FF “A Dumber” [Chapter 1]

baru

Title : A Dumber [Chapter 1]

Author : Sabriena2Dgirl

Cast :

Main Cast

  • Kris [Wu Yi Fan]
  • Kang Rae Yoo

Support Cast

  • Park Chanyeol
  • Oh Sehun
  • Kai [Kim Jongin]

(Mungkin ada penambahan)

Genre : Romance, Humor

Rating : PG-13

PS :  Tahun baru, FF baru. Dengan mengucapkan Bismillah, semoga FF EXO ini bisa kelar sampai tamat, amin. Maaf kalo masi kurang banget dalam bahasanya, ini di ketik dengan berdasarkan hasrat hobi saja ^^

Happy Reading ^^

***

Foreword

Kris seorang yang dingin.

Rae Yoo seorang yang dingin.

 

Kris suka perempuan bermata indah dan seperti malaikat.

Rae Yoo suka lelaki bermata tajam dan sangat tampan.


Kris bertubuh tinggi.

Rae Yoo bertubuh pendek.

 

Kris tidak pernah salah.

Rae Yoo tidak pernah salah.

 

Satu hal yang tidak mereka temukan di dalam diri mereka yaitu, kebodohan.

***

“Bolehkah aku duduk di sini?”

“Tentu saja.”

Lelaki yang memiliki wajah dengan ketampanannya di ciptakan oleh maha karya Tuhan itu duduk di samping seorang gadis yang memperbolehkannya duduk di sampingnya. Gadis itu menoleh ke arah lain, ia berusaha menutupi kekagumannya kepada lelaki berkulit putih susu itu. Sejujurnya ia menginginkan lelaki itu mengajaknya berbicara untuk mengurangi kebosanannya, berkali-kali ia membuka ponselnya hanya untuk mengecek media sosialnya dan meng-update beberapa kalimat.

Ketampanannya keterlaluan sekali. Bisakah dia mengajakku berbicara? Aku bosan.

Jemputanku lama sekali. Aku jadi ingin memiliki sayap untuk langsung terbang ke rumahku.

Gadis itu sama sekali tidak mengetahui bahwa lelaki di sampingnya sedari tadi memperhatikan update-annya yang jelas tertera di ponselnya. Lelaki itu tersenyum kecil. Gadis itu memberanikan diri untuk melihat lelaki di sampingnya dan lelaki itu memberikan senyum terkulum untuknya.

“Hari ini panas sekali bukan?” lelaki itu memulai pembicaraan.

“N-ne.” jawab Rae Yoo menganggukkan kepalanya.

“Jika aku berlatihan di bawah matahari seperti ini mungkin tubuhku sudah terbakar.”

“Apakah dia mencoba ramah denganku?” pikir gadis itu dalam hati dan ia tertawa kecil mendengar celotehan lelaki itu.

“Aku tahu, kau adalah Kang Rae Yoo.” jelas lelaki itu dan Rae Yoo melebarkan matanya.

“Dia mengenalku?”

“Kau mungkin bingung siapa aku. Aku Oh Sehun, aku sunbaenimmu di dalam klub kita. Aku pernah melihatmu saat kau di tes melakukan dance, kau hebat sekali.” lelaki itu baru saja memberikan pujiannya, dan Rae Yoo tidak bisa bertahan untuk tidak tersenyum.

“Aku tahu kau tampan, jangan membuatku menyukaimu!”

“Kamsahamnida, sunbaenim. Senang bertemu denganmu.” ucap Rae Yoo segenap perasaannya yang melonjak kesenangan.

“Panggil saja aku ‘oppa’. Bukankah lebih nyaman?” ujar Sehun mengusulkan, Rae Yoo terkejut tanpa mengedipkan matanya.

“Ne, Sehun oppa.” Rae Yoo mengangguk mengerti dan Sehun tersenyum kepadanya.

