FF “You’re My Precious” [Chapter 6]

part 06

part 06-2

Title : You’re My Precious [Chapter 6]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Lee Jaejin (FT Island)
  • Mir (Bang Cheol Yong) (MBLAQ)
  • Lee Taemin (SHINee)
  • Jo Kwangmin (Boyfriend)
  • No Minwoo (Boyfriend)
  • Jo Youngmin (Boyfriend)
  • Choi Sulli (f(x))
  • Kim Nam Joo (A Pink)

Special Appearance :

  • Key (SHINee)
  • Kai / Kim JongIn (EXO)

Genre : School life, Angst, Romance

Rating : PG-13

PS :  Ada beberapa perubahan yang udah aku edit, tapi tetap ga mengubah jalan cerita.

Happy Reading ^^

***

My love that I cannot touch even when I draw
My love that cannot hear even when I shout
Beautiful girl who lives hidden inside my heart
My unforgettable first love

– Jo Kwangmin’s POV –

Sejak aku melihat Rae Yoo bersama Lee Jaejin sunbaenim, hingga sekarang aku masih merasa jengkel mengingat mereka di saat syuting CF 2 hari lalu. Dan yang benar saja, kemarin CF mereka sudah tayang di setiap jeda televisi, sedangkan CF dari Boyfriend akan keluar seminggu lagi. Padahal kami melakukan syuting di hari yang sama.

“Annyeong!” sapa Minwoo untuk Rae Yoo.

“Annyeong.” balas Rae Yoo sambil menaikkan tangannya dan tersenyum.

“Kajja! Aku sudah lapar.” ajak Youngmin hyung yang telah berjalan duluan, dan kami mengikutinya dari belakang.

Kami memilih duduk di pojok ruangan dekat jendela, aku duduk berhadapan dengan Minwoo, dan Youngmin hyung berhadapan dengan Rae Yoo. Jadi aku duduk di sebelah hyungku. Minwoo dan Rae Yoo duduk bersebelahan. Lagi-lagi Rae Yoo membawa buku, dan mengerjakan PRnya di saat makan siang ini, padahal bisa saja ia kerjakan sepulang sekolah.

“Makanlah yang banyak. Jangan sampai kau makan buku-bukumu itu.” ledekku untuknya.

“Ne.” ia tersenyum hingga matanya sangat menyipit, lucu sekali dia seperti itu. “Aigoo, kenapa di piringku ada saus cabai?” dahinya mengerut heran.

“Punya kita tertukar.” ucap Minwoo setelah melihat makanannya tanpa saus.

Rae Yoo dan Minwoo akhirnya saling bertukar piring mereka.

“Tadi kita meletakkan piring dengan teracak.. Hei, kau tidak suka pakai saus cabai juga?” jelas Youngmin hyung dan bertanya pada Rae Yoo.

“Aku suka saus cabai, tetapi cabai itu membuatku menangis. Hingga aku tidak mau memakannya di tempat umum seperti ini, kecuali di rumah, aku bisa menikmatinya dan menangis sepuasnya.” cerocosnya dan kami tertawa.

“Sama seperti Youngmin. lebih baik kalian mengadakan lomba makan saus cabai saja disini. Jika salah satu diantara kalian menang, aku akan mentraktirnya apa saja.” ucap Minwoo mengajak taruhan.

“Andwae. Aku tak mau makan banyak, aku mau kamera Polaroid terbaru!” protes Rae Yoo sambil mengerucutkan bibirnya.

“Haah? Berikan juga kepadaku kamera itu!” seru Youngmin dengan mata yang berbinar, ahh mengapa Rae Yoo dan hyungku memiliki banyak kesamaan?

“Apa kau orang yang sensitif juga atau cepat marah, begitu?” tanya Minwoo pada Rae Yoo yang semakin penasaran dengan mereka berdua, dasaaar kau Minwoo! Memancing emosiku saja!

“Ne, aku memiliki sifat itu. Tapi, kadang-kadang saja aku menunjukkannya, aku  tidak ingin memperlihatkan reaksiku pada orang-orang.” terang Rae Yoo sambil mengunyah makanannya.

“Wahh, kalian cocok sekali. Youngmin bersikap seperti itu juga! Kau pun menyukai Winnie The Pooh juga seperti Youngmin! kalian berjodoh!” takjub Minwoo sambil menunjuk kotak pensil Rae Yoo yang berada di atas meja. Aku hanya tersenyum paksa dengan keadaan ini, membuatku tidak selera makan.

“Yaa! Jangan menjodoh-jodohkanku!” decak Youngmin hyung kesal dan kami melanjutkan makan siang ini.

Rae Yoo hanya melanjutkan makannya dengan sumringah dan kuperhatikan ia diam-diam melirik ke arahku. Mungkin ingin melihat bagaimana reaksiku kepadanya. Ahh, kau terlalu banyak menebak, Jo Kwangmin! Dia menyelesaikan makan siangnya dengan cepat, dan meraih buku-bukunya dan berkutat dengan itu semua.

“Kau seperti hantu siang bolong yang menakutiku, dan merasuki hatiku hingga kacau balau.” lantunku asal yang dengan sendirinya keluar dari mulutku, mungkin karena terlalu kesal.

“Jo Kwangmin, gwaencanhayo?” tanya Rae Yoo heran.

“Aniii, gwaencanha.” aku terkekeh, sambil mengusap-usap kepalaku.

“Hari ini Kwangmin belum minum obat.” olok Minwoo.

