FF “You’re My Precious” [Chapter 8]

part 8

Title : You’re My Precious [Chapter 8 ]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

  • Kang Rae Yoo
  • Kim Hyun Joong (SS501)
  • Lee Jaejin (FT Island)
  • Mir (Bang Cheol Yong) (MBLAQ)
  • Lee Taemin (SHINee)
  • Jo Kwangmin (Boyfriend)
  • No Minwoo (Boyfriend)
  • Jo Youngmin (Boyfriend)
  • Choi Sulli (f(x))
  • Kim Nam Joo (A Pink)

Special Appearance :

  • MBLAQ members
  • Boyfriend members

Genre : School life, Angst, Romance

Rating : PG-13

PS :  Happy Reading ^^

***

It will be better for you and me
Because I’m not hesitate again
The world is so cruel
So, I want you to be better than me

– Kang Rae Yoo’s POV –

“Hei, aku sibuk sekali, terutama persiapan untuk Gayo Daejun. Aku tidak bisa membuat janji denganmu.” keluh Mir oppa dari ujung telepon.

“Ahh, ya sudahlah, oppa. Aku bisa melakukannya sendiri.” pasrahku.

“Kau ingin membuat rencana apa? Seperti seorang detektif saja.”

“Oppa! Aku bukan Sinichi Kudou! Kau terlalu banyak menonton Detective Conan! Membuat rencana itu kan biasanya dilakukan oleh penjahatnya terdahulu, dan detektiflah yang mencari perencanaan yang telah terjadi dengan bukti kejahatan yang kuat.” ucapku.

“Jadi, kau adalah penjahatnya?”

“MWO?! ANIYO!” aku menggeleng keras dan langsung menutup sambungan telepon. Ahh, Mir oppa malah berpikir aku jahat, padahal yang ingin aku lakukan adalah hal yang sungguh baik jika yeoja itu mengetahui hal ini.

Aku menghampiri Sulli yang tengah membaca buku dan Taemin yang berkutat dengan PSPnya, tumben ia bermain game. Semuanya sudah selesai berlatihan, maka mereka semua sedang beristirahat dengan melakukan beberapa kegiatan kecil.

“Lee Taemin~” ucapku menegurnya.

“Panggil aku oppa.” jawab Taemin tanpa mengalihkan matanya dari PSPnya.

“Taemin oppaaaaaa ~” ucapku pasrah dengan suara yang kulembutkan dengan pelan nyaris tidak bersuara. Ia hanya tersenyum lebar masih memainkan PSPnya, rasanya aku ingin memukulnya keras-keras! Sulli malah merasa terganggu dengan keberadaanku.

“Ini sangat penting, pentingggg sekali!” ucapku penuh penekanan. “sepertinya latihan dance yang kita lakukan untuk Showcase akhir tahun akan sia-sia. Oppaku di California akan memimpin perusahaan appa disana, kemungkinan aku akan kesana untuk mengikuti peresmian gedung baru kami. Aku baru mendapatkan kabar ini dari appa.” Taemin terlihat tidak menyangka dengan apa yang kubicarakan “Sulli eonni, apakah kau mau menjadi pengganti couplenya Taemin oppa?”

“Jinjja?!” tanya Sulli kaget.

“Aku belum tahu bagaimana nantinya, jika aku tidak pergi aku akan tetap tampil. Jika memang aku harus pergi, Sulli eonni harus membantuku. Jebal eonni..”

“Yaaa! Bagaimana bisa? Gurumu akan marah besar jika mengetahui hal ini. Dan aku juga akan menjadi korban kemarahan guru tersebut.” jawab Sulli eonni khawatir.

“Jebal… “

“Latihan kita sangat sia-sia sejak pertama kalinya hingga kini.” Taemin sepertinya kecewa sekali padaku.

“Mianhae.”

Sejujurnya aku melakukan rencana ini dengan modal nekat. Awalnya aku tidak berpikiran apa-apa, tapi karena Sulli yang selalu bersikap menghindariku, aku tidak suka diperlakukan seperti itu, risih sekali rasanya. Karena aku tidak menyukai Taemin seperti dirinya, maka aku yang akan bersuka rela untuk tidak terlalu dekat dan berkegantungan dengannya. Meskipun nantinya aku akan menerima resiko yang besar. Aku mengecewakan guruku. Maka dari itu, aku tidak akan memberitahukan apapun kepada guruku hingga di hari Showcase tiba.

“Yaa~ aku melakukan hal ini bukan demi dirimu. Tetapi, aku hanya menyelamatkan diri sendiri. Jadi, kuharap kau jangan salah menduga bahwa aku menyerah padamu.” ucapku kepada Sulli agar ia tahu motifku sekarang.

***

This time is over
I want to stop this tiring longing now
I’m going to try and live no matter what,
even if I say this to my self thousands of times
it’s not really working well

– Lee Taemin’s POV –

Aku tidak tahu harus mempercayainya atau tidak. Hanya sebulan lagi waktu yang tersisa. Untunglah SHINee tidak terlalu memiliki banyak aktifitas di Gayo Daejun  nanti, aku hanya perlu berlatihan dengan Eunhyuk hyung dan Kai untuk special performance, aku hanya harus focus dengan comeback SHINee di tahun depan. Sesungguhnya aku kecewa pada Rae Yoo. Aku yakin bahwa itu memang bukan keputusannya, ia hanya terpaksa. Aku berharap kepergiannya ke California akan batal dan ia tampil denganku. Walaupun sudah berkali-kali berlatihan, tetapi aku ingin hasil akhir dari latihan kami. Lama-kelamaan aku malah sulit untuk tidak mencintainya, walaupun ia sudah menolakku, tidak apa-apalah, biar aku simpan saja rasa ini secara rahasia, meskipun ia bersama orang lain, asalkan ia selalu bahagia itu sudah cukup bagiku.