“Kang Rae Yoo!” teriak seseorang dari sebuah mobil Mercedez Benz hitam mengkilat yang baru saja berhenti 3 meter dari tempat duduk yang mereka duduki. Rae Yoo menoleh dan melihat Chanyeol melongok dari kaca mobil melambai-lambaikan tangan kepadanya, menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam mobil.

“O-oppa, jemputanku sudah datang, annyeong.” Rae Yoo beranjak dan mengangkat tangannya sebatas bahu, melambaikan tangannya kepada Sehun. Ia langsung berlari kecil meninggalkan Sehun yang belum sempat membalasnya, ia terkekeh geli melihat gadis sedingin itu ternyata tidak sedingin yang orang pikirkan.

Rae Yoo masuk ke dalam mobil dan duduk di bagian kursi belakang. Di sampingnya selalu saja ada seorang teman akrab Chanyeol. Ia sudah terbiasa dengan kehadiran lelaki asing itu selama 2 minggu ia berkuliah dan tidak menghiraukannya sama sekali.

“Kenapa lama sekali? Aku mati kebosanan disana, kau tahu?” seru Rae Yoo meluapkan kekesalannya pada Chanyeol yang duduk di kursi depan di samping supir.

“Setidaknya kau bisa bersama Sehun, bukan?”

“Maksudmu?”

“Bacalah pandangannya, dia menyukaimu.” ucap Chanyeol menjelaskan.

“Aku sedang tidak bercanda denganmu, Chan.yeol.oppa.” ujar Rae Yoo menekankan panggilannya kepada Chanyeol. Lelaki di sebelah Rae Yoo hanya menyeringai kecil dan membesarkan volume pada music playernya, jadi ia tidak mendengar apapun karena menggunakan earphone.

“Apa? Kau tetap pada pendirianmu untuk tetap tidak memiliki pacar? Apa kau ingin menjadi perawan tua?” Chanyeol melihat ke arah belakang, tepatnya melihat Rae Yoo dengan alis dinaikkan. Sedangkan temannya melirik ke arah Chanyeol dan mengecilkan volume pada music playernya, mencoba mendengar perselisihan kecil antara kedua bersaudara itu.

“Yaaak! Bukan seperti itu! Aku hanya tidak ingin merasakan sakit terlebih dahulu, maka dari itu aku ingin di jodohkan oleh pilihan orang tuaku saja!” jawab Rae Yoo ketus.

“Sebaiknya kau menggoda Sehun daripada pilihan orang tuamu jatuh pada orang yang salah yang tidak mencintaimu dengan tulus karena cinta kalian hanya berdasarkan perjodohan.” jelas Chanyeol seakan mengejek alasan Rae Yoo dan kembali dengan posisi duduk yang benar.

“Oppa!” desisnya kesal dan melipat tangannya di depan dada, tatapan tajamnya lurus ke arah Chanyeol yang membelakanginya.

“Kris hyung, apa kau yakin ingin ke rumahku tanpa membawa apa-apa?” Chanyeol sekali lagi menoleh ke belakang, berbicara kepada temannya.

“Kali ini aku sudah menyimpan semuanya di tasku. Baju dan sebagainya.” jawabnya dengan suara dalamnya, yang beberapa hari ini di kenal Rae Yoo sebagai suara yang horor menurutnya.

“Baguslah.” Chanyeol kembali menghadap ke depan setelah memberikan kedipan mata yang keren kepada temannya yang bernama Kris itu. Kris menghela nafas seakan muak dengan kebiasaan Chanyeol tersebut terhadapnya.

“Gomawo oppa.” ucap Rae Yoo kepada Chanyeol saat mobil berhenti tepat di depan rumahnya dan segera turun dari mobil tersebut. Ia memandangi mobil itu berjalan dengan lambat dan berhenti di rumah yang hanya berjarak 2 rumah dari rumah Rae Yoo.

