FF “Destiny Of Life” [Chapter 1]

1622764_782820398413223_1859885880_nTitle : DESTINY OF LIFE (CHAPTER 1)

Author : Ayank094@ayankfresh

Cast :

  • Kris (Wu Yi Fan)
  • Xi Luhan
  • Suho (Kim Junmyeon)
  • Byun Baekhyun
  • Park Chanyeol
  • Chen (Kim Jongdae)
  • Kai (Kim Jongin)
  • Oh Sehun
  • Park Choyun (OC)
  • Choi Hyemin (OC)
  • Lee Hyora (OC)
  • Lee Chaerin (OC)
  • Park Minmi (OC)
  • Han Hyejin (OC)
  • Kang Rae Yoo (OC)

Genre : Romance, sad, family, friendship.

Rating : PG-15+

Length : Chapter

Blog owner’s note >> Ini bukan FF saya, sepenuhnya bukan FF saya, ini FF teman saya, saya hanya me-repost dan sudah mendapatkan izin darinya, sekali lagi jangan anggap saya adalah author dari FF ini.

PS (langsung dari author-nya) : Sebelumnya, ini mungkin hal sulit bagi saya untuk menciptakan suatu karya yang disebut ff dalam karakter ataupun pemeran yang banyak, alias lebih dari 2 cast (14 cast u,u). Jadi, mohon maaf jika awal awalnya rada kagak ngerti, karena saya aja bingung musti mulai darimana dan lanjutannya gimana, bagi yang sudah baca “LOD” JANGAN SAMAIN YA!!! Ini jelas berbeda dari FF LOD saya. Jadi, berhubung supaya reader dan author kagak bingung, begimane kalo ane perkenalkan aja cast castnya yang buanyak inih >>> (mohon dimengerti, ini percobaan pertama) *AUTHOR FRUSTASI*

tumblr_m9n1g77ove1rexqqfo1_1280KANG RAE YOO

Mahasiswi jurusan seni, kedua orangtuanya berada di Amerika, ia tinggal di Korea bersama sepupunya, Lee Hyora. Rae Yoo awalnya memiliki kekasih bernama Oh Sehun, namun rasa egoisme antara mereka berdua harus mengakhiri hubungan yang sudah 6 bulan mereka jalani.

kimshinyeong05-crop2LEE HYORA

Mempunyai pekerjaan sebagai manager cafe, dan memiliki pelanggan tetap, Suho. Suho bahkan sudah menjadi sahabat yang selalu membantunya di saat susah.

2yyutfOH SEHUN

Ia juga mahasiswa jurusan seni, sama seperti Rae Yoo. Namun tiba tiba saja ia menghilang dan tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya. *AuthorCulik*

d657d39bjw1e6hm74i394j20o60xc0zjKRIS (WU YI FAN)

Sejak ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi. Kris memiliki adik tiri yang sangat ia sayangi, Lee Chaerin. Ia tidak ingin meneruskan perusahaan ayahnya dan lebih memilih menjadi pelukis, sementara itu, ayahnya siap menerima kapan saja jika Kris berubah pikiran dan ingin melanjutkan masa depannya dengan menjabat sebagai CEO dari perusahaan yang kini dipimpin oleh ayahnya.

tumblr_m2tybgmcCS1r61vh7o1_400LEE CHAERIN

Walau tidak berbakat di bidangnya, Chaerin tetap saja betah pada pekerjaan barunya. Yakni seorang penulis. Ia bekerja untuk salah satu stasiun TV ternama di korea, JBS. Karena sejak kecil bersama Kris, Chaerin sama sekali tak melirik namja lain yang menyukainya, itulah sebab yang membuatnya tidak memiliki kekasih hingga saat ini.

155415_468064709905743_1209648002_nHAN HYEJIN

Mahasiswi jurusan hukum yang sangat mempedulikan nilainya. Yeoja yang selalu mendapat nilai terbaik ini memiliki sifat yang jauh berbeda dengan kelihatannya. Tidak seperti orang terpelajar lainnya, ia terkesan rakus karena tidak berhenti makan sampai stock makanan benar-benar habis, terlebih lagi ia tidak pernah berhenti bicara, apalagi kalau mengomentari suatu hal.

kim_jee_in_498055_largePARK MINMI

Minmi juga mahasiswi jurusan hukum. Namun tidak seperti Hyejin, ia lebih terkesan dingin. Satu jurusan membuat Minmi dan Hyejin selalu bertemu, terlebih lagi Minmi harus sekelompok dengannya dalam satu mata kuliah. Dan itu membuat Minmi frustasi.

tumblr_mzr8t4clqw1rtjc1po1_500PARK CHANYEOL

Ia juga merupakan salah satu staff JBS TV. Minmi adalah adik kandungnya. Namun Chanyeol sangat berbeda dari Minmi. Hampir seperti Hyejin, ia sangat suka berbicara dan tertawa. Suatu kepribadian yang sangat ceria, happy virus? That’s right.

tumblr_mgxxzgUWOF1rup1hro1_1280CHEN (KIM JONGDAE)

Chen masih sempat bekerja paruh waktu di cafe yang dimanageri Hyora di selanya menyelesaikan skripsi kuliahnya. Ia merupakan sahabat baik Chanyeol.

