FF “You’re My Precious” [Chapter 7]

part 7

Title : You’re My Precious [Chapter 7]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Lee Jaejin (FT Island)
  • Mir (Bang Cheol Yong) (MBLAQ)
  • Lee Taemin (SHINee)
  • Jo Kwangmin (Boyfriend)
  • No Minwoo (Boyfriend)
  • Jo Youngmin (Boyfriend)
  • Choi Sulli (f(x))
  • Kim Nam Joo (A Pink)

Special Appearance :

  • Key (SHINee)
  • Kim Kyu Jong (SS501)
  • Oh Sehun (EXO)

Genre : School life, Angst, Romance

Rating : PG-13

PS :  Ada beberapa perubahan yang udah aku edit, tapi tetap ga mengubah jalan cerita.

Happy Reading ^^

***

Do you want love, what do I have to do
And I want love, I’m still in love with you
I can never forget being left with nothing else I could possibly do
Please don’t go my girl

– Lee Jaejin POV’s –

Saat ia keluar, dia melihat Kwangmin dengan raut wajah yang gusar, dan ia menoleh terkejut saat melihatku. Aku menduga-duga, pasti ia akan menolak kedatanganku. Wajahnya semakin menunjukkan kebingungan dan kekesalan yang terpendam. Aku sungguh nekat datang kemari, padahal resikonya besar sekali.

“Annyeong haseyo, sunbaenim.” jawab Kwangmin dan seorang perempuan yg pernah kulihat, ia member A Pink, tapi aku lupa namanya.

“Untuk apa oppa datang kesini?” tanya Rae Yoo dingin.

“Yaa, kau pikir kau siapa? Berbicaralah dengan sopan!” tegur gadis yang berada di sebelah Kwangmin memperingatkannya.

“Namjoo-ah, sebaiknya kau diam saja.” sanggah Kwangmin untuk gadis itu.

Tiba-tiba saja Rae Yoo menarik tanganku, dua orang itu sungguh terheran dengan gerakan Rae Yoo yang cepat. Ia membawaku ke dekat tangga yang tidak jauh dari ruangan dance tadi.

“Oppa, sebaiknya kau pergi sekarang.” ucapnya datar dan ia melangkah pergi namun segera aku menahan tangannya dan membalikkan tubuhnya tepat di hadapanku.

“Kembalilah kepadaku.” ucapku penuh penekanan, aku meletakkan tanganku di kedua bahunya dan menatap mata besarnya yang mendelik terkejut.

“Dulu kau yang minta aku untuk tidak mencintaimu, itu sudah kulakukan hingga kini. Sebenarnya apa yang oppa inginkan dariku? Memanfaatkanku? Jebal, berhentilah mempermainkanku.” ucapnya kecewa.

“Bukan begitu, aku tidak bermaksud…. “

“Oppa, sebaiknya kau menjauh dariku. Aku juga akan menjauhimu seperti yang kulakukan.” ia melangkah pergi, benar-benar pergi. Aku membuat kesalahan yang bertubi-tubi pada orang yang sangat kusayangi.

Aku nekat untuk datang kembali ke sekolah ini karena usulan dari pihak agensiku. Mereka mendesakku agar aku kembali berpacaran dengan Rae Yoo setelah berita itu tersebar dan mereka mengetahui identitas Rae Yoo secara detail. Mereka menyuruhku menjalin hubungan kembali dengannya karena untuk melejitkan  karirku.

*FLASHBACK*

“Jaejin-ah, kau diminta CEO untuk menjalin hubungan kembali dengan pacarmu itu.”

“Jinja?!” tanyaku terkejut mendengar pernyataan dari managerku. Ia mengajakku untuk berbicara secara berdua di sela-sela istirahat setelah latihan.

“Ne. Seongsaengnim mengatakan seperti itu. Ia ingin meningkatkan kepopuleran FT Island. Karena ayah Kang Rae Yoo-ssi adalah orang yang berpengaruh dalam Industri hiburan, dan Kang Rae Yoo-ssi juga Trainee dari SM tanpa melewati audisi terlebih dahulu, dan ia juga bersekolah di SMAmu dulu. Bukankah itu ide yang cemerlang? Lagipula banyak juga penggemarmu yang menyetujui hubunganmu dengan gadis itu.”

“Yaak hyung! Kau malah mendukung hal terburuk itu?” decakku kesal. Argghh, buatku sakit kepala saja!

“Sudahlah, kau coba saja. Kau tidak ingin keluar dari FT Island kan? Maka dari itu kau lakukan saja. Jika gadis itu tidak ingin menerimamu kembali, agensi yang akan turun tangan. Berusaha mendekatkanmu dengannya.”

“Arraseo! Arraseo! Apa yang harus aku lakukan?” tanyaku pasrah.

“Datanglah ke sekolahnya, minta padanya untuk kembali denganmu.”

“Mworago?!” aku keheranan, sungguh tidak mempercayai perkataan managerku. Sungguh ide yang gila!

