FF “You’re My Precious” [Chapter 4]

part 4

Title : You’re My Precious [Chapter 4]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Lee Jaejin (FT Island)
  • Mir (Bang Cheol Yong) (MBLAQ)
  • Lee Taemin (SHINee)
  • Jo Kwangmin (Boyfriend)
  • No Minwoo (Boyfriend)
  • Jo Youngmin (Boyfriend)

*will add another cast in next chapter*

Special Appearance :

  • SHINee members
  • Heo Young Saeng (SS501)
  • Lee Hongki (FT Island)

Genre : School life, Angst, Romance

Rating : PG-13

PS :  Dari cover keliatan udah pernah aku post FF ini di FB, hehee. Yo wess lahh ~

Happy Reading ^^

***

– Mir’s POV –

Tadi dia berjalan melewati kantor J.Tune Entertainment ini, ia menerima telepon dan sangat senang setelah mendengarnya. Saat aku akan menghampirinya, ia sudah naik taksi duluan. Hari ini aku menemui CEO, kakak iparku. Mungkin membicarakan hal pribadi atau pekerjaan.

Aku terbayang dengan sosok Rae Yoo di kepalaku. Betapa jahatnya aku jika ia mengetahui tujuanku untuk mengenalnya adalah karena kakak iparku yang menyuruhku mendekatinya untuk mendapatkan keuntungan dalam setiap CF atau lain-lain agar keuntungan J.Tune Ent tidak berkurang. Memanfaatkannya, dan agar kontrak J.Tune Ent dan JiHyuk Production berjalan lancar. Aku terpaksa melakukan hal ini. Kalau tidak, kakak iparku akan mengeluarkanku dari MBLAQ, menghapus dan membersihkanku dari grup itu. Itu tidak akan terjadi. Sejauh ini, aku membahagiakan orang tuaku karena aku sudah menjadi orang yang terkenal di Korea, itu satu-satunya hal yang membuatku bangga dengan diriku sendiri dan aku tidak dipandang sebelah mata lagi oleh ayahku.

CEO menyuruhku mengumpulkan bukti dari sisi buruk Rae Yoo dan fakta tentangnya. Dia ingin menghancurkan JiHyuk Production jika suatu waktu akan terjadi perpecahan yang tidak diinginkan, maka ia menyusun rencananya dari awal agar ia tidak mengalami kerugian. Ahh, benar-benar perang dalam bisnis. Ia seperti menginterogasikanku, menanyakan bukti yang telah kudapat, ia menyuruhku menyimpan baik-baik, jangan sampai menyeruak ke publik. Menyakitkan saja untukku, karena aku menyimpan foto Jaejin dan Rae Yoo berciuman di perosotan. Karena dari kejauhan, wajah mereka terlihat tidak begitu jelas, hanya wajah Jaejin yang sedikit tampak dilihat. Jika penggemar melihatnya, wajahnya akan mudah dikenali. Huuh, tak ada alasan bagiku untuk menyukai Rae Yoo.

Kali ini dari kejauhan ia terlihat sangat ‘berantakan’ sambil berlari dengan sangat kelelahan, tapi kenapa di kehujanan seperti ini ia berlari? Aku pikir ia akan berhenti di trotoar ini, tetapi ia malah melewatiku. Dengan segera aku mengejarnya dan aku menarik tangannya, akhirnya ia berhenti. Aku terkejut melihat keadaannya, tubuhnya basah kuyup, matanya merah sayu, dan nafasnya terengah-engah karena kelelahan.

“Biarkan aku berlari lagi!” jeritnya dengan nafas tersengal-sengal.

“Paboya! Apa yang kau lakukan dengan dirimu? Menyiksa diri sendiri?” tanyaku khawatir.

“Aiisssh Jinjja!!” ia berteriak menghempaskan tangannya dan langsung meninggalkanku. Sungguh aku heran, apa yang terjadi dengannya?

Ia berlari sempoyongan, aku menatapnya khawatir tak jauh dari jarakku berdiri. Namun tiba-tiba ia jatuh, ia pingsan! Aku sungguh terkejut dan panik, hingga aku langsung mengangkat tubuhnya dan membawanya ke Rumah Sakit yang tidak jauh dari kantor.

Saat di rumah sakit, ia terbaring lemah, ia belum sadar. Benar-benar keadaannya sangat menyedihkan. Aku mengambil ponsel dari sakuku dan mencari daftar contact yang akan kuhubungi ‘Lee Jaejin’ tetapi aku ragu, perasaanku berkata tidak boleh menghubunginya. Kuurungkan niatku menghubunginya, aku menghubungi orang terdekat Rae Yoo, Hyun Joong hyung. Tetapi Key harus datang juga, mungkin ia tahu permasalahan ini. Keluarga Rae Yoo? Jika Rae Yoo sudah sadar aku akan menghubungi keluarganya.

“Ia demam, lelah dan stress. Maka dari itu, ia harus istirahat yang cukup agar cepat membaik.” jelas dokter.