*BREAK BENTAR* *FRUSTASI* *GULING-GULING**FIGHTING* T_T

BJzSV8ICAAAyvFE.jpg largeBYUN BAEKHYUN

Bekerja sebagai VJ di JBS yang berkepribadian ceria, lucu, usil, banyak berbicara dan dapat mengundang tawa siapa saja yang berada di dekatnya.

424178_212328182199888_783873093_nPARK CHOYUN

Bekerja di JBS sebagai seorang presenter. Kenyataan bahwa Choyun adalah seorang yang sangat ceroboh sangat terbukti di kehidupan sehari-harinya. Ia juga sering melupakan sesuatu yang penting, termasuk hari ulang tahunnya sendiri.

Gh27gXLSUHO (KIM JUNMYEON)

Bekerja sebagai Manager hotel. Ia sangat mengagumi Lee Hyora, sehingga bersedia membantunya dalam hal apapun. Ia juga meminta bantuan Rae Yoo agar ia bisa lebih dekat dengan Hyora.

036571KAI (KIM JONGIN)

Ia adalah salah satu PD-nim JBS TV. Sedikit angkuh, namun sebenarnya ia memiliki kepribadian yang hangat.

131216sbs-r-power-fm-cultwo-show-2XI LUHAN

Seorang CEO muda JBS TV. Ia sudah menikah, walaupun tidak pernah memperkenalkan istrinya pada publik.

tumblr_lgn9p6V0BZ1qeg0c0CHOI HYEMIN

Sama seperti Chaerin. Ia juga merupakan seorang penulis yang sangat mencintai pekerjaannya. Ia berada dalam tv program yang sama dengan Chaerin, dengan kata lain, mereka satu tim.

*NYERAH BOLEH????*

Oke, karena dibilang kagak boleh nyerah ane lanjut ya… tapi jangan salahin ane kalo alurnya kagak nyambung. DAN DI PART INI KAYAKNYA KAGAK SEMUA CAST BAKAL TEREKSPOS, JADI YANG BELUM MUNGKIN DI PART SELANJUTNYA…..

Oke HAPPY READING, DON’T COPY and WARNING TYPO

***

“Sehun!! Neo michoseo!!!” bentak yeoja di sebelahnya. Sehun tak menggubris, ia terus saja melajukan mobilnya dengan kencang.

“Yaa, apa kau mau membunuhku?”

“Aku hanya kesal padamu, Kang Rae Yoo, kau selalu menuduhku atas kesalahan yang tidak pernah ku perbuat.”

“Aku? Sehun-ah, kumohon jangan seperti anak kecil, pelankan mobilnya atau aku akan keluar.” ancam Rae Yoo.

Sehun tersenyum picik, “Kau yakin?” tanya Sehun sakartis, dengan hitungan detik mobil yang ia kendarai sudah diatas kendali. Rae Yoo sangat kesal dengan perlakuan Sehun padanya.

“Kau pikir aku bercanda huh!!” bentaknya lagi. Dengan emosi yang menggeruguti dirinya, Rae Yoo membuka pintu mobil dan keluar tanpa bisa Sehun menghalaunya.

“RAE YOO!!” jerit Sehun. Ia langsung menghentikan mobilnya. Dengan cepat Sehun berlari menghampiri Rae Yoo yang sudah tak sadarkan diri, darah segar tak sedikit mengalir menutupi wajah cantiknya.

Sehun memeluknya erat, perasaan bersalah bersarang di benaknya. Andai saja ia tidak mengikuti egonya, andai saja Sehun tidak melajukan mobilnya dengan cepat, andai saja…..

***

“Jwesonghamnida” ucap Sehun. Ia terus menunduk menyesali perbuatannya.

Seolah tak mendengar ucapan Sehun. Yeoja itu memalingkan wajahnya.

“Sudah kuduga ini akan terjadi.” ujarnya. “Apa yang akan kukatakan pada orangtuanya jika terjadi hal yang lebih buruk dari ini?” tambah yeoja itu.

“Aku akan bertanggung jawab nuna, jebal… jheongmal mianhe…”

“Maaf saja tak cukup.” sahut Hyora cepat.