Chanyeol adalah sepupu terdekat Rae Yoo sejak kepindahan Rae Yoo 6 tahun lalu di perumahan ini. Chanyeol sangat sering berkunjung ke rumah Rae Yoo karena dia tahu Rae Yoo lebih suka berdiam diri di rumah kecuali meneriwa tawaran dari teman-temannya untuk bermain di luar. Chanyeol orang yang sangat ceria, deretan gigi putihnya di ciptakan untuk dia tersenyum dalam keadaan apapun, dalam keadaan sedih ataupun senang, kedua kondisi itu bisa termasuk dalam golongan yang sama baginya. Chanyeol sendiri pun merasa ialah kakak yang selalu memperhatikannya daripada kedua kakak lelaki Rae Yoo yang sedang sibuk menuntut ilmu di daerah luar Seoul.

Rae Yoo baru saja memasuki perguruan tinggi yang sama dengan Chanyeol. Dengan hal ini membuat Chanyeol semakin memperhatikan Rae Yoo hingga ia selalu menjemput Rae Yoo dengan supirnya. Rae Yoo tidak mempermasalahkannya dan menganggap Chanyeol seperti ayahnya sendiri, bukan kakaknya, karena pengertian Chanyeol terhadap dirinya sama seperti ayahnya.

Rumah kosongnya menyambut Rae Yoo. Sudah dipastikan, orang tuanya belum juga pulang karena jam masih menunjukkan jam 5 dan ia harus menunggu 2 jam lagi menunggu kepulangan mereka.

Bacalah pandangannya, dia menyukaimu.

Perkataan Chanyeol tadi terlintas di pikirannya saat memasuki kamarnya. Kini pikirannya benar-benar terusik, ia memikirkan sikap Sehun yang dianggapnya terlalu baik untuk kesan pertama mereka. Dia ingat cara tersenyumnya yang hangat di wajah tampannya, suara lembutnya yang dalam, dan saat ia memintanya untuk memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’ seakan mengusulkannya untuk segera melihatnya dan membuka hatinya untuknya.

“Kau benar, Chanyeol oppa. Dia menyukaiku.”

***

“Hyung, apa kau dengar perkataan Rae Yoo tadi?” tanya Chanyeol kepada Kris setelah mereka sampai di rumah Chanyeol.

“Ne, wae?” tanya Kris tidak peduli yang langsung membuka pintu kamar Chanyeol yang tidak terkunci.

“Aku khawatir, ia tidak boleh menjadi gadis yang akhirnya akan berakhir dengan seorang lelaki yang tidak ia cintai. Apa kau lihat? Mengapa dia harus tidak peduli dengan dirinya sendiri dan malah aku yang mengkhawatirkannya? Apa sekarang aku benar-benar terlihat seperti ayahnya? Ingatkan aku jika sudah terlihat seperti itu.” omel Chanyeol frustasi sambil mengikuti Kris di belakang dan menutup pintunya.

“Aku ingatkan sekarang, berhenti menjadi ayahnya.” jawab Kris singkat sambil melemparkan tubuhnya ke sofa empuk di sudut kamar Chanyeol.

“Aku tidak bercanda, hyung!” seru Chanyeol kesal.

“Oppa, apa kau yakin ia adalah teman dekatmu?”

“Wae?”

“Dia menyebalkan, wajahnya menyebalkan, terlalu dingin. Dia jurusan apa?”

“Sama sepertimu, dia seniormu, jadi kau harus menghormatinya.”

“Jinjja?!”

“Aku sangat setuju jika kau mendekatinya. Dia adalah lelaki yang dapat kau percaya. Dia bahkan belum berpacaran sekalipun.Apakah –“

“Tidak perlu, aku tidak tertarik. Dia terlalu horor.”

“Hyung,” panggil Chanyeol setelah mengingat percakapannya antara Rae Yoo. “Sejujurnya apakah kau memiliki ketertarikan pada Rae Yoo, setidaknya sedikit saja.” Kris menoleh kepada Chanyeol sedikit melebarkan matanya.

“Mengapa kau tiba-tiba membicarakan hal ini?”

“Mungkin saja kau tertarik. Rae Yoo termasuk cantik, dan kau tahu bentuk tubuhnya“ Chanyeol menghentikan pembicaraannya sambil memainkan tangannya membentuk huruf ‘S’.