Aku menatapnya iba di tepi ranjang tidurnya. Ia masih tertidur, belum sadar, wajahnya tampak lemas tak berdaya, aku menjadi sedih melihat keadaannya. Tiba-tiba ia mengigau.. “Jaejin oppa.. kajima!”

Haah! Sebenarnya apa yang telah terjadi dengannya? Apakah karena Jaejin? Karenanya ia berlari sangat jauh, sampai kelelahan dan pingsan? Sepertinya ada sesuatu diantara mereka. Semoga gadis ini cepat sembuh. Aku mengecup keningnya dan mengelus-elus kepalanya. Aku sayang sekali dengan yeoja ini.

“Apa yang terjadi dengannya?” Taemin langsung masuk dan bertanya dengan khawatir.

“Ia demam, kelelahan dan stress.” jawabku.

“Ahh sayang sekali. Apa kau sudah menghubungi Jaejin?” tanya Key, saat aku akan menjawab, Hyun Joong hyung datang dan ia langsung menuju ranjang Rae Yoo. Ia langsung memegang tangan Rae Yoo erat dan menatapnya sedih.

“Yaa Mireu-ah, apa kau tidak berpikir untuk mengganti bajumu?” tanya Key yang menghentikan lamunanku, lalu aku memegang bajuku, basah. Ahh, aku baru teringat, sedari tadi aku tidak menyadari bahwa bajuku basah karena hujan. Perhatianku terlalu kepada Rae Yoo hingga aku melupakan keadaanku.

***

 – Kang Rae Yoo’s POV –

Aku merasakan genggaman yang sangat hangat dan nyaman di tanganku, membuatku ingin segera bangun, namun dadaku masih sesak. Tetapi aku ingin bangun! Aku berusaha membuka mataku perlahan-lahan dan mengerjapkan mataku agar seutuhnya bisa melihat sekelilingku.

“Rae Yoo-ya, gwaencanha?” tanya seseorang yang berdiri disisi ranjang tidurku.

“Oppa!” sontakku sedikit berteriak dan berusaha untuk bangun dari posisi tidurku.

“Kubantu! Jangan terburu-buru.” ucapnya sambil membantuku untuk duduk.

“Oppa, bogoshipo. Aku ingin memelukmu, bolehkah?”

“Boleh.” Katanya berbesar hati sambil tersenyum.

Aku memeluk tubuh tingginya dengan erat, mataku mulai panas dan air di pelupuk mataku menetes sangat banyak.

“Jaejin oppa tidak mencintaiku lagi.” Kataku sambil terisak-isak, rasanya sungguh berat aku mengatakan itu.

Hyun Joong oppa mengelus kepala dan punggungku. Aku merasa sangat nyaman, hatiku terasa mulai membaik dari sakitnya. Hyun Joong oppa benar-benar menenangkanku disaat aku sangat terpuruk seperti ini. Aku tak mau kehilangan orang yang paling kusayangi ini. Biarkan ia tetap ada dihidupku.

Sedari tadi aku tidak menyadari bahwa ada Mir oppa, Key oppa dan Taemin berada disini juga.

“Rae Yoo-ya, apakah kau sudah baikan?” tanya Key oppa khawatir.

“Gwaencanha, aku hanya kelelahan.” jawabku miris.

“Sebenarnya apa yang kau lakukan?” sergah Hyun Joong oppa.

“Tadi aku menemukannya sedang berlarian di kehujanan dengan sangat kelelahan. Akhirnya ia pingsan. Aku bawa saja ia ke rumah sakit.” jelas Mir oppa.

“Rae Yoo-ya, kenapa kau melakukan hal bodoh itu hanya karena dirinya?” kesal Hyun Joong oppa kepadaku.

“Mianhaeyo oppa.” ucapku tertunduk. Aku menjadi merasa bersalah.

“Aku tidak memarahimu, aku hanya heran dengan sikapmu. Lain kali jangan berbuat seperti ini lagi. Aku tak mau terjadi apa-apa denganmu.” Kata Hyun Joong oppa serius.

Semuanya masih terdiam, karena masih menunggu suara Hyun Joong oppa berbicara.

“Mireu-ah, aku minta tolong padamu, berkunjunglah ke rumah Rae Yoo, sesekali kau temani Rae Yoo di rumahnya. Agar ia tidak terlalu kesepian. Aku tidak meragukanmu karena di rumah Rae Yoo banyak pengawal dan pelayan.” Pinta Hyun Joong oppa sambil menepuk bahu Mir oppa.

“Ne, aku akan menjaganya!” kata Mir oppa semangat.

“Sunbaenim, karena Rae Yoo dan Taemin adalah dance couple di Showcase sekolah seni, selama Rae Yoo latihan dance bersama Taemin, SHINee akan menjaganya baik-baik.” ujar Key oppa tidak mau kalah dengan Mir oppa, aku tersenyum mendengarnya.

“Ne, yaksokhe!” kata Taemin tersenyum ramah. Senyumannya terlihat sungguh tulus, pikirku. Tetapi, tetap saja ia adalah Taemin arogan yang kukenal dahulu.