Sehun lagi-lagi terdiam, ia tak tahu harus bicara apa saat ini. Memang benar ini salahnya, memang benar yang dikatakan Hyora, maaf tidak akan bisa mengubah semuanya. Kenyataannya, Rae Yoo masih tidak bisa mendengarkan mereka, melihat mereka, jantungnya berdetak tapi ia sama sekali tak bergerak.

“Nuna…”

“Ijen.. eotokhae??” tanya Sehun. “Eotokhaji?”

Hyora menghela nafas berat. Ia memegang kepalanya yang entah kenapa terasa begitu sakit.

“Pergilah, tinggalkan Rae Yoo.” ujar Hyora.

“Nuna…”

“Anggap saja kalian tidak pernah kenal.” tambah Hyora.

“Tapi…”

“Bukankah kau bertanya padaku? Itu jawabanku, kha..”

“Mianhajiman…. kha…” ulangnya.

Lama setelah itu, Sehun akhirnya mengiyakannya, dengan berat hati ia meninggalkan tempat itu. Jika memang ini yang tebaik, ia akan menurutinya.

“Sampaikan maafku padanya.” itulah kata terakhir Sehun sebelum ia benar benar pergi.

***

Taman Sungai Han

Seperti biasa, Kris selalu menghabiskan harinya di tempat ini. Perlengkapan lukis selalu menemaninya, dan dengan begitu ia bisa melukis apa yang di lihat dan diinginkannya. Dinginnya hari tak sedikitpun mengurungkan niatnya untuk meninggalkan tempat itu.

“Aku terlambat?” tanya seorang yeoja menghampirinya. Yeoja cantik itu merangkulnya dari belakang, menyandarkan kepalanya di bahu Kris.

“Ne, kau terlambat.” ujar Kris tanpa berpaling.

“Mianhae, tadi pekerjaanku tidak berjalan lancar.”

“Apa kau dimarahi lagi?” tanya Kris.

“Begitulah.” Chaerin melepaskan rangkulannya. Ia duduk di sebelah Kris, wajahnya yang tadi ceria kini tampak biasa saja tanpa ekspresi.

“Carilah pekerjaan lain, aku tak ingin melihat dongsaengku terus menderita.”

“Tapi aku menyukai pekerjaan itu, walaupun mereka bilang aku tak berbakat.”

Kris tersenyum singkat, “Kau memang keras kepala.” ujar Kris sembari mengacak rambut Chaerin.

“Ya, aku akan merusak lukisanmu.” ancam Chaerin jika Kris masih terus merusak tataan rambutnya.

“Coba saja.” balas Kris, ia tau kalau Chaerin tidak akan melakukan hal itu.

***

“Ya, apa kau manusia? Sudah 2 hari kita bersama dan kau masih saja diam, kau bisu?” frustasi, Hyejin membanting kasar buku-bukunya. Sejak awal Hyejin memang tidak setuju jika harus bekerja sama dengan Minmi dalam tugas penelitian mereka.

Hyejin menatapnya kesal, tapi tidak dengan Minmi, dengan santai ia mengeluarkan buku dari tasnya dan meletakkannya di meja.

“Tugasku sudah selesai.” ujarnya kemudian meninggalkan Hyejin begitu saja, Hyejin yang kini terdiam seribu bahasa.

“Ya, kita juga harus berlatih presentasi, kau mau kemana, Park Minmi kau…”

“Sikkeuro!!” potong Minmi tanpa menghentikan langkahnya.

“Kenapa ada manusia sepertinya di dunia ini.” rengek Hyejin.

“Ya! Mahasiswi jurusan Hukum, bisakah kau diam? kau mengganggu konsentrasi kami!” tegur salah seorang namja yang berada tak jauh di dekatnya.

“Jwesonghamnida” Hyejin buru-buru mengemas barangnya, bagaimanapun Minmi harus ikut dalam setiap kegiatan kelompok mereka. Walau sulit, Hyejin tetap saja mengejar Minmi.

“Kau mengenalnya?”

“Han Hyejin jurusan Hukum itu? siapa yang tak mengenal yeoja rakus yang berisik itu.” tutur namja yang tadi menegurnya.

“Ya Tao, sepertinya kau kenal dekat dengannya.”

“Dia tetanggaku, sudahlah jangan bicarakan dia, lebih baik fokus ke tugas kita, aku tidak mau dihukum lagi.”

“Arraseo, arraseo.”

_ _ _

”Kenapa kau terus mengikutiku? Kau menyukaiku?”

“Ya, kita harus mengoreksi semua tugas kita, dan kau taukan nilai presentasi itu sangat tinggi.. aku tidak mau kehilangan beasiswaku hanya karena kau, Park Minmi.”

“Kau sungguh keras kepala, Han Hyejin.”

“Kau yang membuatku begitu.”

“Aku harus pulang.” ujar Minmi tak perduli.