Rae Yoo berjanji mengajari Sulli beberapa gerakan dari dance couple kami. Ia tampak tidak sabaran mengajari Sulli, ahh ..akhirnya aku menemukan sisi buruknya, ia tidak bisa menjadi pengajar yang baik.

“Yaa! Pelan-pelanlah mengajariku!”

“Kan sudah kubilang, aku tidak bisa mengajari eonni dengan sabar. Maka turutilah dan ikuti apa yang aku ajarkan untukmu! Aku berjanji akan mengajarimu setiap hari, maka kau akan bisa melakukan gerakannya dengan mudah.” tutur Rae Yoo yang akhirnya menurunkan nada bicaranya.

“Astaga, lelah sekali! Gayo daejun dan Showcase…” seru Sulli.

“Kalau saja ada pelatih yang mengajari dance ini, maka kau tidak akan kesusahan seperti ini. Ia sudah kembali ke Jepang.” damai sekali dunia ini jika dia berbicara selembut itu, Rae Yoo, biasakanlah.

“Taemin oppa! Mari berlatihan secara berdua. Lalu kau berlatihan dengan Sulli eonni.” sambungnya memanggilku.

Aku beranjak dari dudukku. Musik yang sudah familiar untuk dance kami pun menggema di ruangan, semua orang yang berada di ruangan tersebut memilih berduduk dan melihat pertunjukan kecil ini, heheee. Gerakan yang sudah kami hafal dan sudah cukup lancar memudahkan pertunjukkan kecil ini menjadi lumayan hebat. Baru kali ini aku merasa sangat senang dan nyaman saat ber-dance bersama Rae Yoo, apalagi dalam keadaan sedekat ini, kami saling banyak tersenyum satu sama lain, ia tampak menikmati dance ini, biasanya ia sering memperlihatkan wajah yang serius dan tidak pernah tersenyum. Kenapa tidak dari dulu ia bersikap seperti ini? Aku semakin mengaguminya saja.

“Taemin-ah! Kerja yang bagus!” puji Eunhyuk hyung yang salut denganku, aku menggangguk dan mengancungkan jempolku.

“Rae Yoo-ya, keren sekali!” puji Sehun untuk Rae Yoo, dan ia membalasnya dengan terkekeh malu.

Kurasa durasi dance couple ini sangat singkat. Sebelumnya aku tidak pernah berpikiran seperti itu. Mungkin karena aku sangat menikmati kebersamaan bersama Rae Yoo, hingga aku merasa waktu sangat cepat sekali berlalu. Rae Yoo memintaku berlatihan dengan Sulli, hanya di bagian gerakan pertama, karena Sulli belum menguasai keseluruhan dance ini. Seperti biasanya Sulli memang terlihat cantik sekali jika dilihat dari dekat seperti ini, aahh ia hanya kuanggap sebagai dongsaeng saja disini. Baguslah Sulli sudah cepat menguasai gerakan dibagian pertama, ia tampak gugup saat menatap mataku dari dekat, mungkin karena belum terbiasa saja.

“Oppa, haruskan ada bertatapan mata? Membuatku malu saja..” gerutu Sulli sambil terkekeh. Nah kan, dugaanku tidak salah.

“Hahaa, bertatapan mata harus ada di dalam Dance Couple, agar lebih mempunyai feel untuk menarikannya, namanya saja adalah Dance Couple, harus menjiwai perasaan dari pasangan masing-masing.” jelasku pada Sulli, ia membalasnya sambil mengangguk dan tersenyum.

“Kuharap aku akan cepat bisa menghafal keseluruhan dance ini, aku tidak akan mengecewakan Rae Yoo.” kata Sulli melihat Rae Yoo yang sedang mengelap keringatnya.

Benarkah Sulli sejujur itu? Aku tidak cukup percaya padanya. Aku malah berpikir bahwa Sulli bertekad sekali menggantikan posisi Rae Yoo dengannya. Pasti ia mengharapkan seperti itu. Aku tentu saja lebih menginginkan Rae Yoo sebagai pasanganku untuk Dance Couple ini. Sulli-ah, mianhae.

***

December 2011,

– Jo Kwangmin’s POV –

“Sepertinya kalian sibuk sekali, aku merindukan kalian, tahu!”

“Lebih merindukan siapa diantara kami bertiga?” tanya Minwoo penasaran.

“Jika aku pilih Jo Kwangmin, otte?” ia menoleh melihatku yang duduk di sampingku.

“Aku?” tanyaku sedikit terkejut dengan pernyataannya.

“Jinjja? Aku pikir kau lebih merindukanku.” ucap Minwoo sambil mengerucutkan bibirnya.

“Hahahaa.. bukan begitu, maksudku, aku hanya lebih merindukan kalian bertiga saja.” sahut Rae Yoo tertawa kaku. Aissh, ternyata bukan aku saja yang ada dipikirannya.