“Satu lagi, jangan hubungi Jaejin sekalipun. Jauhkan Rae Yoo dari Jaejin untuk sementara. Ia akan lebih tersakiti jika bertemu dengan Jaejin. Jangan beritahukan keadaan Rae Yoo saat ini kepadanya. Terutama kau, Key. Tolong jangan beritahu apa-apa tentang Rae Yoo untuk Jaejin. Arraseo?” Hyun Joong oppa memperingatkan semuanya, disertai anggukan mereka.

“Oppa…” ucapku lirih menatapnya dengan berbelas kasihan, sungguh pernyataan Hyun Joong oppa lebih menyakitkanku.

“Ini demi kebaikanmu, aku tak akan membiarkanmu tersakiti lebih dalam lagi karenanya.” Kata Hyun Joong oppa tegas. Bagaimanapun, perkataan Hyun Joong oppa benar. Tetapi tidak semudah itu aku melupakan Jaejin oppa, aku sangat mencintainya.

 ***

We fight hundred times, and our hearts breaks a hundred times

But like tangled pieces of string, our love can’t be pulled apart

We fix our faults, learn each other’s hearts

I know that one day, only our happiness will be left

– Lee Taemin’s POV –

Sudah beberapa minggu Rae Yoo sering melamun, wajahnya murung pucat dan lemah, dan ia juga jarang tersenyum. Tubuhnya mulai kurus, ia sering tidak berdaya jika aku mengajaknya latihan dance. Begitu berhargakah Jaejin hyung baginya? Raganya seakan sudah hilang karena diputuskan olehnya.

Sebenarnya aku menyesal telah menakut-nakutinya saat di SMP dahulu, tetapi maksudku bukan seperti itu. Aku menyukainya, namun aku tidak ingin ia mengetahui perasaanku, dan aku tidak bisa mengungkapkan secara langsung kepadanya. Dengan cara terbodohku agar aku bisa terus melihatnya. Saat aku bertemu dengannya lagi, saat aku menegurnya, menarik tangannya dan melihat wajahnya, hatiku bergetar, ia semakin cantik. Kepalaku memang bodoh, perlakuanku tetap tidak berubah terhadapnya sehingga ia masih takut denganku. Tetapi, tak seberapa lama, aku sudah dekat dengannya dan ia tidak terlalu takut denganku lagi. Namun satu hal yang membuatku kecewa, ia memiliki hubungan dengan Jaejin hyung, dan sekarang ia terpuruk karena ditinggalkannya, inilah yang tidak kusukai dari cinta.

“Rasanya sakit sekali kehilangan orang yang dicintai. Jaejin oppa cinta pertamaku, untuk pertama kalinya aku merasakan kenangan manis bersamanya. Akhirnya aku merasakan tersakiti untuk pertama kalinya karena cinta. Rasanya seperti terbunuh.”

“Berhentilah..” ucapku kesal, ia langsung menghentikan kata-katanya. Jujur saja, aku tidak ingin mendengar kenangannya itu. Kemudian ia termenung kembali.

“Yaa! Kau masih sangat muda, untuk apa kau harus meratapi kepahitan cintamu? Pabo!” ledekku, ia tetap mengacuhkanku.

“Tidak lama lagi aku akan berangkat ke Jepang, kita harus bisa menguasai gerakan dancenya. Acaranya memang masih lama, akhir tahun. Tetapi mungkin saja aku tidak terlalu punya banyak waktu untuk latihan, aktivitasku padat. Maka dari itu saat ini kita harus berlatih keras. Aku tidak mau mengecewakan orang yang akan melihat penampilan kita.” jelasku panjang lebar, namun ia tetap diam seperti orang bisu. Anak ini benar-benar menyebalkan!

“Minta handphonemu!” paksaku ketus, ia hanya memberikan ponselnya tanpa menolehkan wajahnya ke arahku.

“Tentu saja kau masih tidak bisa melupakannya, wallpapermu Jaejin hyung!” cetusku kesal, namun ia masih acuh dengan kediamannya.

Aku memeriksa album foto di ponselnya, SS501, FT Island, MBLAQ, dan ia sama sekali tidak menyimpan foto-foto SHINee atau pun fotoku! Ahh lebih baik aku memotret diriku sendiri dengan kamera ponselnya. Aku berpose dengan ‘V sign’. Kemudian aku jadikan fotoku sebagai wallpapernya.

***

Aku mengajaknya latihan di ruangan dance artis-artis SM. Seperti biasa, keempat hyungku ada disana juga. Oh iya, jika Rae Yoo sudah bertemu dengan keempat hyungku, didepan mereka, ia akan memanggilku oppa jika dua dari kami saling berbicara.

Saat latihan berlangsung, tubuh Rae Yoo lagi-lagi sangat lemah. Ia tidak kosentrasi, hampir saja aku jatuh karena menahan tubuhnya. Aku seakan menari dengan boneka yang tidak bernyawa.

“Rae Yoo-ya, istirahatlah sejenak.” perintah Key hyung untuknya, kemudian ia berjalan lunglai dan duduk dilantai.

“Apa yang harus kulakukan agar kau tidak merana seperti ini lagi, Kang Rae Yoo?” aku duduk di depannya, memegang sebelah bahunya dan melihatnya yang sedang tertunduk.