“Baiklah, kita kerjakan di rumahmu saja.”

“NEO!!!”

Hyejin tidak perduli dengan tatapan maut Minmi, baginya nilai sangat penting untuk kelangsungan pendidikannya.

“Berjanjilah jangan berisik.”

“Ne, aku janji.” seru Hyejin senang, akhirnya ia berhasil mencairkan sedikit kepribadian es dari Minmi. Tanpa pikir panjang ia pun mengikuti Minmi ke rumahnya.

***

Rumah Sakit

“Ia sudah sadar?” tanya Suho yang sejak tadi mendampingi Hyora.

“Sudah, ia sedang istirahat.”

“Ia sudah sadar, tapi kenapa kau begitu cemas, tersenyumlah, semua akan baik baik saja.”

“Aku hanya tak tahu harus bagaimana memberitahunya..”

“Soal Sehun?” potong Suho seolah mengerti.

Hyora mengangguk.

Suho menatapnya teduh, merangkul yeoja itu agar bersandar padanya, menuangkan sebagian bebannya agar kembali bisa melihat senyum Hyora. Senyum yang ditujukan untuknya.

***

JBS

“YA! Bisakah kalian katakan dimana letak kesalahan kita? Kenapa rating kita selalu saja menurun tiap minggunya? Padahal dulu kita tidak seburuk ini.” ujar Kai sebagai pemimpin rapat dalam tim mereka.

Kai menatap mereka satu persatu, namun tak ada yang menjawab.

“Chaerin-ssi, apa kau serius bekerja disini? Kenapa kau harus masuk timku?” tambahnya setelah melihat Chaerin yang terus menunduk sejak tadi.

“Jangan salahkan dia, Chaerin-ssi kan baru saja bergabung, jadi..”

“Ya! Kau hanya VJ, aku tidak menanyakan pendapatmu.” potong Kai. Baekhyun yang tadi ingin mengutarakan semua yang berada di benaknya kini mengurungkan hal itu.

“Kai-ssi, jika penulis yang disalahkan ia tidak sendiri, aku juga merupakan penulis di tim ini. Apa aku juga bersalah? Jika ia kenapa harus penulis yang disalahkan? Kemana anggota tim yang lain? Apa kau pikir PD tidak punya kesalahan?” bantah Hyemin, yang lain menatap Hyemin antusias, seolah mengatakan ‘kau benar!! Khaja serang dia lagi’ namun perkataan Hyemin hanya sampai disitu.

Kai menanggapinya santai tanpa ada perlawanan. Kini ia berbalik menatap Choyun, sebagai presenter, ia juga memiliki peran cukup besar pada kesuksesan acara mereka. “Neo otte?” tanyanya.

“Jwesonghamnida, aku akan berusaha agar bisa menarik hati penonton dengan…”

“Dengan pesonamu? Apa yang kau bisa? apa kau akan memakai baju minim? Kau hanya membawa berita, bukan show.” lagi-lagi Kai memotong setiap pembelaan mereka.

“YA Kai!!” bentak Hyemin tak terima, untuk saat seperti ini memang hanya Hyemin-lah yang bisa mereka andalkan.

“Tadi Luhan sajangnim memintaku menemuinya.”

“Apa ia memberi kabar buruk yang membuatmu berubah menjadi wolf seperti ini?” tebak Hyemin.

“Jika minggu depan kita tidak bisa mengembalikan rating kita. Maka bersiaplah pergi dari kantor ini.” jelas Kai.

“Ma..maksudnya kita dipecat?” tanya Choyun walau ia sudah tahu jawabannya.

“Menurutmu apa lagi?” sahut Baekhyun.

“Aku baru saja bekerja disini, kenapa harus dipecat secepat ini?” gumam Chaerin.

“Kita tidak akan dipecat.” ujar Hyemin.

“Hyemin-ah, apa kau pikir kita bisa menaikkan rating kita?” Baekhyun meremehkan.

“Hyemin benar, jika kita berusaha kita pasti bisa, kita hanya butuh suatu yang baru, kita pasti bisa menemukan itu.” timpal Chaerin mempertahankan posisinya.

“Kita coba saja.” tambah Choyun.

“Heisshh, kenapa yeoja-yeoja ini bersemangat sekali!” seru Baekhyun menatap aneh ke arah mereka.

“Baiklah, buktikan semua ucapan kalian, lusa aku mau melihat semua preview kalian.”

“Semua? Bukankah itu tugas penulis?” tolak Baekhyun.

“Ini sudah mendesak, apa kau mau dipecat? Choyun, kau juga harus membuat preview, minta bantuan dari penulis jika kau tak mengerti.” tutur Kai.

“Algeseumnida” ucap Choyun mengangguk.