Kupikir ia akan menanggapiku gila. Perkataan anehku tadi langsung terucap begitu saja. Suatu hal 4 dimensi seseorang, tidak buruk bagiku. Beginilah tipe diriku, aku tidak bisa banyak melakukan apa-apa, aku cukup bersikap diam bila menghadapi orang yang kusukai. Aku jadi bingung dengan diriku sendiri, apakah aku sekedar menyukainya, mengaguminya, atau malah mencintainya. Perasaanku campur aduk tidak menentu jika menghadapinya.

Aku mengambil kotak pensilnya, dan memeriksa isi di dalamnya. Lantas saja kotak pensilnya besar, ia banyak menyimpan beberapa perlengkapan alat tulisnya, seperti mengoleksi saja. Tetapi ada salah satu pensil yang sangat menarik bagiku, ada hiasan boneka Pikachu kecil di ujung pensilnya dan di bagian pensil tersebut bergambar Pikachu. Apakah ia menyukai Pikachu juga sama sepertiku?

Tunggu! Rasanya aku pernah melihat pensil ini, bukankah ini milikku?

*FLASHBACK*

“Yaa! Neo! Chamkan!”

“Waeyo?”

“Kau telah menjatuhkan pensilmu.” seorang bocah laki-laki menunjuk sebuah pensil yang sudah tergelinding jatuh ke selokan.

“Aigoo. Ya sudahlah, biarkan saja. Terima kasih sudah memberitahukanku.” ucap anak perempuan itu tersenyum kecil.

“Terimalah. Pensilmu sudah menghilang di selokan itu.” anak laki-laki itu menyerahkan pensil kesayangannya dari dalam tasnya, sebuah pensil Pikachu.

“Gwaencanha, aku akan membeli yang baru. Simpan saja pensilmu.” tolaknya baik-baik.

“Anii… Kau harus menerimanya.” bocah laki-laki itu memegang tangan anak perempuan tersebut dan meletakkan pensilnya di tangan anak itu agar ia menerimanya.

“Pensil ini lucu sekali, pasti kau sangat menyukainya.” ujarnya mengagumi pensil tersebut.

“Ne, maka lebih baik untukmu saja.” anak laki-laki tersebut semakin mendekat jaraknya dengan anak perempuan itu, dan ia mengecup kilat bibir perempuan kecil itu. Anak perempuan itu terkesiap kaget dan matanya terbelalak membesar karena perlakuannya.

“Apakah kau menyukaiku?” tanya anak perempuan itu polos, bocah laki-laki itu mengangguk tersenyum.

“Karena kau anak perempuan yang paling cantik yang pernah aku lihat. Aku akan menemuimu lagi setelah hari ini. Aku harus pulang sekarang. Annyeong!” bocah laki-laki itu berlari segera untuk pulang.

*END*

Apakah ia anak perempuan waktu itu? Dari pertama kali aku melihatnya, aku merasa seperti pernah bertemu dengannya, pasti aku tidak salah! Ialah seorang putri yang aku inginkan di kehidupan nyata, bukan sekedar dongeng yang aku pecayai disaat aku kecil. Walaupun hanya sekali bertemu dengan anak itu dan bodohnya diantara aku dan anak itu tidak menanyakan nama masing-masing. Malah saat terakhir itu, aku sempat mencium bibirnya, karena aku mempercayai dongeng Putri Tidur dan Putri Salju, sang pangeran setiap dari mereka mencium pujaan hatinya agar terbangun dan akhirnya pangeran memiliki pujaan hatinya dan menikah. Sungguh gila sekali pikiranku dahulu ‘kan? Walau pemikiranku disaat umur 7 tahun itu tidak logis, perasaanku tidak bisa berbohong. Ada aura yang berbeda jika berada di dekatnya, dan aku sadari bahwa aku mencintainya.

Ia cinta pertamaku. Ia gadis pertama yang aku kagumi. Inikah pertemuan kedua kalinya?

“Rae Yoo-ya….”

“Wae?” tanyanya berhenti sejenak, tersenyum ke arahku.

~ Kring!! Kring!! Kring!! ~

“Yuk kita kembali.” ia beranjak bangun dari tempat duduknya.

***

When I touch your hands’ warmth
It made me felt that I could be strong
Still now, the unbreakable magic changes the fear and the weakness of keep dreaming
Into the brightness to be alive
It gives me the courage to step toward tomorrow again

– Author’s POV –

Mir kini tengah bermain dengan laptopnya yang terhubung ke koneksi Wi-fi di restroom J.Tune Camp. Sebelumnya ia mengaktifkan share folder di laptopnya karena tadinya dia berhubungan kabel LAN dengan laptop CEO J.Tune Ent, kakak iparnya. Ia meminta data-data baru yang didapatkan Mir.

Hal yang tidak di inginkan terjadi. Seorang paparazzi yang berada di tempat yang sama dengan Mir berhasil menyalin data rahasia di laptop Mir. Namun Mir tidak mengetahui hal itu. Sehingga paparazzi tersebut bisa menjelajah keseluruhan data yang di miliki Mir di laptopnya.

Ternyata paparazzi tersebut seorang netizen yang sering mencari semua tentang FT Island hingga mendetail, dan ia seorang wartawan berita artis dari sebuah situs. Memudahkannya dalam menyebarkan berita fakta ataupun gossip. Sehari kemudian, ia mengirim beritanya ke situsnya. Dengan beberapa artikel disertai gambar, berita itu bisa saja menjadi fakta, bukan gossip semata. Dan tak beberapa lama komentarpun bermunculan dengan cepat, dan berita itu pun menyebar juga ke situs-situs lainnya.