“Taeminnie, aku punya ide!” teriak Minho hyung yang berlari menghampiriku dan menarik tanganku untuk mengikutinya masuk ke ruangan lain.

Aku di dandani habis-habisan oleh Key hyung, dan ketika aku muncul bersama Key hyung dihadapan Rae Yoo …..

“HAHAHAAA! NEOMU KYEOPTA!!! HAHAHAHAA!”

Tawa Rae Yoo meledak ketika melihatku dan Key hyung berdandan menjadi yeoja. Kami memakai wig rambut panjang, dress sampai selutut, lipstick yang sangat merah di bibir, sambil membawa tas di lengan kami.

“TAEMIN-AH! NEO~ NEOMU KYEOPTA!” Rae Yoo masih tertawa terpingkal-pingkal ia sampai berusaha menahan tawanya, tetap saja ia tidak bisa. Aku dan keempat hyungku sungguh terkejut namun kami senang karena dapat mengembalikan Rae Yoo seperti dulu lagi.

“Kibum-ah, saranghae. Kau semakin cantik!” ujar Onew hyung menghampiri Key hyung sambil mencolek dagunya, reaksi kami benar-benar gila, aku sudah sakit perut menahan tawa.

“Ohh yeobo! Nado saranghae!” Key hyung memeluk Onew hyung, hahahaa.

Pura-puranya aku sedang di belakang mereka, lalu aku dihampiri Jonghyun hyung dan ia menarik tanganku.

“Taeminnie! Ayo ikut aku!”

“Andwae! Aku sedang belanja bersama appa dan eomma.” aku menunjuk Onew hyung dan Key hyung.

“Aku harus bicara denganmu….. aku minta putus.” kata Jonghyun hyung berakting sedih.

“MWOYAA?!!” kataku dengan ekspresi shock tinggi, kulihat Rae Yoo malah tertawa terbahak-bahak.

Aku menampar pipi Jonghyun hyung dengan gerakan lambat seperti adegan film Matrix, tiba-tiba Jonghyun hyung jatuh tercampak karena tamparanku, seakan-akan tamparanku sungguh kuat, hahahaa. Kemudian muncullah Minho hyung yang langsung menarik tanganku dan ia memegang wajahku dengan kedua tangannya, wajahku menjadi mendongak ke atas tepat sangat berhadapan di wajahnya, Minho hyung…… kau gila!

“Gwaencanhayo?” tanyanya khawatir dengan suara yang sangat manly! Kudengar semua tawa memenuhi ruangan ini.

“Jonghyun oppa, nappeun saram!” kataku sambil menunjuk Jonghyun hyung yang sudah seperti orang terkapar dan aku berpura-pura menangis, kemudian aku mendorong tubuh Minho hyung agar terlepas dari posisi tadi, hahaaha, dan tiba-tiba ia memelukku dan kubalas sangat erat. Memalukan! Hahahaaa.

“cinta tak akan bertahan selamanya, kadang sesuatu hal akan meruntuhkan cinta diantara 2 orang manusia. Tergantung, diantara 2 orang itu bisa menjaga cintanya atau tidak. Maka dari itu, jangan pernah menyiakan cinta di bumi ini. Ia tidak akan pernah hilang, cinta itu sangat kuat. Namun, cinta itu bisa berbuat segalanya, sampai harus merelakan apapun. Jika ingin melihat orang yang dicintai itu bahagia, kita harus benar-benar merelakannya, hanya berpikir orang itu bahagia, itu sudah cukup. Karena belum takdir cinta itu disatukan oleh Tuhan.”

Ujar Minho hyung yang sambil menatapku dalam. Semuanya tertegun dengan kata-katanya, dan memberikan tepuk tangan. Kulihat Rae Yoo tersenyum sangat senang. Drama aneh ini benar-benar sangat bagus, dan sukses membuat Rae Yoo kembali semula lagi.

“Yaa oppa! kita foto bersama yuk!” teriak Rae Yoo untukku, lalu aku menghampirinya

“Kenapa bersemangat sekali?” tanyaku heran melihatnya.

“Kau cantik sekali. Aku tak akan melewatkan kesempatan ini. pasti kau tak akan berdandan seperti ini lagi. Penampilanmu saat ini sangat perdana, harus diabadikan!” ujarnya masih sangat riang, aku hanya pasrah menurutinya, yang penting ia sudah kembali ceria lagi

Kami berpose, ia sungguh senang dengan hasilnya, tetapi aku berbaju yeoja, aigoo! Tiba-tiba saja ke empat hyungku datang dan minta foto bersama dengan Rae Yoo. Akhirnya SHINee berfoto ria dengan Rae Yoo. Aku dan Key hyung masih dengan pakaian yeoja kami, omona…..

 ***

– Mir’s POV –

Hari ini hari terakhir aku berkunjung ke rumah Rae Yoo, besok aku akan berangkat ke Jepang. Aktifitasku mulai bertambah banyak. Selama beberapa minggu kemarin, aku sering berkunjung ke rumah Rae Yoo, ia sungguh seperti boneka tak bernyawa. Diam membisu, melamun, tidak terlalu bertenaga, wajahnya pucat, tetapi tidak sakit. Aku khawatir jika ia akan jatuh sakit lagi.