* FLASHBACK END*

 ***

I don’t know if this is a dream or if it’s magic
You are approaching me
I am sitting here, pretending to do something else
But laughter comes out of my lips

– Kim Namjoo’s POV –

Apa-apaan Kwangmin itu! Ia mengangguku saja! Padahal aku ingin menjatuhkan harga diri Rae Yoo di depan sunbaenimku tadi. Benar-benar tidak masuk akal, aku tidak menyangka yeoja itu mempunyai beberapa hal yang mengejutkan. Ayah yang mempunyai perusahaan terbesar di Industri Hiburan, dan pacar Lee Jaejin sunbaenim. Tetapi, dari tatapan Rae Yoo, ia dingin sekali terhadap pacarnya. Apakah mereka sudah putus? Nanti aku tanya kepadanya langsung.

“Ternyata kalian datang berdua.” ucap Minwoo melihat kedatanganku bersama Kwangmin. “Rae Yoo kemana?” tanyanya heran, seharusnya Minwoo tidak perlu menanyakan tentang gadis itu. Huhh..

“Mollasseo.” jawab Kwangmin yang tampak tidak peduli dengan memasangkan headset ke telinganya, dan langsung duduk bersandar ke dinding dengan tenang.

“Shh.. dasar Kwangmin itu, dengan teman saja sudah bersikap seperti itu. Nappeun namja! Nappeun Pikachu!” umpat Minwoo sambil melemparkan handuknya yang penuh keringat ke arah Kwangmin. Handuk tersebut jatuh ke wajah Kwangmin, ia mendelik kaget dan langsung terbatuk-batuk karena tercium aroma dari handuk kecil Minwoo. Astaga, apakah handuk Minwoo sebegitu baunya? Hahaa..

“Yaaak! Minwoo-ah! Handukmu seperti bau sampah busuk! Lebih baik di buang ke tempat pembuangan sampah saja!” decak Kwangmin yang melemparkan handuk tersebut ke belakangnya, handuk tersebut malah terlempar mengenai wajahku!

“Wooooaaaaahh, eommaaaaa!!!!!” jeritku keras dan seseorang segera menyingkirkan handuk tersebut dari wajahku. Tanpa sengaja aku dan Minwoo bertatapan mata. Aigoo..

“Gwaencanhayo? Mianhae.. pasti kau kesal sekali.” ucap Minwoo dengan khawatir. Aku terpesona melihatnya dari dekat dengan rambut yang basah karena keringatnya..

“Na.. nan gwaencanha..” jawabku gugup seketika. Ia tertawa setelah menjauhiku sambil mencium handuknya tadi. Hahaah..

***

– Kang Rae Yoo’s POV –

Aku melangkah menjauhinya, astaga… tatapannya tadi sungguh terngiang dikepalaku. Aku bingung dengan perasaan ini, aku tidak tahu dari segi apa aku mencintai Jaejin oppa, tetapi aku mencintai Kwangmin karena rasa yang berbeda jika di dekatnya, perasaan yang melonjak gembira dan jantung yang berdetak begitu kencang. Setiap sekali sentuhan saja darinya sudah membuatku deg-degan. Namun semua itu tidak terlalu kurasakan jika berada di dekat Jaejin oppa. Yang menyatukanku dengannya adalah perasaan dan pemikiran yang selalu sama, seakan kami memiliki hubungan batin apalagi saat bertatapan mata. Dan dari sorotan matanya tadi, aku malah meyakini bahwa ia tidak memanfaatkanku, tidak mempunyai niat buruk apapun, tetapi sebuah firasat apa saja kan selalu menyatakan hal yang benar. Aku menggeleng keras, bodoh sekali bisa berpikiran seperti itu, seakan aku benar-benar ingin menerimanya kembali, pabo!

Aku kembali menuju ruangan dance, mengingat hal tadi, mengapa Kwangmin menyuruh Namjoo untuk diam saat ia akan mengomeliku? Apakah Kwangmin sepenuhnya mengetahui hubunganku pada Jaejin oppa dahulu atau ia salah mengira saja gara-gara berita itu? Aisshh jinjja! Masa bodoh! Aku tidak mau ia berlama-lama bersama Namjoo, lama-lama gadis itu semakin dekat saja dengan Kwangmin, dasar genit!

Aku menggaruk kepalaku gusar dan mulai menarik nafas perlahan untuk mengontrol semua system syarafku yang menegang karena marah-marah. Pelan-pelan mengumpulkan keberanian untuk menghadapi Kwangmin, sebuah ide terlintas dikepalaku. Aku membuka pintu dan ..

“Darimana saja kau?” tanya Namjoo ketus. Omoo, mengerikan sekali gadis ini. Tanpa ia sadari, Kwangmin dan Minwoo menatapnya ngeri.

“Urusanku.” jawabku singkat. “Kwangmin-ah, temani aku, jebal …”

“Kemana?” tanyanya.

“Ke kelas Chae Jinseok.”

“Untuk apa?” tanyanya lagi seperti seperti cuek.

“Nanti kau akan tahu. Ayolah..” tanpa berpikir panjang, aku segera menarik tangan Kwangmin agar dia tidak bertanya-tanya lagi, aigoo, tidak tahulah dia akan berpikiran apa tentangku.

“Ya sudah, masuklah ke sana.” ucap Kwangmin menyuruhku masuk saat kami sudah sampai di kelas Chae Jinseok. Sedari tadi ekspresi Kwangmin hanya datar saja. Apakah ia marah kepadaku?