“Gomawoyo! Senang sekali rasanya jika dirindukan seseorang.” Minwoo berdecak senang dan melanjutkan menyantap cemilannya. Minwoo-ah, kau mau kubunuh, hah?! Anak ini selalu saja menguji coba perasaanku! Senyum canggung dari Rae Yoo memperlihatkan bahwa ia memaklumi perkataan Minwoo. Minwoo lebih sering terbuka jika dekat dengan seseorang, jika orang itu namja maupun yeoja.

“Dance Couple, otte? Apakah masih sering bertemu Taemin sunbaenim?”

“Kami sudah lancar. Hanya tinggal menunggu harinya saja.”

“Wuaah, aku tidak sabar ingin melihat penampilan kalian. Pasti menakjubkan.” seru Youngmin.

“Dance Couple, berarti kau terus dipegang oleh Taemin sunbaenim? Semacam pegangan tangan?” tanya Minwoo penasaran. Astaga, anak ini benar-benar merusak suasana!

“Mollayo~ tunggu saja harinya tiba.” jawab Rae Yoo tersenyum penuh kemenangan. Argghhh, buatku penasaran saja!

“Aku tidak setuju! Kau tidak boleh memegang namja lain, apalagi Taemin sunbaenim.” protes Minwoo.

“Wae? Memangnya kau siapa?” heran Rae Yoo sengit.

“Seharusnya aku dan Taemin sunbaenim berkolaborasi bersama.” jawab Minwoo.

“Huhh, aku pikir kau ingin dance couple juga bersama Taemin sunbaenim.” aku menoyor kepala Minwoo.

“Haaah? Itu tidak mungkin! Aku bukan ingin jadi yeojanya!” Minwoo balik menoyor kepalaku, arggh dasar anak ini!

“Minwoo-ah, mengapa kau bisa merobek celanamu? Bukankah itu sangat memalukan?” Rae Yoo tertawa cekikikan. Mungkin ia mengingat comeback Boyfriend lalu. Hal terburuk yang pernah dialami Minwoo. Hahaha.

“Yaaa! Itu hanya insiden kecil, kau tidak perlu membahasnya lagi.” Minwoo malah cemberut, dan Youngmin menepuk bahunya sebagai tanda agar Minwoo bersabar.

“Mianhae. Tapi itu sungguh lucu! Kau tahu tidak, bukan aku saja yang tertawa, pembantu dan pengawal di rumahku juga ikut tertawa melihatmu. Hahaaha..” Rae Yoo masih menahan tawanya, tanpa sadar ia memegang bahuku. Astaga, aku sungguh terkejut! Ia melihatku saat mendongakkan kepalanya, tawanya langsung terhenti. Aku dan ia menjadi salah tingkah, dan hal itu tampak jelas sekali terlihat oleh Youngmin dan Minwoo, mereka tidak boleh mengetahui apa yang kurasakan!

“Wae? Mengapa kalian menjadi canggung seperti itu? Kalian aneh sekali.” terang Minwoo yang penasaran.

“Aniyo.” aku dan Rae Yoo menjawab serentak. Membuat suasana semakin aneh. Aku harus mengambil tindakan!

“Kau ~ kita kan teman, benar tidak? Hahahaa..” aku segera merangkul tubuhnya, ini memang gila, seperti terkena jutaan watt aliran listrik yang kurasakan. Ia bergidik terkejut atas perlakuanku. Seperti inikah rasanya jika memeluk seseorang yang disukai hingga ingin terus merasakannya dan sangat merindukannya? Walaupun hanya sebuah rangkulan, membuatku tetap ingin ia berada di sisiku.

“Hei, kalian seperti sepasang kekasih!” protes Minwoo.

“Aniyo! Chingu.. chingu~” aku berusaha bersikap biasa-biasa saja. Kulihat Rae Yoo tersenyum, namun senyumannya itu berbeda, tersirat ketulusan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Rae Yoo-ya, aku ingin terus melihatmu.

***

December 28, 2011

– Author’s POV –

Hari Showcase pun tiba. Rae Yoo meluruskan rencananya yang telah dipikirkannya matang-matang. Pagi-pagi ia menyuruh pengawalnya untuk membawanya ke rumah sakit, walaupun memang sebuah rencana, ia berpura-pura sakit dan menyewa ruangan rawat inap. Ia menulisi surat berupa permintaan maaf kepada gurunya. Karena ia tidak ingin membolos sekolah berkali-kali maka ia tidak mungkin membohongi gurunya dengan hal yang sama seperti untuk Taemin dan Sulli dengan memberitahukan bahwa ia pergi ke California untuk kepentingan acara perusahaan keluarganya, maka ia berpura-pura sakit untuk beberapa hari.

Sekarang Rae Yoo merasa kesepian di ruang inap itu, ia sempat menyuruh Hyun Joong oppanya untuk datang, namun ia sangat sibuk dengan latihan untuk Gayo Daejun, begitu juga dengan Mir oppanya yang beralasan sama. Dan ia mulai memikirkan Kwangmin, yang sepertinya sama sibuknya dengan sunbaenim-sunbaenim mereka.

Sebenarnya ia menyesali keputusannya menyerahkan posisi pasangan Taemin kepada Sulli, karena ia sangat ingin tampil di atas panggung, hal yang tidak pernah dilakukannya. Apalagi kerja kerasnya sejak memasuki SOPA, ia sudah berlatihan dari awal, namun dengan waktu yang terbilang singkat, ia berhenti tanpa menunjukkan hasil akhir kepada orang-orang. Alasannya bukan karena Sulli saja, namun juga Kwangmin. Kwangmin juga menjadi alasannya, agar lelaki itu tidak berpikiran macam-macam tentangnya, maka ia tidak ingin menampilkan dance yang begitu banyak skinship-nya pada Taemin di hadapan Kwangmin.