“Annyeong haseyo! Rae Yoo-ya!” teriakku di depan pintu rumahnya.

“Ohh oppa! annyeong haseyo! Masuklah.” sambut Rae Yoo sangat ceria, kali ini ia yang membukakan pintu. Aku terkejut! Ia telah kembali seperti dulu lagi. Syukurlah.

Ia menyuruhku duduk di sofa ruang tamunya yang besar, tak lama kemudian ia kembali membawa minuman dan makanan. Aku sangat senang melihatnya yang sudah kembali ceria lagi, aku tidak mencemaskannya lagi karena aku akan meninggalkannya untuk sementara.

“Hei, apakah kau punya PR untuk besok?” tanyaku penasaran.

“Baru saja aku menyelesaikannya.” katanya santai sambil memperlihatkan buku-bukunya yang berserakan di meja, kini ia duduk di lantai membelakangi sofa begitu juga aku.

“MWOYAA? Kenapa nilainya sedikit sekali?” aku mengecek bukunya dan terkejut karena menemukan beberapa nilainya di lembaran yang sebelumnya begitu jelek.

“Ini ‘kan bukan tulisanku, ini tulisan oppa.” ujarnya menunjuk bukunya.

“Aiish jinjja! Aku memang orang bodoh!” umpatku untuk diri sendiri.

“Oppa, jangan salahkan dirimu. Kau sudah membantuku banyak selama aku seperti orang frustasi. Aku sudah sangat merepotkanmu, menyusahkanmu karena oppa mengerjakan PRku, saking aku tidak peduli dengan semua PRku. Walaupun nilaiku menurun, setidaknya aku masih mendapatkan nilai daripada tidak mendapatkan nilai apapun sama sekali. Jeongmal gomawoyo, Mir oppa.” ia tersenyum sangat senang hingga mata besarnya menyipit.

“Rae Yoo-ya, apakah kau sudah benar-benar melupakan Jaejin?” tanyaku memastikan.

“Kau tak perlu membahasnya, aku tidak mengharapkannya lagi.” ucapnya hanya tersenyum tipis.

“Tapi aku masih mengharapkanmu.” aku merangkulnya.

“Oppa, tolong mengertilah. Untuk sementara aku tidak ingin mencintai orang lain, karena rasa sakitku yang pertama masih membekas sangat dalam. Jeongmal mianhae, aku telah berulang kali menyakitimu. Aku tidak bisa mencintai oppa sampai kapanpun, karena aku takut akan berakhir sama seperti Jaejin oppa. Mianhae, aku sangat merepotkanmu, setiap hari oppa datang ke rumahku, dan aku hanya diam tidak menyapamu, tetapi kau selalu menghiburku agar aku senang. Aku sadar, tanpa Mir oppa, aku juga akan merasakan kehilangan. Kuingin tetaplah oppa sayang kepadaku. Kuingin oppa mendapatkan yeoja yang lebih baik daripada aku.” jelasnya secara hati-hati.

“Ne, arraseo. Aku tidak memaksamu, aku mengerti keadaanmu. Lebih baik aku menjadi oppa keduamu, boleh kan?” kataku menerima semua pernyataannya, aku memang cukup kecewa, tapi melihatnya bahagia sudah membuatku bahagia juga.

“Ne, kau oppa keduaku.” katanya sambil mencubit lenganku, aku membalasnya dengan mencubit pipinya untuk kedua kalinya. Saat pertama kali, aku mencubit pipinya saat aku bertemu dan mengenalnya untuk pertama kalinya.

“Oh yaa, aku akan berangkat ke Jepang besok. Jaga dirimu baik-baik ya, jangan rindukan aku.” kataku cekikikan.

“Hahaa, ne. aku tahu, semoga debut kalian disana akan sangat sukses!”

“Ne. Nanti jangan terpesona dengan ketampananku, aku akan sangat keren di sana.” celotehku sambil menyengir

“Woaah, baiklah, aku akan menunggumu dengan sabar.” balasnya enteng menatapku remeh, hahaa, lucu sekali anak ini.

 ***

Something about you is so bright

Something about you is so clear

Even if you don’t have any make-up,

You catch my eyes

– Rae Yoo’s POV –

Setelah aku menjalani kehidupanku seperti biasa, rasa sakit hatiku perlahan-lahan sudah menghilang dan aku benar-benar tidak ingin mengharapkan orang yang pernah kucintai itu kembali kepadaku. Karena aku sudah menghapus bayangan dirinya dihatiku hingga bersih. Lebih baik aku pikirkan sekolahku terlebih dahulu, tapi sungguh tidak ada satupun orang yang kupercaya yang bisa dijadikan teman, malah sepertinya aku mempunyai musuh, yaitu si Sulli arogan.