“Ayolah, kau kan yang menemaniku ke sini. Eo, eo?” kataku membujuknya agak merengek sedikit. Rasanya aku ingin terjun ke bawah laut dengan merengek seperti ini! Ia terlihat pasrah namun menggangguk berat, ia masuk duluan ke dalam kelas, aku mengikutinya di belakangnya.

“Annyeong Jinseok~” sapaku malu-malu.

“Woaaah. Rae Yoo-ya. Kau semakin cantik saja.” ucap Jinseok menyunggingkan “killer smile”nya, ahahaa.. kau sangat tahu situasi, Chae Jinseok!

“Yaa, jangan menyengir saja. Tujuanmu kesini untuk apa?” tegur Kwangmin untukku.

“Kwangmin-ah, kau jangan sinis begitu.” tegur Jinseok balik untukknya. Mian, aku berbuat licik seperti ini, Kwangmin-ah.

“Aku hanya.. hanya ingin minta tolong buatkan satu lukisan untukku. Aku tidak bisa mengerjakan PR itu.” ucapku kelagapan.

“Mianhae, kali ini aku tidak bisa membantumu. Aku begitu sibuk, setiap hari aku harus berlatihan untuk menyiapkan debut MYNAME. Mianhae..” sesal Jinseok.

“Gwaen.. gwaencanha. Lebih baik aku berusaha sendiri. Aneh, kita lahir hanya berbeda 2 hari, tapi bakat menggambar tidak turun kepadaku. Aku jadi iri dengan kemampuanmu itu.” keluhku pada diri sendiri, memang kenyataannya aku sangat terbodoh dalam hal menggambar. Astaga, aku jadi terbawa suasana, padahal ini hanya pura-pura saja aku kelas Jinseok.

“Hei, kau sangat keren dalam dance. Jadi jangan merendahkan diri sendiri. Aku mendukung semua usaha yang kau lakukan.” Jinseok menyemangatiku, dan aku melihat reaksi Kwangmin, ternyata ia masih diam terlihat masih tidak peduli dengan perbincangan kami.

“Yaa, kau kenapa? Sakit? Kenapa dari tadi kau diam saja?” heran Jinseok pada Kwangmin.

“Ahh, apakah urusan kalian sudah selesai?” tanyanya spontan.

“Sudah.” jawabku ragu.

“Kalau begitu, ayo kita pergi.” ajaknya yang langsung pergi, aku mengikuti langkahnya.

“Chae Jinseok, gomawo!” teriakku saat keluar dari kelasnya.

***

What is that guy, he can’t even protect you
Don’t keep waiting, no,
Don’t keep waiting forever
Don’t stand by his side,
He’s not the right one for you

– Jo Kwang Min’s POV –

Jinjja! Aku sudah gerah di sana! Apakah ia ingin merusak perasaanku? Tadi ada Lee Jaejin sunbaenim, mantan pacarnya. Bagaimana aku tidak cemburu? Tadi Rae Yoo menarik tangannya. Oh Tuhan…. Mengetahui banyaknya kedekatan mereka. Skandal mereka dengan foto yang sedang berciuman, dan penggemar yang banyak menyetujui hubungan mereka. terlebih lagi, ia sudah menjadi murid Training di SM, dan bisa saja ia semakin dekat dengan Taemin hyung, apalagi mereka akan mengikuti Showcase akhir tahun antar sekolah. Kau itu cantik sekali, Rae Yoo. Banyak namja yang senang melihatmu, termasuk aku. Tidak bisakah kau mengerti perasaanku?

“Yaa! Jalanmu cepat sekali.” ia menegurku saat kami sudah sampai di depan ruangan dance kami. “mianhae..” ucapnya dengan suara mengecil.

“Mengapa kau harus meminta maaf?” tanyaku, sebenarnya sedikit lega ia mengucapkan kata itu.

“Tadi kau begitu kesal. Mianhae..” ucapnya dengan kepala tertunduk.

“A..aniyo. Kau tidak perlu meminta maaf. K..kau tidak ada salah apapun.” ucapku kesusahan karena sikapnya yang merasa sangat bersalah terhadapku.

“Kumohon kau jangan salah mengira apa-apa tentang hubunganku dengan Jaejin oppa. Hmm… a..aku hanya mengenalnya saja, aku tidak berpacaran dengannya. Jadi, jangan percaya berita semacam itu.” heh, kau berdusta secara terang-terangan? Aku sudah mengetahui kebenarannya, kau malah menyakitiku, Kang Rae Yoo.

“Sudah. Aku tidak ingin kau membahas hal tadi.” responku tidak peduli, dan mengingat suatu hal yang penting yang harus kusampaikan kepadanya. “Boyfriend akan comeback, dan minggu depan adalah pembuatan MVnya. Apakah kau mau menjadi role modelnya?”

“Jinjja?! Aku mau!!” pekiknya senang dan cepat-cepat menutup mulutnya, ia melihat ke arahku malu-malu.

“Yaak! Kau itu.. jangan bersenang dulu, akan aku kabari lagi jika sutradara memakai model lain, aku akan berusaha untuk meminta pada sutradara untuk memakaimu sebagai model MV kami. Jadi kau berdoa saja untuk menjadi role model MV terbaru kami.” Ucapku santai.