FT Island’s Lee Jaejin dating with someone?

Foto diatas tampak 2 orang yang tengah berciuman. Terlihat wajah pria yang mencium gadisnya itu adalah Lee Jaejin FT Island. Lalu siapakah gadis yang bersamanya?

Fakta bahwa gadis itu pernah berada di dalam satu acara dengan FT Island. Di dalam acara tersebut, Lee Jaejin mengajaknya kencan hingga malam karena gadis itu telah memenangkan kontes acara tersebut. Baru-baru ini Lee Jaejin muncul di sebuah CF,  dan menimbulkan banyak tanya siapakah model wanita yang menjadi pasangannya di dalam CF itu.

Diduga gadis itu bernama Kang Rae Yoo. Anak dari CEO JiHyuk Production yang sekaligus memproduksi CF tersebut. Saat ini ia bersekolah di School of Performing Arts Seoul di kelas 1. Menurut kabar saat ini, ia hanya pelajar biasa. Namun ia adalah dancer perempuan yang sangat bagus di sekolahnya.

Bukankah ia gadis yang lumayan hebat? Apakah ia juga seorang artis?

Apakah kalian setuju jika mereka sungguh mempunyai sebuah hubungan?

***

Pagi hari yang tidak biasa bagi Rae Yoo. Wartawan dan reporter mengerubungi luar pagar rumahnya. Dan saat Rae Yoo akan masuk ke mobilnya, ia terheran saat melihat orang-orang yang membawa kamera dan recorder beramai-ramai di balik pagarnya. Dan mereka mulai memotret Rae Yoo saat ia tampak di hadapan mereka. Namun Rae Yoo menghiraukannya saja, ia tidak begitu peduli dan menyuruh supirnya untuk segera pergi ke sekolahnya.

Ia merasa risih di pandangi murid-murid lain, mulai dari masuk pintu gerbang, halaman sekolah, koridor sekolah, hingga di ruangan kelasnya. Semuanya memandanginya dengan sinis, rasa kebencian dan ada juga yang tersenyum dan menyapanya dengan baik-baik. Membuatnya heran setengah mati.

“Rae Yoo-ya, apakah kau memang mempunyai hubungan seperti itu dengan Lee Jaejin?” tanya seorang lelaki dengan suara wibawanya.

“Hubungan? Apa maksudmu, appa?” tanya Rae Yoo bingung.

“Lihatlah segera berita hari ini.”

Dengan cepat Rae Yoo mencari berita yang terbit hari ini dari ponselnya. Ia terbelalak dan terkejut ketika melihat sebuah berita yang tertera namanya dengan identitas yang lengkap.

“Appa… “ ucap Rae Yoo lirih dan langsung di potong dengan ayahnya.

“Gwaencanha. Appa tidak akan marah denganmu. Seharusnya kau memberitahukan hal ini lebih dulu pada appa. Bukankah appa melakukan hal yang benar dengan menjadikanmu sebagai pasangan Lee Jaejin di CF itu? kkkkkk~ appa masih ada urusan sekarang, annyeong!”

Rae Yoo merasa lemas setelah mendengar perkataan ayahnya dari telepon. Hal yang tidak diinginkannya lagi, ia tidak ingin kembali pada Jaejin, mantan kekasihnya. Dia menganggap Lee Jaejin adalah pengacau hidupnya, memporak-porandakan hatinya saat dia mengakhiri semuanya. Dan dia tidak ingin itu terjadi kembali. Rasanya ia ingin memarahi, memakinya, meneriakinya sepuasnya agar semua beban itu lepas darinya. Terlebih, ia sungguh tidak ingin dijadikan artis oleh ayahnya. Ayahnya sangat menginginkannya menjadi bintang terkenal, namun Rae Yoo menolak, karena tujuannya hanya ingin menjadi dancer dan choreographer. Ayahnya tidak pernah memaksakan kehendaknya, hingga Rae Yoo diberikan kebebasan untuk memilih masa depan yang akan ditempuhnya kelak. Rae Yoo berpikir jika ia menjadi artis, ia tidak akan sanggup menerima skandal dan anti fans yang selalu melengkapi kehidupan artis. Inilah yang terjadi, ia belum menjadi artis tetapi sudah dipenuhi oleh skandal, dan ayahnya pasti akan menyodorkan pekerjaan-pekerjaan artis dan menjadikannya bintang hallyu, salah satu hal yang ditakutinya.

Sedari tadi Rae Yoo hanya duduk di kelas dan memandang jendela yang menghadap pemandangan lapangan baseball di luar. Ia memilih untuk diam karena teman-teman di kelasnya tanpa henti memperhatikannya dan membicarakannya. Ia menghela nafas berat saat mulai membuka jejaringan sosialnya melalui ponselnya. Facebook dan Twitternya yang telah di penuhi pertanyaan-pertanyaan dari teman-temannya dan beberapa orang asing yang tidak dikenalnya yang mencemoohinya, menghinanya, tetapi ada juga yang memujinya. Namun hal itu semua membuat suasana hatinya semakin memburuk. Ponselnya juga tidak berhenti menerima pesan dari beberapa orang. Dan salah satu pesan akhirnya ia baca dengan rasa malas.

From : Lee Taemin

Subject :

Untuk 2 minggu kedepan kita tidak perlu berlatihan. Manajer menyampaikan padaku, jika kau tetap datang, aku akan terkena gossip juga. Maka mereka melarangmu untuk datang. Jadi, tolong mengertilah. Ini bukan kemauanku. Mianhae.