“Araa.. wajar saja, dia pandai menari dan memiliki tubuh yang bagus.” komentar Kris. “Jaga otakmu, dia sepupumu. Kau bahkan memperhatikan tubuhnya.” Kris mengancungkan telunjuknya kepada Chanyeol, memandangnya curiga. “Jika aku mengatakan aku tertarik pada Rae Yoo, apakah ada resikonya?” tanya Kris mempertahankan harga dirinya.

“Kau terlalu berlebihan, hyung.”

“Karena setelah aku berpikir, Rae Yoo cocok mendapatkan orang sebaikmu. Lagipula kau belum pernah memacari satu perempuan pun kan?” mendengar ucapan Chanyeol, Kris menatapnya heran. “Dan dia juga memiliki ketertarikan kepadamu, walau hanya sedikit. Tapi karena kau terlalu acuh kepadanya, jadi ia tidak berani mendekatimu.”

“Rae Yoo-ya, mianhae…” dalam hati Chanyeol merasa sangat bersalah.

“Kau tidak bercanda, kan?” tanya Kris seakan berwaspada terhadap Chanyeol.

“Aku tidak akan bercanda jika berkaitan dengan Rae Yoo.” ucap Chanyeol merasa benar, bukan candaan tetapi kebohongan demi menyelamatkan kisah asmaranya.

“Sampaikan kepadanya, terima kasih. Aku tidak akan mendekatinya kecuali jika ia mendekatiku, namun aku harus berpikir-pikir lagi, kau tahu aku tidak mudah jatuh cinta pada seseorang.” jelas Kris santai tanpa menghilangkan sikap acuhnya tentang gadis itu.

Chanyeol duduk di atas sofanya di samping Kris sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal. Ia baru saja berusaha semampu mungkin untuk kebaikan Rae Yoo. Namun di saat yang sama ia merasa bersalah dengan penyampaiannya yang berketerbalikan dengan apa yang di utarakan Rae Yoo tentang ketidaksukaannya terhadap Kris. Ia tidak tahu bagaimana jika Rae Yoo mengetahui hal ini, dan ia akan mencoba menutup mulut untuk sementara waktu.

“Kang Rae Yoo, ia terlalu dingin, ia tidak bisa menjadi malaikatku.” ujar Kris dengan pandangan datar kepada Chanyeol.

***

Tepat jam 10 pagi jemputan Rae Yoo datang di hadapan rumahnya. Tidak heran baginya ada Kris di sana yang mengalihkan wajahnya ke hadapan jendela di dekatnya. Ia tidak salah menebak bahwa Kris semalam menginap di rumah Chanyeol dan kini ia duduk dengan santai yang juga memiliki tujuan yang sama seperti dirinya, ke kampus.

Saat setengah jalan, Chanyeol tidak tahan dengan keadaan hening di dalam mobilnya. Ia merasa tidak memiliki keberanian untuk berbicara kepadanya terlebih dahulu. Kris yang merasa penasaran dengan perkataan Chanyeol kemarin, sedari tadi memilih melihat gerak-gerik pada diri Rae Yoo yang duduk di sampingnya, namun gadis itu hanya terdiam kaku tampak memikirkan sesuatu sambil menatap jendela di sampingnya, memandang pemandangan kota di luar.

“Oppa..” panggil Rae Yoo yang langsung bangun dari lamunannya dan menepuk kecil bahu Chanyeol yang berada di kursi depan, kemudian Kris dengan cepat memalingkan wajahnya ke arah jendela di sampingnya.

“Apa kau kenal Sehun oppa?” Chanyeol langsung menoleh ke belakang dengan mata terbelalak kaget.

“Apa? Kau memanggilnya oppa, bukan sunbae? ”

“Dia yang memintaku. Jebal oppa… kau mengenalnya tidak?”

“Kau menyukainya? Untuk apa kau menanyakan hal ini kepadaku?” tanya Chanyeol tidak habis pikir.