“Ahh, kuharap keputusanku ini tidak sia-sia. Apalagi jika Kwangmin melihat adegan terakhir di dance kami, Taemin membuka sedikit jasnya dan mendekati wajahku untuk menciumku, namun ditutupi oleh jasnya. Astaga! Syukurlah aku tidak melakukan hal itu di depan Kwangmin!” umpat Rae Yoo menggeleng keras.

“Kau ~ kita kan teman, benar tidak? Hahahaa..”

Rae Yoo terngiang saat pertama kali Kwangmin merangkulnya. Hal itu membuatnya sangat senang justru sedih di waktu yang bersamaan. Apakah Kwangmin hanya mengganggapnya sebagai teman saja? Genggaman dan rangkulan dari Kwangmin yang pernah ia rasakan sangat berdampak pada tubuhnya, ia sungguh mencintai lelaki itu.

***

“Oppa, katakan saja jika kau tidak ingin melakukan dance ini bersamaku.” Sulli menghampiri Taemin yang sudah selesai di rias.

“Wae?” heran Taemin dengan sikap Sulli yang merubah pikirannya.

“Awalnya aku senang sekali, akhirnya aku mendapatkan posisi yang hebat sekali di sekolah ini. Tapi aku ragu, aku seperti orang yang angkuh, aku takut oppa yang malah tidak berkenan melakukan hal ini bersama-sama. Karena posisi ini milik Rae Yoo.”

“Gwaencanhayo. Kau tidak perlu berpikiran buruk seperti itu. Apakah kau menanggapi bahwa aku menyukai Rae Yoo? Kau cemburu? Walaupun aku sangat menyukai Rae Yoo, hingga aku sempat menyatakan yang sebenarnya kepadanya, ia tidak memiliki rasa yang sama sepertiku. Jadi, aku harus berbuat apalagi untuk membuatnya menyadari perasaanku? Memaksa adalah tindakan jahat, berharap hanya menyakiti diri sendiri, memendam perasaan menjadikan seseorang yang bodoh akan hal itu. Diantara itu, aku memang orang yang bodoh karena aku masih menyimpan rasa kepadanya. Jadi, kau tidak perlu khawatir, jika kau mundur dari posisi ini, maka kaulah yang akan menanggung semua resikonya, dan jangan mengecewakanku, arraseo?!”

Tuntut Taemin terhadap Sulli. Sulli terkaget saat Taemin meraih tangannya dan menggenggamnya erat, Taemin tersenyum tulus kepadanya.

Perasaan gugup membuncah di hati Sulli, ini untuk kedua kalinya ia merasakan gugup berada di atas panggung, saat pertama kalinya ia debut bersama f(x) dan kedua kalinya karena bersama Taemin. Ia takut akan melakukan kesalahan, atau melupakan gerakan yang sudah diingatnya. Raut wajah Sulli yang tampak begitu khawatir tertangkap oleh Taemin. Taemin segera merangkul tubuh Sulli dan menuntunnya berjalan hingga sampai ke panggung setelah mendengar ucapan MC memanggil nama mereka.

Dengan lihai mereka berdua menari diatas panggung itu, penonton yang terdiri dari guru-guru dan murid-murid terlihat sangat menyukai pertunjukan mereka dan banyak yang berpendapat bahwa Taemin dan Sulli akan sangat cocok jika mereka adalah pasangan yang nyata. Namun Cho seongsaengnim, guru yang menyukai keahlian dari Rae Yoo, sangat kecewa pada Rae Yoo yang membatalkan penampilannya hari ini. Ia sangat tidak yakin pada alasan Rae Yoo, dan sangat mencurigainya, karena penampilan dari Taemin dan Sulli sungguh memukau, seperti sudah banyak mempersiapkan segala hal.

***

Sungguh tidak terduga bagi Rae Yoo, akhirnya Mir menyempatkan kedatangannya untuk menemuinya. Mir juga membawa Hyung-Hyungnya mengunjunginya.

“Mireu oppa!”

“Aku orang yang baik kan?” Mir segera menghampiri Rae Yoo yang berada di atas ranjang tidur rumah sakit dan memeluknya dengan erat.

“Oppa… ahhh ..SESAK!” jerit Rae Yoo dan tubuh Mir ditarik oleh leader MBLAQ, Seungho.

“Kau ingin membunuh seorang gadis di rumah sakit?” Seungho sengaja melototi Mir dan Mir malah tertawa melihatnya, kemudian memeluk sang leader itu dengan manja. Rae Yoo dan yang lainnya hanya bisa tertawa melihat tingkah Mir yang seperti anak bayi.

“Gomapseumnida, MBLAQ oppadeul. Aku tidak kesepian lagi karena kalian.” ucap Rae Yoo gembira.

“Ne.. ” jawab kelima namja itu serentak.

“Rae Yoo-ya, apakah kau tidak melupakan sesuatu?” tanya Mir.

“Mwo, oppa?”

“Ulang tahunmu, kau melupakannya?” jawab Mir yang heran dengan gadis itu.

“Ulang tahunku? Hari ini tanggal 28? Aigoo.. aku hanya ingat tanggal 28 adalah hari Showcase tiba.” Rae Yoo sedikit merengek karena kesal dengan dirinya sendiri.