Pesan itu membuat emosi Rae Yoo membuncah dan dengan menarik nafas sebanyak-banyaknya, ia menelpon Taemin.

“Yaaa!! Aku bukan bencana untukmu! Jika itu keinginanmu, ok, aku akan menjauhimu. Dan aku juga minta kau jangan dekati aku lagi, karena aku tidak membutuhkanmu sama sekali. Pergi saja kau dari kehidupanku, dan aku tidak peduli dengan showcase itu! Kau saja yang tampil sendirian, jangan harap aku akan tampil juga! Satu hal lagi, kau mau tahu jawabanku? Aku tidak menyukaimu! Arraseo?!”

Rae Yoo terengah-engah karena ia berbicara dengan nada tinggi di sertai amarahnya. Dan pandangan murid-murid di kelas beralih melihat  ke arah pintu kelas mereka karena ada Kwangmin disana. Rae Yoo menundukkan kepalanya hingga rambutnya menutupi wajahnya dan memutuskan keluar dari kelas saat itu juga, namun ia tidak menyadari Kwangmin di sana. Kwangmin berusaha mengejar Rae Yoo yang mendadak terburu-buru berlari. Dia berlari ke atap sekolah yang luas tanpa penahan pagar, kemudian Kwangmin mendekatinya dan melihatnya berdiri tegang, mengepalkan tangannya dan berusaha menahan air matanya yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.

“Aigoo, sudah sesedih itu, ia masih menahannya? Baru kali ini aku menghadapi yeoja yang berusaha untuk tegar. Walau bagaimanapun, pertahanannya akan runtuh. Sebentar lagi ia pasti menjatuhkan butir-butir air itu.” batin Kwangmin.

Kwangmin memutuskan melakukan sesuatu dan ia menggenggam tangan Rae Yoo yang terkepal. Di saat itu Rae Yoo memejamkan matanya dan air matanya pun jatuh seketika. Kwangmin menatapnya iba dan semakin mempererat genggamannya pada tangan Rae Yoo, ia berpikir tidak bisa berbuat banyak untuk gadis itu, ia tidak tahu hal yang terbaik yang harus dilakukannya, yang ia tahu hanya memberikan sebuah ketenangan agar gadis itu tidak bersedih lagi.

Butiran air mata Rae Yoo masih terjatuh, ia menyadari orang yang berada di sebelahnya, genggaman hangat yang ia rasakan seakan memberinya kekuatan saat ia mengeluarkan air matanya, mendorongnya untuk tetap tegar. Ia memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan melihat seorang lelaki yang memberinya pengaruh besar sejak pertama kali ia melihat lelaki itu, dan ada perasaan yang sedikit membuatnya bahagia mengingat bahwa dialah lelaki yang pernah dikaguminya di masa kecilnya dan akhirnya telah melihat benda berharganya, ia sangat yakin pada ekspresi Kwangmin terlihat berbeda saat melihat pensilnya, seperti menyadari sesuatu yang telah hilang. Ia telah menemukan si penggila Pikachu itu.

“Aku tidak akan gegabah untuk memberitahukannya. Aku akan membuatnya menyadarinya sedikit demi sedikit. Jika aku terlalu menyukainya, aku tidak ingin hal buruk terjadi hingga menyakitiku.” ucap Rae Yoo dalam hati.

Rae Yoo menatap dalam pada wajah Kwangmin, mencari arti dari raut wajahnya. Kwangmin merasa janggal karena di perhatikan seperti itu olehnya, dan ia mengulurkan tangannya ke wajah Rae Yoo, menyentuh setiap sudut mata dan pipinya yang basah karena air matanya, hingga wajahnya memerah dan hampir saja Kwangmin salah tingkah.

“Kau tahu, tidak? Kau menangis hingga mengeluarkan tahi matamu.” cengir Kwangmin, hingga Rae Yoo kelabakan dan menunduk menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Padahal Kwangmin berbohong, tidak ada tahi mata di mata Rae Yoo seperti yang diucapkannya. Ia merasa geli terhadap apa yang di lakukannya pada gadis itu  yang sudah merasa malu dibuatnya. Dan Kwangmin meletakkan tangannya ke bahu Rae Yoo. Lagi-lagi Rae Yoo berdebar-debar jika merasakan sentuhan dari Kwangmin.

“Uljima, ini tidak akan lama. Bertahanlah sebentar. Jangan terlalu dipikirkan.” ucap Kwangmin menenangkannya, hingga Rae Yoo semakin mengagumi lelaki di sampingnya itu.

“Rae Yoo-ya, kau telah mengisi otakku. Akhirnya aku menemukanmu. Ini sudah sekian lama. aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku. Akan aku lakukan apapun agar kau jatuh kepadaku.”

***

“Gwaencanhayo?” tanya Hyun Joong yang menggebu-gebu dengan emosi yang sudah di titik tinggi.

“Ne, nan gwaencanha. Waeyo oppa?” jawab Rae Yoo tenang.

“Kau tahu penyebab semua ini? Ini semua karena Mir!”

“Jinjja?!”

“Aku ingin ke dormnya sekarang juga. Ia keterlaluan sekali! Aku harus memberinya pelajaran!” dengan emosi yang berkobar, Hyun Joong segera menutup ponselnya dan memfokuskan setirnya  karena ia menambah speed sangat cepat.