“Jika kali ini kita gagal……” Kai menggantungkan kalimatnya, ia tersenyum hambar sebagai maksud dari ujung kalimat yang digantungkannya dan keluar setelah ia mengambil beberapa lembar kertas miliknya.

“Aku bisa gila…..” seru Baekhyun frustasi setelah Kai keluar dari ruangan mereka.

“Apa aku beralih saja menjadi seorang penulis novel?” tanya Chaerin pada dirinya sendiri.

“Kau sudah cocok bekerja disini, bersemangatlah.” Choyun memukul pelan pundak Chaerin. Kemudian merapikan barang miliknya sebelum ia pamit pulang dengan mereka.

“Byun Baekhyun, awas saja jika kau tidak menyerahkan preview-mu, itu juga merupakan sebagian dari tugasmu arra!!” tegur Hyemin tak terima atas perkataan Baekhyun tadi.

-SKIP-

“Choyun-ssi, kau sudah pulang?” sapa seorang namja yang sedari tadi menunggui Choyun di depan gedung JBS.

“Chanyeol-ssi, kenapa masih disini? Kau belum pulang?” tanya Choyun balik. Bukankah staff biasa seperti Chanyeol seharusnya sudah pulang sejak sore tadi, sementara sekarang sudah pukul 9 malam.

Chanyeol hanya terkekeh “mau kuantar pulang?” tawarnya.

Choyun terlihat berfikir, kemudian ia menatap Chanyeol penuh sesal. “miane, tapi aku sudah ada janji dengan temanku, ia sudah menungguku, jheongmal miane, lain kali aku pasti mau menerima tawaranmu, jheongmal miane Chanyeol-ssi.” jelas Choyun, sebenarnya ia sangat tidak suka melakukan hal ini, tapi ia harus menghadiri acara pertunangan temannya.

“Ah, gwaenchanna…” jawab Chanyeol tak semangat.

“Kalau begitu aku pergi dulu, anyeong…” seru Choyun terlihat tak bersalah meninggalkan Chanyeol yang sudah menungguinya sejak sore tadi.

“Jika ia tak mau, aku mau kok diantar pulang denganmu.” bisik sebuah suara yang tiba tiba saja hadir di baliknya.

“Chen!!! kau mengagetiku…”

“Yeoja itu menolakmu?” goda Chen, ia menyikut lengan Chanyeol.

“Lupakan dia, aku lebih penasaran denganmu, kenapa kau bisa ada disini huh?”

“Aku mencarimu, kata Minmi kau belum pulang, makannya aku kemari.”

“Mencariku?” tanya Chaneyol, sementara Chen hanya mengangguk.

“Soal apa?” seolah bisa membaca dari raut wajah Chen, Chanyeol menanyakan hal tersebut.

“Dongsaeng……”

“Minmi again? Kau memang tak pernah menyerah walau ia sudah menolakmu ribuan kali.” salut Chanyeol.

“Aku terlalu mencintainya sehingga membuatku tak melirik yeoja lain.” ujar Chen.

“Sudahlah simpan dulu rayuanmu itu, ayo ikut pulang bersamaku, Minmi pasti sudah menungguku.” Chanyeol merangkul Chen. dan setelah lamanya menunggu di depan JBS, akhirnya iapun pulang walau tidak bersama Choyun, setidaknya Chen bisa mengalihkan rasa kecewanya.

***

Hyemin baru saja tiba dirumahnya. Ia yakin, suaminya pasti masih menunggunya di meja makan, dan itu alasannya tidak ikut makan bersama Chaerin dan yang lain. Benar saja, seorang namja yang cukup dikenalnya menyambutnya dengan wajah yang menunjukkan bahwa ia sangat lapar.

“Mian, tadi aku harus rapat soal rating kami, kau sudah lapar?” tanya Hyemin.

Namja itu mengangguk cepat, wajahnya tampak lucu jika sedang kelaparan seperti itu.

-SKIP-

“Apa kau serius soal keputusanmu?” tanya Hyemin di sela makan mereka.

“Soal apa?”

“Akan memecat kami semua jika rating…”

“Ne, aku serius.” sahutnya.

“Luhan…..”

“Wae? kau tak akan miskin walau kehilangan pekerjaan itu, suamimu sudah cukup kaya untuk menghidupimu.” ujarnya Luhan asal.

“Suami? Aku tidak pernah merasa memiliki suami, teman temanku juga tidak ada yang tahu bahwa aku sudah menikah. Ah ani, aku tidak menikah, ini hanya kesepakatan… ania ania, aku hanya terlalu baik mau menjadi pengantin wanitamu saat kekasihmu itu menghilang di hari pernikahanmu.”