“Karena aku akan mempertimbangkannya, dia sangat menarik.”

Kris menaikkan alisnya setelah mendengar kalimat terakhir dari Rae Yoo tanpa menoleh ke arah manapun, tetap berada di posisinya menghadap jendela.

“Jadi kau menyukai orang yang sangat tampan? Dan apa ketampananku terkalahkan oleh Sehun? Hei, kau tidak bisa seperti itu.”

“Kalau kau memang tidak mengenalnya, aku akan mencoba mencari segala daya tariknya.” Rae Yoo menyuarakan suaranya kembali setelah melihat Chanyeol yang hanya terdiam.

***

Rae Yoo memasuki ruangan dance yang hanya terisi beberapa orang di sana. Ia sudah menyelesaikan jadwal kuliahnya dan dapat hadir di klub dance itu secara tepat waktu. Rae Yoo masuk begitu saja dan tidak mengenal satu pun dari mereka maka ia memilih duduk menjauh, namun tidak, ada seorang lelaki yang melihatnya dengan lekat dan tidak asing baginya.

“Kang Rae Yoo?” tanya lelaki tersebut sambil menunjuk ke arah Rae Yoo yang sedikit melebarkan matanya melihat lelaki itu.

“N-ne?” jawab Rae Yoo gugup sambil mengangguk.

“Kai sunbae? Ia kuliah di sini?” Rae Yoo bertanya-tanya dalam hati.

“Aku tidak salah, bukan?” lelaki itu mendekati Rae Yoo. “Aku ingat sekali, kau dulu tampil dengan beberapa temanmu saat di sekolah. Aku tidak menyangka kau kuliah dan bergabung di klub ini!” serunya dan Rae Yoo berusaha tersenyum semanis mungkin.

Ia sulit mengekspresikan hatinya yang meledak kesenangan karena ternyata Kai mengenal dirinya saat di sekolah. Rae Yoo sangat mengagumi Kai secara diam-diam, tapi ia bahkan tidak berani mendekati Kai. Kim Jongin, atau sering di panggil Kai adalah The King of Dance di sekolahnya, dan tentu saja banyak di gemari oleh murid-murid perempuan dengan gerakan tubuh disertai ekspresi wajahnya yang keren dan seringaian khas di wajahnya, ia tampan dan terlalu sempurna? Rae Yoo termasuk satu di antara mereka yang benar-benar jatuh pada pesonanya.

“Apa kabar? Kau pasti masuk jurusan dance kan?” tanya Kai dan Rae Yoo merasa tertekan di pertanyaan terakhirnya.

“Baik, sunbae. Aku masuk jurusan Bahasa Inggris dan aku masuk ke klub ini hanya untuk menyalurkan hobiku.”

“Mengapa kau tidak masuk jurusan dance saja?” tanya Kai dengan pertanyaan yang sangat dihindari oleh Rae Yoo. Ia melihat sosok Sehun di balik Kai yang baru saja masuk dan langsung menyapanya, maka pertanyaan Kai tadi langsung terabaikan oleh Rae Yoo yang secepat mungkin mengangkat tangannya sebatas bahu untuk membalas sapaan Sehun.

“Kau datang tepat waktu!” ucap Sehun kepada Rae Yoo yang kini sudah bergabung bersamanya dengan Kai. “Kau mengenalnya?” Sehun beralih bertanya pada Kai.

“Dia.. hoobaeku di sekolah.” jawab Kai sambil tersenyum ke arahnya, akhirnya, ia tidak menyangka Kai memperlakukannya dengan hangat, secara pribadi, Kai ternyata tidak sedingin yang ia pikirkan.

Rae Yoo menatap kedua lelaki yang kini berada di hadapannya, ia mencoba membandingkan diantara mereka berdua, Kai adalah sunbaenya yang ia suka selama 2 tahun dan Sehun adalah sunbaenya sekarang yang baru saja di kenalnya dan ia anggap orang pertama yang berhasil mendekatinya dan merebut perhatiannya.