“Ne, aku akan berdoa sebanyak-banyaknya. Aku harus menjadi model untuk MV Boyfriend, Fighting!” ucapnya semangat dan melesat masuk ke dalam ruangan dance ini. Aigoo, gadis itu.. sama anehnya denganku.

***

– Kang Rae Yoo’s POV –

Ahh, michigesseo!!! Kesal sekali rasanya, aku tidak dijadikan role model untuk MV Boyfriend. Kwangmin mengatakan bahwa ternyata sutradara sudah menemukan modelnya terlebih dahulu sebelum Kwangmin mengajukanku sebagai modelnya. Padahal aku yakin 100% Boyfriend akan lebih melejit jika meletakkanku di MV mereka, hahahaa. Dasar licik otakku!

Sekarang aku sedang bersantai di ruangan dance SM, saat ini memang bukan jadwal latihan, tapi aku lebih memilih kesini di waktu luangku bersama laptop kesayanganku. Aku memang menyukai barang satu itu daripada ipad, hingga aku sedikit mengerti seluk beluk tentang komputer dan cara memperbaiki permasalahan kecilnya. Aku banyak menyimpan video-video tentang KPOP, apalagi variety show, concert, dan lain-lain, semua aku hasilkan dari mendownload. Rata-rata aku mempelajari dance dari video-video yang aku download. Dan juga aku gunakan laptop ini untuk berinternet, untuk mencari segala informasi, apalagi tentang SS501 yang paling aku cari, benar-benar pekerjaan dari seorang fangirl.

“WUAAAAAAH!!!!!!” teriakku histeris menggemparkan ruangan ini. Aku segera menutup kepala hingga wajahku dengan hoodieku karena semuanya mengarah melihatku.

“Yaaak Rae Yoo-ya! Kau jangan mengganggu orang yang sedang berlatihan!” seseorang membuka hoodieku.

“Mianhae.” ucapku menyengir kaku.

“Kau Triple S? kontrollah dirimu, ini bukan tempat konser.”

“Bagaimana aku tidak histeris? Kyu Jong oppa comeback, didatangi oleh Young Saeng oppa dan Hyung Jun oppa. Mereka datang untuk mendukung Kyu Jong oppa! Betapa keren mereka!! Ahh, seharusnya aku di mnet sekarang.” ucapku cerewet dengan decak senang bercampur kesal dengan keadaan sekolah hari ini yang tiba-tiba waktu pulangnya sedikit lebih cepat di siang hari namun tetap saja aku tidak bisa datang ke MCountdown. Tapi aku senang sekali melihat oppadeul berkumpul seperti itu.

“Ne, SS501 sunbaenim berkumpul, setidaknya akan lebih baik jika mereka berkumpul secara berlima.” kata Taemin yang memandangi foto di laptopku yang masih dengan tampilan foto Kyu Jong oppa, Young Saeng oppa, dan Hyung Jun oppa yang berpose, aku tertegun mendengar perkataannya. Benar, rasanya rindu sekali ingin melihat mereka kembali berlima.

“Aku malah berpikir, jika suatu saat kelompok grupku mengalami perubahan seperti SS501 dan DBSK sunbaenim, apa yang akan kulakukan nanti tanpa keempat hyungku? Pasti aku akan sangat merindukan mereka. Kami sudah seperti keluarga, setiap harinya menghabiskan waktu bersama saat makan, tidur, berlatihan, berkumpul di kala kami sedih dan saling menenangkan satu sama lain dan sebagainya. Dan semua akan menjadi janggal jika keseharian itu tidak dilakukan lagi.” ucap Taemin dengan suara yang pelan. Pasti ia mengingat bagaimana pertama kalinya masuk ke agensi ini, bertemu dengan para hyungnya yang sangat menyayanginya, kesibukan yang padat dan lain-lain.

“Lee Taemin.. kau jangan takut terjadi akan terjadi apa-apa, ini sudah resiko awalmu untuk masuk ke agensi seperti ini, semua group akan sama beresikonya. Aku menyetujui masuk ke sini karena aku sudah mengetahui beberapa resiko yang akan menimpaku, belum jadi artis saja aku sudah punya skandal.” Balasku dan ia malah menatapku heran dan menoyor kepalaku. Astaga, Lee Taemin itu!!! Apa yang salah dengan perkataanku?

“YAAAK! Aku kan sedang serius!” jeritku kesal.

“Kau merusak keseriusanku, tahu..” jawabnya datar dan ia beranjak bangun. Ia melangkah ke cermin dan mulai berlatih vokalnya. Kuakui suaranya sangat bagus sekali sejak aku sudah sering kesini, bisa-bisa ia mengalahkan Jonghyun oppa. Ahh, suaranya benar-benar merdu sekali, aku jadi iri dengannya karena suaraku tidak ada perubahan walaupun sudah berlatih dengan menyanyi setiap hari, namun suaraku lebih cocok untuk Rap dan aku sering menghafal Rap dari Mir oppa karena aku suka suaranya.