“Kenapa kau tiba tiba mengungkit hal itu? Bukankah kau yang bilang bahwa kita harus merahasiakan ini dari temanmu? Kau lupa kesepakatan kita?”

Hyemin meletakkan sendoknya dengan kasar.

“Aku tak lupa, aku juga ingat bahwa sesuai kesepakatan, usia pernikahan ini hanya 6 bulan, kau lupa berapa bulan yang sudah kita lalui? Lebih baik cepat cari alasan perceraian kita.”

Luhan tercengang, namun hanya sesaat. Setelah berhasil menelan hasil kunyahannya, ia malah tertawa.

“Kau tak ingin bercerai denganku?” tanya Luhan di sela tawanya.

“Aku sangat menantikan hari itu, tapi apa kau perrnah memikirkan perasaan orang tua kita? Aku menyesal telah membantumu hari itu.” tutur Hyemin kesal. Buru-buru ia meninggalkan Luhan dengan menuju ke kamarnya. Rasa lapar yang tadi menggerugutinya hilang begitu saja, menyusul langkah Hyemin, iapun kembali ke kamarnya yang tepat berada di sebelah kamar Hyemin.

***

Rumah Sakit

“Sudah satu minggu, kenapa ia tak juga kelihatan?” batin Rae Yoo. Saat ini ia tengah memikirkan Sehun. Bagaimana mungkin Sehun tidak mengkhawatirkannya? Kenapa ia masih belum menemui Rae Yoo?

“Aku sangat senang akhirnya kau sudah bisa pulang” ujar Hyora membuyarkan lamunan Rae Yoo.

“Eonni, apa kau tau sesuatu tentang Sehun?” tanya Rae Yoo seolah tak mendengar ocehan Hyora tadi.

Hyora tampak gelagapan, membuat Rae Yoo curiga.

“Waeyo?” tanya Rae Yoo.

“Sebenarnya, Sehun.. kau.. ah ani,”

“Eonni, sebenarnya ada apa?” tanya Rae Yoo mulai khawatir.

“Sehun sudah pergi, maksudku….”

“Kau menyuruhnya menjauhiku karena kecelakaan kecil ini?” tebak Rae Yoo telak.

“Miane, tapi..”

“WAE???” jerit Rae Yoo.

“RAE YOO~ EODIGA??” tanya Hyora saat Rae Yoo berlari meninggalkannya. Ia berusaha menyusul, namun Rae Yoo sudah hilang dari pandangannya.

***

“Aku sudah membuat beberapa laporan disini, kau harus membacanya.” seru Hyejin. Namun Minmi tak menggubrisnya, ia masih saja dengan santai memejamkan matanya di bawah pohon rindang.

“Park Minmi, ayolah~ aku tahu kau tak tidur, aku taruh disini, kau harus melaporkan hasil kerjamu besok.” tutur Hyejin. Ia meletakkan tugasnya di samping Minmi dan meninggalkannya begitu saja.

“Merepotkan sekali.” ucap Minmi setelah Hyejin menjauh.

Hyejin berjalan dengan santainya menyusuri tiap koridor kampus mereka. Sambil sesekali berfikir, apakah ia akan mendapat nilai bagus dalam kerja kelompoknya? Berkali-kali ia mengacak rambutnya mengingat tingkah Minmi yang begitu cuek akan tugasnya.

“Chogiyo.” sapa seorang padanya, Hyejin berbalik dan begitu terkejut mendapati Rae Yoo di hadapannya. Sebenarnya ia tidak berteman dengannya, ia mengenal Rae Yoo dari beberapa pentas dance yang diadakan di kampus.

“Aku tau mungkin kau menganggapku gila, tapi apa kau melihat Sehun? Ma..maksudku namja yang sering menjadi pasangan danceku saat perfom, kau sering menontonnya kan?” tanya Rae Yoo blak-blakkan. Lagi lagi Hyejin memasang wajah bodohnya sembari menggaruk rambutnya yang tak gatal.

“Lupakan saja, jwesonghamnida.” ucap Rae Yoo.

“Tunggu!!” seru Hyejin saat Raeyoo hendak berbalik.

“Apa Sehun yang kau maksud adalah Sehun mahasiswa jurusan seni yang sering bersama Tao itu?”

“Ne, ne, kau kenal? Apa kau melihatnya?” tanya Rae Yoo antusias.

Hyejin kembali menggaruk rambutnya, ia mengerutkan keningnya seolah berfikir.

“Setahuku ia sudah keluar, katanya dia pindah keluar negri, ah mian, aku juga kurang tau.” jelas Hyejin singkat.

“Pindah? Keluar negri?”

“Mian, tapi aku tidak tahu pasti, lebih baik tanya pada dosen saja.” usul Hyejin.

Rae Yoo tak menggubrisnya lagi, pandangannya kosong, tanpa sadar air bening itu kembali membasahi pipinya. Hyejin bingung setengah mati dibuatnya.