Ia baru saja memutuskan untuk menyukai Sehun tapi sesungguhnya ia sangat merindukan Kai. Percakapannya dengan Kai barusan seakan berputar ulang di kepalanya, seingatnya ini adalah pertama kalinya Kai yang mengajaknya berbicara.

“Ini adalah hari pertama, jadi kita tidak akan melakukan latihan namun kita akan berkumpul membicarakan banyak hal. Ayo berkumpul membentuk lingkaran.” komando salah seorang senior yang memimpin klub ini.

“Di sini saja,” ujar Kai sebelum Rae Yoo hendak melangkah mencari tempat yang tepat untuk ia duduki, Rae Yoo mengangguk dan duduk di samping Kai, Sehun yang masih berdiri langsung duduk di samping Rae Yoo yang masih kosong.

Gadis itu benar-benar gugup, ia duduk diantara Kai dan Sehun hingga beberapa perempuan menatapnya dengan sangat mengerikan. Rae Yoo tidak peduli, ini ia anggap sebagai keberuntungannya, toh saat masih di sekolah dia tidak pernah ingin bergabung di sekitar para lelaki, namun karena ia sudah di perguruan tinggi, ia akan mencoba untuk berteman kepada semua orang.

Setelah sesi perkenalan selesai, mereka masih melanjutkan pembicaraan hal lain, dan sesekali mereka bercanda untuk menghangatkan suasana dan kedekatan sesama anggota di klub ini. Rae Yoo tampak banyak berdiam diri, ia tidak akan berbicara jika tidak ada yang memancingnya untuk membuka suara, karena ia tidak berbicara banyak pada orang yang baru di kenalnya.

Kai menoleh ke arah Rae Yoo, gadis itu tersenyum, sesekali tertawa mendengar lelucon mereka, namun ada keterpaksaan di wajahnya. Ia tidak tahu apakah Rae Yoo yang merasa sulit bergabung atau tidak. Tapi Kai berjanji dalam hatinya bahwa ia tidak akan membiarkan Rae Yoo terasingi di tempat ini.

Ponsel Jongin bergetar, mengalihkan fokusnya hingga ia harus berdiri dan meminta permisi untuk menjawab panggilannya. Kai pergi ke tempat lain dan Sehun melirik ke arah Rae Yoo seakan dia tidak akan menghilangkan kesempatannya.

“Rae Yoo-ya,”

“Ne?” Rae Yoo akhirnya menoleh kepada Sehun.

“Apa aku boleh pinjam ponselmu? Sepertinya milikku tertinggal di loker, ada hal mendesak yang harus kuberitahukan kepada seorang temanku.”

“Tentu saja oppa.” spontan Rae Yoo merogoh ponsel di sakunya dan menyerahkannya kepada Sehun.

Sehun tersenyum kecil, ia mengetik sebuah nomor dan menelponnya. Ini sudah di rencanakan oleh Sehun, ia menyudahi aksi palsunya dan menyimpan nomor tersebut dengan namanya. Ia sengaja tidak menghapus daftar panggilan di ponselnya agar Rae Yoo dapat mengecek dan melihatnya.

“Gomawo. Temanku tidak menjawabnya.” Sehun menyerahkan ponsel itu kembali kepada Rae Yoo.

“Lebih baik kau pegang dulu saja, oppa. Mungkin dia sedang mengerjakan sesuatu. Setidaknya kau hubungi sampai 5 kali.” ujar Rae Yoo dan Sehun mengangguk sambil membuka ponsel itu sekali lagi dan menghubungi nomor miliknya sendiri hingga 5 kali.

“Aku tidak mau menghubunginya lagi.” Sehun memandang kesal ke arah ponsel itu dan menyerahkannya kembali kepada Rae Yoo.

“Aku akan memberitahukan kepada oppa jika ia menelpon kesini.” Rae Yoo mencoba menenangkan Sehun.