“Neoui nunbichi nal sarojabda, nali jinalsurok nalkaroweojyeotda. Neoui jibchake jichyeotda, manhi be eotda, mami piga nanda..”

“Aiiissh jjinja! Kau mengganggu saja!!” decak Taemin yang terganggu karena aku. Kulihat Minho oppa disudut ruangan yang mendelik heran mendengar rap yang aku nyanyikan tadi. Hahahaa. Mianhae Minho oppa, jika aku telah merusak Rapmu. Taemin sudah menjadi teman dekatku disini, jadi semenjak aku punya teman dekat disini, aku tidak akan terlalu basa-basi terhadap sikapku.

***

I can’t do it, it’s like a habit, I can’t do it like I thought I could
I can’t live, I can’t live, my heart is filled with love pain
Since there are memories left in thoughtful places
I’m searching for you again, you, you, love pain

Senangnyaaaa!! Akhirnya aku bisa datang ke Mcountdown untuk menonton langsung penampilan Hyun Joong oppa untuk comebacknya. Sejak bulan kemarin sampai sekarang, Lee So Man songsaengnim menyuruhku untuk berlatihan dengan memberikan koreografi tersusah secara rutin. Gila sekali, setelah bersekolah, aku harus berlatihan, waktu luangku tidak terlalu banyak, dan aku juga jarang menemui ke-3 Boyfriendku itu secara pribadi di sekolah, hahaaha, karena mereka sibuk untuk comeback Boyfriend. Sekarang saja, untuk hari ini aku membolos satu hari hanya untuk menyaksikan idolaku dan seorang lelaki yang aku dambakan tentunya, dan ini satu hari relaxingku.

Aku sudah melihat MV Boyfriend terbaru itu, Don’t Touch My Girl. Aku merasa sedih saat melihat teasernya, karena Kwangmin terlihat sedih dan mengeluarkan air mata. Dan selama menunggu MV Fullnya, di otakku terus terngiang wajah Kwangmin yang sedang menangis, membuatku stress seketika. Saking gilanya, aku mengubah poni rambutku yang biasanya miring ke kanan menjadi miring ke kiri, karena tergila-gila melihat Kwangmin yang imagenya semakin dewasa. Tetapi saat aku melihat MV itu, Kwangmin menaiki sepeda dan seorang yeoja duduk di belakangnya sambil memeluknya. Emosiku naik ke titik didih. Kenapa bukan aku saja yang berada disitu? Jadi hanya karena storyline seperti itu hingga Kwangmin dulu memintaku untuk menjadi model MV itu?

“That should be me, that should be me.” aku sedang bersenandung kecil saat menunggu Hyun Joong oppa dan Kyu Jong oppa di depan 1 ruangan waiting room yang bertuliskan nama mereka yang katanya akan menjadi ruangan mereka tempati sementara.

“Annyeong haseyo.” aku terkejut melihat ke 5 orang didepanku menyapaku secara serentak. Mereka FT Island.

“Ohh, Annyeong haseyo.” jawabku.

“Sedang apa disini? Kenapa tidak sekolah?” tanya Hongki oppa.

“Aniyo, ak…aku diberikan satu hari kebebasan.” jawabku gugup saat mataku menoleh melihat Jaejin oppa, dia lumayan keren.

“Satu hari kebebasan?” tanya Jonghun oppa heran. Astaga, apa yang baru saja kukatakan? Padahal aku berusaha menyembunyikannya.

“A..a..aniyo.”

“Apakah kau sudah direkrut oleh sebuah agensi?” tanya Hongki oppa penasaran. Ahh, terbongkar sudah.

“Ne, di SM.” jawabku gugup sambil menundukkan kepalaku.

“Chukae! Kau benar-benar hebat, Kang Rae Yoo-ssi!” Hongki oppa mengacak-acak rambutku, arggh membuatku kaget saja.

“Ayoo, kita harus bersiap-bersiap untuk rekaman.” kata manager mereka memerintah.

“Kalau begitu kami harus pergi sekarang. Jika kau sempat, tontonlah performance kami nanti.” kata Hongki oppa mewakili lainnya. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tipis saat Hongki oppa dan Jonghun oppa sudah berjalan duluan.

“Annyeong!” ucap Seunghyun oppa dan Minhwan oppa dengan suara sangat kecil sambil berlangkah pergi, Jaejin oppa yang berada di belakang mereka memberikan senyum untukku saat melewatiku.

Oh Tuhan, hari ini dia sama kerennya seperti di CF lalu. Bagaimana aku bisa menyembunyikan rasa kagumku yang masih terpendam. Sebenarnya ia termasuk bagian terpenting dalam hidupku. Seharusnya aku tidak akan tersakiti jika tidak mengenalnya.

Aku memilih ke Pre-recording stage Boyfriend untuk melihat performance mereka, sambil menunggu Hyun Joong oppa dan Kyu Jong oppa yang harus di make over terlebih dahulu sebelum tampil. Saat kulihat lagi daftar performance hari ini, setelah Boyfriend selanjutnya pre-recordingnya FT Island. Aku mengingat permintaan Hongki oppa tadi, ia ingin aku untuk melihat performance FT Island hari ini. Hmm, aku harus berpikir 2 kali untuk itu.