Aku hanya asyik berjalan di koridor dekat kantin, aku berjalan mundur, benar-benar pikiranku sedang berputar entah kemana. Tanpa kusadari, aku menabrak seseorang di belakangku, spontan aku berbalik ke hadapan orang yang kutabrak tersebut. Aku dan orang itu terjatuh ke lantai. Aku hanya melihat ke bawah karena mendengar suara orang itu sudah meringis kesakitan dan menemukan tangannya terbalut perban. Secara reflek aku memegang tangan yang terbalut perban itu, aku sangat khawatir karena sudah mencelakakan orang yang sedang terluka karena kecerobohanku, oh Tuhan…. maafkan aku ~ !

“Omona! Ottohke? Gwaencanhayo?”

Aku sungguh panik lalu aku mendongakkan kepalaku, tepat di hadapan wajahku sekarang ada wajah seorang namja yang begituuu, tak dapat aku ungkapkan. Wajahnya sangat familiar, ia begitu mirip dengan Hyun Joong oppa, apa lagi ia berambut hitam, aku sangat suka melihatnya. Oh Tuhan… ia sungguh jelmaan pangeran di negeri dongeng!

“Yaaa..” seseorang dengan suara yang imut menurutku, mengguncang-guncangkan tubuhku. Kemudian aku alihkan pandanganku ke 2 orang siswa yang berjongkok menatapku heran.

“Neo, gwaencanhayo?” tanya namja yang kutabrak tersebut dengan rasa khawatir. Suaranya dalam sekali, heh, aku terpesona?

“Gwae.. gwaencanha. Bagaimana denganmu? Tanganmu sakit? Terluka atau……” tanyaku gugup, aku seperti salah tingkah! ia langsung menghentikanku, Rae Yoo paboya!

“Gwaencanha, tadi hanya nyeri sekali, sekarang sudah tidak apa-apa.” kata namja itu tenang sambil tersenyum simpul, aigoo..

“Maka dari itu, aku tidak terlalu panik kau terjatuh karena jempolmu hampir sembuh.” kata temannya yang berambut blonde. Kenapa wajah mereka sangat mirip? Apa aku salah lihat?

“Sudah, tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja.” ujarnya meyakinkan.

“Aniyo! Kau harus memeriksa kembali perbanmu, mungkin ada yang terluka.” Kataku masih khawatir.

“Tidak perlu. Aku tidak mau membuka balutan perban ini, sungguh merepotkan.”

“Sungguh ini kecerobohanku. Jwesonghamnida.” aku membungkuk di hadapannya saat sudah berdiri, dengan rasa bersalah.

“Gwaencanhayo, tidak perlu berminta maaf.” katanya berbesar hati.

“Oh iya, kau siswi yang terbaik dalam dance dan terpilih untuk showcase bersama Taemin sunbaaenim ‘kan?” tanya seseorang yang mengguncang-guncangkan tubuhku tadi, ramah sekali anak ini.

“Ne, bagaimana kau tahu?”

“Jangan katakan kau tidak mengenali kami.” ucap anak yang berambut blonde, dingin sekali perkataannya, apakah ia artis??

“Apakah kau tidak melihat kami saat di ruangan dance? Waktu itu kita sempat berkumpul dengan beberapa murid terpilih untuk memperbincangkan showcase itu.” tanya namja yang kukagumi itu, tentu saja aku kembali salah tingkah. Untunglah ia memperkeruh keadaan.

“Jujur, aku tidak terlalu mengenal kalian, karena aku masih kelas 1.” jawabku hati-hati. Aku memang tidak tahu kepopuleran mereka, sejak aku putus dari Jaejin oppa, aku tidak terlalu peduli dengan internet dan televisi, karena aku menghindarinya. Mereka hanya tertawa garing, aku mendelik heran, apa-apaan mereka?

“Hahaa, murid disini saja banyak yang mengenalmu, padahal kau bukan artis.” kata anak yang bersuara imut itu masih tertawa kecil.

“Mian, aku sungguh tidak mengenal kalian.” balasku kebingungan.

“Nah, agar kau mengenali kami, kami dari grup Boyfriend terdiri 6 orang member, kami debut sejak bulan Mei, kami sedang masa debut. 3 dari kami bersekolah disini. Kami masih kelas 1 juga, kami di kelas 1-1. Chonun Jo Kwangmin imnida, ini kembaranku Jo Youngmin, dan maknae yang mahir ber-dance di grup kami No Minwoo. Kuharap kau lebih mengenal grup kami.” ia menjelaskan dengan terperinci diiringi senyumnya yang ramah, omona.. berhentilah kau tersenyum! Kau benar-benar merusak pikiranku!

“Bangapseumnida. Jika aku memiliki waktu, aku akan melihat kalian tampil di stage.” Kataku. “oh, aku punya janji, lain kali kita mengobrol lagi. Annyeong!” aku pamit pergi dari mereka, aku takut dengan diriku yang berlama-lama melihat Kwangmin. Sosoknya terus melekat dipikiranku. Padahal kembarannya sangat mirip dengannya. Kalau ku harus jujur, Kwangmin begitu keren di mataku dibandingkan Youngmin.