“Gomawo.” ucap Sehun sambil memegang bahu Rae Yoo, Rae Yoo membalas senyuman Sehun dan melihat tangan Sehun melalui ekor matanya di bahunya.

“Dia sudah berani memegang bahuku?” Rae Yoo hanya tersenyum sambil menganggukkannya kepalanya kepada Sehun walau sebenarnya ia berpikir akan lebih berwaspada lagi pada Sehun kedepannya, seperti skinship lain, bersentuhan tangan? Sehun terlalu cepat bertindak, ia tidak suka dengan hal itu dan kedatangan Kai sedikit membatalkan niatnya untuk mendekati Sehun.

***

Setelah dari klub dance, Rae Yoo membuka ponselnya dan mendapatkan pesan dari Chanyeol.

Temui Kris di lapangan basket indoor, kau pasti sudah tahu dimana. Aku tidak mau melihatmu duduk diluar dan di ganggu beberapa lelaki asing. Tunggu saja jika aku tidak menemukanmu disana setelah aku meyelesaikan jam kuliahku.

“Sial kau Park Chanyeol, kenapa aku harus bersama raksasa aneh itu?”

Umpat Rae Yoo sambil berjalan mencari tempat yang diberitahukan Chanyeol. Ia membuka pintu masuk dan melihat Kris yang sedang bermain sendirian tanpa ada anggota lain. Rae Yoo menutup pintu dan Kris melihat ke arahnya setelah pintu itu mengeluarkan suara bantingan yang tidak terlalu keras namun menggema yang terdengar olehnya.

Rae Yoo berjalan dan duduk di bangku dekat tribun, ia berusaha mengacuhkan Kris yang menatapnya heran.

“Ngomong-ngomong aku tidak butuh Cheerleaders karena aku hanya berlatihan sendiri.” Rae Yoo mendelik kesal mendengarnya, kemarahannya sudah naik di ubun-ubun dan menghela nafas berat sehingga ia tidak akan memakinya mengingat ia adalah sahabat Chanyeol.

“Maaf, jika kau terganggu, Chanyeol oppa menyuruhku menunggunya disini.” jawab Rae Yoo dengan nada datar. Ia langsung mengeluarkan ponselnya dan menyangkutkan earphone di telinganya.

Kris membaca raut wajah Rae Yoo yang terlihat kusut setelah mendengar kalimatnya tadi. Ia menyeringai kecil dan melanjutkan permainan basketnya secara sendirian.

“Astaga, sebenarnya dia makhluk apa?”

Rae Yoo mengumpat dalam hati, seingatnya itu adalah kalimat pertama Kris berbicara kepadanya, ia merasa dipermalukan. Kalau bukan karena Chanyeol mungkin mereka tidak akan pernah saling mengucapkan sepatah kalimat pun.

Berulang kali Kris men-dribble bola dan memasukkannya ke dalam ring dari jarak yang cukup jauh, tanpa ia ketahui Rae Yoo mencoba melihatnya dalam beberapa kali, memastikan perkataan orang banyak bahwa ia adalah MVP di setiap turnamen yang pernah Kris ikuti, kemampuan Kris dalam bermain basket memang tidak diragukan lagi. Dan soal ketampanan wajahnya, Rae Yoo menilainya 10 dari 10 poin, dia tidak berbohong untuk pemikirannya, lantas saja para wanita banyak yang tergila-gila akan pesona Kris, sudah tampan dan atletis. Tetapi tidak untuk Rae Yoo, dia semakin merasa tidak nyaman sejak kalimat pertama tadi di ucapkan untuk dirinya. Kesan pertama yang buruk menurutnya.

Kris merasa lelah setelah menguasai seluruh lapangan sebagai tempat berlatihannya secara sendirian. Keringatnya mengucur sangat banyak hingga baju basketnya basah kuyup, dan juga rambutnya yang lumayan basah hingga ia harus mengibaskannya ke kanan-kiri. Tanpa sadar Rae Yoo memperhatikan setiap detail itu dan menelan ludah kesusahan, cepat-cepat ia mengalihkan matanya kembali ke ponsel di tangannya setelah melihat Kris berjalan ke arahnya.