Rae Yoo tersentak dan memutuskan untuk menyusulnya, karena Rae Yoo takut Hyun Joong tidak bisa mengontrol emosinya dengan benar jika sudah marah. Mir sungguh terkejut ketika ia menerima sebuah pesan singkat di ponselnya, dan ia langsung keluar dari apartemennya, menunggu di luar.

2 mobil yang mengerem secara mendadak berhenti secara bersamaan di hadapan Mir. Hyun Joong keluar dari Ferrari putihnya, berjalan cepat dengan sorotan mata murka ke arah Mir, dan melayangkan bogem mentahnya ke wajah Mir.

“OPPA! HENTIKAN!” keduanya terperangah mendengar teriakan Rae Yoo yang keras. Mir terjatuh ke tanah dan kesakitan dengan ujung bibirnya yang terluka. Tetapi Hyun Joong berniat untuk memukulnya lagi, namun Hyun Joong segera di tahan oleh Rae Yoo.

“Yaaa! Oppa mau membunuhnya?”

“Dia yang melakukan semua ini! Aku mendengar semua rencana busuknya bersama CEO itu!” teriaknya tidak sabaran dengan tangannya yang ingin memukul Mir sekali lagi.

“Oppa! Kau yang akan dipenjara jika kau terus memukulnya! Kontrol emosimu, oppa!” balas Rae Yoo yang terus berusaha menahan tubuh Hyun Joong yang lebih tinggi darinya.

“Dia yang membuat kesalahan. Mengapa kau tidak memarahinya? Dia yang sudah membuat kekacauan ini!”

Sesaat kemudian, keadaan itu hening, dan Mir mengeluarkan suaranya.

“Rae Yoo-ya, mianhae. Jeongmal mianhae.” dengan suara yang penuh penyesalan.

“Oppa, bisa kau jelaskan, mengapa kau melakukan hal ini?” pinta Rae Yoo dan Mir menjelaskan semua rencana kakak iparnya, dan ia sungguh tidak mengetahui kenapa semua file rahasianya menyeruak ke publik. Rae Yoo berusaha menahan amarahnya yang ingin keluar dari mulutnya. Ia berpikir keras akan semua hal yang telah terjadi padanya, dan air matanya mendesak keluar dari matanya.

“Aku terima jika kau membenciku. Lakukan apapun yang kau mau. Jika itulah yang terbaik bagimu.” ucap Mir putus asa melihat Rae Yoo yang tampak murka.

“Aniyo. Aku tidak bisa.” ia menatap nanar pada Mir. “Kau telah banyak melakukan hal baik padaku. Tidak mungkin aku langsung membencimu karena hal ini. Aku tidak punya balas budi sedikitpun jika aku membencimu. Mungkin ini memang sudah jalanku, aku tidak bisa menolak keinginan ayahku.” melihat Rae Yoo yang tengah tertunduk menangis, Mir segera memeluknya erat karena merasa sangat bersalah dengan apa yang telah dibuatnya.

“Aku beruntung bertemu perempuan sepertimu. Gomawo. Aku tidak akan mengulangi kesalahan besar untukmu.” sesal Mir yang ikut menangis di pelukannya.

***

From : Lee Jaejin oppa

Subject :

Mianhae, ini kesalahanku, mungkin kau sudah menyesal karena CF itu. Mianhae… sesungguhnya aku ingin mengadakan interview dan mengakui hubungan kita, hingga berterus terang pada agensiku. Aku yakin, kau pasti akan menolaknya.. aku tidak akan memaksamu.

“MWOYA!! Seenaknya saja dia meminta seperti itu! Aku menyukai Jo Kwangmin, bukan kau! Kau membuatku hancur!”

Rae Yoo berteriak frustasi di kamarnya setelah melihat sebuah pesan di ponselnya, lalu ia membanting ponselnya ke tempat tidurnya, namun nada ponsel itu berdering. Rae Yoo panik, karena ponselnya sudah terjatuh ke lantai, buru-buru ia mengambil ponselnya itu dan menerima panggilannya.

“Yoboseyo?”

“Ne, Kang Rae Yoo-ssi?”

“Ne, keurae. nuguseyo?” tanya Rae Yoo penasaran.

“Lee So Man imnida. Saya ingin mengajakmu bergabung di SM Entertainment. Apakah kau bersedia?” sebuah pertanyaan yang sungguh mengejutkannya, ia kebingungan harus menjawab apa.

“Ini sungguh Lee So Man-ssi?” tanya Rae Yoo memastikan.

“Keurae. Jika kau bersedia, datanglah besok ke kantorku. Aku ingin membicarakan langsung kepadamu.”

“A..ak..aku… harus tanya dulu kepada appa.”

“Ne, saya mengerti. Sampai jumpa besok.” sambungan terputus dengan cepat.

“Appa, pasti kau puas melakukan hal ini, kan? Walau bagaimanapun, aku tidak bisa membencimu, appa. Jika kau sekarang berada disini, aku ingin menceritakan perasaanku yang sungguh kacau karena Jaejin oppa. Aku ingin mengatakan langsung bahwa aku menyukai Kwangmin, bukan Jaejin oppa. Maka appa tidak akan berusaha mendekat-dekatkanku pada mantan kekasihku itu.” rae Yoo bergumam dan menatap kosong pada jendela kamarnya yang terbuka, dan ia memutuskan untuk membalas pesan di ponselnya.