“Saengil chuka hamnida, saengil chuka hamnida. Saranghaneun Kang Rae Yoo ~ Saengil chuka hamnida..” MBLAQ bernyanyi untuk gadis itu, Rae Yoo sungguh senang dengan perlakuan mereka. Mir segera membuka kotak yang berisi kue ulang tahun yang di belinya sebelum mengunjungi Rae Yoo dan meletakkan lilin di atas kue tersebut. Rae Yoo sangat terkesan dengan sikap Mir yang sangat telaten padanya, layaknya oppa nyatanya.

“Tiuplah lilinmu.” perintah si “Babo Muscle” Lee Joon tidak sabaran melihat lilin itu padam di tiup.

“Keluargaku, aku ingin kami berkumpul di satu rumah dan dapat berliburan bersama-sama tanpa diganggu kesibukan masing-masing. Hyun Joong oppa dan Mir oppa, mereka sudah seperti abang kandungku, aku ingin mereka tetap ada dan menjagaku dengan baik. Taemin, aku ingin tetap selamanya menjadi sahabat terbaik baginya, aku tidak ingin menyakitinya lagi. Jaejin oppa, walaupun ia mantan kekasihku, aku ingin dekat dengannya, aku tidak bisa jauh darinya, ia begitu berpengaruh untukku. Dan terakhir Jo Kwangmin, aku ingin dia juga memiliki perasaan yang sama sepertiku, karena ia sudah menjadi kebutuhan hidupku. Aku ingin panjang umur untuk membahagiakan keluargaku dan orang-orang yang kusayangi yang berada disekitarku. Amin.”

Rae Yoo berdoa penuh harap dan dengan mantap ia meniup lilin tersebut hingga padam. Semuanya bertepuk tangan dan Rae Yoo di minta untuk memotong kuenya, potongan kue tersebut disuapi oleh Mir untuknya.

“Mireu oppa, kau tahu saja Black Forest adalah cake kesukaanku. Hehee.. kau yang potongkan saja semuanya, aku malas.. aku ingin memakannya saja.” ucap Rae Yoo seraya memakan kuenya.

“Shireo. Kau ini rakus sekali, bagikan juga kepada Hyung-hyungku!”

***

“Membuatku sakit kepala saja! Ok, jika Rae Yoo bersama Taemin sunbaenim, aku bersama Chorong nuna. Arghh, ini namanya pelampiasan!”  Rutuk Kwangmin dalam hati.

“Aku ingin sekali melihat Rae Yoo tampil dengan Taemin sunbaenim, pasti sangat keren.” rajuk Minwoo.

“Ne, sebagai teman seharusnya kita melihat penampilan pertamanya.” sambung Youngmin.

“Yaa.. kita punya jadwal. Bagaimana kita bisa membatalkannya.” sahut Kwangmin yang terlihat gusar.

“Terserahlah. Aku sungguh tidak bersemangat untuk latihan hari ini.” keluh Youngmin segera memasuki ruang latihan mereka.

Hari ini Boyfriend berlatihan penuh bersama A Pink untuk penampilan mereka di SBS Gayo Daejun. Biasanya setiap boyband akan senang jika tampil secara kolaborasi dengan girlband namun saat ini tidak bagi Boyfriend, mereka tidak begitu antusias dengan A Pink karena mereka begitu lelah dengan kesibukan comeback mereka.

Untitledfghjd

“Wuaaah, tidak kusangka kita berada di 1 stage lagi!” Namjoo menghampiri Jo Twins dan Minwoo yang sibuk berlatihan gerakan mereka di depan cermin.

“Ne…” hanya Youngmin yang meresponnya tanpa minat.

“Pasti kedepannya kita akan melakukan banyak hal secara bersama-sama. Kita kan Rookie di tahun 2011.” ucap gadis itu lagi dengan gembira.

“Hehee, benar..” Kwangmin hanya menjawab dengan memakluminya karena gadis itu memang sangat ceria dan ramah saat berbicara kepada siapapun.

“Aigoo, Minwoo itu~ mengapa ia tidak merespon pembicaraanku sama sekali? Sekali saja ia bersama Rae Yoo, ia langsung bersemangat. Hhhhh~ special stage ini, aku ingin berpasangan dengannya. Ke-6 memberku yang lain melakukan skinship dengan Boyfriend, hanya aku sendiri yang tidak. Sejujurnya, aneh sekali kesepakatan dari masing-masing agensi kami, mungkin karena di umur kami yang masih terbilang sangat muda, sehingga untuk Rookie tahun ini, kami cocok untuk di pasang-pasangkan, antara 6 orang dan 7 orang, bukankah terlalu di paksakan?” umpat Namjoo dalam hati, dan ia ingin cepat-cepat latihan segera selesai.

Setelah selesai berlatihan, dan A Pink sudah meninggalkan tempat latihan itu, Boyfriend beristirahat dan berkumpul.

“Astaga, parah sekali! Mengapa kita harus memegang kaki mereka?” bisik Minwoo pada Donghyun sang leader.

“Tenanglah… “jawab Donghyun santai.

“Fans, hyung~ fans kita! Dan antifans kita!” ucap Minwoo cemas.

“Gwaencanha..” Donghyun meresponnya dengan tenang.

“Dan di umurku belum pantas melakukan hal itu!” Minwoo semakin berlebihan.