“Sadarlah Kang Rae Yoo. Kau bahkan cukup membencinya.”

Tanpa berbasa-basi Kris duduk di samping Rae Yoo, gadis itu berusaha mempertahankan dirinya untuk tidak menoleh sama sekali ke arah Kris. Benar, bukan Kang Rae Yoo namanya jika tidak cuek terhadap semua lelaki. Kris mengambil handuk yang berada di tasnya, ia mengelap keringat di wajah, tangan dan kepalanya sambil menghadapkan wajahnya ke arah Rae Yoo. Ia melihat gadis itu sedang berkutat pada ponselnya sambil menunjukkan ekspresi kekanakkannya dengan menggembungkan pipi dan sedikit memajukan bibirnya. Untuk beberapa menit Kris tidak menyadari bahwa gadis itu menjadi pemandangan yang menarik baginya.

“Mengapa ia terlihat sangat innocent? Sepertinya aku salah menganggapnya bahwa dia bukan seorang malaikat.”

Rae Yoo merasa tidak nyaman hingga ia menoleh ke arah Kris dan mendapati lelaki itu tengah memandangnya. Kris terkejut, ia langsung menghadap lurus dan beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan berbalik hingga kakinya menabrak bangkunya. Kris meringis kesakitan dan melarikan diri sambil memegangi kakinya. Rae Yoo berusaha menahan tawanya namun akhirnya meledak begitu saja saat Kris menghilang masuk ke ruang ganti.

“HAHAHAAAA, DIA BODOH SEKALI!” Rae Yoo tertawa tanpa henti sambil memegangi perutnya.

“Wae geurae? Di tubuhmu tidak masuk arwah apapun kan?” Chanyeol tanpa diketahui masuk begitu saja dan berjalan mendekati Rae Yoo.

“Hahaa, temanmu, kenapa kau harus berteman dengan orang sebodoh itu?” Rae Yoo menunjuk ke arah ruang ganti, tawanya tidak bisa hilang hingga air matanya akan menetes. “Aku bersumpah ia terlihat seperti seorang komedian.”

Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, tanpa berkata apapun ia meninggalkan Rae Yoo yang masih tertawa geli ke ruang ganti untuk menemui Kris.

“Hyung? Apa yang terjadi?” tanya Chanyeol kepada Kris yang sedang membereskan bajunya di loker, ia baru saja mengganti bajunya.

“Sebaiknya kau tidak tahu apapun.” jawab Kris dengan nada datar namun Chanyeol menemukan bahwa lelaki itu memendam kekesalan. “Apa perkataanmu benar? Apa benar Rae Yoo menyukaiku?” kini Kris menatap Chanyeol dengan pandangan serius.

“Kau kenapa, hyung?”

“Jawablah pertanyaanku.” geram Kris tidak sabar.

“Wae? Dia baru saja mengejekmu ‘Aku bersumpah ia terlihat seperti seorang komedian.’” Chanyeol me-reka adegankan bagaimana Rae Yoo menertawakannya, Kris membulatkan matanya merasa di permalukan oleh gadis itu.

“Sebenarnya ada apa? Hei tunggu, ini pertama kalinya kalian saling berbicara bukan? Sepertinya kalian sudah dekat. Berbicara apa saja?” goda Chanyeol dan Kris menyeringai kecil.

“Dia yang ingin dekat, seharusnya dia berterima kasih karena aku meresponnya.” Kris menutup lokernya dan berjalan ke luar ruangan.

“Tunggu, kupikir kau tidak pernah merespon seorang perempuan namun kau melakukannya kepada Rae Yoo.” celoteh Chanyeol hingga membuat langkah Kris terhenti.

“Apa benar?”

– TBC –

Ada yang ga ngerti? Di tanyakan ya.. Dan di sini ada yang terselubung yaitu rahasia Rae Yoo X)

Advertisements

2 thoughts on “FF “A Dumber” [Chapter 1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s