Reply to : Lee Jaejin

Subject :

Keurae! Aku menyesalinya, sangat sangat sangat menyesalinya! Satu hal yang tidak membuatku menyesal adalah menyuruhmu pergi dari  kehidupanku. Terima kasih sudah pernah membuatku merasakan cinta darimu. Akan lebih baik kita tidak saling mengenal lagi. Aku tidak akan pernah mengakui hubungan kita. Annyeong~

“Jaejin oppa, mianhaeyo. Aku tidak mau jatuh untuk kedua kalinya. Karena kau akan lebih menyakitiku… “

***

Someday my painful heart will get well
I hope it helps me now.
I hope the God will help me
I don’t have enough confidence more and more to overcome myself
I hope this tears will stop running someday

– Kang Rae Yoo’s POV –

Aku pergi ke kantor SM bersama ayahku. Kata Lee So Man seongsaengnim, aku harus membawa orang tuaku, untuk mengurus kontrakku di SM. Ayah senang sekali membawaku ke sana, keinginannya sudah tercapai, tanpa pemaksaannya. Setelah kupikir-pikir sepertinya tidak terlalu berakibat buruk olehku jika aku tidak membuat skandal. Hanya bersikap baik saja, maka tidak akan timbul permasalahan.

Aku dan ayahku melangkah masuk ke dalam kantor tersebut, desain ruangan yang mewah, dan dipenuhi beberapa gambar artis-artis yang dipajang di beberapa tempat. Ahh, tidak perlu mengagumi tempat ini, kan sudah  berapa kali aku kesini, hehehee..

Saat akan masuk ke ruangan pribadi Lee So Man seongsaengnim, aku bertemu beberapa orang, sepertinya murid-murid training, dan aku juga berpapasan dengan Taemin dengan keringat yang bercucuran tampak ia sudah selesai berlatihan. Ahh iya, seingatku 3 hari yang lalu aku memarahinya lewat telepon, ia semakin meledakkan emosiku saja dengan sms darinya. Aku hanya memperlihatkan ekpsresi wajahku yang dingin, seolah mengacuhkannya, namun ia tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya. Hei, kenapa anak itu ramah sekali? Apa dia sengaja berlakuan sebaik itu kepadaku dan tak menyadari kejadian kemarin-kemarin? Saking heran dengan sikapnya, aku berbalik dan anak itu masih berjalan santai namun seseorang menghampirinya dan merangkul tubuhnya. Astaga, mengapa ada 2 Taemin disini? Mataku sungguh tidak beres! Aku berusaha mengedip-ngedipkan mataku berulang kali untuk mempercayai pemandangan dihadapanku. Ayahku selesai berbicara di telepon, dan aku segera menarik ayahku untuk segera masuk ke ruangan Lee So Man seongsaengnim. Aku tidak mau ayahku bertanya-tanya tentangku, wajahku sudah seperti orang bodoh karena terlalu heran dengan 2 orang itu.

“Apakah anda tidak keberatan saya menjadikannya murid Training terdahulu? Saya berpikir untuk menambah girl group baru, dan ia harus banyak dilatih.”

“Rae Yoo-ya, apakah kau setuju?” tanya ayah beralih melihatku.

“Ne appa. Aku mau.” kataku semangat.

“Baguslah. Kau harus menandatangani kontrak ini sekarang.” pinta Lee So Man seongsaengnim tersenyum ramah sambil menyerahkan beberapa kertas.

Kertas ini, kertas yang akan membawaku ke perubahan yang sempat aku benci setengah mati. Sekarang berada di depan mataku, dan aku harus memutuskan pilihan untuk mengukir kolom yang harus kutandatangani. Dengan seluruh keyakinanku, bahwa aku bisa menghadapi apapun dan resiko yang menyerangku, aku akan menerima semuanya. Tidak kusangka, sekarang aku sudah menjadi murid training dari SM Entertainment, hebat bukan? Heheehe..

“Semoga kau nyaman berada disini.” ucap pemilik SM itu lagi dengan wajah bahagianya, melihatnya senang seperti itu, aku jadi tidak ingin mengecewakan ayahku yang menepuk kecil bahuku, tanda ia puas dengan keputusanku.

“Ada satu hal yang ingin kutanyakan dan saya ingin kau menjawab dengan jujur.” astaga, pasti aku akan diinterogasi olehnya.

“Apakah kau sungguh memiliki hubungan dengan FT Island Lee Jaejin?” tanyanya dengan mata sedikit tajam ke arahku. Aku menundukkan kepalaku, inilah saatnya aku harus jujur di depan ayahku dan pemilik SM ini.

“Ne, benar. Aku berpacaran dengannya. Namun kami tidak berlangsung lama. Aku sudah putus dengannya.” ucapku dengan perasaan yang sangat lega.

“Ahh, sayang sekali. Jika kalian masih berhubungan, akan lebih bagus untuk karir kalian karena banyak fans yang menyetujuinya dibandingkan yang tidak.” aku mendelik terkejut, bagaimana bisa banyak orang di luar sana menyetujui hubungan kami? Mereka tolol semua! Astaga, jadi dengan memanfaatkan sebuah hubungan untuk melonjakkan karir dunia artis ini? Jadi begitu niat Jaejin oppa memintaku kembali kepadanya? Jahat sekali dia.

***

Setelah mengurus kontrakku dan menerima arahan tentang aturan dan lain-lainnya yang diberikan oleh Lee So Man seongsaengnim, aku disuruhnya untuk menemui artis-artis dan murid training lainnya yang sedang berlatihan. Katanya, aku harus mengenal semua artis yang berada disini. Ahh sial! Aku tidak berani masuk sembarangan ke ruangan dance ini, biasanya aku disuruh Taemin untuk masuk segera. Ayahku dari tadi sudah pergi karena ia masih ada urusan pekerjaannya, kalau ada ayahku, aku kan bisa masuk dengan mudah.