“Aigoo~ ini pekerjaan, PEKERJAAN! Ingatlah itu! Apa kau takut seseorang akan cemburu padamu?” tanya Jeongmin penasaran.

“Aniyo! Aku takut antifans kita bertambah banyak, dan fans kita malah sakit hati karena melihat kita memegang yeoja-yeoja lain.” Minwoo mendesah untuk mengeluarkan penatnya.

Merasa kekurangan seseorang, Youngmin memperhatikan sosok kembarannya yang tengah menyendiri di pojok ruangan yang sedang duduk melamun bersandaran dinding dengan kelelahan dan wajah yang sedikit pucat.

“Kwangmin-ah, wae?” Youngmin menghampiri Kwangmin dan duduk disebelah adiknya itu.

“Aku capek.” sahut Kwangmin dengan suara yang sedikit serak.

“Kau sakit?” tanya Youngmin sambil memegang dahi Kwangmin. “panas.. ayo kita ke rumah sakit. Kau harus diperiksa.”

“Nanti. Aku ingin duduk sebentar, aku lelah.” lirih Kwangmin dan menjatuhkan kepalanya di bahu Youngmin, ia menutup matanya perlahan, Youngmin segera merangkul tubuh adiknya dengan lembut.

“Karena kau kembaranku, dan aku tidak sakit, aku tidak akan membiarkanmu sakit sekecil apapun. Kau menderita, aku juga akan menderita.” ucap Youngmin.

“Youngmin-ah. Kuharap, jika aku sakit karena cinta, maka kau tidak boleh sakit karena hal itu. Cukup aku saja yang merasakannya.” jawab Kwangmin yang masih tertutup matanya. Kwangmin sedikit tidak memiliki kesadaran mengatakan hal itu. “Kang Rae Yoo, saranghae..” ucap Kwangmin lirih. Ia seperti mengingau, dan membuat Youngmin terkejut setelah mendengar kata-kata terakhirnya tadi.

“Yaa, Youngmin-ah, apakah kau tahu hari ini ulang tahun Rae Yoo?” tanya Minwoo tiba-tiba.

“Hari ini? Astaga, sepertinya Kwangmin tidak mengingatnya juga.” gumam Youngmin menatap khawatir pada adiknya yang berada disebelahnya.

“Eottohke? Kita tidak punya nomor handphonenya, setidaknya kita bisa mengucapkannya melalui telepon.” ujar Minwoo kesal.

“Mollaseo..”

“Pasti dia kecewa karena  kita tidak mengingat ulang tahunnya, dan kita juga tidak melihat penampilannya.” lagi-lagi Minwoo mengomeli dirinya sendiri.

“Ayo kita bawa Kwangmin ke dokter, ia harus tampil besok.” ucap Youngmin tidak menanggapi ucapan Minwoo.

***

So I swallowed the hurt and grief
I’ll only show you my smiling form
It doesn’t even hurt now
I’ll try to call for you at the place I cannot reach
I love you with all my heart

Keesokan harinya adalah acara Gayo Daejun di SBS bagi banyak penyanyi KPOP. Sebelum acara dimulai, acara Red Carpet juga sangat ditunggu oleh pecinta KPOP dimana idolanya sangat menawan saat berjalan diatas karpet merah itu. Saat itu kondisi Kwangmin mulai membaik, ia memastikan dirinya agar tidak tumbang saat penampilan nanti walaupun ia masih merasa lemas.

Youngmin merasa khawatir pada adiknya itu, sampai ia menuntun Kwangmin saat berjalan di Red Carpet dengan menggenggam tangannya dengan erat.

Gayo Daejun, acara yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat di akhir tahun, biasanya banyak masyarakat yang sangat menyukai KPOP akan mendatangi acara ini secara langsung. Namun bagi Rae Yoo, ia lebih memilih menontonnya melalui Televisi di rumahnya secara langsung ditayangkan dan menurutnya tidak boleh di lewatkan karena orang-orang kesayangannya akan tampil satu persatu.

Setelah beberapa performance, Boyfriend bersiap-siap untuk penampilan mereka. Dengan kondisi tubuh Kwangmin yang tidak fit, ia tetap bertekad untuk tetap bertahan.

Rae Yoo yang melihat penampilan Boyfriend secara langsung di televisi rumahnya, berdecak gembira saat kamera tersorot kepada Kwangmin, namun Rae Yoo malah merasa heran dengan mimik wajah Kwangmin yang datar, sangat serius, dan tampak lemas. Perasaan gelisah langsung menyelimuti hati gadis itu.

“Kwangmin-ah, gwaencanhayo? Apakah kau sedang sakit?” gumam Rae Yoo cemas.

Tak berapa lama kemudian muncul A Pink dari arah belakang Boyfriend. Rae Yoo mengerutkan dahinya, tadi ia mengumpat sendiri saat penampilan A Pink, entah apa yang ada di pikiran gadis itu, ia tidak suka melihat A Pink.

“Oh Tuhan, special performance?”

Rae Yoo terus memperhatikan penampilan kedua band Rookie itu. Hal yang tidak disangkanya, Boyfriend melakukan ‘skinship’ pada A Pink dengan memegang kaki mereka. Dengan amarah yang sudah mencapai titik tingginya, Rae Yoo melempar remote televisinya ke arah layar televisi namun lemparannya malah melesat ke dindingnya yang kokoh, remote itu hancur hingga komponen-komponen terkecilnya terlepas dari tempatnya.