“Ternyata banyak orang aneh di kampus ini, tapi sepertinya ia lebih menakutkan dari Minmi.” gumam Hyejin setelah memutuskan meninggalkan Rae Yoo sendiri.

***

JBS

“Preview!!! Aku bisa gila karenamu!” celoteh Baekhyun yang sejak pagi tadi belum juga menemukan ide untuk previewnya.

“Ya Park Choyun, kau sudah dapat ide?” tanya Baekhyun setelah ia melirik ke arah Choyun yang tengah fokus di depan monitor laptopnya.

“Sikkeuro!!” bentak Choyun tanpa melepaskan pandangannya dari monitor laptopnya.

“Sikkeuro!” Baekhyun mengulang kembali perkataan Choyun dengan nada yang dibuat-buat.

“Ya, VJ-Nim, bisakah anda tenang?” tanya Chaerin kehilangan konsentrasinya akibat kebisingan yang diciptakan Baekhyun.

“Aarrgghh, michoseo, michoseo!!!” jerit Hyemin sembari menutup laptopnya kasar. Spontan Baekhyun dan yang lain langsung melihat ke arahnya.

“Aku butuh udara segar!” ujar Hyemin sadar saat semua melihatnya. Ia mengambil ponsel dan earphonenya, berjalan keluar.

“Sepertinya dia ada masalah.” bisik Baekhyun pada Choyun.

“Kau yang punya masalah dengan otakmu, kembalilah ke mejamu dan kerjakan tugasmu.” ujar Choyun.

Baekhyun tak bisa berkata apa-apa, iapun kembali ke tempatnya dan lagi-lagi hanya menatap layar komputer tanpa tahu harus berbuat apa.

“Aku tak melihat Hyemin?” tanya Kai yang baru saja masuk.

“Katanya ia butuh udara segar.” jawab Chaerin.

“Oh~” hanya itu balasan Kai. Iapun meletakkan kopinya dan kembali dengan tugasnya. Sepertinya minggu ini akan menjadi minggu yang sangat melelahkan bagi tim mereka.

***

High Cafe

“Eotokhae? Rae Yoo sangat marah padaku.” Hyora tak kuasa menahan tangisnya. Berkali Suho hendak memeluknya, namun ia masih tidak berani melakukan hal tersebut.

“Gwaenchana, Rae Yoo hanya butuh waktu untuk semua keadaan ini, tenanglah.” ucap Suho.

“Aku sangat jahat, benarkan?” tanya Hyora.

“Ania, berhentilah menyalahkan dirimu Hyora-ya…”

“Rae Yoo~” gumam Hyora saat melihat Rae Yoo masuk ke cafenya. Ia hendak menghampiri Rae Yoo, namun Suho menghalaunya. Mungkin saat ini Rae Yoo ingin menyendiri menenangkan drinya. Terlihat dari posisi duduk yang dipilihnya. Ia lebih suka berada di pojokan yang sepi menatap nanar ke arah jendela yang ia harap seorang yang berada di pikirannya kini akan hadir di balik kaca tersebut.

“Chogiyo~” seru salah seorang pelanggan. Seorang waiters menghampirinya, ia tampak sedikit kesal. Pesanan yang diantarkan padanya berbeda dari apa yang ia pesan tadi.

“Jwesonghamnida, kami akan segera menggantinya.” ujar waiters tesebut dan segera mengganti pesanan namja itu.

Tak lama setelah pesanannya diganti, seorang yeoja datang menemuinya.

“Tumben sekali kau disini? Biasanya aku harus menemuimu di pinggiran sungai Han dengan beberapa alat lukismu.”

“Yeoja itu, bisakah kau mengambil gambarnya untukku?” pinta Kris.

“Oppa, kau tak menggubrisku?” kesal Chaerin.

“Chaerin-ah, aku serius! Dia inspirasi baruku, tolong ambil gambarnya.” ujar Kris lagi.

Meski kesal, tetap saja Chaerin dengan telaten mengambil gambar seorang yeoja yang tengah sendiri itu.

“Gumawoyo, kau adik terbaik.”

“Kau harus mentraktirku untuk ini.”

“Pesanlah, aku akan tetap disini memperhatikan inspirasi baruku.” ujar Kris.

“Terserah kau saja.” cuek Chaerin, ia lebih memilih melihat buku menu. Sementara Kris terus memperhatikan yeoja tersebut. Yeoja yang menurutnya merupakan style-nya. Kang Rae Yoo, semoga saja mereka dapat bertemu di kemudian hari.

***

“Oh, jadi ini kantor JBS? Tenang saja, suatu hari nanti aku akan bekerja disini.” ungkap Hyejin yang kini tengah mengagumi bangunan indah di hadapannya.