 ***

Long time no see, you got prettier

Your brightly smiling face, my heart hurts

I have so much to say but I bury them inside my heart

Because I have to let you go

Aku mencoba tidur lebih cepat malam ini, tapi mataku sulit untuk menutup. Rasa rindu yang pernah kurasakan dulu telah terulang kembali, tiba-tiba perasaan ini datang berkecamuk, aku merindukannya lagi. Orang yang pernah kucintai. Aku tidak boleh mengharapkannya lagi. Aku tidak punya hubungan apa-apa lagi dengannya. Tetapi apa yang harus kulakukan agar perasaan rindu ini hilang? Aku akan gila jika menginginkannya kembali. Apa aku harus menemuinya sekali agar aku tak merindukannya lagi? Iya, harus. Aku harus menemuinya. Tapi sebelumnya aku harus tanya pada Key oppa. Untung saja Key oppa sangat perhatian padaku, hingga ia memberikan nomor ponselnya untukku. Katanya aku harus baik-baik pada Taemin agar ia tetap baik padaku, tetapi aku mengingkarinya, aku masih jahat dengan Taemin.

Aku meraih ponselku yang berada diatas meja kecil di sisi tempat tidurku, lalu aku mengirimi sebuah pesan.

Send To : Key Oppa SHINee

Subject :

Oppa, kumohon jangan beritahu siapa-siapa bahwa aku menanyakan hal ini.

Apakah Jaejin oppa sedang sibuk? Apakah saat ini ia ada di Korea?

Tak berapa lama kemudian, pesanku dibalas.

From : Key Oppa SHINee

Subject :

Ne, yaksokhae!

Saat ini FT Island sedang masa Comeback, tentu saja ia ada disini.

Kalau kau ingin menemuinya, aku akan memberikan nomor ponselnya yang baru.

Tidak mungkin aku mendapatkan nomornya, tujuanku hanya ingin menemuinya sekali.

Send To : Key Oppa SHINee

Subject :

Gomawoyo! Tidak perlu, oppa. Aku hanya menanyakan hal ini saja.

Tidak perlu berpikir panjang, aku langsung mencari nomor ponsel Hyun Joong oppa di daftar contactku.

“Yoboseyo?” terdengar suara Hyun Joong oppa menyapa.

“Ne, Rae Yoo disini.”

“Ada perlu apa yeodongsaeng? Apakah kau belum tidur?” tanyanya lembut.

“Belum. Oppa, kau sedang comeback ‘kan? Young Saeng oppa juga bukan?”

“Ne, memangnya kenapa?”

“Apakah besok oppa tampil di MCountdown?”

“Benar, besok jadwalku tampil.”

“Besok aku datang menemui oppa, boleh tidak? Aku ingin bertemu Young Saeng oppa juga, sudah lama tidak melihatnya.”

“Sebaiknya kau tidak datang saja. FT Island sedang Comeback juga.”

“Tidak masalah, oppa, kau tidak perlu khawatir. Jika kebetulan aku bertemu dengannya, aku harus menyapanya. Bagaimanapun ia orang yang pernah kukenali, apalagi ia mantan kekasihku. Jika aku tidak bertemu dengannya, maka itu lebih baik.”

“Baiklah, aku tidak akan melarangmu.”

 ***

@ Mnet M!Countdown Waiting Room

Aku langsung menemui Hyun Joong oppa yang sedang bersama Young Saeng oppa di waiting room Young Saeng oppa. Terlihat mereka sedang mengelap keringat karena selesai performance. Hari ini aku sungguh senang karena dapat menyaksikan semua artis yang tampil. Dulu aku sering sekali datang ke tempat seperti ini untuk menonton semua artis termasuk mendukung dan meneriaki nama SS501 disaat mereka Comeback. Aku rindu sekali saat-saat itu. Aku ingin SS501 segera kembali Comeback secara 5 orang.

“Saat kami Comeback, kau selalu membawakan makanan-makanan seperti ini. Ternyata saat kau datang hari ini, kau tidak lupa membawanya. Gomawoyo..” kata Young Saeng oppa senang sambil menyantap makanannya.

“Cheonmaneyo. Aku senang jika kalian suka.” jawabku.

“Oppa… bajumu kenapa ‘agak’ terbuka? Kau ingin memamerkan tubuhmu? Kulihat tubuhmu sekarang semakin kekar.” aku menoleh ke Hyun Joong oppa yang ada di sampingku, aku geleng-geleng kepala melihatnya sekarang, sungguh berubah.

“Ini termasuk konsep Comebackku, Rae Yoo-ya. Tetapi apakah kau tidak berpikir bahwa oppamu ini sangat keren?” goda Hyun Joong oppa untukku.

“Hahahaa, tentu saja oppaku ini sangat keren. Sejak dahulu aku mengidolakanmu, kau tidak pernah lepas dari kata keren.” jawabku memujinya, Hyun Joong oppa tersenyum lepas.

“Yaa. Berikanlah juga komentarmu untukku.” pinta Young Saeng oppa.

“Oppa, kau lebih keren jika…..” aku mengambil sebuah kacamata hitam milik Young Saeng oppa di meja rias dan langsung memakaikannya di mata Young Saeng oppa.