Sebenarnya aku merasa sedikit takut untuk datang ke stasiun TV seperti ini, maka dari itu aku menyamarkan diri dengan Hoodie dan kacamata hitamku, sehingga orang-orang tidak akan mudah mengenaliku. Belum jadi artis saja, aku sudah menyembunyikan diri.

Aku duduk di bagian kursi paling depan diantara penggemar Boyfriend. Kuharap mereka tidak mengenaliku ataupun memang tidak mengetahui tentangku sama sekali. Saat Boyfriend memasuki stage mereka, aku melambaikan tangan pada Kwangmin, dia terkejut saat melihatku dan ia tersenyum lebar sambil balas melambaikan tangannya untukku dengan semangat. Seketika telingaku hampir pecah mendengar teriakan fans menyebut nama Kwangmin. Hahaa, Lucu sekali saat wajah Kwangmin yang terheran dengan teriakan penggemarnya, tentu saja ia heran, lambaiannya bukan untuk penggemarnya, melainkan untukku.

Dia benar-benar keren sekali, caranya saat ia menge-rap, dan keseriusan dari wajahnya. Aku terpana melihatnya. Biarlah dia dianggap member teraneh di Boyfriend, aku juga memang sudah gila hingga menyukainya. Ahh, padahal ini adalah take pertama, aku tidak bisa melihat take kedua, sebentar lagi giliran FT Island.

Aku menuju stage FT Island, lagi-lagi kursi penonton bagian depan masih kosong dan bagian belakang sudah terpenuhi. Oh Tuhan, apakah sebaiknya aku pergi saja dari sini? Aku takut diserang penggemar Jaejin oppa. Tapi aku tidak ingin mengecewakan Hongki oppa, walaupun ia tidak terlalu akrab denganku. Saat aku duduk, FT Island sudah berada di stage, mereka sedang check sound, mataku mengarah pada Jaejin oppa yang sedang memeriksa bassnya. Dia terlihat bagus jika rambut blondenya dengan potongan pendek seperti itu. Dia memang keren, dan dulu aku menyukai perasaannya. Apakah sebaiknya aku memaafkannya? Hanya dengan satu senyumannya tadi, rasa benciku terhadapnya sudah luluh lantak. Kau berhasil, Jaejin oppa..

***

“Eoje boda seulpeun oneurae, bieoinneun nae an ne jarie.. hayeomeobsi nunmuri naeoneun geolkka, aetage neol bulleo bwado.. boijiga anneun neoinde, yeongwonhi doraboji anheullae.. Yesterday ~”

Aku ikut berteriak histeris saat performance Kyu Jong oppa. Rasanya senang sekali bisa melakukan hal ini bersama penggemar lainnya. Sebuah kebiasaanku dulu yang sering kulakukan, menonton secara live di setiap acara musik jika SS501 tampil.

Aku juga menonton Comeback Hyun Joong oppa. Ahh, ia menari dengan dancer wanita. Biasanya aku akan kesal, cemburu atau marah-marah tidak jelas jika melihat penampilan SS501 oppadeul bersama dancer-dancer wanita mereka. Aku merasa tidak perlu bersikap seperti itu lagi, oppadeul juga manusia, mereka membutuhkan pasangan hidup masing-masing. Biarlah mereka juga mendapat privasi yang sepantasnya seperti orang-orang biasa.

“Oppa!! So cool!” tempat penonton yang disediakan hanya untuk berdiri saja, membuatku semakin heboh berteriak dan berlompat-lompat kecil. Walaupun aku norak seperti ini, aku masih menjaga jarak dengan penggemar lain, takut jika mereka mengetahuiku.


@ Waiting Room

“Rae Yoo-ya, terima kasih bekal makan siangnya. Enak sekali!” ucap Kyu Jong oppa yang merasa senang.

“Yaa, kau membolos?” sergah Hyun Joong oppa.

“Ne, tapi hanya untuk hari ini saja. Tidak apa-apa kan oppa? Aku sudah lama tidak menonton acara seperti ini secara live. Aktifitasku hanya ke sekolah dan ke kantor SM.” jawabku jujur padanya.

“Ya sudahlah, gwaencanha. Kapan-kapan jangan ulangi seperti ini  lagi, ok?” pinta Hyun Joong oppa sambil menepuk kecil bahuku. Jiwa sebagai oppa sudah muncul lagi di dirinya.

“Yang terpenting Rae Yoo masih seorang gadis yang baik.” kata Kyu Jong oppa, perkataannya manis sekali!

“Gomawo oppa.” jawabku tersenyum lebar.

“Berseriuslah jika berlatihan, aku yakin kau akan bisa menjadi artis yang terbaik.” nasehat Hyun Joong oppa, aku menggangguk semangat.

***

I hope she knows what i feel
How my feeling towards him that i loved
Hope that she will leave him for sure
So I can get a freedom to love him

Choi Sulli’s POV

Selalu saja emosiku akan naik jika gadis itu berada di sekitar ruangan ini. Ada banyak orang di sini, apakah ia tidak bisa tidak selalu bersama Taemin oppa? Gadis itu, apakah ia tidak memiliki mulut untuk berbicara dengan orang lain? Selalu saja bersama Taemin oppa, membuatku gusar saja! Sudah punya Jaejin oppa saja masih juga mengganggu yang lain!

