juga, kami duduk berkumpul untuk berkompromi gerakan dance yang akan kami pelajari.

“Jadi kalian berdua harus dance berpasangan?” tanya choreographer tersebut.

“Keurae, sunbaenim.” jawab Taemin cepat.

“Taeminnie, kau sudah dewasa ya. Ini pertama kalinya kau dance dengan seorang gadis ‘kan?” goda Jonghyun oppa untuknya, wajahku menjadi merah merona sepertinya. Ini juga pertama kalinya aku dance dengan seorang anak lelaki.

“Hyung, aku tidak selamanya menjadi anak kecil terus!” protesnya.

“Sudah, sudah! Tidak ada yang perlu di debatkan.” lerai guru dance itu. “Saya sarankan, karena kalian harus dance berpasangan, koreografinya harus yang menarik, ada keromantisan atau kemesraan cinta anak remaja, seperti berpegangan tangan, berpelukan, ataupun mungkin berciuman.”

“Taemin! Andwae!” teriak keempat hyungnya Taemin.

Hah! Yang benar saja? Aku harus melakukan semua itu dengan Taemin? Shireo, shireo! Dunia ini bagai kiamat jika aku harus melakukan semua itu dengannya! Aku melihat Taemin dari sudut mataku, terlihat ia hanya tertunduk pasrah, mungkin ia tidak suka juga menerima semua ini.

“Nah, sebaiknya kita coba dulu hari ini. sepertinya saya sudah mendapat ide beberapa koreografinya.” kata guru dance itu menyuruhku dan Taemin untuk dance bersama.

Pertama, guru dance ini menyuruh kami berdansa, koreografi diatur olehnya. Aku harus memegang sisi kiri punggung Taemin, ia menjulurkan tangannya dan aku harus memegang tangannya. Choreographer tetap memberi arahan, Taemin dengan ragu memegang pinggangku. Tak kusangka ternyata jarak kami dekat juga kalau begini, aku tak mau melihat wajahnya, bisa-bisa aku jadi salah tingkah, kegugupan sudah menjalar-jalar di tubuhku!

“Rae Yoo-ya, matamu jangan melihat ke sekitar saja, kau harus melihat ke mata Taemin juga!” teriak Choreographer itu. Aigoo….!

“Demi acara itu, kau jangan memberi pandangan kebencian seperti itu.” bisik Taemin serius.

“Oh, mianhae. Sungguh aku tak membencimu.” jawabku pasrah, rasa takut padanya muncul lagi di diriku.

“Kyaaa!! Taeminnie andwae!” keempat Hyung Taemin sedari tadi bersorak saat melihat kami sedekat ini, terutama Key oppa yang paling heboh. Ahh dia memang benar-benar eommanya Taemin. ckckckc

Gerakan dansa kami belum terlalu sulit, jadi kami hanya bergerak maju mundur secara cepat dan sampai gerakan aku harus lepas dari Taemin lalu aku kembali dan Taemin mendekapku dan berdansa lagi. Disela-sela tadi, aku hampir saja jatuh karenanya. Ia kira hanya dia saja yang gugup? Aku juga gugup! Awas saja kalau dia sampai melukaiku saat latihan selanjutnya, aku akan melupakan kesalahanku yang lalu itu dan aku tak akan memaafkannya!

Akhirnya latihan untuk hari ini selesai, aku tidak memilih untuk beristirahat, namun melanjutkan latihan dance karena aku butuh mempelajari gerakan baru. Karena terlalu lelah, aku terjatuh pelan, keringatku bercucuran banyak dan nafasku terengah-engah. Aku mendongakkan kepalaku ke atas dan melihat sebuah uluran tangan untukku. Tangan itu adalah tangan Lee Donghae oppa!

“Gwaencanhayo?”

“Ne, gwaencanha.” aku menerima uluran tangannya dan membungkuk kepadanya. “Gomapseumnida.”

“Lebih baik beristirahat sejenak, jika kau sudah keletihan. Tidak boleh memaksakan diri.” ucap Donghae oppa menasehatiku.

“Arasseoyo.” jawabku dan ia tersenyum padaku, wuaah manis juga Donghae oppa, hehee.

Aku berlangkah gontai untuk berjalan ke tempat air minum berada. Baru saja aku sampai, aku langsung di sodorkan segelas air minum oleh seseorang, tentu saja aku kaget dan melihat orang yang menyodorkan air minum itu.

“Terimalah.” ucapnya.