“Begini….. oppa terlihat keren jika seperti ini. jika kau lepaskan ini dari matamu, oppa akan terlihat aneh karena mata sipitmu.” kataku untuknya, aku dan Hyun Joong oppa cekikikan karena Young Saeng oppa sudah cemberut.

Young Saeng oppa sudah pulang terlebih dahulu karena ia punya jadwal lain. Hyun Joong oppa selesai berganti pakaian dan ia ingin mengantarku pulang hari ini. Saat berjalan di koridor beberapa waiting room, dari salah satu waiting room terbuka pintunya, dan keluarlah Hongki oppa.

“Oh, Kang Rae Yoo. Annyeong haseyo.” Ia langsung membungkukkan tubuhnya karena juga melihat Hyun Joong oppa di belakangku.

“Annyeong haseyo Hongki oppa. ternyata kau masih ingat padaku.” kataku sambil tersenyum.

“Keurae! Sunbaenim, chukae. Kau hebat sekali!” ucap Hongki oppa karena melihat mutizen yang di pegang Hyun Joong oppa.

“Ne, kamsahamnida.” jawab Hyun Joong oppa sopan.

“Ohh. Rae Yoo-ya, apakah kau ingin bertemu dengan Jaejin?” tawar Hongki oppa sambil menunjuk arah pintu, aku mengggeleng kepalaku yang kumaksudkan bahwa aku tidak ingin bertemu dengannya.

“Ada apa hyung?” seseorang keluar dari pintu yang ditunjuk Hongki oppa, ia Jaejin oppa. Hyun Joong oppa menatapku khawatir yang berada disampingku. Tapi reaksiku hanya biasa, karena aku sudah melihatnya saat di stage FT Island tadi. Rasanya perasaanku dahulu terhadapnya sudah hilang, aku sudah tidak mencintainya lagi. Apalagi ia merubah warna rambutnya menjadi blonde, aku tidak terlalu suka namja berambut blonde, jika rambut blonde itu cocok baginya, mungkin aku akan menyukainya lagi, tetapi rambut blondenya sama sekali tidak cocok menurutku.

“Annyeong haseyo.” sapanya untukku dan Hyun Joong oppa.

“Sudah lama kita tidak bertemu.” kataku ramah, terlihat wajahnya sedikit terkejut.

“Ne, bagaimana kabarmu, baik-baik sajakah?” tanyanya agak canggung.

“Ye, sangat baik.” jawabku semangat, agar ia tidak menduga apa-apa tentangku.

Dari kejauhan mataku menangkap sosok seorang  yang keluar dari pintu waiting room, ia berombongan, tapi aku hanya tertuju melihatnya. Aku ingin menemuinya! Aku ingin memberitahukan padanya bahwa aku sudah mengetahui grupnya, Boyfriend. Tanpa pamit permisi pada Hongki oppa dan Jaejin oppa, aku langsung melesat tergesa-gesa menuju orang tersebut dan langsung menyapanya.

“Annyeong Kwangmin-ah!!” sapaku untuknya, ia terkaget karena aku berhenti di depannya. Tak sadar, ternyata aku meninggalkan Hyun Joong oppa di belakang, akhirnya ia mendapatiku. Boyfriend segera membungkuk hormat padanya.

“Kau ini, langsung pergi tanpa pamit dahulu.” heran Hyun Joong oppa sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Kkkkk, mianhae oppa.” aku menyengir.

“Oh sunbaenim, kau mengenal Rae Yoo?” tanya Youngmin penasaran.

“Rae Yoo adalah penggemar dan dongsaeng SS501.” jawab Hyun Joong oppa cepat sambil merangkulku. Aku tersenyum, Hyun Joong oppa tidak lupa menyebutkan nama SS501.

“Lalu, kalian kenapa bisa mengenal Rae Yoo?” tanya Hyun Joong oppa balik.

“Aku, Youngmin, dan Minwoo satu sekolahan bersama Rae Yoo,” jawab Kwangmin sopan sambil menyunggingkan senyumnya tanpa henti ke Hyun Joong oppa.

“Wah bagus sekali kau sudah mempunyai teman lagi.” Hyun Joong oppa mengacak-acak rambutku.

“Oppa, oppa…… kau sangat mirip dengan Kwangmin dan Youngmin” panggilku untuk Hyun Joong oppa, dan aku melihat wajah mereka secara bergantian.

“Kau takjub?” tanya Kwangmin ceria.

“ne! hahahaa.”

Aku senang, akhirnya mereka mengetahui hubunganku dengan Hyun Joong oppa. Jadi mereka tidak terlalu mengganggapku remeh. Hehee. Remeh tentang apa? Aneh-aneh saja aku ini. Tapi sepertinya tujuanku menyapa Boyfriend hanya untuk Kwangmin saja, ahh, pikiranku benar-benar tidak jernih. Dan padahal Jaejin oppa berada di sana, aku tidak menghiraukannya, namun hanya tertuju pada Kwangmin yang baru muncul. Aku sudah sepenuhnya tidak mencintai Jaejin oppa, tapi tidak mungkin aku menyukai Kwangmin, aku seperti menjadikannya pelarian. Tidak, aku tidak akan jatuh kepada Kwangmin.

– TBC –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s