Akhir-akhir ini aktifitasku tidak terlalu banyak. Hanya berlatihan untuk beberapa persiapan performance di akhir tahun. Aku ke kantor SM hanya untuk melihat Taemin oppa. Aku memang menyukainya hingga rasa cemburuku yang sangat besar tidak menginginkan seorang yeojapun berada di dekatnya. Namun, seakan harapanku itu hancur hanya karena Kang Rae Yoo. Entahlah, ada sedikit penyesalan saat pertama kali bertemu dengan yeoja itu. Aku memberikan tatapan ketidaksukaanku kepadanya, mungkin sejak itu ia sudah menilaiku orang yang buruk. Sejujurnya aku memang kesal sekali, ia merebut usahaku yang sudah gagal untuk kedua kalinya. Aku ingin sekali menjadi Dancing Queen di tahun pertamaku bersekolah, tapi aku gagal dan aku mencobanya sekali lagi di tahun kedua. Di tahun keduaku, Kang Rae Yoo mengambil posisi pertama dan aku berada di posisi ketiga. Aissh jinjja! Hari itu adalah hari terburukku, hingga aku tidak menyukainya hanya karena aku tidak mendapatkan posisi pertama yang aku inginkan. Hal yang sangat bodoh, karena aku tidak membenci Suzy sama sekali yang menempati urutan kedua.

Mungkin dari rasa ketidaksukaanku pada Kang Rae Yoo, aku mendapat balasan yang tidak terduga. Taemin oppa yang sudah kusukai sejak masih menjadi Trainee mengenal Kang Rae Yoo. Aku tidak tahu bagaimana Taemin oppa mengenalnya, aku menanyakan tentang gadis itu, tetapi Taemin oppa tidak menjawab apa yang kutanyakan. Aku tidak akan menyerah begitu saja pada gadis itu, ia tidak boleh menyukai Taemin oppa!

“ohh, Sulli-ah, apa kabar?” tegur Sehun. Sehun adalah trainee yang akan debut juga dengan EXO, ia seumuran denganku dan satu sekolah denganku.

“Baik. Akhirnya kau datang juga kesini. Berarti kau akan mulai sibuk kan?”

“Ne. Lee So Man seongsaengnim menyuruhku untuk rajin berlatihan. Oh iyaa, dimana Krystal?” tanyanya sambil melihat ke sekitar ruangan. Sehun memang lebih dekat dengan Krystal dibandingkan denganku.

“Molla ~ aku baru saja datang.” aku berjalan menjauhi Sehun, biarlah ia berlatihan dahulu. Aku ingin bergabung dengan Rae Yoo dan Taemin oppa, berusaha mendapatkan perhatian Taemin oppa.

“Yaak! Namanya siapa?” aku mendekati mereka berdua dan langsung duduk, Rae Yoo bertanya pada Taemin yang sedang terpesona memandang namja yang baru saja aku mengobrol tadi, dia menyukai Sehun?

“Kau norak sekali!” sungut Taemin yang merasa risih dengan sikap Rae Yoo yang sikap fangirlnya selalu kumat.

“Eonni, dia murid di SOPA juga ‘kan? Apakah dia Trainee di sini?” omona, gadis ini tidak luput bertanya juga denganku, sebegitu tergila-gilanya dia pada Sehun.

“Ne. Namanya Oh Sehun. Nantinya ia akan debut dengan EXO. Ia dekat sekali dengan Kai.” jawabku dengan nada cuek.

“Jinja?! Wuaaah, tidak kusangka! Aku dapat mengenalnya lebih dekat! Kenalkan aku kepadanya!” pintanya dengan beralih kepada Taemin oppa, ia merengek “Oppa, aku sudah lama ingin mengetahui namanya, dancenya keren sekali! Aku ingin berbicara padanya, oppa, temani aku.. mmm.” Rae Yoo merengek sambil ber-aegyo, aku tahu ia selalu merasa jijik dengan dirinya sendiri jika ia disuruh ber-aegyo oleh Key oppa. Kali ini sepertinya ia rela ber-aegyo seperti itu demi Sehun. Yeoja ini seperti penggoda saja! Semua laki-laki ia dekati! Argggh!

Taemin oppa hanya pasrah menuruti permintaannya. Ia beranjak bangun dan Rae Yoo mengikutinya dari belakang, namun Rae Yoo mendekatiku.

“Tunggu saja beberapa hal yang akan kulakukan.” bisiknya dan ia menatapku tajam sambil tersenyum licik, ia kemudian berjalan dan tampak tubuhnya malah menegang setelah dihadapan Sehun. Astaga, yeoja itu benar-benar membuatku penasaran, apa maksud dari perkataannya? Apakah ia akan berencana menyerangku secara tiba-tiba sebagai taktiknya?

Setelah Taemin oppa mengenalkannya pada Sehun, ia kembali duduk bersamaku, raut wajahnya tampak jengkel sekali. Hanya karena seorang wanita, ia bisa sejengkel itu, aku sungguh tidak percaya pada Taemin oppa yang seperti ini.