“Untukku?” tanyaku yang masih setengah shock.

“Keurae.. aku memberikannya untukmu, bukan untuk orang lain.” jawabnya terkekeh. Aigoo, bodoh sekali aku bertanya seperti ini, pasti ia menganggapku idiot sekali. Heuuh! Tentu saja aku kaget, tadi Donghae oppa, sekarang Kyuhyun oppa, bisa tolol aku berlama-lama di ruangan dance sebesar ini di SMent.

“Kkkkkk~ kamsahamnida!” kataku dan langsung meneguk air minumnya sampai habis.

“Apakah selain latihan untuk Showcase, kau adalah murid training disini?”

“Ne?” aku mendelik kaget

“Tadi Lee So Man songsaengnim mampir kesini dan melihatmu sedang dance. Ia mengatakan bahwa ingin menjadikanmu murid training karena kau terlihat begitu berbakat. Untuk saat ini hanya aku yang mengetahui hal ini, karena Lee So Man songsaengnim hanya berbicara padaku di depan pintu masuk ruangan.” jelas Kyuhyun oppa enteng.

“Kau sedang tidak berbohong ‘kan?” tanyaku tidak yakin.

“Tidak mungkin aku berbohong padamu yang baru aku temui saat ini.” ia tertawa lepas, aku benar-benar idiot bertanya seperti ini.

“Hehehee, jwesonghamnida Kyuhyun-ssi.” balasku tertawa kecil.

“Baiklah, aku harus melanjutkan latihan sekarang.” ia tersenyum dan kembali ke kelompok dancenya.

Baru saja Kyuhyun oppa pergi, Taemin langsung berteriak “Latihan sekali lagi!” sambil tersenyum cute tanpa dosa. Aku tidak bisa membantahnya, padahal aku lelah sekali, ingin rasanya beristirahat lebih lama.

“Op..oppa… bolehkah aku beristirahat sebentar lagi?” pintaku pura-pura lebih melemaskan badanku.

“Andwae.. tidak akan lama, kita hanya mengulang berlatih gerakan pertamanya saja agar lebih lancar.” jawabnya sambil tersenyum dengan mudah.

Jika setiap hari Taemin berbicara dengan baik seperti itu, pasti beban hidupku berkurang, ia tidak menungkit-ungkit kejadian itu lagi. Tetapi, kenapa Lee So Man-ssi berpikir menjadikanku murid Trainingnya? Aku tidak ingin menjadi artis, aku hanya ingin menjadi choreographer! Jika aku masuk agensi ini, pasti Lee So Man-ssi menyuruhku untuk operasi plastic wajahku, karena wajahku cukup jelek, shireo!! Aku tidak akan menjadi artis!

“Hei! Ayo berlatih!” Taemin menyadarkan lamunanku.

***

Don’t ever love

Heartbreak will surely come

It hurts to even breathe

I thought that this would only hurt as much as I loved

But I was wrong, it hurts a thousand times more

Beberapa minggu aku tak bertemu Jaejin oppa, seperti biasanya ia sibuk di Jepang bersama FT Island. Kami hanya berkomunikasi lewat telepon, padahal aku ingin bertemu dengannya, dan mengatakan secara langsung bahwa aku akan ikut acara Tahunan Sekolah, dan akan dance secara berpasangan dengan Taemin. Aku ingin memberitahukannya agar ia tak salah paham. Namun selama itu juga ia tidak menghubungiku lagi. Ada apa dengannya? Sampai sekarang aku masih cemas. Apakah ia benar-benar sangat sesibuk itu?

Hari ini kuputuskan berjalan kaki dan naik bus untuk pulang ke rumah. Biasanya setiap aku keluar rumah, aku akan menggunakan supir yang mengendarai mobilku. Tetapi hari ini aku ingin bebas sebentar. Karena berjalan sendirian, aku mulai memikirkan kehidupanku sejak mengenal artis-artis ini, seakan semuanya berjalan seperti potongan-potongan adegan di dalam film. Benar, kehidupanku sudah banyak berubah.

*SS501 – In Your Smile chorus*

“Yoboseyo? Nuguya?”

“Ini Jonghun oppa.”

“Oh oppa, waeyo?”

“Kau pergi ke taman luas dekat rumahmu sekarang ya. Disana Jaejin sudah menunggumu.”

“Jeongmalyo?” tanyaku takjub.

“Ne, palli!”