“Yaa, mengapa hanya berdiri saja? Masuklah.” tegur seseorang dari arah belakangku.

“Ohh, Key oppa.”

“Tidak usah sungkan begitu. Kau kan sudah beberapa kali kesini.” Kata Key oppa tersenyum sambil menjulurkan tangannya memberi aba-aba untuk masuk. Aku segan masuk kesini, apalagi tadi aku sempat bertemu Taemin dengan keadaan yang aneh.

“Ayo masuklah.” Key oppa menarik tanganku hingga kami masuk ke dalam ruangan dance ini. Mataku langsung menatap pandangan aneh mereka lagi, ahh tidak mungkin Taemin punya kembaran!

“Taemin-ah, Rae Yoo datang.” ucap Key oppa setengah berteriak tetap menarikku untuk berjalan kearah mereka.

“Bukankah kita tidak ada latihan hari ini? Kemarin kan sudah kubilang, setelah 2 minggu kemudian kita akan berlatihan kembali.” elak Taemin tidak begitu peduli dengan kehadiranku. Ternyata inilah Taemin yang asli yang salah aku kira. Oke, lihat reaksimu sebentar lagi.

“Aku kesini hanya ingin berkenalan lebih dekat dengan keluarga SM. Perkenalkan aku Kang Rae Yoo telah menjadi bagian dari keluarga SM dan sebagai murid Training yang baru disini. Bangapseumnida.” ucapku dengan nada sedikit sombong kepadanya. Ia menatapku tidak percaya. Hahaaa. Great!

“Woaaah, akhirnya kita satu keluarga!” teriak Key oppa tanpa kontrol, dan langsung memelukku. Kulihat Taemin juga ikut memelukku, namun wajahnya tampak raut bahagia yang tersembunyi. Apa kau masih menyimpan rasamu itu, Taemin? Aku tidak bisa menerima pernyataanmu itu, walau aku sudah bisa memaafkanmu.

Hanya beberapa detik saja mereka berdua membuatku sesak dengan pelukan mereka. Aku mengedarkan pandangan dan mendapati Sulli melihatku dengan rasa kebenciannya. Ia segera mengabaikan pandangannya karena aku balas melihatnya. Apa kau sebegitu benci denganku? Dasar gadis pencemburu!

“Chukae nuna! Selamat bergabung dengan kami.” ucap lelaki yang mirip dengan Taemin. Wuaah, baik sekali anak ini, sikapnya saja sangat ramah saat bertemu tadi. Apakah ia lebih muda dariku?

“JongIn-ah, ia lebih muda setahun darimu, kau tidak perlu memanggilnya nuna.” sahut Taemin yang sedikit tertawa sambil menepuk pundaknya. Astaga, apakah wajahku sebegitu tuanya? Tunggu saja sebelum aku debut, pasti wajahku sudah diminta untuk di operasi plastik duluan. Huaaaah andwae!

“Jwesonghamnida. Kalau begitu, panggillah aku oppa. Aku tidak akan memanggilmu nuna.” ucap jelmaan Taemin itu tersenyum innocent. Ternyata mereka berdua sama menyebalkannya.

“gwaencanha. JongIn oppa.” jawabku pasrah

“Rae Yoo-ya, jangan seperti itu, ia hanya salah mengira..” aku menggangguk berat saat Key oppa memperhatikanku “namanya Kim JongIn, tahun depan ia debut dengan grup EXO, ia banyak memiliki kesamaan dengan Taemin. Jadi kau maklumi saja jika mereka memiliki sifat yang sama, dan sangat dekat.”

***

Sudah bulan agustus, sudah beberapa minggu aku sering berlatihan di kantor SM ini. Setiap hari juga sering bertemu dengan Taemin. Aku sudah tidak mempermasalahkan beberapa kejadian lalu, dan mungkin juga ia tidak memikirkannya lagi. Aku begitu sangat akur dengannya, bukan bersamanya saja, dengan Key oppa juga, karena ia begitu senang mengenalku sejak pertama kali dan mengetahui bahwa aku dulunya pacar Lee Jaejin oppa dan dekat dengan Mir oppa. Mereka memang teman 91-line yang sangat dekat.

Walaupun aku satu sekolahan dengan Sulli, kami tidak begitu dekat, hingga Taemin heran dan menyuruhku untuk dekat dengannya, namun aku tetap besikukuh untuk tidak mau dekat dengannya, ia selalu memancarkan aura kebenciannya untukku. Kalau suka dengan makhluk penggila dance itu, mengapa tidak katakan saja langsung kepadanya? Pengecut!

“Enak sekali tanpa audisi kau bisa masuk kesini. Aku saja bersusah payah mengeluarkan segala kemampuanku.” aku sedang berkumpul bersama Taemin, JongIn oppa dan Key oppa di tengah waktu istirahat kami. JongIn oppa terheran mendengarku bisa masuk SM dengan jalan yang sangat mudah.

“Aku kelas 6 SD audisi disini. Dan aku didebutkan di kelas 3 SMP. Lama sekali.” tambah Taemin ikut berkomentar.

“Berarti kau tidak hebat seperti Rae Yoo, kau masih kalah dengannya!” cela Key oppa untuk Taemin.

“Hyung, seharusnya kau memujiku, bukan Rae Yoo. Ahh, kalau saja ada Minho hyung, pasti aku sudah di bela dengannya.” keluh Taemin celingak celinguk dimana keberadaan Minho hyungnya.