“Yaak siapa cewek itu? Dasar genit! Jika aku berada di sana, sudah kubunuh dia langsung di atas stage! Astaga, Kwangmin!!!! Aku membatalkan Showcase demi dirimu, tapi kau malah menyakitiku! Nappeun neo! Kau juga sedikitpun tidak mengingat ulang tahunku! NAPPEUN NEO! JO KWANGMIN NAPPEUN NEO!” Rae Yoo berteriak frustasi sambil melempar bantal-bantal sofa ke arah televisinya. Pengawal dan pembantu yang berada di dalam rumahnya sungguh keheranan melihat tingkah Rae Yoo yang langsung meledak-ledak seperti bom atom.

“Rae Yoo-ya, apa yang sedang terjadi denganmu? Lebih baik kau menangis saja dari pada kau selalu menahannya.” anjur seorang pembantunya yang memang sudah akrab dengannya.

“Shireo!! Aku tidak cengeng!” bantah Rae Yoo yang masih tidak terkontrol emosinya. Nafasnya seakan tercekat di paru-parunya saat sedang marah-marah, maka ia menarik nafas berulang-ulang kali untuk menurunkan amarahnya yang tinggi itu.

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Itu hanya tuntutan pekerjaan. Mari kita melihat kembali acara Gayo Daejun tadi.” pembantunya mencoba menenangkan Rae Yoo.

“Ohh iyaa. Hyun Joong oppa! Mir oppa! Taemin dan Kai oppa akan tampil! dan satu lagi yang tidak boleh aku lewatkan sama sekali, orang yang bermain Bass di FT Island!” tiba-tiba saja Rae Yoo bersemangat seperti baru saja diberikan obat. Sebenarnya Rae Yoo hanya mencoba untuk melupakan skinship Boyfriend dan A Pink tadi, jika ia mengingatnya terus menerus, maka ia bisa menangis sebanyak-banyaknya.

“Yaa yaa, ajumma! Aku kenal mereka semua!!” Rae Yoo menunjuk ke arah televisi yang sedang menampilkan SM orchestra.

“Wuaaah!! Machine dance SM!! Taemin, kaulah yang paling terkeren diantara JongIn oppa dan Eunhyuk oppa!!” Rae Yoo heboh dengan penampilan dari SM orchestra yang sungguh menakjubkan.

“Kyaaa!! Hyun Joong oppa! Kau kenapa juga merusak suasana hatiku?!” Rae Yoo kembali berteriak kesal, sang pembantu yang berada di sebelahnya sungguh terkejut mendengarnya suaranya.

“Rae Yoo-ya, cobalah pahami orang-orang sekitarmu ini. Mereka tidak serius akan hal itu.”

“Baiklah.. ” Rae Yoo hanya pasrah mendengar perkataan pembantunya itu, dan ia kembali menatap layar televisinya.

“Lihat itu!! Mir oppa!!! Rapnya keren sekali! Bersama rapper lainnya dan rapper sunbaenimnya, KEREN!”

“Jaejin oppa!! Kau aneh sekali!! Aneh!!” ejek Rae Yoo saat melihat penampilan FT Island, ia sering sekali mengejek gaya rambut Jaejin yang blonde, karena ia lebih suka melihat Jaejin dengan rambut berwarna hitam.

“Huaah, Sulli itu tidak mengatakan sedikitpun bahwa f(x) tampil bersama dengan FT Island.” ada nada kesal keluar dari mulutnya.

***

Januari 2012,

Di pagi hari saat kembali bersekolah, Rae Yoo menerima panggilan dari gurunya. Gadis itu sudah berfirasat bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi kepadanya sejak ia menjalankan rencananya.

“Annyeong haseyo, seongsaengnim.” Sapa Rae Yoo merasa sedikit takut saat melihat tatapan tajam dari gurunya.

“Tidak perlu berbasa-basi. Kau membohongi saya kan?” tanya gurunya yang langsung to the point.

“Aniyo. Aku…”

“Kau tidak perlu melakukan sandiwara kedua kalinya. Saya sudah mengetahui semuanya.” pengungkapan gurunya membuat Rae Yoo mati kutu ditempat.

“Kau memang tidak ingin melakukan dance dengan Taemin, bukan? Sehingga kau meminta Sulli untuk menggantikanmu pada Showcase beberapa hari lalu.”

“Jika itu adalah keinginanmu. Mulai saat ini saya akan mencabut gelar Dance Queenmu, dan semester baru nanti kau tidak boleh mengikuti penyeleksian bersama murid-murid baru. Karena kau tampaknya tidak menyukai gelarmu ini. Itu saja yang bisa saya sampaikan kepadamu. Saya tidak ingin mendengar protesmu atau penjelasan konyol yang tidak logis, saya tidak akan mempercayaimu lagi. Saya sungguh kecewa telah membanggakanmu, Kang Rae Yoo.”

Rae Yoo hanya bisa tertunduk dengan rasa bersalah yang tidak disangkanya malah menjadi besar. Ia tidak sanggup menatap gurunya itu.

“Satu lagi, saya ingin minta kunci ruangan dance saya kembali. Sepertinya kau tidak menggunakannya dengan baik dan benar.” masih dengan kepala yang tertunduk, ia mengeluarkan sebuah kunci dari saku jas seragamnya, dan ia berikan kunci itu kembali kepada gurunya.

“Songsaengnim, jeongmal jwesonghamnida.” suara Rae Yoo bergetar, ia sungguh takut dengan gurunya tersebut.