Betapa senangnya aku! Akhirnya aku akan bertemu juga dengan kekasihku. Cepat-cepat aku memanggil taksi yang lewat dan taksi ini pun melaju cepat. Setelah sampai, dengan segera aku mencari Jaejin oppa berada.

“Yeogisso!”

Teriaknya di balik pohon. Aku langsung menghampirinya, dan memeluknya erat. Aku sangat rindu namja ini, betapa lamanya aku sudah tidak bertemu dengannya.

“Oppa, bogoshipeoso.” Rengekku.

“Nado, neomu bogoshipeoso.” Balasnya dengan suara yang berat.

“Oppa, mengapa kau tidak menghubungiku lagi? Dan kau tidak mengabari kepulanganmu. Waeyo?” tanyaku menggebu-gebu dan ia menghela nafas sekali.

“Aku tidak siap mengatakan hal ini secara langsung kepadamu, tetapi aku harus mengatakannya…….. AKU HARUS MENGAKHIRI HUBUNGAN KITA..”

Deg! Aku… aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Lidahku kelu. Ia memegang kedua bahuku yang bergetar hebat dan menatapku lemas. Mataku sungguh panas dan berat, tidak sanggup membalas melihatnya, menahan perasaan yang sangat sakit begitu dalam. Perkataannya seakan membunuhku dengan seketika.

“Jeongmal mianhae.”

Ucapnya seraya memelukku erat seakan tak ingin lepas dariku. Kenapa ia memelukku seperti ini? Padahal ia yang mengakhiri, kenapa kau seperti ini, oppa? kau malah lebih menyakitiku!

“Sebenarnya, aku masih sangat mencintaimu, aku tak ingin mengakhiri ini semua, aku harus rela melakukan ini. Manajemenku sudah mengetahui bahwa kita mempunyai hubungan, ia memarahiku dan memerintahku agar segera mengakhiri hubungan kita. Jika aku tidak meninggalkanmu, pihak agensi tidak akan ragu membuat hidupmu tidak tenang. Aku tak mau terjadi apapun pada dirimu, aku tidak bisa berbuat banyak untukmu. Mianhae. Tolong kau lupakan saja kenangan manis disaat kita bersama, jangan mencintaiku lagi, karena akhirnya tidak ada gunanya kita bersama. Tetapi kumohon hubungan kita jangan sampai putus, kita masih bisa terjalin hubungan teman ataupun antara oppa dan dongsaengnya. Kumohon jangan membenciku, karena aku tidak akan melupakan orang yang pernah kucintai. Kuharap diantara kita berdua akan mendapatkan cinta yang lebih baik lagi. Aku tidak akan menyesal karena pernah mencintaimu.”

Aku sungguh tidak sanggup mendengar penjelasannya. Air mataku tidak berhenti mengalir. Perlahan ia melepaskan pelukannya dariku, namun aku balik memeluknya erat, aku tak ingin ia pergi. Kumohon jangan pergi sekarang!

“Rae Yoo-ya, aku harus meninggalkanmu. Biarkan aku pergi. Jika kau seperti ini terus, kau tidak akan bisa mudah melupakanku, begitu juga aku.”

Oppa, kata-katamu sungguh menyakitkan. Apa kau tak tahu bagaimana perasaanku sekarang? Kau sudah menghancurkannya! Benar, aku tidak akan bisa melupakanmu. Aku akan pergi juga. Aku tak akan mengganggu hidupmu lagi.

“Jeongmal gomawo untuk hari ini.”

Aku berusaha untuk mengatakan itu sambil menatap nanar pada dirinya. Meskipun sangat berat untuk melepaskannya, tapi kenyataannya aku masih mencintainya, aku tak akan bisa melupakannya, sungguh hidup ini tidak adil! Aku kehilangan orang yang kusayangi!

Dengan tergesa-gesa aku langsung berlari ke arah kota. Titik-titik tetesan air jatuh dari langit, mengiringi keadaan menyedihkanku hari ini, semakin lama semakin deras. Aku berlari sekencang mungkin tanpa arah yang jelas akan kemana tujuanku. Aku berlari seperti ini karena ini sebagai hukuman untuk orang bodoh yang gagal mencintai orang. Aku sangat benci berlari karena aku cepat lelah. Sekarang aku harus menerima hukuman ini, aku harus berlari sampai aku lelah! Air hujan ini membantuku menghapus air mataku, aku tak akan terlihat seperti sedang menangis, walaupun sebenarnya air mataku tetap mengalir tanpa henti.

– TBC –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s