PLAKK’ sebuah buku mendarat di kepalanya.

“Minmi-ya, kau tahu itu sakit? Dasar..” umpat Hyejin.

“Kenapa kau masuk jurusan hukum jika akhirnya bekerja di stasiun televisi?” tanya Minmi datar.

“Sudahlah, kau bilang mau bertemu oppamu, ppali.. masih banyak tugas yang harus kita selesaikan.”

“Kau benar-benar berisik.” gumam Minmi.

“Minmi-ya, mian merepotkanmu, kau membawa flashku?” tanya Chanyeol yang baru saja menghampirinya.

Minmi tak menjawab, ia mengeluarkan benda kecil di sakunya dan menyerahkannya pada Chanyeol.

“Gumawo, kau memang adik yang terbaik.” ujar Chanyeol mengacak rambut Minmi.

“Geumanhae!” bentak Minmi.

“Nugu? Chingumu?” tanya Chanyeol setelah melihat Hyejin yang tertegun menatap ke arahnya.

“Ne, sudah sana kembali bekerja.” Minmi menolak tubuh Chanyeol agar kembali ke tempat asalnya(?)

“Aku terkejut, ternyata kau punya teman juga, chukkae!” seru Chanyeol.

“KHA!” usir Minmi.

“Ne ne, tunggu aku pulang, ne?” serunya lagi sebelum menghilang.

“Hyejin-ssi, khaja!” komando Minmi, namun setelah beberapa langkah Minmi menjauh, Hyejin masih tak menyusulnya. Minmi mendekati Hyejin yang masih menatap ke arah pintu masuk JBS.

“Kau tidak jatuh cinta dengan oppaku kan?” tanya Minmi curiga, Hyejin menoleh ke arahnya dengan senyum cutenya.

“Andwae!” Minmi kembali memukul Hyejin dan menarik yeoja itu menuju tempat yang telah mereka sepakati untuk mendiskusikan tugas mereka.

-SKIP-

“Minmi-ya!” seru Chen riang saat mendapati Minmi dan Hyejin berada di cafe tempatnya bekerja paruh waktu.

“Apa kau yakin ini tempatnya?” bisik Minmi pada Hyejin yang mengangguk semangat. Cafe ini merupakan tempat favoritnya.

“Kau teman Minmi?” tanya Chen, lagi lagi Hyejin menganguk.

“Hyejin imnida.”

“Pergilah, aku tidak konsen dengan tugasku jika ada kau.” ujar Minmi dengan tangan yang mengisyaratkan agar Chen pergi.

“Ne algeseumnida, fighting!” ujar Chen sebelum kembali dengan pekerjaannya.

“Nugu?” tanya Hyejin setelah Chen pergi.

“Molla.” jawab Minmi asal.

“Kurasa oppa itu menyukaimu.” goda Hyejin.

“Jika kau bicara hal itu lagi aku akan pergi.” ancam Minmi.

“Ne ne, aku diam.” sahut Hyejin cepat.

***

“Hyemin-ah.” panggil Luhan. Hyemin tak menjawab, ia hanya membalas pandangan Luhan.

Perlahan Luhan mendekat ke arahnya.

“Jangan terlalu dekat, semua karyawanmu akan curiga.” ujar Hyemin memperingati, bagaimanapun mereka masih dalam ruang lingkup JBS.

“Maafkan aku.” ucap Luhan.

“Aku sudah melupakannya.”

“Kau masih marah padaku?” tanya Luhan.

Hyemin melirik jam tangannya. “Aku harus kembali, aku bahkan belum memikirkan tema previewku.” ujar Hyemin mengalihkan pembicaraan. Ia menunduk layaknya karyawan pada atasannya sebelum ia pergi.

“Hoksi…” Luhan memegang lengan Hyemin, menghalau langkahnya yang hendak menjauh.

“Luhan…”

“Apa kita masih bisa berteman seperti dulu walau kita sudah bercerai?” tanya Luhan.

Hyemin bingung, apa yang harus ia jawab? Akankah ia masih bisa bercanda seperti saat mereka tidak memakai cincin couple? Akankah perasaan itu masih sama?

“Kenapa kau diam?” tanya Luhan lagi.

“Mian…” ucap Hyemin. Ia melepaskan genggaman Luhan. Lebih baik ia segera kembali sebelum ada yang melihat mereka.

Luhan menatap nanar ke arahnya, ke arah Hyemin yang sama sekali tak berbalik melihatnya. Di lantai 2, Choyun yang tanpa sengaja melihat ke arah mereka memasang wajah kebingungan.

“Aneh sekali.” gumamnya.

– TBC –

Advertisements

One thought on “FF “Destiny Of Life” [Chapter 1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s