“Apakah danceku belum cukup keren? Michigetda!” umpat Taemin oppa sambil menatap Sehun dan Rae Yoo yang tengah mengobrol. Sepertinya mereka cepat sekali akrab satu sama lain. Aku hanya tersenyum pahit melihat Taemin oppa yang tampak cemburu, apakah ia tidak bisa menebak perasaanku?

Sedih sekali rasanya jika mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Seseorang yang aku bohongi, hingga ia berhenti dari masa Trainee disini, memutuskan keluar dari SM. Jungshik, ia sangat menyukaiku, selalu mencari perhatianku hingga akhirnya ia memintaku untuk menjadi pacarnya, sebelumnya aku sudah menyukai Taemin oppa dan aku hanya menerimanya saja, memanfaatkannya agar Taemin oppa cemburu denganku. Hanya dalam waktu 6 bulan aku berpacaran dengannya, akhirnya Jungshik mengetahui kedokku, ia sangat membenciku dan memutuskan untuk keluar dari SM karena saking membenciku, aku benar-benar seorang pembohong dan pengkhianat.

“Sulli-ah, Rae Yoo sudah bersikap baik kepadamu, mencoba akrab denganmu. Aku selalu memperhatikan gerak-gerik dari sikapmu terhadapnya, kau terlihat sangat tidak menyukainya. Ada apa dengan kalian? Hal itu sangat janggal jika dilihat setiap hari. Biasanya kau selalu tampak ceria dan ramah kepada semua orang, aku tidak terbiasa melihatmu dengan aura kebencian hanya dengan salah satu orang. Mulai sekarang, aku ingin melihat seorang Sulli yang sangat manis dan baik.” Aku tertegun mendengar perkataan Taemin oppa. Ia menginginkanku dengan sikap yang baik. Sangat berat hanya karena yeoja itu, aku harus bersikap baik dengannya, aigoo.. tadi saja ia mengancamku.

***

– Kang Rae Yoo’s POV –

Aku sangat senang telah mengenal Oh Sehun oppa, seorang sunbaenim yang aku kagumi beberapa hari lalu. Aku sungguh tidak menyangka bisa mengenal Sehun oppa di SM, dan kami juga langsung cepat akrab.

“Wuaaah, aku sudah jadi penggemar Sehun oppa! Ia benar-benar cute dan manly dalam satu sisi!” decakku dengan sikap fanatic fangirl yang kembali kambuh. Aku berloncat-loncat dan ber-dance asal sebagai rasa bahagia, aku menyadari beberapa member Super Junior dan SNSD telah melihat kegilaanku di sudut ruangan, namun aku tidak peduli. Hahaa..

Sehun oppa hanya idolaku walaupun dia belum debut. Aku hanya senang saja melihat Sehun oppa yang manis seperti itu, tapi wajahnya tidak bisa tergantikan oleh wajah Kwangmin, aku lebih mengagumi Pikachu itu! Sebenarnya banyak sekali artis disini yang kukagumi, seperti Donghae oppa, orang yang selalu bersikap manis. Kyuhyun oppa, ia terlalu cuek, aku tidak berani mendekatinya, sudah cukuplah ia dekat dengan Victoria eonni. Changmin oppa, dia ganteng sekali! Karena ia juga dekat dengan Kyuhyun oppa maka aku tidak ingin mendekatinya. Henry oppa, orang cina yang mirip orang barat, suaranya keren sekali jika menyanyikan lagu Inggris! Jino oppa, aku suka suara tingginya dan ia orang yang sangat lembut. SNSD dan f(x) eonnideul juga sangat lucu dan gila jika mereka bersama-sama. Satu lagi, aku juga suka dengan Taemin, ia keren sekali saat dance, apalagi saat popping dance, itulah salah satu daya tariknya dan yang kukagumi dari dirinya sejak SMP.

“Yaaak! Kang Rae Yoo! Kau jangan membuatku malu!” teriak Key oppa yang datang menghampiriku.

Astaga, aku lupa, dia kan menganggapku seperti adiknya, tapi ia selalu bersama bersama Amber eonni. Dasar Key oppa! Menganggapku sebagai adiknya tetapi ia malah lebih memperhatikan Amber eonni.

“Kau itu konyol sekali. Seharusnya keadaan serius seperti ini, malah kau jadikan tempat taman safari yang penuh dengan suara cemprengmu.” serang Key oppa dengan perkataan tajam.

Aku hanya terkekeh kecil. Aku hanya merasa nyaman disini, semua ekspresi sedih dan senang bisa kuungkapkan tanpa malu-malu. Apalagi jika memutar ulang beberapa pertemuan dengan Kwangmin di sekolah, itu sudah membuatku merasa bahagia.

Aku sudah memikirkan sebuah rencana, untuk Sulli. Aku tidak akan melakukan suatu hal yang berbahaya, malah akan membuatnya melonjak senang.

“Mireu oppa! mari kita bertemu, aku ingin belajar Gag darimu!” aku menelpon Mir oppa, dan ia tertawa dengan besar. Key oppa mendelik keheranan melihatku.

“Aku punya sebuah rencana, setelah kita bertemu aku akan memberitahukannya pada oppa.” bisikku agar Key oppa tidak mendengar pembicaraanku.

– TBC –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s