“Kau boleh keluar dari ruangan ini. Saya tidak membutuhkanmu lagi.” perintah gurunya dengan ketus.

Rae Yoo melangkah ke arah pintu keluar, ia berusaha mengontrol dirinya untuk tidak segera membanting pintu dengan keras. Ia tidak tahu apakah ia harus marah, sedih, menyesal atau sebagainya, karena inilah memang kesalahan yang telah dibuatnya. Ia berlangkah gontai dengan perlahan menuju kelasnya, ia berpapasan dengan Kwangmin yang berada di depan sebuah kelas, namun gadis itu tidak menyadarinya karena pandangan Rae Yoo sungguh kosong, tidak ada minat sedikitpun dengan pemandangan yang ada dihadapannya.

“Yaak! Rae Yoo-ya! Sombong sekali!” Kwangmin segera menyusul Rae Yoo dan berhenti dihadapannya membuat langkah gadis itu terhenti karenanya.

“Wae? Apakah ada permasalahan lagi?” tanya Kwangmin yang khawatir dan penasaran apa yang ada dibenak hati Rae Yoo.

“Nan gwaencanha.” Rae Yoo tersenyum paksa. Ia berbalik dan memutuskan untuk pergi.

“Rae Yoo-ya! Aku ingin mengatakan sesuatu!” teriak Kwangmin, tapi Rae Yoo benar-benar mengabaikannya. Ia berlari hingga keluar dari gedung sekolah dan mencari mobil pribadinya yang berisi supirnya.

“Padahal aku ingin memberikan hadiah ulang tahun untuknya.” gumam Kwangmin kecewa melihat gadis itu pergi.

***

“Oppa, apakah caraku salah?”

“Aniyo. Hanya saja, kau tidak melakukannya dengan benar. Sehingga dampak buruknya hanya kau yang menerimanya, bukan mereka.” jawab Hyun Joong dengan sabar.

“Jadi, aku bukan orang yang jahat kan? Hingga aku merelakan hal yang terpenting dalam hidupku. Gelar Dance Queen itu.” Rae Yoo menyesal akan semua hal yang telah dilakukannya.

“Aku telah membohongi Taemin dan Sulli. Di hari Showcase itu, aku berulang tahun, dan salah satu orang yang kusayangi tidak mengingat hari itu sedikitpun. Dan gelar Dance Queenku telah dicabut oleh guruku, dan guruku itu membenciku karena aku tidak jujur kepadanya. Aku bertindak melakukan hal itu semua hanya karena salah satu orang yang kuinginkan di dunia ini, namun orang itu seperti mengkhianatiku. Dan hasil baik ini berdampak pada Sulli, karena ia menyukai Taemin. Apakah aku malah dirugikan karena hal ini?” sambungnya yang tampak masih bersedih.

“Sudahlah. Anggap semua ini sebagai pelajaran bahwa tindakanmu tidak baik untuk dilakukan lagi. Jadi tenangkanlah pikiran dan hatimu.” Hyun Joong mencoba memberikan perhatian kepada gadis itu.

“Oppa, jika aku kembali pada Jaejin oppa bagaimana menurutmu?” tanya Rae Yoo dengan pandangan kosong.

“Kau gila?! Sepertinya banyak sekali namja yang kau sukai. Katakan orang yang telah melupakan ulang tahunmu itu!”

“Shireo! Oppa tidak boleh tahu!” Rae Yoo menggeleng kepalanya cepat.

“Kalau begitu aku akan menghubungi Jaejin dan mengatakan bahwa kau ingin kembali kepadanya.” dengan cepat, Hyun Joong mengambil ponsel Rae Yoo yang tergeletak di meja.

“Andwae!! Jangan lakukan itu! Kembalikan handphoneku, oppa!!” rengek Rae Yoo ketakutan.

“Yoboseyo?”

“Yoboseyo?”

Tanya suara panggilan dari ponsel Rae Yoo. Hyun Joong sudah menyetel duluan suara speaker di ponsel Rae Yoo, sehingga dapat di dengar bersama-sama dengan volume yang besar.

“Oppa, kau benar-benar membunuhku!” ucap Rae Yoo kesal dengan melototi Hyun Joong, namun lelaki tampan itu hanya menyodorkan ponselnya dengan santai dan wajahnya mengisyaratkan bahwa Rae Yoo harus memegang ponselnya dan menjawab panggilan yang sudah menunggu dengan sabar.

“A..aan.. annyeong Haseyo?” tanya Rae Yoo gugup, merasa takut.

“ne, nuguseyo?”

“Hmm.. mmmm, sepertinya saya salah sambung. Jwesonghamnida.”

“Chamkamannyo…! Kang Rae Yoo-ssi??”

“Jinjja?! Aku kan sudah ganti nomor, walaupun hanya lewat hubungan telepon saja ia mengenali suaraku? Bagaimana bisa? Apakah dia sudah mendapatkan nomorku yang baru?” umpat Rae Yoo yang keheranan.

“Apakah aku boleh meminta kata maaf darimu?”

“………………….” Rae Yoo hanya terdiam, ia mengingat senyuman tulus Jaejin untuknya saat berjumpa dulu.

“Baiklah, aku tidak akan memohon lagi.” terdengar suara kecewa yang berat.

“Chamkan!”

“ohh?”

“Aku…aku… memaafkanmu…. aku tutup sekarang, annyeong.”

– TBC –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s