“Kau sudah diabaikan dengannya. Lihat saja ia sedang bersama Kyuhyun hyung, Kyuhyun hyung seharusnya bersama Sungmin hyung.” timpal Key oppa.

“Lama-lama aku diabaikan oleh Minho hyung.” Taemin berlagak sedih dan ia menjatuhkan badannya ke bahu JongIn oppa. Aigoo, manja sekali dia.

“Oppadeul, aku ingin minum, sebentar yaa.” aku beranjak bangun dari posisi dudukku dan berjalan menuju dispenser di ujung ruangan.

“Rae Yoo-ya, aku haus juga!” kudengar Key oppa setengah berteriak. Dan aku mengisi air di kedua gelas.

Saat aku berbalik sambil memegangi kedua gelas berisi air di kedua tanganku, seseorang menabrak bahuku dan air itu malah tumpah ke bajuku. Ternyata yang menabrakku adalah Sulli.

“Mian.” ia tersenyum licik ke arahku.

Begini caranya untuk menghadapiku? Aku memutuskan untuk tidak kembali duduk berkumpul bersama ketiga lelaki itu. Aku meletakkan kembali gelas yang kupegang ke meja yang tertata rapi dengan beberapa gelas plastik. Aku tertunduk dengan emosi yang berkumpul di ubun-ubunku, aku harus ke toilet sekarang. Jangan dia berpikir bahwa aku mengalah padanya, tidak akan pernah! Langkahku terhenti saat seorang menahan tanganku, aku mendongak, ternyata orang itu Taemin. Ia memandang marah pada Sulli.

“Sulli-ah, mengapa di saat Rae Yoo di sekitarmu, sifatmu berubah menjadi dingin?” tanya Taemin tajam, baru kali ini Taemin bertindak dengan tatapan yang serius seperti itu untuknya, biasanya Taemin selalu bersikap lembut kepadanya. Mata Sulli tampak berkaca-kaca, ia memandang Taemin dengan pandangan tidak menyangka. Siapa suruh dia berkelakuan jahat kepadaku, rasakan! Sebaiknya aku luruskan persoalan ini, hati nuraniku masih terbuka untuk gadis angkuh ini.

“Yaa, nan gwaencanha. Tidak perlu membesarkan permasalahan sepele ini.” aku bersuara dan perlahan melepaskan tangan Taemin dari pergelangan tanganku, dan melangkah menjauhi mereka berdua.

Dasar gadis itu! seharusnya ia tidak perlu bersikap seburuk itu kepadaku, hanya demi mendapatkan lelaki itu. Tekadnya untuk mengalahkanku sangat besar sekali. Tanpa ia minta pun, aku tidak akan merebut Taemin darinya, karena bukan aku yang menyukai Taemin. Jika ia yang mendekatiku terus, berarti ia yang masih menyukaiku!

***

Lagi-lagi aku berlatihan dance di jam istirahat. Setidaknya aku bersyukur, Cho songsaengnim sekaligus memberikan kunci untuk ruangan yang jarang di gunakan ini, jadi sudah bisa kupakai di segala waktu, seakan sudah menjadi ruangan pribadiku. Namun aku harus menjaga ruangan ini baik-baik. Hari ini aku mengajak ketiga teman akrabku kesini, sayang sekali Youngmin dan Kwangmin tidak bisa bergabung karena masih banyak pelajaran mereka yg tertunda. Minwoo selalu senang menerima tawaranku untuk ke ruangan ini. Ia berkata, ruangan ini tidak berfungsi untuk latihan dance saja, tetapi juga untuk tidur, hahaa. Ia mungkin terlalu stres dengan jadwal Boyfriend yang padat, sehingga sering sekali ia tidur sebentar disini. Walaupun aku menghidupkan suara lagu dengan besar, ia bisa masih bisa tertidur dengan santai, hahaa.

“Aku ingin mengarang sedikit gerakan baru.” ucap Minwoo sambil bergerak-gerak di hadapan cermin, kali ini ia tidak tidur.

“Yaaa, bukankah terlalu bosan jika kita selalu berdua disini?” tanyaku berlengos malas dan duduk menyelonjorkan kaki setelah lelah berlatihan. Aku butuh Kwangmin disini, terlalu rindu dengannya.

“Kita disini karena kesamaan hobby kita. Walaupun aku terlalu capek, tapi aku ingin tetap berlatihan keras, kau juga begitu kan?” tanyanya balik.

Benar juga apa yang dikatakannya. Setidaknya aku tidak sendirian seperti masa SMPku lalu, untuk memasuki ruangan dance saja sudah ketakutan karena takut bertemu Taemin sejak masalah itu.

“Keurae. Tapi aku takut orang-orang akan salah mengira dan melihat kita sering berdua di ruangan ini. Kau tahu kan kau adalah member Boyfriend dan aku masih SM Trainee?”

“Tapi kita hanya berteman, Rae Yoo-ya, jangan khawatir.”

“Annyeong!” terdengar suara yang berat dengan nada yang semangat dari arah pintu, aku bangkit berdiri dan cepat berlari kecil menuju pintu masuk. Dengan rasa penasaran, aku membuka pintu dan mendapati Kwangmin bersama Namjoo di depan pintu. haissh, untuk apa Kwangmin membawa perempuan menyebalkan itu?

“Annyeong haseyo..” suara familiar terdengar olehku. Aku sedikit melihat keluar dan ternyata.. lelaki itu yang datang.

– TBC –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s